• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama, Departemen Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 32 m di atas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2010.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kacang hijau varietas Merpati berasal dari Balai Penelitian Kacang hijau Tanjung Anom,

Callosobruchus chinensis, biji srikaya, biji bengkuang, biji saga dan bahan-bahan

lain yang diperlukan dalam penelitian ini.

Alat yang digunakan adalah stoples, kain kasa, karet gelang, mortal, timbangan digital, kotak plastik, ayakan 20 mesh, pipet bettle, kertas merang, api bunsen, pinset, label nama, spatula laboratorium, alat tulis dan alat-alat lain yang diperlukan dalam penelitian.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non faktorial, terdiri dari 2 percobaan dimana pada masing-masing perlakuan digunakan 100 gram kacang hijau, yakni:

percobaan 1: S0 = Kontrol

S2 = Serbuk srikaya 1.5 g S3 = Serbuk srikaya 2.5 g S4 = Serbuk saga 0.5 g S5 = Serbuk saga 1.5 g S6 = Serbuk saga 2.5 g S7 = Serbuk bengkuang 0.5 g S8 = Serbuk bengkuang 1.5 g S9 = Serbuk bengkuang 2.5 g percobaan 2: E0 = Kontrol E1 = Ekstrak srikaya 0.5 ml E2 = Ekstrak srikaya 0.75 ml E3 = Ekstrak srikaya 1 ml E4 = Ekstrak saga 0.5 ml E5 = Ekstrak saga 0.75 ml E6 = Ekstrak saga 1 ml E7 = Ekstrak bengkuang 0.5 ml E8 = Ekstrak bengkuang 0.75 ml E9 = Ekstrak bengkuang 1 ml

Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan, dengan rumus : (t-1) (r-1) ≥ 15

(10-1) (r-1) ≥ 15

(10r-10) (r+1) ≥ 15

9r ≥ 24

r ≥ 2.6

r ≥ 3

Model linier yang digunakan dalam percobaan ini adalah : Yij= µ + τi+ ξij

Keterangan :

Yij = nilai pengamatan pada taraf ke-i dan ulangan ke-j µ = nilai tengah umum

τi = pengaruh perlakuan ke-i

ξij = pengaruh galat percobaan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j

Pelaksanaan Penelitian

1. Penyediaan Tempat Serangga Uji

Tempat C. chinensis yang akan diaplikasikan adalah berupa stoples dengan ukuran tinggi 5 cm dan diameter 3 cm. Mulut stoples ditutup rapat dengan kain kasa dan diikat dengan karet gelang. Stoples yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebanyak 60 buah.

2. Penyediaan Serangga Uji

Kumbang C. chinensis diperoleh dari hasil perbanyakan bertujuan untuk mendapatkan umur imago yang sama berumur 2 hari. Kumbang kemudian dimasukkan ke dalam setiap stoples sebanyak 10 ekor dimana 5 ekor imago betina dan 5 ekor imago jantan sesuai dengan masing-masing perlakuan. Jumlah keseluruhan imago yang digunakan dalam percobaan ini sebanyak 600 ekor.

3. Pembuatan Insektisida Botani

a. Serbuk Biji –bijian

Biji srikaya, saga, bengkuang yang digunakan adalah biji yang sudah tua. Kulit biji dibuang kemudian dicuci bersih dengan air dan dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hari untuk mengurangi kadar air. Biji digiling dengan alat penggiling (mortal) hingga halus dan disaring dengan ayakan 20 mesh.

a. Ekstrak Biji-bijian

Metode yang digunakan dalam mengekstrak biji-bijian adalah metode meserasi. Disiapkan biji srikaya, saga, bengkuang yang sudah tua. Biji dicuci bersih dengan air dan dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hari untuk mengurangi kadar air. Biji kemudian digiling dengan menggunakan mortal hingga halus, disaring dan dimasukkan pelarut etanol dengan perbandingan 1:10 kemudian dishaker dan direndam (meserasi) selama 24 jam. Ekstrak disaring dengan kertas saring, kemudian diuapkan dengan rotary evaporator (Bruchi R-114) pada suhu 55-60 0C pada tekanan 580-600 mmHg.

4. Aplikasi Serbuk Insektisida Botani

Biji kacang hijau masing-masing sebanyak 100 g dimasukkan ke dalam stoples sesuai dengan perlakuan. Pada percobaan pertama serbuk insektisida botani (biji srikaya, biji saga, biji bengkuang) ditaburkan ke dalam stoples sesuai konsentrasi secara merata. Pada percobaan ke dua ekstrak diaplikasikan dengan menggunakan mikropipet sesuai dengan konsentrasi kemudian diaduk hingga

merata dengan spatula dan beberapa saat kemudian dimasukkan imago

5. Metode Uji Daya Kecambah Benih Kacang Hijau

Metode pengujian daya kecambah benih yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Metode Uji di Atas Kertas (UDK) dengan menggunakan substrat kertas merang. Kertas merang disemprot dengan air menggunakan handsprayer hingga basah, kemudian diletakkan di atas kawat penyangga di dalam kotak plastik. Pada permukaan kotak plastik terlebih dahulu diberikan air agar kelembaban substratum tetap terpelihara. Biji-biji yang akan diuji kemudian ditanam dan ditata sedemikian rupa dengan menggunakan pinset steril. Kotak plastik ditutup rapat dan diberikan 4 lubang kecil agar udara dapat masuk kemudian diberikan label sesuai dengan perlakuan.

Peubah Amatan

1. Pengaruh Serbuk dan Ekstrak Biji-bijian terhadap Persentase Mortalitas Imago

Pengamatan pada percobaan menggunakan serbuk dan ekstrak biji-bijian

terhadap mortalitas imago dilakukan dengan menghitung jumlah imago

C. chinensis yang mati. Pengamatan dilakukan 1 hari setelah aplikasi sebanyak 8

kali dengan interval 3 hari sekali. Persentase mortalitas imago dihitung dengan menggunakan rumus : P = x 100% b a a + Keterangan :

P = Persentase mortalitas imago (%) a = Jumlah imago yang mati

b = Jumlah imago yang hidup (Sastrosupadi, 2000).

2. Pengaruh Serbuk dan Ekstrak Biji-bijian terhadap Persentase Susut Bobot Benih, Benih Kacang Hijau yang Rusak dan Daya Kecambah Benih Kacang Hijau

2.1. Susut Bobot Bahan

Pengamatan susut bobot bahan pada percobaan menggunakan serbuk dan ekstrak biji-bijian dihitung pada akhir penelitian dengan mengayak benih dan memisahkan benih yang telah menjadi remah tepung dan kotoran-kotoran. Besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh hama ini dihitung dengan menggunakan rumus:

Susut bobot bahan = x 100% a b a− Keterangan : a = Berat awal b = Berat akhir (Sastrosupadi, 2000).

2.2. Persentase Biji Kacang Hijau yang Rusak

Persentase biji kacang hijau yang rusak pada percobaan menggunakan serbuk dan ekstrak biji-bijian dihitung dengan mengurangkan jumlah biji yang sehat pada awal penelitian dengan jumlah biji yang tersererang di akhir penelitian dalam 100 g biji. Parameter kerusakan biji digolongkan ke dalam 3 kriteria yaitu kerusakan ringan, kerusakan sedang dan kerusakan berat.

2.3. Persentase Perkecambahan

Persentase perkecambahan menunjukkan jumlah kecambah normal yang dihasilkan oleh benih pada kondisi dan jangka waktu yang ditentukan. Persentase

perkecambahan pada percobaan menggunakan serbuk dan ekstrak biji-bijian dihitung dengan menggunakan rumus :

Persentase perkecambahan = x 100% b

a

Keterangan :

a = Jumlah benih yang tumbuh b = Jumlah benih yang ditanam (Kartasapoetra, 2003)

Dokumen terkait