• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tempat dan Waktu

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Tajur yang terletak pada ketinggian ± 250 m dpl dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB. Penelitian dilaksanakan bulan November 2014 sampai Maret 2015.

Bahan dan Alat

Bahan tanaman yang diuji terdiri dari 10 genotipe tomat (F8 7-1, F8 17-3, F8 38-1, F8 38-3, F8 46-3, F8 48-2, F8 54-3, F8 66-3, F8 82-2, F8 005001-4-1-12-3-82-4) dan 2 varietas pembanding (Intan dan Ratna). Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi meteran, tray, alat tulis, kamera, handpenetrometer,

handrefractometer, alat titrasi, dan alat-alat pertanian umum. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang, Urea, ZA, SP-36, dan KCl. Untuk melindungi tanaman dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) digunakan insektisida dan fungisida dengan dosis 1-2 g/l.

Prosedur Penelitian Persemaian dan Penanaman

Benih dikecambahkan dalam tray menggunakan media tanam kompos. Setelah memiliki 4-5 pasang daun, tanaman dipindahtanamkan ke lapang. Lokasi persemaian berada di dalam plastic house.

Penyiraman pada persemaian dilakukan dua kali setiap hari pada pagi dan sore hari. Lahan yang digunakan untuk penanaman diolah dan dibersihkan dari gulma. Tanah yang telah diolah kemudian dibiarkan selama dua minggu agar penyakit tular tanah mati akibat terpapar sinar matahari langsung. Setelah 2 minggu, tanah dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120 cm, tinggi 40-50 cm, dan panjang 30 m dengan populasi per bedeng 96 tanaman. Aplikasi pupuk dasar (pupuk kandang, setengah dosis pupuk Urea 100 kg/ha, SP-36 250 kg/ha, dan KCl 200 kg/ha) dilakukan di tiap bedengan pada 2-7 hari sebelum pindah tanam. Bibit tomat ditanam dengan jarak tanam 50 cm x 50 cm dan setiap bedengan ditanami dua baris tomat. Penanaman dilakukan dengan cara transplanting ketika tanaman berumur 3-4 MST (minggu setelah tanam).

7

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman meliputi pengendalian OPT, penyiraman, pemberian ajir, pemangkasan tunas-tunas liar, dan pemupukan. Pengendalian OPT dilakukan secara manual dan kimia. Pengendalian OPT secara kimia antara lain menggunakan fungisida Propineb 70% dengan dosis 2 g/l air, insektisida Profenofos 50% dengan dosis 2 ml/l, dan pestisida Dikofol kelthane 20% dengan dosis 2 ml/l. Penyiraman dilakukan dua hari sekali pada pagi atau sore hari. Pengajiran dilakukan ketika tanaman berumur 2 MSP. Ajir dibuat dari bambu dengan panjang 1 m. Ajir dipasang tegak di setiap tanaman tomat dengan jarak 10 cm, tanaman diikatkan ke ajir dengan menggunakan tali rafia membentuk angka 8. Pemupukan dilakukan 10 hari sekali sebanyak 3 kali aplikasi dengan cara fertigasi manual. Pupuk yang digunakan adalah pupuk majemuk NPK Mutiara dengan dosis 10 g/tanaman (dilarutkan ke dalam 250 ml air).

Pemanenan

Pemanenan buah tomat untuk pengamatan dilakukan hingga panen terakhir (panen ke-5). Buah tomat dipanen per buah dengan mempertahankan tangkai buah. Pemanenan buah tomat dilakukan ketika tomat berubah warna (semburat) dan masak (berwarna merah penuh).

Pengamatan

Pengamatan dilakukan pada 10 tanaman contoh setiap genotipe tomat. Beberapa variabel yang diamati pada penelitian ini adalah variabel kuantitatif dan kualitatif berdasarkan deskriptor IPGRI dan UPOV.

Karakter kuantitatif yang diamati meliputi:

1. Tinggi tanaman (cm) diukur dari permukaan tanah sampai ujung tanaman (titik tumbuh), diukur pada panen kedua

2. Panjang dan lebar daun diukur pada panen kedua pada daun terlebar tanaman contoh tiap genotipe

Gambar 1 Ukuran daun. L: panjang daun, W: lebar daun 3. Jumlah bunga per tandan, diamati pada tanaman contoh tiap genotipe 4. Jumlah tandan bunga per tanaman pada tanaman contoh tiap genotipe 5. Fruit set, diamati pada tanaman contoh tiap genotipe

6. Jumlah buah per tanaman, diamati pada tanaman contoh tiap genotipe

7. Umur berbunga (ketika 50 % tanaman dalam populasi berbunga), diamati pada tiap genotipe

8

8. Panjang pedisel, diamati pada 10 buah setiap ulangan tiap genotipe

Gambar 2 Pedisel (tangkai buah)

9. Jumlah rongga buah, diamati 10 buah setiap ulangan tiap genotipe tomat

Gambar 3 Jumlah rongga buah tomat

10.Umur panen (ketika 50 % tanaman dalam populasi dapat dipanen), diamati pada tiap genotipe

11.Ukuran buah, meliputi panjang buah dan diameter buah dari 10 buah yang sudah matang fisiologis/ masak, diamati pada 10 buah setiap ulangan tiap genotipe.

12.Ketebalan daging buah, diamati pada tanaman contoh tiap genotipe. 13.Bobot rata-rata buah (g) tiap tanaman contoh tiap genotipe.

14.Bobot buah per tanaman (g), diamati pada tanaman contoh tiap genotipe 15.Produktivitas, dihitung dengan cara:

Produktivitas = bobot buah per tanaman x (populasi tanaman per ha – 20% populasi/ha)

16.Kekerasan pada buah diukur dengan menggunakan alat penetrometer

hanya satu dua atau tiga

tiga atau empat empat atau lima lebih dari enam lapisan absisik

9

17.Kandungan padatan terlarut total diukur dengan menggunakan

handrefractometer

Karakter kualitatif yang diamati meliputi:

1. Tipe pertumbuhan tanaman (determinate dan indeterminate) 2. Warna hipokotil: hijau, ungu

3. Letak daun (pada sepertiga bagian tengah): semi-erect, horizontal,

semi-drooping.

Gambar 4 Letak daun tomat

4. Tipe daun, diamati pada daun yang sudah membuka sempurna

Gambar 5 Tipe daun tomat

5. Letak anak daun terhadap tulang daun utama: semi-errect, horisontal,

semi-drooping.

6. Tipe tandan bunga: secara umum uniporus, sebagian uniporus, sebagian multiporus, secara umum multiporus.

Gambar 6 Tipe tandan bunga tomat

uniporous biporous multiporous horisontal

10

7. Warna bunga: kuning, oranye

8. Bentuk buah (dalam penampang membujur)

Gambar 7 Keragaman bentuk tomat

9. Bentuk ujung buah

Gambar 8 Bentuk ujung buah tomat 10.Warna buah muda: hijau muda, hijau, hijau tua

11.Warna buah masak: kuning, orange, merah muda, merah 12.Warna daging buah: kuning, merah

13.Bentuk bekas putik

Gambar 9 Bentuk bekas putik buah tomat Analisis Data

Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor dengan 12 genotipe potensial tomat sebagai perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 24 tanaman dengan 10 tanaman contoh, jarak tanam 50 cm x 50 cm. Secara statistik model rancangan yang digunakan adalah :

Yij = μ + τi + βj + εij Keterangan:

Yij = Pengamatan pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j μ = Rataan umum

τi = Pengaruh perlakuan genotipe ke-i βj = Pengaruh ulangan ke-j

εij = Pengaruh galat percobaan dari genotipe ke-i dan ulangan ke-j i = 1,2,3,..12

j = 1,2,3

Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-F. Apabila hasil yang diperoleh berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji t-Dunnet pada taraf 5%.

pipih agak pipih bulat bulat lonjong hati silindrikal pyriform ellipsoid

melekuk melekuk agak datar datar

agak pointed

meruncing

11

Dokumen terkait