Penelitian dilaksanakan di sentra-sentra tanaman pisang barangan dalam bentuk eksplorasi dengan metode survei di 5 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur, yaitu di kecamatan Birem Bayeun, Sungai Raya, Peureulak Timur, Idi Timu dan Darul Ikhsan. Penelitian ini berlangsung bulan Oktober 2012 sampai dengan Mei 2013.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah tanaman Pisang Barangan yang sudah dibudidayakan oleh petani maupun tanaman yang masih tumbuh liar pada habitatnya di tiga desa tiap kecamatan Kabupaten Aceh Timur (Lampiran 5) sebagai data primer dan kuisioner (daftar pertanyaan) sebagai data sekunder (Lampiran 1). Alat digunakan dalam penelitian adalah pisau, parang, meteran, timbangan, kantong plastik, kamera digital, refractometer, spidol, alat-alat tulis dan alat-alat lain yang mendukung penelitian ini.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan metode survei yang merupakan penelitian eksplorasi dengan cara menjelajah dan mengumpulkan berbagai aksesi pisang barangan yang ada di sentra-sentra produksi tanaman pisang barangan di tiga desa di lima kecamatan pada Kabupaten Aceh Timur (lampiran 5). Metode survei yang diterapkan teknik kuisioner, wawancara dan observasi langsung pada lokasi sentra-sentra tanaman pisang barangan untuk mengetahui nama lokal, pemanfaatan dan cara pembudidayaan pisang barangan dengan panduan kuisioner yang telah dibuat.
Jumlah tanaman keseluruhan 120 sampel. Data yang diperoleh digunakan sebagai data awal untuk identifikasi dan karakteristik.
Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan 3 tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi dengan metode survei yang pengambilan sampel dilakukan secara
purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dan penetapan responden
untuk dijadikan sampel berdasarkan kriteria-kriteria yang ada setelah mengetahui karakteristik populasinya di sentra-sentra pertanaman pisang barangan yang bertujuan untuk mengetahui daerah-daerah sasaran penelitian yang memiliki populasi tanaman pisang barangan.
Tahap kedua adalah Identifikasi dan karakteristik dilakukan berdasarkan karakter morfologi pisang dari IPGRI (International Plant Genetic Resources Institute) dengan mengamati objek individu tanaman pisang barangan.
Tahap ketiga teknik analisa data yang dilakukan adalah
Pada tahap awal dilakukan dua jenis analisa statistik untuk melihat kesesuaian data jika difaktorkan yaitu Uji Keutuhan Barlett dan Ukuran Kesesuaian Contoh Kaiser-Meyer-Olkin (KMO). Hasil Uji Keutuhan Barlett nyata pada nilai p<0.05 memadai untuk dilakukan analisis faktor. Analisis faktor dilaksanakan dengan metode komponen utama dan dilakukan rotasi dengan metode varimax dan dilanjutkan
analisa statistik untuk melihat kesesuaian data jika difaktorkan yaitu dengan menggunakan analisis faktor dan analisis cluster. Keragaman 120 aksesi pisang barangan dianalisis dengan menggunakan analisis faktor dengan bantuan software SPSS 17 sesuai dengan metode yang dikembangkan oleh Pallant (2001).
yang menghasilkan dendrogram hubungan kekerabatan berdasarkan morfologi yang diamati.
Berdasarkan kemiripan tersebut dibuat pengelompokan nomor-nomor tersebut menggunakan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic
(UPGMA). Untuk menyimpulkan kekerabatan antara koleksi, semua data dianalisis dengan menghitung jarak Euclid yang dipertautkan berdasarkan kekerabatan terdekat dengan bantuan alat pengolah data. Analisis cluster akan menghasilkan dendogram yang digunakan untuk menilai pola keragaman.
1. Pelaksanaan Survei
Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan survei ini adalah pengumpulan data yang memuat tentang keberadaan jenis pisang barangan yang ada atau ditanam di Kabupaten Aceh Timur. Data yang diperlukan didapatkan dari data primer (lokasi petani pisang barangan) dan data sekunder dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan eksplorasi didahului dengan survei, yakni mengumpulkan data tentang lokasi pengembangan pisang barangan, morfologi tanaman, dan informasi penting lain dari instansi terkait termasuk Dinas Pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta masyarakat setempat di Kabupaten Aceh Timur.
Data yang diperoleh ditabulasi sebagai data awal untuk identifikasi dan karakterisasi. Pada saat survei sekaligus dilakukan pengumpulan sampel pisang barangan yang diambil dari tiap-tiap lokasi yang dianggap merupakan produk lokal setempat.
Data Jumlah responden yang diwawancarai 3 – 5 petani pisang barangan per desa dan 3 desa per kecamatan. Sehingga jumlah sampel keseluruhannya 45–75 responden.
2. Identifikasi dan karakteristik
Identifikasi dan karakteristik dilakukan berdasarkan descriptor list dari IPGRI yang meliputi morfologi tanaman.
1. Menentukan lokasi
Lokasi yang dilakukan identifikasi dan karakteristik didapatkan dari hasil survei jawaban-jawaban interview atau informasi langsung dari kuisioner, dan hasil informasi morfologi yang diukur sendiri secara langsung atau yang ditanya langsung kepada petani.
2. Menentukan pohon Identifikasi
Penentuan pohon identifikasi dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah tanaman yang diamati pada tanaman pisang barangan adalah 10 + (1% x jumlah tanaman dalam populasi). Pengumpulan data langsung ke lokasi pertanaman pisang barangan melihat, mengamati, mengukur dan menanyakan kepada petani, tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan parameter pengamatan.
Data primer ini meliputi pisang budidaya dan lokal yang diketahui oleh petani responden (sampel) baik yang ditanamnya maupun yang tumbuh serta terdapat disekelilingnya.
3. Melakukan Identifikasi
Setelah ditentukan tanaman yang di identifikasikan di lokasi maka mulai diamati morfologi tanaman pisang barangan dengan identifikasi tanaman yang
meliputi karakter secara kuantitatif dan karakter kualitatif sesuai dengan descriptor list dari IPGRI yang meliputi morfologi tanaman yang diinginkan.
Secara kuantitatif yang produksinya tinggi dan memiliki keragaman yang luas sedangkan secara kualitatif memiliki tingkatan mutu yang baik secara standar mutu pisang barangan yaitu dengan melihat perbedaan bentuk tanaman pisang barangan seperti keseragaman bentuk, warna, ukuran buah.
Pengamatan
1. Survei
Pengamatan data primer didapatkan dengan menginterview berdasarkan kuisioner. Pengamatan morfologi dinyatakan dalam bentuk rata-rata dari seluruh jenis pisang barangan yang sama yang ditanam oleh petani sampel. Kesemuanya ini meliputi jenis dari setiap penanaman pisang di lokasi pengamatan baik pisang barangan budidaya maupun lokal. Data sekunder didapat dari Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan yang di jadikan daerah penelitian, serta dari lembaga instansi terkait Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur.
Data sekunder yang dikumpulkan meliputi: 1) luas lahan, produksi, produktivitas, pengelolaaan dan pengolahan produk, pemasaran, dan arti penting lainnya seperti asal bibit, jenis bibit, kultur teknis (bagi yang budidaya), fisiologi serta masalah pembudidayaannya (bagi budidaya) dan yang tumbuh di alam/tidak dibudidayakan.
2. Identifikasi dan karakterisasi
Pengamatan dalam hal ini identifikasi dan karakterisasi dilakukan berdasarkan Description List dari IPGRI. Pengamatan dilakukan terhadap tiga
puluh tujuh karakter fenotip yang terdiri dari dua puluh dua karakter kualitatif dan limabelas karakter kuantitatif.
Adapun dua puluh dua karakter kualitatif yang diamati yaitu : 1. Lokasi Tanaman
Lokasi tanaman telah ditentukan berdasarkan survei lokasi terdahulu. 2. Tipe pertumbuhan
Tipe pertumbuhan dilakukan dengan cara visual sesuai dengan karakteristik pedoman.
3. Bentuk Daun
Bentuk daun diamati secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman. 4. Warna daun
Warna daun diamati dengan cara visual sesuai dengan karakteristik pedoman. 5. Bentuk Pelepah Daun
Bentuk pelepah daun diamati dengan cara visual sesuai dengan karakteristik pedoman.
6. Warna Pelepah daun
Warna pelepah daun diamati dengan cara visual sesuai dengan karakteristik pedoman.
7. Letak Duduk Daun
Letak duduk daun diamati secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman.
8. Belahan daun
Belahan daun diamati secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman. 9. Permukaan Daun Bagian Atas
10.Bentuk batang
Bentuk batang diamati secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman. 11.Warna Batang
Warna batang diamati secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman. 12.Warna Kulit batang
Warna kulit batang diamati secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman.
13.Warna Daging Buah
Warna daging buah pisang barangan diamati secara visual setelah kulit buah dikupas kemudian diamati warna daging buah tersebut sesuai karakteristik pedoman.
14.Bentuk Buah
Bentuk buah secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman. 15.Rasa Buah
Rasab buah dengan mengambil sampel pada masing-masing aksesi pisang barangan kemudian dilakukan dengan menggunakan alat refractometer. 16.Aroma Buah
Aroma buah diamati dengan cara menggunakan indera penciuman sesuai dengan karakteristik pedoman.
17.Warna Kulit Buah
Warna kulit buah secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman 18.Bentuk Bunga
19.Bentuk Jantung
Bentuk Jantung secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman 20.Warna jantung
Warna Jantung secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman 21.Pembungaan/Pembuahan
Pembungaan/pembuahan secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman 22.Sistem Perakaran
Sistem perakaran secara visual sesuai dengan karakteristik pedoman Limabelas karakter kuantitatif yang diamati terdiri dari :
1. Tinggi tanaman (cm)
Tinggi tanaman diukur dengan menggunakan meteran yang diukur dari atas permukaan tanah.
2. Panjang Daun (cm)
Panjang daun diukur dengan menggunakan alat ukur/meteran. 3. Lebar Daun (cm)
Lebar daun diukur dengan menggunakan alat ukur/meteran 4. Panjang tangkai daun
Tangkai daun diukur dari pangkal daun sampai ujung daun dengan menggunakan meteran
5. Jumlah daun/pohon
Jumlah daun per pohon dihitung jumlahnya secara visual. 6. Jumlah buah/tandan
7. Panjang buah (cm)
Panjang buah diukur dengan menggunakan meteran. 8. Lingkar Diameter Buah (cm)
Lingkar diameter buah diukur dengan menggunakan penggaris. 9. Panjang tandan buah (cm)
Panjang tandan buah diukur dengan menggunakan penggaris. 10.Bobot daging buah matang (gram)
Bobot daging buah matang yang sudah dikupas kulitnya ditimbang dengan timbangan.
11.Berat buah/buah (gram)
Berat buah ditimbang dengan menggunakan timbangan. 12.Tebal kulit buah (cm)
Tebal kulit buah pisang barangan diukur setelah kulit buah dikupas dengan menggunakan penggaris.
13.Jumlah buah/sisir
Jumlah buah per sisir di hitung dengan cara visual. 14.Lingkar batang (cm)
Lingkar batang di ukur dari atas permukaan tanah setinggi 30 cm dengan menggunakan meteran.
15.Jumlah anakan/rumpun
Jumlah anakan di hitung dari mulai muncul tunas baru yang dihitung secara visual.