• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORETIS

2.2 Landasan Teoretis

2.2.2 Bahasa Prancis di SMA

2.2.2.1 Kedudukan Mata Pelajaran Bahasa Prancis di SMA

Bahasa prancis merupakan bahasa internasional yang digunakan oleh kurang lebih 60 negara di dunia,Disamping sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan

14 teknologi, seni, bahasa ini menjadi alat untuk mencapai tujuan ekonomi, perdagangan, hubungan antar bangsa ,tujuan sosial budaya dan pendidikan serta tujuan pengembangan karir

Pada umumnya pelajaran bahasa prancis diberikan pada kelas X, XI dan XII jurusan bahasa sekolah menengah atas (SMA) sebagai mata pelajaran pilihan. Tujuan program pembelajaran bahasa prancis di SMA adalah agar siswa berkembang dalam berbagai hal, yaitu :

1. Siswa dapat berbicara sederhana tetapi efektif dalam berbagai konteks untuk menyampaikan informasi, pikiran, dan perasaan serta menjalin hubungan social dalam bentuk kegiatan yang beragam. Interaktif, dan menyenangkan

2. Siswa mampu menafsirkan isi berbagai bentuk teks tulis pendek sederhana

3. Siswa mampu menulis kreatif meskipun pendek berbagai bentuk teks untuk menyampaikan informasi, mengungkapkan pikiran dan perasaan

2.2.2.2 Fungsi Mata Pelajaran Bahasa Prancis di SMA

Bahasa prancis merupakan alat untuk komunikaso lisan dan tulisan. Yang dimaksud berkomunikasi dalam bahasa adalah memahami dan mengungkapkan informasi,pikiran, perasaan serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa. Sebagai mata pelajaran bahasa asing pilihan, bahasa prancis diberikan di kelas X, XI dan XII SMA jurusan bahasa dengan tujuan agar siswa dapat menguasai bahasa prancis secara lisan dan tulisan. Adapun fungsi mata pelajaran bahasa prancis adalah sebagai alat pengembangan diri siswa dalam bidang komunikasi, ilmu pengetahuan , teknologi, seni budaya. Dengan demikian siswa dapat tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang cerdas , terampil dan berkepribadian

15

Indonesia serta siap mengambil bagian dalam pembangunan nasional (Depdiknas 2003:6).

2.2.2.3 Ruang Lingkup Pelajaran Bahasa Perancis

Menurut Depdiknas (2003 :7) aspek mata pelajaran bahasa prancis meliputi :

1. Keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara , membaca dan menulis. Seperti pada pembelajaran bahasa yang lain, keterampilan bahasa ini merupakan komponen yang sangat penting dan dituntut untuk dikuasai oleh siswa

2. Unsur-unsur kebahasaan yang mencakup tata bahasa, kosakata, lafal dan ejaan.

Mempelajari suatu bahasa, pada hakekatnya adalah membentuk kalimat. Maka dari itu, pembelajar harus mengenali struktur kalimat bahasa yang dipelajari, dalam hal ini adalah bahasa Perancis. Pada umumnya suatu kalimat terdiri dari subjek, verba dan komplemen suatu objek. Namun untuk pembentukan kalimat bahasa Perancis berbeda dengan bahasa Indonesia.Begitu pula dengan kosakata, lafal, dan ejaannya. Pada kata kerja bahasa Perancis terdapat istilah “konjugasi”. Kata kerja yang terdapat pada suatu kalimat akan dikonjugasikan sesuai dengan subjeknya berdasarkan kala waktunya, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak dikenal istilah konjugasi. Contohnya, untuk kata kerja “berbicara” dalam bahasa Indonesia tidak akan berubah meskipun subjek dan kala waktu yang digunakan diganti. Berbeda dengan bahasa Perancis, kata kerja parle yang artinya juga “berbicara” akan berubah sesuai dengan

16 subjeknya dalam suatu kalimat, misalnya dalam kala present, kata kerja berbicara akan dikonjugasikan sebagai berikut :

Je parle (Saya berbicara)

Tu parles (kamu berbicara) Il/ elle parle (dia berbicara) Nous parlons (kami berbicara) Vous parlez (kalian berbicara) Ils/ elles parlent (mereka berbicara)

3. Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulisan

Perbedaan budaya perancis dan budaya Indonesia harus diterapkan dalam pembelajaran, misalnya, tentang kebiasaan menyapa dalam kehidupan keluarga. Di Prancis, seorang anak selalu menyapa ibunya setiap pagi ketika mereka bangun tidur. Mereka selalu mengatakan “Bonjour Maman”. Hal tersebut sangat berbeda di Indonesia, di Indonesia jarang sekali ditemukan anak-anak yang menyapa ibunya tiap pagi ketika mereka bangun tidur. Mereka rata-rata langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi, sarapan dan kemudian berangkat ke sekolah masing-masing. Dengan adanya contoh tersebut, siswa akan menjadi sadar bahwa di negara lain, khususnya di Prancis masih terdapat kebiasaan yang seperti itu, yang cukup baik apabila diterapkan pada diri masing-masing.

17 2.2.3 Bahan Ajar

2.2.3.1 Pengertian Bahan Ajar

Menurut Tim Sosialisasi KTSP (Depdiknas, 2009) bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Menurut Ahmad Sudrajad , bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga tercipta lingkungan/ suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.

Sedangkan menurut Abdul Majid (2007:174) bahan ajar adalah segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa tertulis maupun bahan yang tidak tertulis.

Dari beberapa uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar adalah segala bentuk bahan , baik berupa tertulis maupun tidak tertulis yang digunakan oleh guru untuk kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta lingkungan/ suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar

2.2.3.2 Jenis – Jenis Bahan Ajar.

Bahan ajar adalah segala bentuk konten baik teks, audio, foto, video, animasi, yang dapat digunakan untuk belajar. Ditinjau dari subjeknya, bahan ajar dapat dikatogorikan menjadi dua jenis, yakni: (1) bahan ajar yang sengaja dirancang untuk belajar dan (2) bahan yang tidak dirancang namun dapat dimanfaatkan untuk belajar. Banyak bahan yang tidak dirancang untuk belajar, namun dapat digunakan untuk belajar, misalnya kliping koran, film, sinetron, iklan, atau berita. Karena

18 sifatnya yang tidak dirancang, maka pemanfaatan bahan ajar seperti ini perlu diseleksi sesuai dengan tujuan pembelajaran.Bahan belajar yang dirancang adalah bahan yang dengan sengaja disiapkan untuk keperluan belajar.

Menurut Abdul Majid (2010:174), bahan ajar dikelompokkan menjadi 4 bagian, diantaranya:

1. Bahan cetak (printed) antara lain handout, buku, modul, Lembar Kerja Siswa (LKS), brosur leaflet, wallchart, foto / gambar, model/maket

2. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, pringan hitam, dan compact disk audio

3.Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video, compact disk, film

4. Bahan ajar interaktif (interactive teaching material) seperti compact disk interaktif