• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB XI. SURAT

E. CIRI-CIRI BAHASA SURAT YANG BAIK

2. Lugas

3. Menarik dan sopan

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

67

PROPOSAL

A. PENGERTIAN PROPOSAL

Pengertian proposal bila dikaji dengan kajian praktis maka akan menghasilkan beberapa pendapat tentang pengertian proposal. Berikut ini dibahas beberapa pendapat dari para ahli mengenai pengertian proposal.

Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Senada dengan pendapat di atas,berpendapat bahwa proposal adalah rancangan kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang ingin dilakukan.juga berpendapat bahwa penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya. Proposal dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “Propos” yang berarti mengusulkan. Secara umum proposal berarti suatu konsep pemikiran dalam bentuk tulisan tentang sesuatu proyek kegiatan yang akan dilaksanakan.

Proposal dalam dunia ilmiah (pendidikan) adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. “Proposal penelitian” bagi seorang peneliti atau mahasiswa digunakan untuk membantu membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap-tahap sebelumnya.

BAB XII

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

68

B. CIRI-CIRI PROPOSAL

Adapun ciri-ciri proposal sebagai berikut : ( Hadi, 2000 : 15 ) 1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.

2. Proposal dibuat dengan singkat agar donatur atau pihak tertentu mengetahui pokok isi acara yang akan diselenggarakan.

3. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.

4. Proposal seharusnya diberikan kepada donatur atau instansi terkait minimal satu bulan sebelum acara sebagai pemberitahuan kepada instansi atau donatur tersebut.

5. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.

6. Proposal disusun dengan tujuan-tujuan yang biasanya disesuaikan dengan latar belakang sebuah acara.

7. Berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah dijilid yang nantinya diserahkan kepada yang penyelenggara acara.

8. Proposal pada dasarnya berupa lembaran-lembaran yang berisi sebuah susunan acara atau kegiatan yang diserahkan penyelenggara kepada donatur.

9. Salah satu ciri proposal adalah adanya pihak yang mengajukan. Pihak yang mengajukan tersebut sebagai pihak yang mengusulkan suatu rencana atau kegiatan.

10. Adanya pihak yang menyetujui menjadi salah satu dari ciri dari proposal.

Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsi proposal yakni sebagai legalisasi suatu rencana kegiatan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

68

11. Gambaran kegiatan disertakan dalam proposal berguna untuk memberikan informasi pada siapapun yang hendak ditunjukan proposal tersebut agar memiliki

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

69

atau mengetahui apa yang sebenarnya keinginan atau maksud yang terkandung dalam proposal tersebut.

12. Proposal mempunyai ciri persuasif yaitu dapat diartikan sebagai bentuk seni baik verbal maupun non verbal yang bertujuan untuk menyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

13. Proposal disusun sebelum membuat rencana kerja secara keseluruhan, ini bermaksud agar penerima mengetahui gambaran kegiatan secara keseluruhan kegiatan yang akan disetujuinya.

14. Proposal bersifat bisnis, maksudnya proposal dibuat dengan tujuan untuk mengajukan kerjasama dan perjanjian atas suatu kegiatan.

15. Proposal disusun harus mempunyai sasaran dan tujuan yang jelas agar proposal tersebut bisa diterima dan disetujui oleh pihak yang menerima proposal dalam mengadakan pertimbangan.

C. MANFAAT PROPOSAL

Adapun manfaat pembuatan proposal sebagai berikut : Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

1. Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.

2. Untuk meyakinkan para donatur atau sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

69

3. Sebagai gambaran awal sebuah kegiatan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

70

4. Sebagai alat untuk memperoleh persetujuan dari pihak berwenang.

5. Sebagai alat pengontrol jalannya kegiatan.

6. Sebagai alat evaluasi kegiatan.

7. Sebagai salah satu alat untuk memperluan jaringan kerja dan komunikasi.

Keunggulan proposal adalah sebagai berikut:

1. Dapat menarik sponsor untuk memberikan sumbangan dana 2. Dapat menjadi bukti legalitas

3. Memperlancar dan mempermudah pelaksanaan kegiatan 4. Memperkecil masalah yang timbul dalam suatu kegiatan 5. Sebagai rancangan biaya

6. Transparan, efektif, dan efisien

Kelemahan proposal adalah sebagai berikut:

1. Tidak memiliki kekuatan tanpa adanya juru bicara 2. Memiliki tingkat kepercayaan yang rendah

D. TUJUAN PENYUSUNAN PROPOSAL

Adapun tujuan penyusuan proposal yaitu : ( Hasnun, 2007 : 51 )

1. Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.

2. Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

71

3. Untuk menyakinkan para donator atau sponsor agar mereka memberikan dukungan meterial maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

4. Mendapatkan persetujuan.

5. Sebagai titik acuan.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menyusun proposal yang baik sebagai berikut: (Hadi, 2000 : 36 )

1. Sistematis artinya proposal yang disusun harus berurutan secara sistematis menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks agar efektif dan efisien

2. Berencana artinya proposal tersebut dibuat secara sengaja dan telah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaanya, serta mengacu pada tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut.

3. Mengikuti konsep ilmiah artinya pengerjaan proposal mulai dari awal hingga akhir harus sesuai dengan cara-cara atau metode ilmiah yang sudah ditentukan.

4. Jelas dan dapat dimengerti proposal yang dibuat harus jelas dan menggambarkan kegiatan yang kan dilaksanakan. Sehingga pihak penerima dapat mendapatkan gambaran jelas tentang kegiatan yang kan dilaksanakan tersebut.

Dalam Suatu proposal pastinya akan memiliki bagian-bagian yang penting dalam proposal yaitu meliputi:

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

71

1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 2. Sasaran Kegiatan

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

72

3. Susunan Panitia 4. Susunan Acara

5. Rancangan Anggaran Biaya 6. Penutup

7. Pengesahan

a. Tanggal pengesahan b. Instansi pelaksana kegiatan c. Pengesahan

Selain dari bagian-bagian proposal tersebut, adapun juga hal yang penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan proposal yaitu : ( Hasnun, 2007 : 20 )

1. Penempatan dan penggunaan kata yang tepat

2. Menghindari penggunaan kalimat panjang dan bertele-tele 3. Penggunaan paragraph

4. Penggunaan ejaan

5. Sebaiknya proposal ditulis dengan huruf yang mudah dibaca 6. Tidak menyisakan kekosongan yang luas

7. Menggunakan spasi 1.5 8. Margin

9. Diberi nomer halaman

10. Format bullet atau angka dpat digunakan ketika ada tiga poin atau lebih dalam satu paragraph

11. Menggunakan jenis kertas yang netral.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

73

12. Sebaiknya tidak menggunakan kemasan yang tampak mahal 13. Ejaan dan tatabahasa sebaiknya diperiksa ulang

14. Sumber referensi luar harus disebut dengan tepat

15. Proposal beserta dokumen lain diletakkan dalam sebuah folder atau binder 16. Sebaiknya disertakan surat pengantar

17. Proposal perlu memiliki struktur dan logika yang jelas 18. Penulisan kegiatan harus jelas

19. Hasilnya harus dapat diukur/dinilai dengan angka-angka yang pasti

20. Kirimkan proposal hanya jika telah pasti bahwa proposal telah memenuhi kriteria donator

21. Mencantumkan nama organisasi dan tanggal pada setiap dokumen 22. Jelaskan berapa banyak dana dan moril yang dibutuhkan dari donator 23. Jumlah dana yang diperlukan dalam kegiatan harus rasional

24. Jelaskan tujuan jangka panjang organisasi dan tujuan jangka pendek dari kegiatan yang dilakukan

25. Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan

26. Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan-bahan hasil kesepakatan seluruh panitia 27. Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis

28. Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

74

29. Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan dengan semestinya

30. Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal

Adapun jenis atau pun ragam-ragam dari proposal yaitu : (Hadi, 2000 : 40 ) 1. Formal

Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya.

Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

2. Non Formal

Proposal non formal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal. Proposal non formal biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat sehingga sebuah

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

74

proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

75

3. Semi Formal

Proposal semi formal hampir sama dengan proposal non formal yaitu variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal Sedangkan ragam proposal berdasarkan tujuan penulisnya adalah sebagai berikut:

4. Proposal riset/penelitian

Proposal riset/penelitian adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan riset maupun penelitian. Proposal penelitian terdiri atas, sebagai berikut:

5. Proposal penelitian pengembangan

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

6. Proposal penelitian kajian pustaka

Proposal kajian pustaka menggunakan telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah dan pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbgai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

76

7. Proposal penelitian kajian pustaka

Proposal kajian pustaka menggunakan telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah dan pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbgai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

8. Proposal penelitian kualitatif

Proposal penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif

9. Proposal penelitian kuantitatif

Proposal kuantitatif pada dasarnya menggunakan suatu penelitian dengan pendekatan deduktif-induktif.

10. Proposal acara

Proposal acara adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan suatu acara/kegiatan.

11. Proposal kerjasama

Proposal kerjasama adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan usulan kerja sam dengan pihak/lembaga lain.

12. Proposal permohonan dan

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

77

Proposal permohonan dana dalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan/ permintaan dana.

13. Proposal kerja praktek

Proposal kerja praktek adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan kerja praktek.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

78

MENULIS REFERENSI

A. PENGERTIAN DAFTAR PUSTAKA

Melalui daftar kepustakaan yang disertakan pada akhir tulisan itu. para sarjana atau cendekiawan dapat melihat kembali kepada sumber aslinya. Mereka dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai pertalian dengan isi pembahasan itu, dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak. Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula horison pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu.

Daftar Pustaka atau Bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku artikel-artikel. dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam. Daftar Pustaka mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau scorang cendekiawan. daftar kepustakaan itu merupakan suatu hat yang sangat penting.

Daftar pustaka memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

1. Untuk memberikan informasi bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasilpemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain yang penulis.

2. Untuk memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis

yang ingin

meneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap sumber aslinya.

BAB XIII

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

78

3. Untuk memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

79

4. Menjaga profesionalitas kita (jika kita sebagai seorang penulis karya tulis) terhadap tulisan yang kita buat.

5. Untuk melihat kebenaran bahan yang dikutip.

B. BENTUK DAFTAR PUSTAKA a) Dengan seorang pengarang

Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics. New York: The Mac Millan Company. 1963.

b) Buku dengun dua atau tiga pengarang

Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc.,1958

c) Buku dengan banyak pengarang

Morris, Alton C. et. al. College English, the First Year. New York : Harcourt, Brace & World. Inc., 1964

d) Kalau edisi berikutnya mengalami perubahan

Gleason, H. A. An Introduction to Descriptive Linguistics. Rev. ed.New York: Holt. Rinehart and Winston. 1961.

e) Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih

Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service, inc., 1964.

f) Sebuah edisi dan karya seorang pengarang atau !ebih

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

80

Ali, Lukman, ed. Bahan dan Kesusastraan Indonesia sebagai Tjermin Manusia Indonesia Baru. Djakarta: Gunung Agung, 1967.

g) Sebuah Kumpulan Bunga Rampai atau Antologi

Jassin, H.B., ed. Gema Tanah Air. Prosa dan puisi. 2 Jld. Jakarta: Balai Pustaka,1969

h) Sebuah Buku Terjemahan

Multatuli, Max Havelaar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B.Jassin. Jakarta: Djambatan,1972

i) Dalam sebuah Himpunan

RiesmanDavid. “Character and Society,” Toward Liberal Education, eds. Louis G. Locke, William M. Gibson, and George Arms. New York:

Holt, Rinerhart and Wineton, 1962 j) Artikel dalam Ensiklopedi

Wrigtht, J.T. “Language Varieties: language and dialect,” Encyclopaedia of Linguistics, Information and Control, hal. 243 – 251.

C. PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA

Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah mengikuti salah satu dari tiga sistem berikut :

a) Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori.

Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan. Contohnya : Sistem Harvard (author-date style) Buller H,

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

80

Hoggart K. 1994a. New drugs for acute respiratory distress syndrome.New England J Med 337(6): 435-439.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

81

Buller H, Hoggart K. 1994b. The social integration of British home owners intorench rural communities. J Rural Studies 10(2):197–210.

Dower M. 1977. Planning aspects of second homes. di dalam Coppock JT (ed.), Second Homes: Curse or Blessing? Oxford: Pergamon Pr. Hlm 210–

237.

Grinspoon L, Bakalar JB. 1993. Marijuana: the Forbidden Medicine.

London: Yale Univ Press. Palmer FR. 1986. Mood and Modality.

Cambridge: Cambridge Univ Press.

b) Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad.

c) Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi nomor berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad. Contohnya : Sistem Vancouver (author-number style)

1) Prabowo GJ, Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.

2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden Medicine.

London: Yale Univ Pr; 1993.

3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural Neurology and Neuropsychology. Ed ke2. New York: McGraw-Hill; 1997.

4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

81

1994; 20: 355-6.

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

82

5) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986.

Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pr; 1992.

hlm 1-42.

6) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan. Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga;

1995. hlm 8-21

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

83

ABSTRAK

A. PENGERTIAN ABSTRAK

Abstrak merupakan kondensasi singkat dari isi keseluruhan laporan penelitian. Abstrak disebut pula sebagaib sari atau intisari. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Dalam abstrak ini dideskripsikan tentang focus penelitian, desain penelitian, metode dan hasil penelitian. Terlepas apakah peneliti merencanakan untuk menyajikan pekerjaannya secara lisan ataupun secara tertulis, abstrak itu sendiri sangat membantu untuk kepentingan pembaca namun sering dilupakan. Penulisan abstrak itu hendaknya bersifat informatif dan singkat padat.

Abstrak merupakan uraian singkat, tetapi komprehensif tentang skripsi, mulai dari judul, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, landasan teori dan hipotesis, hasil temuan sampai dengan kesimpulan dan saran.

Menurut sifatnya, abstrak dapat dibagi menjadi abstrak yang bersifat deskriptif yang dalam bahasa Inggris disebut abstract dan abstrak yang bersifat informatif. Berikut penjelasan keduanya:

1. Abstrak deskriptif

Sebagai abstrak deskriptif, abstrak hanya menyajikan uraian yang sangat singkat tentang isi tulisan tanpa menyatakan apa yang dibahas dalam aspek-aspek yang tercakup pada tulisan itu sendiri. Dengan kata lain, untuk menjelaskan gagasan utama yang terdapat pada tulisan, abstrak

BAB XIV

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

83

cukup disusun dalam kalimat tunggal sehingga abstrak tidak memerlukan

perincian yang bersifat detil ataupun

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

84

contoh-contoh yang bersifat ilustratif. Pandangan penulis tentang karyanya pun tidak akan tampak dalam abstrak. Abstrak penulis hanya menyajikan hal-hal yang bertalian dengan topik atau menyajikan semata-mata tentang problematika yang terdapat dalam tulisannya.

2. Abstrak informatif/ ringkasan (Precise),

Ringkasan merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan dengan memperlihatkan urutan dari isi atau bab-bab yang terdapat dalam tulisan. Dalam bentuknya yang singkat itu, urutan tentang isi atau bab-bab tulisan disajikan secara proporsional. Pada prinsipnya di dalam ringkasan, gagasan dan pendekatan penulis telah tampak dan problematika berikut upaya pemecahan yang ada dalam tulisan disajikan berurutan sesuai bab-bab yang ada. Adakalanya ilustrasi juga disertakan dalam ringkasan. Abstrak informatif terbagi menjadi ringkasan (precise) dan ikhtisar (summary).

Dalam tulisan ilmiah yang disusun untuk memperoleh gelar lewat penelitian seperti skripsi, tesis dan disertasi, umumnya jenis abstrak yang digunakan ialah yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih banyak digunakan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku.

B. MENYUSUN DAN MENULIS ABSTRAK PENELITIAN

Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian. Pada bagian abstrak berisi penjelasan skripsi secara menyeluruh tetapi singkat saja (ada yang menyarankan satu lembar saja), yaitu berisi identitas

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

84

penulis (nama lengkap, nomor induk, dan tahun skripsi), judul lengkap, topik, objek penelitian dan periode pengamatan serta isi abstraknya sendiri yang berupa

tujuan, subjek, metodologi,

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

85

dan hasil penelitiannya. Karena tujuannya untuk memudahkan pembaca, maka penulis harus mampu memberikan gambaran yang jelas dan mudah dimengerti dengan singkat, padat dan jelas.

Dalam menyusun dan menulis abstrak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu antara lain sebagai berikut [6]:

1. Judul harus ditulis secara lengkap

2. Nama penulis lengkap, apabila lebih dari seorang penulis, semua nama ditulis semua, tanpa gelar

3. Nama instansi

b. Tidak boleh menunjuk tabel, gambar dan sejenisnya c. Terdiri dari 200-300 kata

Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

86

e. Dituliskan kata kunci/key word yang terdapat dalam teks. Kata kunci yang tercantum tidak boleh dari lima kata. Kata kunci adalah kata pokok yang menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah-istilah yang merupakan dasar pemikiran gagasan dalam karangan asli dan berupa kata tunggal atau gabungan kata.

Adapun tujuan pembuatan abstrak dalam sebuah penelitian ialah:

1. Untuk melengkapi tulisan ilmiah seseorang.

2. Untuk membantu pengguna informasi memperpendek waktu

2. Untuk membantu pengguna informasi memperpendek waktu