• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1) Bank Mandiri

2. Bank Negara Indonesia 2002 3. Bank Rakyat Indonesia 2002 4. Bank Tabungan Negara 2006 3.3 Defenisi Operasional

Defenisi operasional variabel penelitian ini adalah:

1) Kinerja keuangan bank pemerintah sebelum implementasi GCG Kinerja keuangan bank pemerintah sebelum implementasi GCG yaitu kinerja keuangan tanpa memperhatikan prinsip GCG yang diukur melalui rasio keuangan masing-masing bank pemerintah.

2) Kinerja keuangan bank pemerintah setelah implementasi GCG Kinerja keuangan bank pemerintah setelah implementasi GCG yaitu kinerja keuangan dengan memperhatikan prinsip GCG yang diukur melalui rasio keuangan masing-masing bank pemerintah.

Variabel pada penelitian ini adalah adalah kinerja keuangan bank pemerintah sebelum implementasi GCG (X1), dan kinerja keuangan bank pemerintah sesudah implementasi GCG (X2) yang akan diukur dengan melihat indikator kinerja keuangan itu sendiri seperti: LDR, NPL, BOPO, NIM, ROA, ROE, dan CAR yang masing-masing diukur dengan menggunakan skala rasio. 3.5 Populasi dan Sampel Penelitian

3.5.1 Populasi Penelitian

Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah bank pemerintah di Indonesia (Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Tabungan Negara).

3.5.2 Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

3.6 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data ini biasanya diperoleh dari perpustakaan, internet, atau dari jurnal-jurnal penelitian terdahulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Data sekunder pada penelitian ini berupa:

1) Pengertian, fungsi, jenis – jenis, dan kinerja keuangan bank 2) Pengertian, sejarah, dan penerapan GCG pada perbankan

3) Jurnal-jurnal penelitian terdahulu yang mendukung penelitian ini 4) Laporan statistika perbankan Indonesia dan laporan tahunan dari

tiap-tiap bank untuk melihat nilai rasio-rasio keuangan yang akan diukur dalam penelitian ini

3.7 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yakni dengan membaca,mengklasifikasi, serta mempelajari dengan menggunakan data sekunder berupa data laporan statistik perbankan Indonesia yang tersedia pada website Bank Indonesia dan juga data laporan tahunan tiap-tiap bank yang tersedia pada website masing-masing bank. Pada data-data tersebut, terdapat nilai dari rasio-rasio keuangan bank pemerintah yang akan diukur dalam penelitian ini. Data yang digunakan adalah periode sebelum implementasi GCG dan sesudah implementasi GCG pada bank pemerintah.

Karena tahun awal implementasi GCG pada setiap bank berbeda, maka untuk data analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini juga berbeda periodenya untuk setiap bank. Pada Bank Mandiri, untuk data sebelum implementasi GCG akan digunakan data laporan keuangan mulai tahun 1999-2003, dan data sesudah implementasi GCG digunakan periode tahun 2004-2008. Pada BNI, untuk data sebelum implementasi GCG digunakan data laporan keuangan mulai tahun 1997-2001, dan untuk sesudah implementasi menggunakan periode tahun 2003-2007. Pada BRI, untuk data sebelum implementasi GCG akan

digunakan data laporan keuangan mulai tahun 1996-2000, dan untuk sesudah implementasi menggunakan periode tahun 2003-2007 . Dan pada BTN, untuk data sebelum implementasi GCG digunakan data laporan keuangan mulai tahun 2001-2005, dan untuk sesudah implementasi digunakan data periode tahun 2007-2011.

3.8 Metode Analisis Data

Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis verifikasi, yakni pemeriksaan terhadap benar atau tidaknya suatu laporan yang dilakukan dengan menggunakan beberapa pengujian yang sesuai.Beberapa uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1) Uji Normalitas

Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yangdigunakan dalam penelitian berdistribusi secara normal atau tidak. Untuk menguji data yang berdistribusi normal dalam penelitian ini digunakan alat uji normalitas Kolmogrov-Smirnov.Pedoman pengambilan keputusan dengan uji normalitasKolmogrov-Smirnov tentang data tersebut mendekati atau merupakan distribusi normal dapat dilihat dari:

a. Apabila nilai signifikan atau angka probability> 0,05, maka distribusi data adalah normal

b. Apabila nilai signifikan atau angka probability< 0,05, maka distribusi data adalah tidak normal

Uji Paired Sample T-Test merupakan prosedur yang digunakan untuk membandingkan mean dari dua sampel yang berhubungan atau dua sampel berpasangan (paired). Maksudnya disini adalah sebuah sampel tetapi mengalami dua perlakuan yang berbeda, dimana dalam penelitian ini berupa data rasio keuangan sebelum dan sesudah implementasi GCG dari masing-masing bank pemerintah. Pedoman pengambilan keputusan dengan uji paired sample t-test dapat dilihat dari:

a. Apabila nilai t-hitung > t-tabel, maka terdapat perbedaan signifikan (H1 diterima)

b. Apabila nilai t-hitung < t-tabel, maka tidak terdapat perbedaan signifikan (H1 ditolak)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskriptif Data Penelitian 1) Bank Mandiri

Tabel 4.1

Descriptive Statistics

N Mean Std. Deviation Minimum Maximum

LDR_sebelum 5 31.9400 7.11957 25.30 42.47 LDR_sesudah 5 55.7900 3.31069 51.72 60.35 NPL_sebelum 5 23.2800 27.07558 7.30 70.90 NPL_sesudah 5 96.7400 36.61541 44.00 128.80 BOPO_sebelum 5 23.0500 34.91144 -38.89 42.80 BOPO_sesudah 5 47.8000 4.99249 42.30 55.60 NIM_sebelum 5 2.3400 1.31453 .00 3.00 NIM_sesudah 5 4.7800 .57184 4.10 5.50 ROA_sebelum 5 1.3400 1.18448 .00 2.80 ROA_sesudah 5 1.9000 1.06771 .50 3.10 ROE_sebelum 5 15.8800 11.29588 .00 26.20 ROE_sesudah 5 13.8400 7.83601 2.50 22.80 CAR_sebelum 5 24.9400 5.79422 15.90 31.30 CAR_sesudah 5 22.2200 4.02890 15.70 25.30

a. Loan to Deposit Ratio (LDR)

Rata-rata LDR sebelum dan sesudah implementasi GCG secara berturut-turut adalah 31,9400 dan 55,7900. Ini menunjukkan bahwa setelah implementasi GCG terjadi peningkatan pada rasio LDR bank mandiri. LDR

yang paling rendah sebelum implementasi GCG sebesar 25,30 dan yang tertinggi sebesar 42,47. Sedangkan LDR yang paling terendah setelah implementasi sebesar 51,72 dan yang tertinggi sebesar 60,35.

b. Non Performing Loan (NPL)

Rata-rata NPL sebelum dan sesudah implementasi GCG secara berturut-turut adalah 23,2800 dan 96,7400. Ini menunjukkan bahwa setelah implementasi GCG terjadi peningkatan pada rasio NPL bank mandiri. NPL yang paling rendah sebelum implementasi GCG sebesar 7,30 dan yang tertinggi sebesar 70,90. Sedangkan NPL yang paling terendah setelah implementasi sebesar 44,00 dan yang tertinggi sebesar 128,80.

c. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)

Rata-rata BOPO sebelum dan sesudah implementasi GCG secara berturut-turut adalah 23,0500 dan 47,8000. Ini menunjukkan bahwa setelah implementasi GCG terjadi peningkatan pada rasio BOPO bank mandiri. BOPO yang paling rendah sebelum implementasi GCG sebesar -38,89 dan yang tertinggi sebesar 42,80. Sedangkan BOPO yang paling terendah setelah implementasi sebesar 42,30 dan yang tertinggi sebesar 55,60.

d. Net Interest Margin (NIM)

Rata-rata NIM sebelum dan sesudah implementasi GCG secara berturut-turut adalah 2,3400 dan 4,7800. Ini menunjukkan bahwa setelah implementasi GCG terjadi peningkatan pada rasio NIM bank mandiri. NIM yang paling rendah sebelum implementasi GCG sebesar 0,00 dan yang

tertinggi sebesar 3,00. Sedangkan NIM yang paling terendah setelah implementasi sebesar 4,10 dan yang tertinggi sebesar 5,50.

e. Return on Assets (ROA)

Rata-rata ROA sebelum dan sesudah implementasi GCG secara berturut-turut adalah 1,3400 dan 1,9000. Ini menunjukkan bahwa setelah implementasi GCG terjadi peningkatan pada rasio ROA bank mandiri. ROA yang paling rendah sebelum implementasi GCG sebesar 0,00 dan yang tertinggi sebesar 2,80. Sedangkan ROA yang paling terendah setelah implementasi sebesar 0,50 dan yang tertinggi sebesar 3,10.

f. Return on Equity (ROE)

Rata-rata ROE sebelum dan sesudah implementasi GCG secara berturut-turut adalah 15,8800 dan 13,8400. Ini menunjukkan bahwa setelah implementasi GCG terjadi peningkatan pada rasio ROE bank mandiri. ROE yang paling rendah sebelum implementasi GCG sebesar 0,00 dan yang tertinggi sebesar 26,20. Sedangkan ROE yang paling terendah setelah implementasi sebesar 2,50 dan yang tertinggi sebesar 22,80.

g. Capital Adequacy Ratio (CAR)

Rata-rata CAR sebelum dan sesudah implementasi GCG secara berturut-turut adalah 24,9400 dan 22,2200. Ini menunjukkan bahwa setelah implementasi GCG terjadi penurunan pada rasio CAR bank mandiri. CAR yang paling rendah sebelum implementasi GCG sebesar 15,90 dan yang tertinggi sebesar 31,30. Sedangkan CAR yang paling terendah setelah implementasi sebesar 15,70 dan yang tertinggi sebesar 25,30.

2) Bank Negara Indonesia (BNI)

Dokumen terkait