BAB III AKIBAT HUKUM ATAS PERUBAHAN BADAN HUKUM
C. Akibat Hukum Atas Perubahan Badan Hukum Bank
1. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU)
1962 Tentang Perusahaan Daerah.
a. Penegertian Perusahaan Daerah
89
Pengertian Perusahaan Daerah menurut Soedjono Dirdjosisworo bahwa yang dimaksud dengan Perusahaan Daerah adalah semua Perusahaan yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 (Lembaran Negara Republik Indonesia 1962-10) yang modalnya untuk seluruhnya dipisahkan, kecuali ditentukan lain dengan atau berdasarkan Undang-Undang.90
Pengertian diatas merupakan bentuk Bank Sumut pada saat badan hukumnya berbentuk Perusahaan Daerah dan hal ini dipertegas dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah yang berbunyi sebagai berikut: Perusahaan Daerah ialah semua perusahaan yang didirikan berdsarkan Undang- Undang ini, yang modalnya untuk seluruhnya atau sebagian besar merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan, kecuali jika ditentukan lain dengan atau berdasarkan Undang-Undang.91
Berdasarkan pengertian diatas, maka Bank Pemerintah Daerah Sumatera Utara (BPDSU) adalah badan usaha lembaga keuangan yang berbentuk Perusahaan Daerah yang menghimpun dana dari kekayaan Daerah Sumatera Utara, kecuali jika ditentukan lain dengan atau berdasarkan Undang-Undang yang didirikan dengan Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 5 Tahun 1965 tentang Bank Pembangunan Daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1962 yang dirubah dengan
90
Soedjono Dirdjosisworo, Hukum Perusahaan Mengenai Hukum Perbankan di Indonesia (Bank Umum), Penerbit CV. Mandar Maju, Jakarta, 2009, hal 24-25
91
Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1985 dan diatur kembali Peraturan pendiriannya dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 1993.92
b. Tujuan Perusahaan Daerah
Menurut M.Manullang, tujuan Perusahaan Daerah adalah untuk turut serta dalam melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan perekonomian nasional umumnya, perusahaan daerah harus berusaha memenuhi kebutuhan rakyat dan ketentraman serta kesenangan kerja dalam perusahaan.93
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah maka tujuan Perusahaan Daerah yaitu:
1.) Menurut Pasal 5 ayat (2) tujuan Perusahaan Daerah adalah untuk turut serta melaksankan pembangunan ekonomi nasional umumnya dalam rangka ekonomi terpimpin untuk memenuhi kebutuhan dengan mengutamakan industrialisasi dan ketentraman serta kesenangan keja dalam perusahaan, menuju masyarakat adil dan makmur.
2.) Pasal 5 ayat (3) dan (4) UUPD menentukan, Perusahaan Daerah bergerak dalam bidang usaha yang sesuai dengan urusan rumah tangganya menurut peraturan yang mengatur tentang pokok-pokok pemerintahan di daerah. Cabang-cabang produksi yang penting bagi daerah dan yang menguasai hajat hidup orang banyak
92
Berdasarkan Buku Annual Report Tahun 1997
93
M. Manullang, Pengantar Ekonomi Perusahaan, Cetakan Ketiga belas (Yogyakarta: Liberty, 1981), hal 42
di daerah yang bersangkutan diusahakan oleh Perusahaan Daerah yang modalnya untuk seluruhnya merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan.
3.) Pasal 6 ayat (1) Perusahan Daerah bergerak dalam bidang yang dengan urusan- urusan rumah tangganya menurut peraturan-peraturan yang mengatur pokok- pokok pemerintahan.
Ayat (2) cabang-cabang produksi yang penting bagi daerah dan menguasai hidup orang banyak didaerah yang bersangkutan diusahakan oleh Pemerintah Daerah yang modalnya untuk seluruhnya atau sebagian merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Berdasarkan uraian diatas maka Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU) merupakan kelengkapan Otonomi Daerah dibidang Perbankan yang bertujuan sebagai alat pengembangan ekonomi daerah, penggerak dan pendorong laju pembangunan didaerah yang bertindak sebagai pemegang kas daerah dan melaksanakan penyimpanan uang daerah serta salah satu sebagai pemegang kas daerah dan melaksanakan penyimpanan uang daerah serta salah satu sebagai sumber pendapatan asli daerah selain mencari keuntungan tetapi juga semua kegiatan dalam perusahaan daerah yang harus ditujukan kea rah pembangunan daerah khususnya Sumatera Utara sebagai Bank Umum sesuai dengan maksud Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992.94
94
Berdasarkan Hasil Wawancara dengan Bapak Zulkarnaen, Pimpinan bidang Devisi Umum Bank Sumut Pusat Kota Medan Jalan Imam Bonjol pada Tanggal 19 Juli 2013
c. Cara Pendirian Perusahaan Daerah
Pendirian Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU) sebagai badan hukum yang berbentuk Perusahaan Daerah dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1965 tentang Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1962 yang dirubah dengan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1985 dan diatur kembali Peraturan pendiriannya dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 1993 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan yang telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.95
Pendirian Perusahaan Daerah diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang Perusahaan Daerah Nomor 5 Tahun 1962 yaitu:96
a. Perusahaan Daerah termasuk pada ayat (1) adalah badan hukum yang diperoleh dengan berlakunya Peraturan Daerah tersebut.
b. Peraturan Daerah termasuk pada ayat (1) mulai berlaku setelah mendapat pengesahan dari instansi atasan.
Menurut M.Natzir Said, pendirian perusahaan daerah yaitu:97
Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah, maka semua Perusahaan Daerah yang telah ada, baik yang diperoleh dengan adanya penyerahan perusahaan tertentu berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Prp. 1969, maupun Perusahaan Daerah yang didirikan oleh Pemerintah Daerah sendiri berdasarkan hukum perdata, harus disesuaikan dan didirikan dengan Undang-Undang Perusahaan Daerah.98
95
Berdasarkan Buku Annual Report Tahun 2000
96
Pasal 4 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 Tentang Perusahaan Daerah
97
M. Natzir Said
98
Menurut R. Soekardono, bahwa instansi atasan yang mengesahkan Peraturan Daerah untuk mendirikan Perusahaan Daerah adalah:
a. Bagi daerah Khusus Ibu Kota Jakarta disahkan oleh Presiden.
b. Bagi daerah Tingkat I (Provinsi) disahkan oleh Menteri Dalam Negeri. c. Bagi daerah Tingkat II (Kabupaten) disahkan oleh Gubernur.99
Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara yang terletak didaerah Tingat I (Provinsi) disahkan oleh Menteri Dalam Negeri. Jika permohonan pengesahan Perusahaan Daerah ini dikabulkan Menteri Dalam Negeri, maka Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara wajib didaftarkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 Tentang Wajib Daftar. Perusahaan dalam waktu paling lama tiga bulan setelah pengesahan (Pasal 8 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982). Setelah Perusahaan Daerah ini didaftarkan selanjutnya mengumumkan keberadaan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.100
Setiap Perusahaan Daerah sebagai badan hukum baru memperoleh status hukumnya, bila mana Peraturan tentang Pendirian Perusahaan Daerah yang bersangkutan mulai berlaku, yaitu setelah disahkan oleh instansi atasan.
Mengenai status Perusahaan Daerah Soekardono berpendapat sebagai berikut:101
99
R.Soekardono, Hukum Dagang Indonesia, (Jakarta: Rajawali, 1981) hal 372
100
Berdsarkan hasil wawancara dengan Bapak Zulkarnaen, Pimpinan Bidang Devisi Umum Bank Sumut Pusat Kota Medan Jalan Imam Bonjol pada tanggal 19 Juli 2013
101
Pemberian status atau kedudukan hukum terhadap suatu perusahaan daerah dilakukan secara desentralisasi, misalnya sebuah Perusahaan Daerah yang didirikan dengan Peraturan Daerah (Daerah Tingkat II), maka akan memperoleh status hukumnya pada saat mulai berlaku Peraturan Daerah tersebut, setelah disahkan oleh Kepala Daerah Tingkat I (Provinsi).
Bahwa dari sudut hukum tidak ada keberatan terhadap cara pemberian status hukum kepada Perusahaan Daerah, karena setelah adanya pengesahan Peraturan Daerah yang bersangkutan. Dengan demikian bahwa status dari suatu Perusahaan Daerah secara otomatis diperoleh, yaitu dengan mulai berlakunya Peraturan Daerah yang telah disahkan oleh instansi atasan.102
Berkaitan dengan penjelasan diatas dapat diketahui bahwa pemberian status atau kedudukan hukum terhadap Perusahaan Daerah Tingkat II (Kabupaten) dilakukan dengan cara sebagai berikut yaitu Pemerintah Daerah Tingkat II (Kabupaten) mempersiapkan rancangan Peraturan Daerah tentang pendirian Perusahaan Daerah. Di dalam peraturan tersebut dicantumkan mengenai bidang usaha yang akan dilakukan, besarnya modal dasar dan ketentuan-ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pendirian Perusahaan Daerah. Kemudian rancangan Peraturan Daerah tersebut disampaikan kepada Kepala Daerah Tingkat I (Gubernur) untuk disahkan, setelah mendapat pengesahan barulah Peraturan Daerah tersebut dapat diberlakukan.103
Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa pendirian Bank Pengembangan Daerah Sumatera Utara berdasarkan Rancangan Peraturan Daerah
102
Ibid hal 329
103
Berdsarkan hasil wawancara dengan Bapak Zulkarnaen, Pimpinan Bidang Devisi Umum Bank Sumut Pusat Kota Medan Jalan Imam Bonjol pada tanggal 19 Juli 2013
yang disahkan oleh Kepala Daerah Tingkat I (Gubernur), dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara.
d. Modal Perusahaan Daerah
Peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara dalam Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1962 telah ditetapka modal dasar sebesar Rp. 100 Juta dan saham-sahamnya hanya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Tingkat II seluruh Sumatera Utara, Dalam perkembangannya berdsarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan maka Modal Dasar Bank Pembangunan Daerah terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dan sampai saat terakhir sesuai Perda Nomor 1 Tahun 1993 Modal Dasar menjadi sebesar Rp. 70 Milyar modal Perusahaan daerah diatur tentang Perusahaan Daerah yaitu:104
a. Pasal 7:
Kekayaan Daerah yang dipisahkan.Modal Perusahaan Daerah yang seluruhnya terdiri dari kekayaan satu Daerah yang dipisahkan tidak terdiri atas saham-saham. Apabila modal Perusahaan Daerah terdiri atas kekayaan beberapa daerah yang dipisahkan, modal perusahaan itu terdiri atas saham-saham.Modal Perusahaan Daerah yang untuk sebagian terdiri dari kekayaan daerah yang dipisahkan terdiri atas saham-saham.Semua alat liquid disimpan dalam Bank yang ditunjuk oleh Kepala Daerah yang bersangkutan berdasarkan petunjuk Menteri Keuangan.
b. Pasal 10:
Saham-saham Perusahaan Daerah terdiri atas saham-saham prioritas dan saham- saham biasa. Saham-saham prioritas hanya dapat dimiliki oleh daerah, sedangkan saham-saham biasa dapat dimiliki oleh daerah, Warga Negara Indonesia dan/atau badan hukum yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Indonesia dan yang pesertanya terdiri dari Warga Negara Indonesia. Besarnya jumlah nominal saham-
104
saham prioritas dan saham-saham biasa ditetapkan dalam peraturan pendirian Perusahaan Daerah.Pembayaran saham-saham dengan goodwill tidak dibolehkan dan saham-saham dapat dipindah tangankan dengan ketentuan bahwa saham- saham prioritasnya hanya dapat dipindah tangankan kepada Daerah.Hak, wewenang dan kekuasaan pemegang saham-saham prioritas dilakukan oleh Kepala Daerah yang bersangkutan.Ketentuan mengenai pendaftaran penggantian, pemindahan administrasi dan lain-lain yang berhubungan dengan pengeluaran saham diatur dalam peraturan pendirian Perusahaan Daerah.
e. Organ Perusahaan Daerah
Organ dari Perusahaan Daerah pada Bank Sumut diatur dalam Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah yaitu:
a. Pasal 8: Rapat Umum Pemegang Saham
Tata tertib Rapat pemegang saham-saham prioritas dan rapat umum Pemegang Saham (prioritas dan biasa) diatur dalam Peraturan Pendirian Perusahaan Daerah.Keputusan dalam kedua rapat tersebut diambil dengan kata mufakat.Apabila kata mufakat tidak tercapai maka pendapat yang dikemukakan dalam musyawarah disampaikan kepada Kepala Daerah dari Daerah yang mendirikan Perusahaan Daerah. kepala Daerah yang bersangkutan mengambil keputusan dengan memperhatikan pendapat-pendapat yang dimaksud.
b. Pasal 1 :
Perusahaan Daerah dipimpin oleh suatu Direksi yang jumlah anggota dan susunannya ditetapkan dalam peraturan pendiriannya.Anggota direksi adalah Warga Negara Indonesia yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah setelah mendengar perimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang modalnya untuk seluruhnya terdiri dari kekayaan Daerah yang dipisahkan.Sedangkan bagi Perusahaan Daerah yang modalnya untuk sebagian terdiri dari kekayaan Daerah yang dipisahkan.Sedangkan bagi Perusahaan Daerah yang modalnya untuk sebagian terdiri dari kekayaan Daerah yang dipisahkan, atas usul pemegang saham-saham prioritas.Pengangkatan tersebut dilakukan untuk
jangka waktu 4 (empat) tahun dan setelah jangka waktu itu berakhir yang bersangkutan dapat diangkat kembali.
2. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU) Sesudah Menjadi