• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.3. Implementasi Kebijakan Stelsel Aktif Pada Pelayanan

4.3.2. Perubahan Apa Yang Terjadi? (What’s

4.3.2.1. Banyaknya Aktor Yang Terlibat

Kegiatan Pelayanan Langsung Pemrosesan Dokumen Kependudukan di Kecamatan se-Kabupaten Nias dilaksanakan dengan terpadu dan melibatkan seluruh elemen Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias sebagai pelaksana kebijakan. Berikut kutipan wawancara dengan Yanueli Nazara, BA ketika peneliti menanyakan mengenai sumberdaya yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias saat ini :

“dalam pengamatan saya, sumberdaya yang kita miliki saat ini sebenarnya masih kurang dari segi kuantitas. Jumlah keseluruhan PNS ada sekitar 25 orang, termasuk Kepala Dinas. Sedangkan honorer 16 orang. Inilah yang kita berdayakan saat ini dalam pelayanan langsung.

Kebanyakan mereka sudah lama berdinas disini, jadi tidak asing lagi dengan pelayanan kependudukan. Memang, beberapa kali saya meminta tambahan pegawai melalui BKD, tapi belum juga ada tambahan.”

(wawancara tanggal 27 Juni 2016)

Data kepegawaian Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias memberikan gambaran tingkat pendidikan PNS dan Tenaga Honorer sebagai berikut:

Tabel 4.8.

Gambaran Tingkat Pendidikan PNS dan Tenaga Honorer pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias

Uraian Tingkat Pendidikan

SMA D III Strata I Strata II

PNS 9 4 11 1

Tenaga Honorer 8 - 8 -

Jumlah.... 17 4 19 1

* Diolah dari data Sub Umum dan Kepegawaian Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias.

Tabel diatas menunjukkan bahwa personil PNS dan Tenaga Honorer yang bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias

memiliki latar belakang pendidikan yang bervariasi. Terdapat 11 orang PNS dan 8 orang tenaga honore yang berpendidikan Sarjana (S-1). Selebihnya berpendidikan SMA dan D III. Selain itu terdapat satu orang PNS yang berpendidikan Magister (S-2).

Mengenai jumlah personil yang dilibatkan dalam pelaksanaan pelayanan langsung tersebut, Tehesokhi Hulu, S.IP., menuturkan:

“Personil yang ditugaskan berjumlah 10 (sepuluh) sampai 15 (lima belas) orang setiap harinya. Terdiri dari PNS dan juga adik-adik kita tenaga honorer yang bekerja dalam kapasitas sebagai operator entry data. Seperti yang saya katakan tadi, mereka dijadwal, dirotasi. Ada yang bertugas dua hari atau tiga hari. Demikian juga Kepala Bidang, yang harus ada stand by di lokasi. Mengapa? Selain menjadi koordinator personil di lapangan, para Kepala Bidang ini menjadi tempat penyelesaian akhir jika ada permasalahan yang tidak bisa di handle oleh staf selama pelayanan langsung.” (wawancara tanggal 28 Juni 2016)

Personil yang ditugaskan dalam kegiatan pelayanan langsung merupakan personil-personil PNS dan Tenaga Honorer dari Bidang Pencatatan Sipil, Bidang Pengendalian Penduduk, Bidang SIAK dan Sekretariat Dinas yang mendapat penugasan dari Kepala Instansi Pelaksana Pelayanan Administrasi Kependudukan, dalam hal ini Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabuaten Nias.

Perpaduan personil dari berbagai bidang penugasan ini mencerminkan bahwa kemampuan dan pengetahuan masing-masing personil mengenai pelayanan administrasi kependudukan sangat baik dan tidak jauh berbeda antara yang satu dengan yang lain.

Bertugas jauh dari kantor dan berada di lokasi pelayanan selama beberapa hari, tentu membutuhkan energi. Sehingga penyusunan jadwal yang memungkinkan setiap personil dapat bertugas dengan energi terbaik merupakan

strategi yang mumpuni, selain tetap menjaga operasional pelayanan di loket kantor. Dalam penuturannya, Tehesokhi Hulu, S.IP. mengatakan bahwa lamanya pelayanan pada umumnya berkisar lima hari kerja yang selalu diupayakan dimulai di hari Senin dan berakhir di hari Jumat dalam minggu berjalan.69

Selain melibatkan personil internal, keterlibatan pihak lain juga turut menentukan berjalan tidaknya pelaksanaan pelayanan langsung. Hal yang tidak kalah pentingnya tergambar dari kutipan wawancara dengan Nisman Zalukhu, SH, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias, berikut ini:

“Kita surati Pak Camat tentang rencana kegiatan pelayanan kita.

Menginformasikan hari dan tanggal pelayanan serta meminta Camat agar hal ini disebarluaskan kepada masyarakat di wilayahnya melalui Kepala Desa. Kita juga meminta dukungan Pak Camat untuk menyediakan lokasi atau ruangan di Kantor Camat dimana kita bisa mengadakan pelayanan itu. Yang dapat menampung banyak oranglah. Karena pastinya akan ada banyak masyarakat saat itu.” (wawancara tanggal 29 Juni 2016)

Pemberitahuan kepada Camat memiliki esensi yang sangat vital terhadap pelaksanaan kegiatan. Pertama, bahwa dalam konteks adat orang timur, hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah. Keberadaan Camat yang dianggap „memiliki wilayah‟ begitu berpengaruh di kecamatan. Kedua, dukungan yang akan diberikan pihak Kantor Camat tentu akan memberikan nilai tersendiri bagi kelancaran dan kesuksesan pelayanan langsung. Ketiga, pemberitahuan tersebut juga sekaligus bentuk sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan. Camat akan memerintahkan para Kepala Desa di wilayahnya untuk meneruskan informasi pelaksanaan pelayanan langsung kepada masyarakat

69 Wawancara dengan Tehesokhi Hulu, S.IP., Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas

Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias, pada tanggal 28 Juni 2016, lokasi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias.

sekaligus instruksi tak langsung agar para jajaran pemerintahan desa siap membantu dan mengakomodir penyiapan berkas pengurusan dari masyarakat di desanya masing-masing.

Pemberitahuan kepada Camat dilakukan paling cepat seminggu sebelum hari pelaksanaan kegiatan dimulai.70 Hal ini dimaksudkan supaya pihak Kantor Camat memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk meneruskan informasi serta mempersiapkan lokasi yang hendak digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan langsung tersebut.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan pelayanan langsung ini turut melibatkan personil TNI dan Polri yang berasal dari Komando Rayon Militer dan Kepolisian Sektor setempat. Walau tidak terlibat secara langsung dalam pelayanan, kehadiran personil TNI dan Polri ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelaksana pelayanan dan juga masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan mereka. Harus dimaklumi bahwa dalam kegiatan pelayanan administrasi kependudukan ini, masih ditemukan warga yang sering merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan. Seperti yang terjadi pada pelayanan langsung di Bawolato di hari kedua yang mana seorang warga membuat keributan hanya karena berkasnya ditolak karena tidak melewati verifikasi petugas. Padahal sebenarnya yang bersangkutan masih memiliki waktu untuk memenuhi kekurangan berkasnya.71

70 Wawancara dengan Nisman S. Zalukhu, SH, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias, pada tanggal 28 Juni 2016, lokasi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias.

71 Observasi langsung yang dilakukan peneliti pada Pelayanan Langsung Pemrosesan Dokumen Kependudukan di Kecamatan Bawolato, terlihat seorang warga memperlihatkan kekecewaanya dengan mengucapkan kata-kata kasar yang menimbulkan keributan setelah berkasnya tidak lolos

Dari hasil wawancara serta penjelasan diatas peneliti menyimpulkan bahwa dalam pelaksanaan program kegiatan tersebut, terdapat beberapa unsur aktor yang terlibat yaitu unsur Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias, unsur Camat dan jajarannya dari kecamatan lokasi pelaksanaan pelayanan, dan unsur aparat keamanan dalam hal ini pihak Kepolisian Sektor dan Komando Rayon Militer di kecamatan setempat.