BAB I PENDAHULUAN
E. Batasan Istilah
1. Keefektifan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai nilai efektif, pengaruh atau akibat, bisa diartikan sebagai kegiatan yang bisa memberikan hasil yang memuaskan, dapat dikatakan juga bahwa keefektifan merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang dinyatakan, dan menunjukan derajat kesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dengan hasil yang dicapai. Jadi pengertian keefektifan adalah pengaruh yang ditimbulkan/disebabkan oleh adanya suatu kegiatan tertentu untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam setiap tindakan yang dilakukan. Keefektifan yang dimaksud disini adalah keberhasilan model pembelajaran STAD yang dilengkapi alat peraga manipulatif sub pokok bahasan persamaan linear satu variabel untuk kelas VII E Semester I di SMP Negeri 2 Bantul.
2. Pembelajaran Matematika
Pembelajaran matematika dapat diartikan sebagai proses perubahan siswa yang melibatkan guru dan siswa itu sendiri untuk pengembangan berpikir, disamping itu dalam belajar matematika siswa harus berperan aktif sebagai pembelajar dan peran guru sebagai fasilitator. Dengan demikian pembelajaran matematika adalah proses aktif individu siswa yang bersosialisasi dengan guru,
sumber atau bahan belajar, teman dalam memperoleh pengetahuan baru. Proses aktif tersebut menyebabkan perubahan tingkah laku, misalnya setelah belajar matematika siswa itu mampu mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan matematikanya dimana sebelumnya ia tidak dapat melakukannya (TIM MKPBM Jurusan Pendidikan Matematika, 2001: 9).
Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah strategi pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi Nurulhayati ( dalam Rusman, 2010:203). dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar dalam satu kelompok dan saling bekerja sama serta memiliki tanggung jawab belajar untuk dirinya sendiri dan dengan sesama.
3. Cooperative Learning
4. Cooperative Learning Tipe STAD
Model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil peserta didik untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Salah satu contoh model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran STAD. STAD ( Slavin, 2008:143) merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dam merupakan model pembelajaran untuk pengelompokan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota.
5. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat dari proses belajar. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar khususnya aspek pemahaman pada sub materi pokok persamaan linear satu variabel. Hasil belajar merupakan kemampuan – kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Howard Kingsley (Nana Sudjana, 1989: 22) membagi tiga macam hasil belajar, yakni (a) keterampilan dan kebiasaan (b) pengetahuan dan pengertian (c) sikap dan cita-cita. (Nana Sudjana, 1989: 22) juga mengatakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan aktual yang diukur secara langsung. Hasil pengukuran belajar inilah akhirnya akan mengetahui seberapa jauh tujuan pengajaran yang telah dicapai. Bloom (Nana Sudjana, 1989 : 22) merumuskan hasil belajar sebagai perubahan tingkah laku yang meliputi domain ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik.
6 . Aktivitas Siswa
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1990 : 17 ), aktif adalah giat ( bekerja, berusaha ) sedangkan aktivitas adalah suatu keaktifan dan kegiatan. Pada penelitian ini aktivitas yang dimaksud adalah aktivitas proses belajar siswa. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik dan relatif tetap serta ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta
perubahan aspek- aspek lain yang ada pada individu yang belajar. Jadi aktivitas belajar siswa adalah suatu keadaan atau segala kegiatan dimana siswa aktif dalam belajar.
7. Pengertian Alat Peraga
Alat peraga adalah alat bantu untuk mendidik atau mengajar supaya apa yang diajarkan mudah dimengerti oleh peserta didik (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990: 21). Alat peraga juga dapat diartikan benda-benda konkret yang merupakan model dari ide-ide matematika. Suatu media dapat dikatakan baik apabila bersifat efisien dan efektif, jadi alat peraga adalah alat pembantu dalam mengajar agar efektif (Aswan, 2010: 130). Pendapat lain dari pengertian alat peraga adalah alat untuk memberikan pelajaran atau yang dapat diamati melalui panca indera.
8. Alat peraga manipulatif
Matematika adalah pembelajaran yang abstrak maka diperlukan alat peraga manipulatif. Benda manipulatif adalah suatu benda yang dimanipulasi oleh guru yang artinya dapat diraba, dipegang, dipindahkan dan diutak atik atau dipasang, dicopot dan lain-lain (TIM MKPBM Jurusan Pendidikan Matematika, 2001: 205) dalam penyampaian pelajaran matematika agar siswa mempunyai pengalaman dalam belajar dan cepat memahami. Alat peraga model matematika di setiap
tingkatan manipulasi menolong siswa mengembangkan pemahaman siswa dalam kegiatan pembelajarannya. Siswa tidak akan kesulitan dalam memahami pembelajran karena dibantu oleh alat peraga manipulatif. Penggunaan benda-benda manipulatif dan model matematika mempunyai keuntungan seperti gambar. Manipulasi juga dapat menyajikan ide secara visual dan membantu siswa untuk memahami pembelajarannya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan alat peraga manipulatif berupa kartu variabel dan kartu bilangan/ konstanta untuk materi persamaan linear satu variabel.
9. Persamaan Linear Satu Variabel
Kalimat terbuka yang menggunakan tanda hubung ” = ” disebut persamaan. Jika pangkat tertinggi dari variabel suatu persamaan adalah satu maka persamaan itu disebut persamaan linear. Persamaan linear yang hanya memuat satu variabel disebut persamaan linear satu variabel ( PLSV ).
10.Keefektifan Model Pembelajaran Matematika Cooperative Learning Tipe STAD yang Dilengkapi dengan Alat Peraga Manipulatif pada Sub Materi Pokok Persamaan Linear Satu Variabel Ditinjau dari Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa
Jadi penjelasan dari judul yang saya ambil mengenai keefektifan model pembelajaran matematika cooperative learning tipe STAD yang dilengkapi dengan alat peraga pada sub materi pokok persamaan linear satu variabel ditinjau dari
aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIE SMP Negeri 2 Bantul adalah dengan pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran dengan Tipe STAD yaitu model pembelajaran pengelompokan campur yang melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota yang dilengkapi dengan alat peraga manipulatif pada sub pokok bahasan persamaan linear satu variabel dapat mengukur keaktifan dan hasil belajar siswa sehingga dapat mengetahui seberapa jauh tingkat keberhasilan yang diperoleh dengan adanya penelitian ini. Selain itu diharap dapat memberikan dampak positif bagi siswa di SMP Negeri 2 Bantul.