• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.7. Definisi dan Batasan Operasional

3.7.2 Batasan Operasional

1. Daerah Penelitian adalah Desa Pematang Seleng, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.

2. Waktu Penelitian tahun 2020.

3. Sampel penelitian adalah 30 pemuda desa yang orang tuanya memiliki usahatani kelapa sawit di Desa Pematang Seleng.

BAB IV

DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK SAMPEL

4.1. Deskripsi Daerah Penelitian

4.1.1 Letak Geografis dan Lingkup Wilayah Penelitian

Pematang Seleng merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Desa Pematang Seleng merupakan Desa dataran rendah dan Desa perkebunan yang memiliki lahan yang cukup luas. Desa Pematang Seleng memiliki 10 dusun. Jarak orbitasi dari Desa Pematang Seleng ke kecamatan 2 KM dan jarak ke Ibu Kota Kabupaten Bilah Hulu 2 KM atau lama tempuh 10 menit.

Desa Pematang Seleng memiliki luas wilayah 4.700 Ha dan memiliki luas perkebunan sebesar 2.200 Ha yang terdiri dari 10 dusun. Jumlah penduduk di Desa Pematang Seleng sebanyak 5.692 jiwa. Adapun batas Desa Pematang Seleng sebagai berikut:

• Sebelah Utara : Desa N Enam Aek Nabara.

• Sebelah Timur : Desa N Delapan Aek Nabara.

• Sebelah Selatan : Desa Gunung Selamat.

• Sebelah Barat : Desa Meranti. (Data Sekunder Desa, 2019) 4.1.2 Keadaan Penduduk

Jumlah penduduk Desa Pematang Seleng pada tahun 2018 5.692 jiwa dengan perbandingan 2.981 jiwa laki-laki dan 2.711 jiwa perempuan dan 1.550 jumlah

Kepala Keluarga. Desa Pematang Seleng terdiri atas 10 dusun yang secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1. Jumlah Dusun di Desa Pematang Seleng 2019

No. Nama Dusun Jumlah Penduduk (Jiwa)

1. Sri II 1592

Sumber : Profil Desa Pematang Seleng 2020

Dari Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa Desa Pematang Seleng memiliki 10 Dusun.

Dusun dengan jumlah penduduk terbanyak terdapat di Dusun Sri II dengan 1592 penduduk dan dusun dengan penduduk yang paling sedikit adalah Dusun Tapian Nauli dengan jumlah penduduk sebanyak 137 jiwa.

Tabel 4.2. Komposisi Mata Pencaharian Penduduk Desa Pematang Seleng 2019

No. Jenis Mata Pencaharian Jumlah (Jiwa)

1. PNS 64

2. TNI/Polri 9

3. Karyawan 173

4. Wiraswasta/Pedagang 469

5. Buruh 205

6. Pensiunan 36

7. Peternak 5

8. Lainnya 4731

Total 5692

Sumber : Profil Desa Pematang Seleng 2020

Berdasarkan Tabel 4.2. menunjukkan bahwa mata pencaharian penduduk desa Pematang Seleng mayoritas adalah lainnya seperti bidang Pertanian, Angkutan, dan Pekebun yang berusaha tani kelapa sawit, karet, ubi, dan lain-lain serta Jasa

Masyarakat lainnya sebesar 4731 jiwa sedangkan mata pencaharian penduduk desa Pematang Seleng yang paling kecil jumlahnya adalah Peternak sebesar 5 jiwa.

4.1.3 Sarana dan Prasarana

Sarana merupakan segala sesuatu yang digunakan sebagai alat dalam mencapai tujuan tertentu danprasarana adalah segala sesuatu yang menjadi pendukung utama berlangsungnya suatu proses yang meliputi usaha, pembangungan maupun proyek. Adapun sarana dan prasarana yang ada di desa Pematang Seleng sudah cukup memadai sehingga dapat mendukung berbagai aktifitas penduduk dan menunjang pembangunan Desa Pematang Seleng. Apabila sarana dan prasarana baik, maka pembangunan desa dapat berjalan dengan baik begitu pula dengan penduduk di desa. Hal ini dapat dilihat dari jenis-jenis fasilitas umum yang telah tersedia seperti pada Tabel 4.3. berikut:

Tabel 4.3. Sarana dan Prasarana Desa Pematang Seleng 2019

No. Uraian Jumlah (Unit)

1. Posyandu 7

2. Klinik 1

3. Masjid 7

4. Musholla 20

5. Gereja 1

6. SD Negeri 4

7. SMP Negeri 3

8. SMA Negeri 1

Sumber : Profil Desa Pematang Seleng 2020

Dari tabel 4.3. dapat dilihat bahwa di desa Pematang Seleng memiliki 7 unit Posyandu, 1 unit Klinik, 7 unit Masjid, 20 unit Musholla, 1 unit Gereja, 4 unit SD Negeri, 3 unit SMP Negeri, dan 1 unit SMA Negeri.

4.2 Karakteristik Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah pemuda desa yang orang tuanya merupakan pengusaha tanaman kelapa sawit yang berada di Desa Pematang Seleng, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Adapun karakteristik sampel dalam penelitian ini terdiri dari umur, tingkat pendidikan, pengalaman dalam berusahatani, dan luas lahan tanaman kelapa sawit.

4.2.1 Karakteristik Sampel Berdasarkan Umur Tabel 4.4. Karakteristik Sampel Berdasarkan Umur

Sumber : Analisis Data Primer, Lampiran 1

Dari tabel 4.4. diketahui bahwa jumlah umur terbesar berada pada kelompok umur 21-30 tahun yaitu sebesar 18 jiwa atau 60%, sedangkan jumlah umur terkecil berada pada kelompok umur >30 tahun yaitu 2 jiwa atau 7%

4.2.2 Karakteristik Sampel Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 4.5. Tingkat Pendidikan Sampel

No. Tingkat Pendidikan Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1. SMP 2 7

2. SMA 13 43

3. Diploma 1 3

4. Sarjana 14 47

Jumlah 30 100

Sumber : Analisis Data Primer, Lampiran 2

Berdasarkan tabel 4.5. diketahui bahwa sebagian besar pemuda sampel memiliki tingkat pendidikan Sarjana dengan jumlah 14 jiwa atau setara dengan 47% dari total keseluruhan pemuda sampel.

No. Kelompok Umur Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1. 15-20 10 33

2. 21-30 18 60

3. >30 2 7

Jumlah 30 100

4.2.3 Karakteristik Sampel Berdasarkan Pengalaman Berusahatani Tabel 4.6. Pengalaman Berusahatani

Sumber : Analisis Data Primer, Lampiran 3

Dari tabel 4.6. diatas menjelaskan bahwa pengalaman terlama pemuda dalam berusahatani berada pada >10 tahun dengan jumlah 2 jiwa atau 7% sedangkan jumlah pemuda dengan pengalaman terendah yaitu 0 sampai 5 tahun yang berjumlah 21 jiwa dengan persentase 70%.

4.2.4 Karakteristik Sampel Berdasarkan Luas Lahan Tabel 4.7. Luas Lahan Orang Tua

No. Luas Lahan (Ha) Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

Sumber : Analisis Data Primer, Lampiran 4

Dari tabel 4.7. dapat diketahui bahwa rata-rata sebanyak 12 orang tua pemuda

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Minat Pemuda Desa Dalam Melanjutkan Usahatani Keluarga

Minat pemuda desa diketahui dengan menggunakan kuesioner. Dari seluruh hasil jawaban yang diperoleh dari 30 pemuda desa maka skor dari jawaban pemuda desa dikategorikan menjadi dua, yaitu minat dan tidak minat. Hasil kategorisasi tingkat minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani kelapa sawit keluarga disajikan pada Tabel 5.1.

Tabel 5.1. Hasil Kategorisasi Minat Pemuda Desa Dalam Melanjutkan Usahatani Keluarga

No. Kategori Jumlah Pemuda Persentase

(orang) (%)

1 Minat 27 90

2 Tidak Minat 3 10

Jumlah 30 100

Sumber :Data Primer Diolah

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah pemuda desa yang berminat dalam melanjutkan usahatani keluarga sebanyak 27 orang dan jumlah yang tidak berminat sebanyak 3 orang. Banyak pemuda desa yang berminat dalam melanjutkan usahatani namun belum tentu mau untuk bekerja dibidang pertanian dan mengandalkan tenaga kerja dari luar keluarga atau buruh tani.

5.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemuda Desa dalam Melanjutkan Usahatani Keluarga.

5.2.1 Uji Kesesuaian Model

1. Menilai Kelayakan Model (Goodness Fit of Test)

Berdasarkan Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test pada pengolahan data SPSS diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 5.2. Hasil Uji Hosmer dan Lemeshow Test Hosmer and Lemeshow Test

Step Chi-square Df Sig.

1 2,418 8 0,965

Sumber : Data Primer Diolah

Berdasarkan Tabel tersebut, diperoleh informasi bahwa nilai Chi-square sebesar 2,418 dengan nilai signifikansi sebesar 0,965. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka hipotesis nol (H0) ditolak, yang berarti model mampu menjelaskan data dan tidak terdapat perbedaan antara model dan nilai observasinya. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan regresi ini dapat digunakan menjelaskan variable independen dan variable dependen untuk analis selanjutnya.

2. Uji Log Likelihood value (nilai -2 Log Likelihood Value)

Apabila nilai –2 Log Likelihood Value block number = 0 lebih besar dari nilai –2 Log Likelihood Value block number = 1, maka menunjukkan model regresi yang baik. Sehingga penurunan Log Likelihood menunjukkan model regresi semakin baik.

Berdasarkan Pengolahan data dengan SPSS, diperoleh nilai -2 Log Likelihood Value Sebesar 20,634 seperti yang tercantum pada tabel berikut :

Tabel 5.3. Uji likelihood value (block number 0) Iteration Historya,b,c

Iteration -2 Log likelihood Coefficients Constant

Sumber : Data Primer Diolah

Pada tabel 5.3. tersebut 20,634 sehingga menerima hipotesis yang diterima adalah ho, dimana model dengan memasukkan variable independen adalah fit dengan data. Nilai -2 Log likelihood value pada block number = 1 mengalami penurunan menjadi 17,049 seperti pada tabel 5.4. dibawah ini.

Tabel 5.4. Uji likelihood value (block number = 1) Iteration Historya,b,c,d

Iteratio -2 Log Coefficients

n likelihood Constant X1 X2 X3 X4 X5 X6

Iteratio -2 Log Coefficients

n likelihood Constant X7 X8

Sumber : Data Primer Diolah

Penilaian data keseluruhan model regresi menggunakan nilai -2 Log likelihood adalah jika terjadi penurunan nilai pada blok kedua dibandingkan blok pertama maka dapat disimpulkan bahwa model regresi kedua menjadi lebih baik. Seperti yang ditunjukkan pada table blok pertama (blok number = 0) nilai -2 Log likelihood sebesar 20,634 dan pada blok kedua (blok number = 1) nilai -2 Log likelihood sebesar 17,049. Hasil tersebut dapat memberikan kesimpulan bahwa model regresi kedua lebih baik untuk memprediksi minat pemuda desa untuk melanjutkan usahatani keluarga.

3. Uji Cox and Snell R Square dan Nagelkerke R Square

Berdasarkan pengolahan data melalui program spss, diperoleh hasil uji Cox and Snell R Square dan Nagelkerke R Square yang disajikan pada table berikut : Tabel 5.5. Nilai Cox and Snell R Square dan Nagelkerke R Square

Sumber : Data Primer Diolah

Berdasarkan tabel 5.5. diatas, nilai Cox & Snell’s Square sebesar 0,398. Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,832 yang berarti variabilitas variable dependen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independen sebesar 83% dan 17%

dijelaskan oleh variabel lain.

5.2.2 Uji Regresi Logistik

Pengolahan data dengan uji regresi logistik dilakukan untuk menjawab hipotesis dalam penelitian ini, adapun hasil uji regresi logistik pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

Tabel 5.6. Hasil Uji Regresi Logistik

Variables in the Equation Sumber : Data Primer Diolah

Dari Tabel 5.6. dapat dituliskan pengaruh variabel – variabel terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga sebagai berikut:

Model Summary

Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square

1 4,294a 0,398 0,832

1. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X1 (Pengalaman orangtua) berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 2,376 > 0 dan nilai signifikansi 0,031 < 0,05.

Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Chapli (2006) dalam pengalaman merupakan pengetahuan atau keterampilan yang diketahui dan dikuasai seseorang sebagai akibat dari perbuatan atau pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya selama jangka waktu tertentu yang dapat mempengaruhi minat seseorang terhadap apa yang dikerjakan. Semakin berpengalaman orangtua maka semakin besar pengetahuan yang dimiliki pemuda desa dalam berusahatani. Menurut Khairani (2013) menyatakan Minat pada hakekatnya merupakan sebab akibat dari pengalaman. Minat berkembang sebagai hasil dari pada suatu kegiatan dan akan menjadi sebab akan dipakai lagi dalam kegiatan yang sama. Pengalaman merupakan reaksi yang merangsang kegiatan-kegiatan para petani dalam lingkungannya yang bersifat menyenangkan dan memberikan sifat positif.

2. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X2 (Usia pemuda) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 0,419 > 0 dan nilai signifikansi 0,434 > 0,05.

Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dikarenakan jarak antar usia pemuda desa tidak jauh berbeda atau rata-rata pemuda desa berusia 20 tahun sehingga usia pemuda tidak berpengaruh terhadap minat melanjutkan usahatani keluarga.

3. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X3 (Pendidikan orangtua) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 0,003 > 0 dan nilai signifikansi 0,186 > 0,05.

Hal ini disebabkan oleh rata-rata pendidikan yang didapat oleh petani di desa di lokasi penelitian tidak berkaitan dengan usahatani maka pendidikan orangtua tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga.

4. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X4 (Pendapatan orangtua) berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 2,050 > 0 dan nilai signifikansi 0,034 < 0,05.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Marza (2018), dimana pendapatan usahatani mempengaruhi minat pemuda dalam melanjutkan usahatani keluarga. Tingkat pendapatan menunjukkan kelayakan dari suatu usahatani, sehingga semakin tinggi pendapatan maka usaha tersebut semakin menjanjikan dan menjamin keberlanjutan usahatani tersebut sehingga berpengaruh signifikan terhadap minat untuk melanjutkan usahatani.

5. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X5 (Luas lahan) berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 4,729 > 0 dan nilai signifikansi 0,047 < 0,05.

Hal ini sesuai dengan menurut Joko Triyanto (2006) Luas lahan sangat mempengaruhi minat, apabila luas lahan semakin luas maka minat petani untuk berusahatani semakin tinggi.

6. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X6 (Pendidikan pemuda) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 25,992 > 0 dan nilai signifikansi 0,361 > 0,05.

Hal ini disebabkan oleh rata-rata pendidikan yang didapat oleh pemuda desa di lokasi penelitian tidak berkaitan dengan usahatani maka pendidikan pemuda tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga.

7. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X7 (Penerus keluarga) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 576015,742 >

0 dan nilai signifikansi 0,144 > 0,05.

Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana penerus keluarga tidak diharuskan untuk melanjutkan usahatani keluarga dan tidak dapat menentukan minat atau tidaknya pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga, maka penerus keluarga tidak berpengaruh terhadap minat pemuda dalam melanjutkan usahatani keluarga.

8. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X8 (Anak pertama) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani keluarga dengan nilai odds ratio (B) 1089,267 > 0 dan nilai signifikansi 0,282 > 0,05.

Hal ini sesuai dengan kondisi daerah penelitian, dimana seorang anak pertama tidak diharuskan untuk mempunyai minat untuk melanjutkan usahatani kelapa sawit keluarga dan sebagian orangtua juga tidak ingin anaknya untuk melanjutkan usahatani karena tidak adanya prospek untuk melanjutkan usahatani, maka anak pertama tidak berpengaruh terhadap minat pemuda dalam melanjutkan usahatani keluarga

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah:

1. 90% Pemuda Desa Pematang Seleng memiliki minat untuk melanjutkan usahatani keluarga.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda desa dalam melanjutkan usahatani kelapa sawit keluarga adalah pengalaman orang tua, pendapatan orang tua, dan luas lahan.

6.2. Saran

Adapun saran penelitian ini ditujukan kepada:

1. Pemerintah

Pemerintah diharapkan agar berusaha meningkatkan minat pemuda desa dengan cara mengintensifkan program kredit atau memberikan program teknologi agar pemuda desa ikut bergabung dalam berusahatani.

2. Petani

Sebaiknya petani agar lebih memahami bahwa berusahatani memiliki prospek yang positif untuk masa yang akan datang, agar petani mau mengikuti kelompok tani yang ada di desa untuk meningkatkan rasa tertariknya kepada usahatani.

3. Peneliti Selanjutnya

Sebaiknya dapat melakukan pengembangan uji analisis mengenai pengaruh variabel terkait dan juga menambah variabel bebas lain yang berhubungan terhadap minat pemuda desa.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Midah, 2010, Hukum Ketenagakerjaan Indonesia Dinamika dan Kajian Teori, Ghalia Indonesia, hal. 7. Bogor.

Ancok, J. 1989. Teknik Penyusunan Skala Pengukuran. Pusat Penelitian Kependudukan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Ariantika, D., R.H. Ismono, dan N. Adia. 2015. Pengaruh Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) BRI Terhadap Keragaan Usahatani Kelapa sawit Sawah di Kabupaten Pringsewu. Jurnal Ilmu-ilmu Agribisnis.3.

Lampung.

Arvianti, E. Y., Asnah dan A. Prasetyo. 2015. Minat pemuda tani terhadap transformasi sektor pertanian di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Buana Sains.

15 (2) : 181-188.

Blessing White. (2011, January). Employee engagement report 2011. New Jersey:

Author.

Efferson. 2001. Teori Ilmu Usahatani. Bumi Aksara., Jakarta.

Fatimah, E. (2010). Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik).

Pustaka Setia. Bandung.

Fauzi, Y. 2012. Kelapa Sawit, Budi Daya Pemanfaatan Hasil Limbah dan Limbah Analisis Usaha dan Pemasaran. Cetakan Pertama. Penebar Swadaya.

Jakarta.

Fuad, Ihsan . (2005). Dasar-dasar Kependidikan, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Edisi Keempat, Penerbit Universitas Diponegoro. Kota Semarang.

46

Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Kota Semarang.

Hafsah, M.J. 2003. Kemitraan Usaha, Konsepsi dan Strategi. Pustaka Sinar Harapan. 246 Hal. Jakarta.

Hartono, 2002.Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisa Usaha dan Pemasaran. Http: // ditjenbpbun. Deptan.Go.id, Di Akseskan Tanggal 14 Januari 2010.

[ILO] International Labour Organization. 2007. Country review on youth employment in Indonesia. Geneva (SZ): International Labour Organization Marza, Alvita Raissa. 2018. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemuda

Pedesaan Dalam Melanjutkan Usahatani Kelapa sawit Di Kabupaten Lampung Tengah. Skripsi. Universitas Lampung. Lampung.

Maulana, Muhammad Iqbal. 2018. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Financial Distress Terhadap Opini Audit Going Concern.Skripsi. Universitas Pasundan. Bandung.

Murphy D. 2012. Young farmer finance. Nuffield Australia Project No. 1203, Australia.

Notoatmodjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan . Penerbit Rineka Cipta.

Jakarta.

Pahan, I. 2012. Panduan Lengkap Kelapa Sawit, Manajemen Agribisnis dari Hulu ke Hilir. Penebar Swadaya. Jakarta.

Panurat, Sitty Muawiyah. 2014. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Berusahatani Kelapa sawit di Desa Sendangan Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa. Minahasa: Universitas Sam Ratulangi.

Prasetyo, B.H. dan D.A. Suriadikarta. 2006. Karakteristik, Potensi, dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering Di Indonesia. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Balai Penelitian Tanah. Jurnal Litbang Pertanian. Bogor.

Sastries, Wahyu Ishardino. 2009. Peran Serta Pemuda dalam Pembangunan Masyarakat. Jurnal Madani, Edisi I, Mei 2009. Hal 88-93.

Siregar. 2017. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Menanam Bawang Merah di Desa Cinta Dame Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.

Universitas Sumatera Utara.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Jakarta.

Soekartawi, 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi, Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Bandung.

Sumaryanto, Hermanto, Ariani M, Suhartini SH, Yofa RD, Azahari DH. 2015.

Pengaruh urbanisasi terhadap suksesi sistem pengelolaan usaha tani dan implikasinya terhadap keberlanjutan swasembada pangan. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Bogor.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi. Alfabeta. Bandung.

Susilowati SH, Purwantini TB, Hidayat D, Maulana M, Ar-Rozi AM, Yofa RD, Supriyati, Sejati WK. 2012. Panel petani nasional (Patanas): Dinamika Indikator pembangunan pertanian dan perdesaan. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Tirtarahardja Umar. 2005. Pengantar Pendidikan. Rineka Cipta.

Wahyudi, S. 2017. Statistika Ekonomi Konsep, Teori, dan Penerapan. Malang:

Universitas Brawijaya Press. Malang.

Lampiran 1. Karakteristik Sampel

Kelamin Pendidikan Kegiatan Cita - Cita

Anak

25 21 L Perguruan Tinggi Kuliah, Membantu Orang Tua Pengusaha 1

26 20 P SMA Belajar, Melihat Kebun Pengacara 1

27 19 L SMA Sekolah, Bantu Ayah Orang Sukses 0

28 27 L Perguruan Tinggi Mengurus Kebun Orang Tua Petani 1

29 34 L D3 Pegawai Guru 1

30 27 P Perguruan Tinggi Pegawai Pengacara 1

Lampiran 2. Total Skor Kuesioner Sampel

No.

Skor

Rasa Senang Kemauan Kesukaan Kepuasan Semangat Total

Skor

25 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 2 3 4 3 4 2 3 2 2 3 110

Lampiran 3. Karakteristik Orangtua Sampel

(Ha) Pendidikan Pendapatan (Rp)

25 28 4 Rendah 2.500.000

26 13 5 Rendah 4.000.000

27 30 4 Rendah 3.500.000

28 30 7 Rendah 5.000.000

29 10 3 Rendah 3.000.000

30 26 8 Tinggi 6.000.000

Lampiran 4. Data Regresi Logistik Sampel

No. X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8

1 10 15 0 1500000 3 0 1 1

2 20 22 0 6000000 8 1 0 0

3 20 24 0 1000000 1 1 1 1

4 6 18 1 1800000 1 0 1 1

5 30 29 0 5000000 4 1 0 1

6 10 25 0 10000000 8 1 1 1

7 3 20 1 2000000 4 0 1 0

8 21 19 0 4000000 4,5 0 0 1

9 20 28 0 1000000 1 0 1 1

10 20 21 0 3000000 3 0 0 1

11 45 26 0 3000000 4 1 0 0

12 16 23 1 4000000 4,5 1 0 1

13 15 21 0 5000000 4 1 0 0

14 29 25 0 2000000 2 1 0 0

15 20 16 0 3500000 4,5 0 0 0

16 30 21 0 1500000 2 0 1 0

17 22 20 0 2000000 1,5 0 1 1

18 15 20 0 1500000 1 1 0 0

19 16 21 0 4000000 3 1 1 1

20 20 23 0 2000000 3,5 1 1 1

21 30 36 1 2000000 4 0 1 1

22 25 24 1 7000000 7 0 1 0

23 17 20 0 5000000 6 0 0 0

24 21 25 0 6000000 7 0 0 1

25 28 21 0 2500000 4 1 1 1

27 30 19 0 3500000 4 0 0 0

28 30 27 0 5000000 7 1 1 1

29 10 34 0 3000000 3 1 1 1

30 26 27 1 6000000 8 1 0 1

Hosmer and Lemeshow Test

Step Chi-square df Sig.

1 2,418 8 ,965

Iteration -2 Log likelihood

Coefficients Constant

1 20,634 1,600

2 19,539 2,086

Step 0 3 19,505 2,193

4 19,505 2,197

5 19,505 2,197

a. Constant is included in the model.

b. Initial -2 Log Likelihood: 19,505

c. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than ,001.

Model Summary

Step -2 Log

likelihood

Cox & Snell R Square

Nagelkerke R Square

1 4,294a ,398 ,832

a. Estimation terminated at iteration number 5 because maximum iterations has been reached. Final solution cannot be found.

Iteration -2 Log likelihood Coefficients

Constant X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8

1 17,049 1,331 ,027 -,011 -,294 ,000 -,126 -,210 ,773 ,312

2 12,708 1,996 ,059 -,037 -,638 ,000 -,200 -,323 1,756 ,734

Step 1 3 10,014 3,392 ,102 -,128 -1,296 ,000 -,065 ,069 3,377 1,550

4 6,831 7,616 ,199 -,420 -3,119 ,000 ,457 1,546 7,291 3,647

5 4,294 15,256 ,319 -,869 -5,836 ,000 1,004 3,258 13,264 6,993

a. Method: Enter

b. Constant is included in the model.

c. Initial -2 Log Likelihood: 19,505

d. Estimation terminated at iteration number 5 because maximum iterations has been reached. Final solution cannot be found.

B S.E. Wald df Sig. Exp(B) 95% C.I.for EXP(B)

Lower Upper

X1 ,029 ,382 ,039 1 ,031 2,376 ,535 3,541

X2 ,869 ,424 ,773 1 ,434 ,419 ,026 6,834

X3 ,836 4,408 1,752 1 ,186 ,003 ,000 16,520

X4 ,000 ,000 ,901 1 ,034 2,050 1,000 1,000

Step 1a X5 1,004 1,319 ,579 1 ,047 4,729 ,206 36,189

X6 3,258 3,563 ,836 1 ,361 25,992 ,024 28060,267

X7 3,264 4,087 2,131 1 ,144 576015,742 ,011 31259480725529,510

X8 6,993 6,498 1,158 1 ,282 1089,267 ,003 369779320,062

Constant 13,256 18,753 ,597 1 ,440 4224430,639

a. Variable(s) entered on step 1: X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8.

Variables in the Equation

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)

Step 0 Constant 2,197 ,609 13,035 1 ,000 9,000

Dependent Variable Encoding Original Value Internal Value

Tidak Minat 0

Minat 1

Lampiran 10. Kuesioner Penelitian

No. Sampel : A. DATA IDENTITAS SAMPEL

1. Nama : ………..

2. Usia : ……tahun

3. Jenis kelamin : LK/PR

4. Pendidikan formal terakhir : ………..

5. Pekerjaan : ………..

6. Jumlah anggota keluarga (termasuk kepala keluarga): ... orang 7. Pendapatan per Bulan ...(Rp)

8. Pengalaman ... (Tahun) a. Identitas anggota keluarga

No. Nama

Jenis kelamin (L/P)

Umur (tahun)

Pendidikan Status Pekerjaan

1 2

3 4 5 6 7

Keterangan:

L = Laki–laki P = Perempuan

KK = Kepala keluarga I = Istri A= Anak KL = Anggota keluarga lain B. USAHATANI KELAPA SAWIT

1. Luas lahan kelapa sawit yang diusahakan

No Jenis lahan

Luas (ha)

Status Penguasaan Lahan

Keterangan Milik sendiri Sewa Bagi hasil

1) Kelapa Sawit 2) Perkebunan 3) Lahan kering 4) Pekarangan 5) Lainnya

C. IDENTITAS SAMPEL PEMUDA PEDESAAN

1. Nama : ………..

2. Usia : ……tahun

3. Jenis kelamin : ………..

4. Pendidikan formal : ………..

5. Pendidikan formal pertanian ... tahun 6. Pengalaman dalam pertanian ... tahun

7. Kegiatan yang biasa dilakukan : ………..

8. Cita-cita awal : ………..

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PEMUDA DESA DALAM MELANJUTKAN USAHATANI KELAPA SAWIT KELUARGA

Berikan tanda check list (√) pada pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat saudara/i. Setiap pertanyaan hanya memiliki satu jawaban. Mohon dijawab di tempat yang telah disediakan sesuai dengan kondisi anda saat ini, dengan keterangan sebagai berikut :

STS = sangat tidak setuju TS = tidak setuju

N = netral

S = setuju

SS = sangat setuju

A. Rasa senang

Alternatif jawaban

STS TS N S SS

1. Saya senang melakukan kegiatan usahatani kelapa sawit, tanpa ada yang menyuruhnya 2. Saya berharap kelak akan menjadi petani

kelapa sawit

3. Merasa senang, jika dapat membantu orang tua dalam melakukan usahatani kelapa sawit 4. Merasa kecewa, jika orang tua tidak lagi

menjalani usahatani kelapa sawit 5. Saya selalu senang melakukan usahatani

kelapa sawit untuk mendapatkan pengalaman berusahatani kelapa sawit

6. Saya selalu senang, apabila saya diajak orang tua membantu usahatani kelapa sawit 7. Menurut saya melakukan usahatani kelapa

sawit dapat meningkatkan kesejahteraan

8. Menurut saya usahatani kelapa sawit dapat dilakukan dengan mudah

9. Menurut saya untuk melakukan usahatani kelapa sawit tidak memerlukan pendidikan yang tinggi

10. Menurut saya usahatani kelapa sawit dapat meningkatkan pendapatan

B. Kemauan

Alternatif Jawaban

STS TS N S SS

1. Saya tertarik mencari informasi mengenai usahatani kelapa sawit

2. Saya sering mencari informasi usahatani melalui keluarga yang memiliki pengalaman usahatani kelapa sawit

3. Saya sering mencari informasi dari media masa, seperti : internet, buku, koran dan lainnya

4. Menurut saya banyak pemuda pedesaan yang

bekerja menjadi petani kelapa sawit

bekerja menjadi petani kelapa sawit