• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Instrumen Penelitian

2. Beasiswa Bidikmisi a. Definisi Konseptual

Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif, dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan dan dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Jenis prestasi yang dapat diukur dalam ranah cipta atau kognitif di antaranya ialah pengamatan, ingatan, pemahaman, penerapan, analisis (pemeriksaan dan pemilihan secara teliti), dan sintesis (membuat panduan utuh). Sedangkan jenis prestasi yang dapat diukur dari ranah rasa atau afektif di antaranya ialah penerimaan, sambutan, apresiasi atau sikap menghargai, internalisasi atau pendalaman, karakterisasi atau penghayatan. Jenis prestasi dalam ranah karsa atau psikomotor di antaranya ialah keterampilan bergerak dan bertindak serta kecakapan ekspresi verbal dan nonverbal.

b. Definisi Operasional

Prestasi belajar dalam penelitian ini diperoleh dari daftar nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir mahasiswa dan diakses melalui AIS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Beasiswa Bidikmisi a. Definisi Konseptual

10

Beasiswa Bidikmisi adalah program bantuan biaya pendidikan yang diberikan Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2010 kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. c. Definisi Operasional

Beasiswa Bidikmisi dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran angket kuisioner kepada mahasiswa penerima Bidikmisi 2014 sebagai responden penelitian.

d. Kisi-kisi Instrumen

Tabel 3.4

Kisi-kisi Angket PenelitianBeasiswa Bidikmisi Variabel Penelitian Instrumen Penelitian Beasiswa Bidikmisi Nomor Soal Jumlah Beasiswa Bidikmisi

a. Proses penerimaan beasiswa Bidikmisi.

1,2,3,4,5 5

b. Pengalokasian anggaran yang disediakan untuk setiap mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi. 6,7,8,9,10 5 c. Mekanisme penyaluran dana Bidikmisi. 11,12,13,1 4,15 5

d. Penghentian bantuan dana Bidikmisi.

16,17,18,1 9,20

5

e. Pelanggaran dan sanksi bagi penerima Bidikmisi.

21,22,23,2 4,25

5

f. Kewajiban yang harus dijalankan di Ma’had UIN.

26,27,28,2 9,30

5

Sebelum disebarkan kepada responden, maka instrumen terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitasnya:

1) Validitas

Validitas atau kesahihan adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur(a valid measure if it succesfully measure the phenomenon).11Terkait dengan keabsahan data dalam penelitian kuantitatif, akan merujuk pada validitas butir instrumen dan validitas instrumen/skala. Pengertian valid dapat dilihat dari dua segi.12 Pertama, bila dalam menyusun suatu instrumen, penyusun berusaha memilih soal-soal yang secara logis diperkirakan dapat mengukur apa yang mau diukur, baik menurut pertimbangan sendiri maupun setelah berukar pikiran (berkonsultasi) dengan orang lain atau bahkan ahli-ahli di bidang pengetahuan yang bersangkutan, instrumen instrumen tersebut dinyatakan telah memiliki content validity. Artinya, isinya diperkirakan sesuai dengan apa-apa yang seharusnya diukur, atau

logical validity, yang berarti secara logis, butira-butirnya diperkirakan akan mengukur apa yang seharusnya diukur. Istilah lain yang berhubungan adalah face validity, yaitu kelihatan dari luar sudah valid.

Kedua, bila instrumen yang telah dipergunakan, validitasnya dapat diukur dengan memperbandingkan hasil-hasil pengukurannya dengan hasil pengukuran lainnya. Cara ini menghasilkan apa yang dinamakan empirical validity, yang artinya secara empiris dibandingkan dengan hasil pengukuran lainnya yang telah diketahui atau dianggap valid atau statistical validity (karen adalam proses perbandingan ini biasanya diperlukan perhitungan-perhitungan statistik).

Sebuah instrumen dinyatakan valid apabila instrumen itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Ada istilah baru yang mulai diperkenalkan adalah sahih sehingga validitas diganti menjadi kesahihan.

11

Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta:Kencana, 2013), h. 46.

12

Penggunaan istilah ini secara bergantian tidak menimbulkan masalah sebab semua orang memahaminya.

Suatu instrumen dinyatakan valid apabila instrumen itu “tepat”, tetapi istilah tepat belum dapat mencakup semua arti yang tersirat dalam kata “valid”, dan kata tepat kadang-kadang digunakan dalam konteks yang lain. Akan tetapi, tambahan kata tepat dalam menerangkan valid dapat memperjelas apa yang dimaksud. Sebagai contoh, untuk mengukur besarnya partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, bukan diukur melalui nilai yang diperoleh pada waktu ulangan, tetapi dilihat melalui: kehadiran, terpusatnya perhatian pada pelajaran, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru, dan sebagainya.

Perhitungan validitas dilakukan dengan menggunakan rumus

product moment sebagai berikut:

�� = (∑ ��)−(∑ �)(∑ �)

�[� (∑ �)²][� (∑ �²)−(∑ �)²]

Keterangan:

�� = koefisien korelasi

n = banyaknya subyek

x = jumlah nilai setiap butir soal y = jumlah nilai total

xy = jumlah hasil perkalian tiap-tiap skor asli dari x dan y13

Untuk mengetahui apakah kuisioner yang digunakan valid atau tidak, harus harus membandingkan antara nilai rhitung dan rtabe, dengan taraf signifikansi 5%. Apabila rhitung≤rtabel, maka instrumen dinyatakan tidak valid dan apabila rhitung>rtabel, maka instrumen dinyatakan valid.

13

Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), Cet. VII, h. 171.

Perhitungan validitas pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS for Windows ver. 20. Adapun tahapan-tahapannya adalah; (1) menginput data validitas ke lembar data editor SPSS, (2) kemudian klik

Analyze,Corellate, Bovariat, (3) blok semua label (Item X ke 1, dst), klik ikon panah, sehingga seluruhnya akan berpindah ke kotak Variabels, lalu klik OK.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, hasil validitas instrumen penelitian dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 3.5

Validitas Variabel Beasiswa Bidikmisi

NO. PERNYATAAN Thitung Ttabel KETERANGAN

1 P1 0,420 0,361 Valid 2 P2 -0,143 0,361 Tidak Valid 3 P3 -0,184 0,361 Tidak Valid 4 P4 0,704 0,361 Valid 5 P5 0,657 0,361 Valid 6 P6 0,591 0,361 Valid 7 P7 0,501 0,361 Valid 8 P8 0,705 0,361 Valid 9 P9 0,595 0,361 Valid 10 P10 -0,040 0,361 Tidak Valid 11 P11 0,790 0,361 Valid 12 P12 -0,204 0,361 Tidak Valid 13 P13 0,462 0,361 Valid 14 P14 0,692 0,361 Valid 15 P15 0,645 0,361 Valid 16 P16 0,052 0,361 Tidak Valid 17 P17 -0,172 0,361 Tidak Valid 18 P18 -0,243 0,361 Tidak Valid

19 P19 0,514 0,361 Valid 20 P20 -0,180 0,361 Tidak Valid 21 P21 0,460 0,361 Valid 22 P22 0,097 0,361 Tidak Valid 23 P23 0,095 0,361 Tidak Valid 24 P24 0,479 0,361 Valid 25 P25 0,675 0,361 Valid 26 P26 0,502 0,361 Valid 27 P27 -0,019 0,361 Tidak Valid 28 P28 0,586 0,361 Valid 29 P29 0,539 0,361 Valid 30 P30 0,423 0,361 Valid 2) Reliabilitas

Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukuran yang sama pula.14Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui keterpercayaan hasil tes. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen dengan tes pernyataan, rumus yang digunakan adalah rumus Alpha (alpha cronbach) sebagai berikut:

Perhitungan reliabilitas dalam penelitian ini, menggunakan bantuan program SPSS for Windows ver. 20. Adapun cara yang

14

dilakukan adalah; (1) buka lembar editor SPSS yang sudah tersedia datanya, (2) klik menu Analyze, Scale, Reliabilitas Analysis, blok semua label, kecuali total X, pindahkan ke kotak Items dengan mengklik tanda panah, lalu pada menu Model, pilih Alpha, lalu klik OK.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, hasil reliabilitas instrumen penelitian dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 3.6 Uji Reliabilitas

Dokumen terkait