2.6. Beban Gempa
2.6.1. Beban gempa berdasarkan SNI-1726-2012
Dalam perencanaan dan evaluasi struktur bangunan Gedung dan non Gedung serta berbagai bagian dan peralatan secara umum.Gempa rencana ditetapkan sebagai gempa dengan mungkin terlewati besarannya selama umur struktur bangunan 50 tahun adalah sebesar 2%.
2.6.1.1 Analisin gempa static ekivalen
Analisis statik ekivalen merupakan salah satu metode menganalisis struktur gedung terhadap pembebanan gempa dengan menggunakan beban gempa nominal statik ekivalen.pada struktur akibat pergerakan tanah dengan gaya-gaya statis yang ekivalen, dengan tujuan penyederhanaan dan kemudahan di dalam perhitungan. Metode ini disebut Metode Gaya Lateral Ekivalen (Equivalent Lateral Force Method).Pada metode ini diasumsikan bahwa gaya horizontal akibat gempa yang
11 bekerja pada suatu elemen struktur, besarnya ditentukan berdasarkan hasil perkalian antara suatu konstanta berat atau massa dari elemen struktur tersebut.
2.6.1.2. Pembatasan Waktu Getar Alama Fundamental pasal 7.8.2.1
Periode getar struktur merupakan properti yang sangat pentig untuk diketahui dalam proses perancangan struktur, khususnya dalam struktur bangunan tahan gempa.Periode getar struktur menentukan besarnya beban gempa yang akan diaplikasikan dalam perancangan struktur. Selain itu periode getar struktur disebut juga properti dinamik dari suatu struktur. Periode getar T adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh satu putaran lengkap dari suatu getaran ketika terganggu dari posisi keseimbangan statis dan kembali ke posisi aslinya. Periode getar sering disebut secara lengkap dengan periode getar alami struktur dimana istilah alami tersebut digunakan untuk menggambarkan setiap getaran untuk menekankan fakta bahwa hal tersebut merupakan properti alami dari struktur yang bergantung pada massa dan kekakuan yang bergetar secara bebas tanpa adanya gaya luar.
Perioda fundamental pendekatan (Ta) dalam detik, harus ditentukan dari persamaan berikut ini :
Dimana
hn = ketinggian struktur dalam m
Ct = dari table koefisien parameter periode pendekatan x = dari table koefisien parameter periode pendekatan
12 Tabel 2.4. Nilai parameter periode pendekatam Ct dan x
(Sumber : SNI-1726-2012)
Periode fundamental struktur tidak boleh melebihi hasil koefisien untuk batasan atas pada perioda yang dihitung (Cu).
T< Cu Ta
Tabel 2.5.Koefisien untuk batas atas pada periode yang dihitung
(Sumber : SNI-1726-2012) Perioda yang digunakan :
• Jika tidak memiliki perioda getar dari metoda ‘yang lebih akurat’, maka digunakan
T=Ta
• Jika memiliki periode getar dari metode ‘yang lebih akurat’ misalnya dari analisis computer (Tc), maka digunakan
- Jika Tc> Cu Ta , maka Tmax = Cu Ta
- Jika Tc< Tc< Tu Ca , maka Tmax = Tc
13 2.6.1.3 Kategori resiko Bangunan Gedung dan Non Gedung
14 2.6.1.4. Parameter Percepatan Terpetakan pasal 6.1.1
Parameter percepatan Ss (Percepatan batuan dasar pada periode pendek) dan
S1 (Percepatan batuan dasar pada periode 1 detik) harus ditetapkan masing-masing dari respon spectral percepatan 0.2 detik dan 1 detik dalam peta gerak tanah seismic dengan kemungkinan 2 persen terlampai dalam 50 tahun (MCER 2 persen dalam 50 tahun) dan dinyatakan dalam bilangan decimal terhadap percepatan gravitasi . bila S1 ≤ 0.04g dan Ss ≤ 0.15g, makan struktur bangunan boleh dimasukkan ke dalam kategori desain seismic A.
2.6.1.5 Kelas Situs pasal 6.1.2
Berdasarkan sifat-sifat tanah pada situs, maka situs harus diklasifikasi sebagai kelas situs SA,SB,SC,SC,SE, atau SF. Bila sifat-sifat tanah tidak terindentifikasi secara jelas sehingga tidak bisa ditentukan kelas situsnya, maka kelas situs SE dapat digunakan kecuali jika pemerintah/dinas yang berwenang memiliki data geoteknik yang dapat menentukan kelas situs SF.
2.6.1.6 Koefisien situs Fa dan Fv pasal 6.2
Untuk menentukan respon spectra percepatan gempa MCER dipermukaan tanah, diperlukan factor amplikasi sesismik pada perioda 0.2 detik dan 1 detik. Fakor amplikasi meliputi faktor amplikasi getaran terkait percepatan pada getaran perioda pendek (Fa) dan factor amplikasi terkait percepatan ang mewakili getaran perioda 1 detik (Fv).
Tabel 2.7. Koefisien Situs Fa SNI-1726-2012
15 Tabel 2.8. Koefisien Situs Fa SNI-1726-2012
(Sumber: SNI-1726-2012)
2.6.1.7. Parameter Percepatan Spektral Desain pasal 6.3
Parameter percepatan spektrak desain untuk periode pendek (SDS), dan perioda 1 detik (SD1) harus ditentukan melalui rumus sebagai berikut :
𝑆𝑑𝑠 =2
3𝑆𝑚𝑠
𝑆𝑑1 =2
3𝑆𝑚1 Dimana
SDS = parameter percepatan respon spectral pada perioda pendek SD1 = parameter percepatan respon spectral pada perioda 1 detik
SMS = parameter percepatan respon spectral MCE pada perioda pendek yan sudah disesuaikan terhadap pengaruh kelas situs
SM1 = parameter percepatan respon spectral MCE pada perioda 1 detik yang
sudah disesuaikan terhadap pengaruh kelas situs
2.6.1.8. Spektrum Respon Desain pasal 6.4
a. Untuk perioda yang lebih kecil dari To, spektrum respons percepatan desain (Sa) harus diambil dari persamaan :
16 b. Untuk perioda lebih besar dari atau sama dengan To dan lebih kecil dari atau sama dengan Ts ,spektrum respon percepatan desain Sa sama dengan Ss.
c. Untuk perioda lebih besar dari Ts, spektrum respons percepatan desain Sa, diambil berdasarkan persamaan :
Dimana :
17 2.6.1.9. Katageri desain pasal 6.5
Penentuan kategori desain seismik (KDS) sebagi berikut :
Tabel 2.9. Kategori Desain Seismik berdasarkan parameter respons percepatan pada periode pendek
(Sumber: SNI-1726-2012)
2.6.1.10. Simpangan Antar Lantai pasal 7.8.6
Penentuan simpangan lantai atau story drift desain harus dihitung sebagai selisih terbesar dari titik-titik diatas dan dibawah tingkat di sepanjang salah satu bagian tepi struktur.
Defleksi pusat massa ditingkat
ₓ
(δₓ) (mm) harus ditentukan sesuai dengan persamaan rumus sebagai berikut :Dimana :
Simpangan antar lantai (δ) berdasarkan pasal 7.12.1 tidak boleh melebihi simpangan antar lantai ijin (δa) seperti ditetapkan pada tabel berikut ini :
18 Tabel 2.10. Simpangan antar lantai ijin (δa)
*hsₓ adalah tinggi tingkat di bawah tingkat ₓ (Sumber: SNI-1726-2012)
2.6.1.11. Gaya Geser Dasar pasal 7.8.1
Gaya geser dasar (V) merupakan penganti/penyederhanaan dari getaran gempa bumi yang bekerja pada dasar bangunan dan selanjutnya digunakan sebagai gaya gempa rencana yang ditinjau dalam perencanaan dan evaluasi struktur bangunan Gedung, (Widodo,2011).Menurut Gaya geser dasar dalam arah yang ditetapkan harus ditentukan sesuai persamaan rumus sebagai berikut :
V = Cs.W.g Dimana
Cs = Koefisien respons seismik (pasal 7.8.1.1) W = Berat seismik efektif (pasal 7.7.2)
g = gravitasi
Koefisien respon seismik Cs, harus dihitung sesuai dengan rumus berikut ini :
Cs = 𝑆𝑑𝑠𝑅
𝐼𝑒
Dimana
Sds = parameter percepatan spektrum respon desain dalam rentang perioda pendek
19
Ie = Faktor keutamaan gempa
Nilai Cs yang dihitung ,
Cs = 𝑆𝑑𝑠𝑅
𝐼𝑒
< Cs = 𝑆𝑑𝑠 𝑇(𝑅
𝐼𝑒) Cs harus tidak kurang dari Cs = 0.044Sds.Ie ≥ 0.01
Untuk struktur yang berlokasi dimana SI sama dengan atau lebih besar dari 0.6g,
Maka Cs > Cs = 0.5 𝑆𝐼𝑅
𝐼𝑒
2.6.1.12. Pengaruh P-Delta pasal 7.8.7
Pengaruh P-Delta pada geser dan momen tingkat, gaya dan momen elemen sruktur yang dihasilkan dan simpangan antar lantai tingkat yang timbul oleh pengaruh ini tidak disyaratkan untuk diperhitungkan bila koefisien stabilitas (θ) ditentukan oleh persamaan rumus sebagai berikut :
𝜃 = 𝑃ₓ∆𝐼ₑ
𝑉ₓℎ𝑠𝑥𝐶𝑑 Dimana
Pₓ = beban desain vertical total pada dan diatas dingkat x (kN) ∆ = simpangan antar tingkat lantai
Iₑ = factor keutamaan gempa
Vₓ = gaya geser seismic yang bekerja antara tingkat x hsx = tinggi tingkat dibawah tingkat x (mm)
Cd = factor pembesaran defleksi
Koefisien stabilitas (θ) harus lebih kecil dari θmax ,
𝜃𝑚𝑎𝑥 = 0.5
𝛽𝐶𝑑 ≤ 0.25
20 β = rasio kebutuhan geser terhadap kapasitas geser untuk tingkat antara tingkat x
dan x-1
2.6.1.13. Eksentrisitas dan Torsi pasal 7.8.4.2 a. Torsi Tak terduga
Berdasarkan Pasal 7.8.4.2 , Nilai torsi tidak terduga arah x dan y , dicek saat struktur diberi torsi tidak terduga sebesar 5% dimensi struktur tegak lurus terhadap arah gaya yang ditetapkan.
b. Pembesaran Momen Torsi Tak Terduga
Struktur yang dirancang untuk kategori desain seismik C,D,E, dan F dimana tipe 1a atau 1b ketidakberatiran torsi harus mempunyai pengaruh yang diperhitungkan dengan mengalikan Mta di masing-masing tingkat dengan faktor pembesaran torsi (Ax), dengan rumus berikut ini ;
𝐴ₓ = ( 𝛿𝑚𝑎𝑥
1.2𝛿𝑎𝑣𝑔)² Dimana
δmax = perpindahan maksimum di tingkat x (mm) yang dihitung dengan mengasumsikan Ax=1
δavg = rata-rata perpindahan di titik-titik terjauh struktur di tingkat x yang dihitung dengan mengasumsikan Ax=1
factor pembesaran torsi (Ax) tidak boleh melebihi 3.0 .Pembebanan yang lebih parah untuk masing-masing elemen harus didesain ulang.
21 2.6.1.14. Ketidakberaturan Horizontal dan Ketidakberaturan Vertikal pasal 7.3.2
Struktur Gedung yang mempunyai satu atau lebih tipe ketidakberaturan harus dianggap mempunyai ketidakberaturan struktur Horizontal dan
Ketidakberaturan Vertikal.
Tabel 2.11. Ketidakberaturan Horizontal
22 Tabel 2.12. Ketidakberaturan Vertikal
(Sumber, SNI-1726-2012)
2.6.1.15. Analisis Spektrum Respons Ragam pasal 7.9
Analisi harus dilakukan untuk menentukan ragam getar alami struktur .Analisis harus menyertakan jumlah ragam yang cukup untuk mendapatkan partisipasi massa ragam terkombinasi sebesar paling sedikit 90 persen dari massa actual dalam masing-masing arah horizontal orthogonal.
Nilai untuk masing-masing parameter desain terkait gaya yang ditinjau ,termasuk simpangan antar lantai , gaya dukung , dan gaya elemen struktur individu untuk masing ragam respons harus dihitung menggunakan properti masing-masing ragam dan spektrum respon dibagi dengan kuantitas (R/Iₑ).Nilai untuk perpindahan dan kuantitas simpangan antar lantai harus dikalikan (Cd/Iₑ).
23 2.6.1.16. 2.6.2.15. Kombinasi Pembebanan dan Pengaruh Beban Gempa
Elemen-elemen struktur didesain sedemikian hingga kuat rencanana sama atau melebihi pengaruh beban-beban factor.
1. 1.4D 2. 1,2D+1.6L+0.5(Lr atau R) 3. 1.2D+1.6 (Lr atau R) + (L atau 0.5W) 4. 1.2D+1.0W + L+0.5 (Lr atau R) 5. 1.2D+1.0E+L 6. 0.9D+1.0W 7. 0.9D+1.0E
Pengaruh Beban Gempa E, ditentukan dengan rumus sebagai berikut : - Untuk konbinasi beban 5
E = Eh + Ev
- Untuk konbinasi beban 7 E = Eh – Ev
Dengan Eh dan Ev ditentukan dengan rumus berikut ini : - Eh = ρԚE - Ev = 0.2SdsD Dimana U = kuat perlu D = beban mati L = beban hidup
Lr = beban hidup atap
R = beban hujan
W = beban angina
E = beban gempa
Eh = pengaruh beban gempa horizontal Ev = pengaruh beban gempa vertical
ρ = factor redudansi