TINJAUAN PUSTAKA
A. Belajar dan Pembelajaran
Tinjauan filosofis, psikologi kognitif, psikologi sosial, dan teori sains sepakat menyatakan bahwa belajar suatu proses perubahan (Dole & Sinatra, 1998). Siswa sendiri yang melakukan perubahan tentang pengetahuan. Peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator, mediator, dan pembimbing. Jadi, guru hanya dapat membantu proses perubahan pengetahuan siswa melalui peranannya scaffolding dan guiding.Dengan demikian, siswa dapat mencapai tingkatan pemahaman yang lebih sempurna dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Dengan perkataan lain, guru menyiapkan tangga yang efektif, tetapi siswa sendiri yang memanjat melalui tangga tersebut untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam.
Untuk melengkapi pengertian mengenai makna belajar perlu kiranya di kemukakan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan belajar. Dalam hal ini ada beberapa prinsip yang penting untuk di ketahui :
a. Belajar menurut hakikatnya menyangkut potensi manusiawi dan kelakuannya.
b. Belajar memerlukan proses dan penahapan serta kematangan diri para siswa.
c. Belajar lebih mantap dan efektif, bila di dorong dengan motivasi, terutama motivasi dari dalam/dasar kebutuhan/kesadaran atau interinsik motivation,
lain halnya belajar dengan rasa takut atau di barengi dengan rasa tertekan dan menderita.
d. Kemampuan belajar seseorang siswa harus di perhitungkan dalam rangka menentukan isi pelajaran.
e. Kemampuan belajar seorang siswa harus di perhitungkan dalam rangka menentukan isi pelajaran.
f. Belajar dapat melakukan tiga cara yaitu : 1) Diajar seorang langsung
2) kontrol,kontak,penghayatan,pengalaman langsung (seperti anak belajar bicara,sopan santun,dan lain-lain)
3) Pengenalan dan/atau peniruan
g. Belajar melalui praktik atau mengalami secara langsung akan lebih efektif mampu membina sikap,keterampilan, cara berfikir kritis dan lain-lain, bila dibandingkan dengan belajar hafalan saja.
h. Perkembangan pengalaman anak didik akan banyak memengaruhi kemampuan belajar yang bersangkutan.
i. Bahan pelajaran yang bermakna/berarti, lebih mudah dan menarik untuk di pelajari, daripada bahan yang kurang bermakna.
j. Informasi tentang kelakuan baik, pengetahuan,kesalahan serta keberhasilan siswa, banyak membantu kelancaran dan gairah belajar.
k. Belajar sedapat mungkin di ubah kedalam bentuk aneka ragam tugas, sehingga anak-anak melakukan dialog dalam dirinya atau mengalami sendiri.
B. Motivasi
Para ahli berpendapat bahwa motivasi adalah perilaku manusia berasal dari kekuatan mental umum, insting, dorongan, kebutuhan, proses kognitif, dan interaksi. Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah (1) Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir (2) menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebayanya; sebagai ilustrasi, jika terbukti usaha belajar siswa belum memadai, maka ia akan setekun temannyayang belajar dan berhasil (3) Mengarahkan kegiatan belajar, sebagai Ilustrasi, setelah ia ketahui bahwa dirinya belum belajar secara serius, terbukti banyak bersendau gurau misalnya, maka ia akan mengubah perilaku belajarnya (4) Membesarkan semangat belajar,sebagai ilustrasi, jika ia sudah menghabiskan dana belajar dan masih ada adik yang di biayai orang tua, maka ia berusaha cepat lulus (5) Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja. Kelima hal tersebut menunjukan betapa pentingnya motivasi tersebut disadari oleh pelakunya sendiri.Dalam hal ini maka tugas belajarakan terselesaikan dengan baik (Sardiman A.M, 2011).
Pengetahuan dan pemahaman motivasi belajar pada siswa bermanfaat bagi guru, maka kuat lemahnya motivasi belajar seseorang dapat mempengaruhi
keberhasilan belajar.Karena itu, motivasi belajar perlu di tingkatkan, baik berasal dari dalam diri (motivasi intrinsik) maupun dari luar (motivasi ekstrinsik).
Motivation is an essential condition of learning. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang di berikan maka akan semakin berhasil pula pembelajaran itu. Motivasi menentukan intensitas belajar bagi para siswa. Dengan demikian motivasi mempengaruhi adanya kegiatan dan fungsi motivasi adalah mendorong siswa untuk berbuat, untuk mencapai tujuan dan menyeleksi perbuatan mana yang akan di kerjakan.
Dengan demikian motivasi atau motiv – motiv yang akan aktif itu sangat bervariasi :
1. Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya. a. Motif – motif bawaan
Yang dimaksud dengan motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir, jadi motivasi itu ada tanpa di pelajari sebagai contoh misalnya : dorongan untuk makan dorongan untuk minum, dorongan untuk bekerja, untuk beristirahat, dorongan seksual. Motif – motif ini seringkali disebut motif – motif yang diisyaratkan secara biologis. Relevan dengan ini, maka Arden N. Frandsen memberi istilah jenis motif Physiological drives. b. Motif – motif yang di pelajari
Maksud dari motif – motif yang di pelajari, sebagai contoh : dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan, dorongan untuk mengajar sesuatu di dalam masyarakat. Motif – motif yang diisyaratkan secara
sosial. Sebab manusia hidup dalam lingkungan sosial dengan sesama manusia yang lain, sehingga motivasi itu terbentuk. Frndsen mengistilahkan dengan affiliative needs. Sebab justru dengan kemampuan berhubungan, kerja sama didalam masyarakat tercapailah suatu kepuasan diri. Sehingga manusia perlu mengembangkan sifat – sifat ramah, koopratif, membina hubungan baik dengan sesama apalagi dengan orang tua dan guru.Dalam kegiatan belajar mengajar hal ini dapat membantu dalam usaha mencapai prestasi.
2. Motivasi Jasmaniah dan Rohaniah
Yang termasuk motivasi jasmani seperti misalnya : refleks, insting otomatis, nafsu, sedangkan yang termasuk motivasi rohaniah adalah kemauan.Soal kemauan itu pada setiap diri manusia terbentuk melalui empat momen.
a. Momen timbulnya alasan
Sebagai contoh seorang pemuda yang sedang giat berlatih olah raga untuk menghadapi suatu porseni disekolahnya, tetapi tiba – tiba disuruh ibunya untuk mengantarkan tamu membeli tiket karena tamu itu mau kembali ke Jakarta. Si pemuda itu kemudian mengantarkan tamu tersebut.Dalam hal ini si pemuda tadi timbul alasan baru untuk melakukan sesuatu kegiatan (kegiatan mengantar).Alasan baru itu bisa karena untuk menghormati tamu atau mungkin keinginan untuk tidak mengecewakan ibunya.
b. Momen pilih
Momen pilih, maksudnya dalam keadaan pada waktu adalah alternatif– alternatif yang mengakibatkan persaingan di antara alternative atau alasan–alasan itu. Kemudian seseorang menimbang–nimbang dari berbagai alternatif untuk kemudian menentukan pilihan alternatif yang akan dikerjakan.
c. Momen putusan
Dalam persaingan antara berbagai alasan, sudah barang tentu akan dipilihnya satu alternatif. Satu alternatif yang dipilih inilah yang menjadi keputusan untuk dikerjakan.
d. Momen terbentuknya kemauan
Kalau seseorang sudah menetapkan satu keputusan untuk dikerjakan, timbullah dorongan pada diri seseorang untuk bertindak, melaksanakan keputusan itu.
3. Motivasi interinsik dan eksterinsik a. Motivasi interinsik
Adalah motif – motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.tg
b. Motivasi eksterinsik
Adalah motif – motif yang aktif dan berfungsinya karena ada dorongan dari luar.
Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi
Dalam buku belajar dan pembelajaran, Ali Imron (1996) mengemukakan enam unsur atau faktor yang mempengaruhi motivasi dalam proses pembelajaran. Keenam faktor tersebut menurut Siregar (2010) adalah sebagai berikut:
a. Cita-cita/aspirasi pembelajar
Hal ini dapat diamati dari banyaknya kenyataan, bahwa motivasi seorang pembelajar menjadi begitu tinggi ketika ia sebelumnya sudah memiliki cita-cita. Implikasinya dapat terlihat dalam proses pembelajaran misalnya seseorang yang memiliki cita-cita menjadi seorang dokter, maka akan terlihat motivasi yang begitu kuat untuk sungguh-sungguh belajar, bahkan untuk menguasai lebih sempurna mata pelajaran yang berhubungan dengan kepentingan menjadi dokter.
b. Kemampuan pembelajar
Manusia mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Karena itu, seseorang yang memiliki kemampuan di bidang tertentu, sehingga ia akan termotivasi dengan kuat untuk terus menguasai dan mengembangkan kemampuannya di bidang tersebut. Misalnya, ia lebih mampu di bidang ekonomi maka motivasi untuk menguasai bidang ekonomi akan lebih besar.
c. Kondisi pembelajar
Hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik dan psikis siswa. Kondisi fisik, hubungannya dengan motivasi dapat dilihat dari keadaan fisik seseorang.
Jika kondisi fisik sedang kelelahan, maka akan cenderung memiliki motivasi yang rendah untuk belajar atau melakukan berbagai aktivitas. Sementara, jika kondisi fisik sehat dan segar bugar maka akan cenderung memiliki motivasi yang tinggi. Pada kondisi psikis jika seseorang sedang stress maka motivasi juga akan menurun tetapi sebaliknya jika kondisi psikologis seseorang dalam keadaan bagus, gembira, atau menyenangkan maka kecendrungan motivasinya akan tinggi.
d. Kondisi lingkungan pembelajar
Lingkungan fisik yang tidak nyaman untuk belajar akan berdampak pada menurunnya motivasi belajar. Selain itu, lingkungan keluarganya, atau teman sekelasnya. Lingkungan sosial yang tidak menunjukkan kebiasaan belajar dan mendukung kegiatan belajar akan berpengaruh terhadap rendahnya motivasi belajar, tetapi jika sebaliknya, maka akan berdampak pada meningkatnya motivasi belajar.
e. Unsur-unsur dinamis belajar/pembelajaran
Hal ini dapat diamati pada sejauh mana upaya motivasi tersebut dilakukan, bagaimana juga dengan bahan pelajaran, alat bantu belajar, suasana belajar, dan sebagainya yang dapat mendinamisasi proses pembelajaran. Makin dinamis suasana belajar, maka cenderung akan semakin memberi motivasi yang kuat dalam proses pembelajaran.
f. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar
Menurut Djamarah, (2010) dalam usaha untuk membangkitkan gairah belajar anak didik, ada enam hal yang dapat dikerjakan oleh guru, yaitu: a. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar.
b. Menjelaskan secara konkret kepada anak didik apa yang dapat dilakukan pada akhir pelajaran.
c. Memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai anak didik sehinga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih baik dikemudian hari.
d. Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
e. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.
f. Menggunakan metode yang bervariasi.
Motivasi yang bekerja dalam diri individu mempunyai kekuatan yang berbeda – beda. Ada motif yang begitu kuat sehingga menguasai motif – motif lainnya.Motif yang paling kuat adalah motif yang menjadi sebab uatama tingakh laku individu pada saat tertentu. Motif yang lemah hamper tidak mempunyai pengaruh pada tingkah laku individu. Motif yang kuat pada suatu saat akan menjadi sangat lemah karena ada motif lain yang lebih kuat pada saat itu. Menurut Martin Handoko
(1992: 59), untuk mengetahui kekuatan motivasi belajar siswa, dapat dilihat dari beberapa indicator sebagai berikut :
1)Kuatnya kemauan untuk berbuat
2) Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar
3) Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas yang lain 4) Ketekunan dalam mengerjakan tugas.
Sedangkan menurut Sardiman (2001: 81) indikator motivasi belajar adalah sebagai berikut :
1) Tekun menghadapi tugas.
2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)
3) Menunjukkan minat terhadap bermacam – macam masalah orang dewasa. 4) Lebih senang bekerja mandiri.
5) Cepat bosan pada tugas – tugas rutin 6) Dapat mempertahankan pendapatnya.
Apabila seseorang memiliki ciri – ciri diatas berarti seseorang itu memiliki motivasi yang tinggi. Ciri – ciri motivasi seperti itu akan sangat penting dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar akan berhasil baik kalau siswa tekun mngerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan secara mandiri, siswa yang belajar dengan baik tidak akan terjebak pada sesuatu yang rutinitas.
Indikator – indikator perilaku motivasi belajar yang akan diungkap adalah : 1) Kuatnya kemauan untuk berbuat
2) Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar
3) Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas yang lain 4) Ketekunan dalam mengerjakan tugas
5) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)
6) Menunjukkan minat terhadap bermacam – macam masalah orang dewasa. 7) Lebih senang bekerja mandiri
8) Dapat mempertahankan pendapatnya