• Tidak ada hasil yang ditemukan

B.2.1. Belanja Transaksi Kas – Rupiah Murni

B.2.1.3. Belanja Modal

Realisasi Belanja Modal Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp7.747.663.378,00 dan Rp8.644.036.757,00. Secara keseluruhan realisasi Belanja Modal Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2015 terjadi penurunan sebesar 10,37 persen dibandingkan 31 Desember 2014. Kode

Akun Nama Akun Realisasi 2015 Realisasi 2014

% Naik (Turun) 521114 Belanja Pengiriman Surat Dinas

Pos Pusat

117.163.067,00

Rp Rp 108.441.654,00 8,04 521119 Belanja Barang Operasional

Lainnya

765.886.564,00

Rp Rp 716.874.313,00 6,84 521211 Belanja Bahan Rp 3.578.360.936,00 Rp 2.076.578.344,00 72,32 521213 Belanja Honor Output Kegiatan Rp 97.050.000,00 Rp 104.750.000,00 (7,35) 521219 Belanja Barang Non Operasional

Lainnya

3.103.077.281,00

Rp Rp 1.636.018.980,00 89,67 521811 Belanja Barang Persediaan

Barang Konsumsi

1.790.849.275,00

Rp Rp - -521813 Belanja Barang Persediaan Pita

Cukai Meterai dan Leges

6.492.000,00

Rp Rp - -522111 Belanja Langganan Listrik Rp 2.795.062.129,00 Rp 2.681.539.743,00 4,23 522112 Belanja Langganan Telepon Rp 113.815.881,00 Rp 102.215.698,00 11,35 522113 Belanja Langganan Air Rp 51.840.320,00 Rp 63.897.840,00 (18,87) 522119 Belanja Langganan Daya dan

Jasa Lainnya

901.554.304,00

Rp Rp 887.442.873,00 1,59 522131 Belanja Jasa Konsultan Rp 883.811.909,00 Rp 564.465.500,00 56,58 522141 Belanja Sewa Rp 786.748.617,00 Rp 405.932.000,00 93,81 522151 Belanja Jasa Profesi Rp 1.265.445.000,00 Rp 715.950.000,00 76,75 522191 Belanja Jasa Lainnya Rp - Rp 17.208.923,00 (100,00) 523111 Belanja Pemeliharaan Gedung

dan Bangunan

786.995.130,00

Rp Rp 730.266.625,00 7,77 523112 Belanja Barang Persediaan

Pemeliharaan Gedung dan Bangunan

1.932.000,00

Rp Rp -

-523121 Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin

871.724.050,00

Rp Rp 936.695.576,00 (6,94) 523122 Belanja Bahan Bakar Minyak dan

Pelumas (BMP) dan Pelumas Khusus Non Pertamina

188.000.000,00

Rp Rp -

-523123 Belanja Barang Persediaan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin

5.254.500,00

Rp Rp -

-523129 Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya

1.108.223.815,00

Rp Rp 1.139.065.297,00 (2,71) 524111 Belanja Perjalanan Biasa Rp 5.408.866.979,00 Rp 3.933.921.589,00 37,49 524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam

Kota

456.870.000,00

Rp Rp 259.602.000,00 75,99 524114 Belanja Perjalanan Dinas Paket

Meeting Dalam Kota

1.464.620.000,00

Rp Rp 1.609.684.926,00 (9,01) 524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket

Meeting Luar Kota

2.951.046.321,00

Rp Rp 3.589.379.100,00 (17,78) 524219 Belanja Perjalanan Lainnya - Luar

Negeri

1.218.399.391,00

Rp Rp 1.061.186.272,00 14,81 31.539.633.197,00

Rp Rp 25.466.127.963,00 Rp 23,85

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan 30

-Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Modal (Neto) Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2015 disajikan pada Tabel 17.

Tabel 17

Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Modal (Neto) Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2015

Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Belanja PPATK Menurut Jenis Satuan Kerja Untuk Bulan Yang Berakhir 31 Desember 2015

Perbandingan Realisasi Belanja Modal (Neto) Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 disajikan pada Tabel 18.

Tabel 18

Perbandingan Realisasi Belanja Modal (Neto) Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014

Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Belanja PPATK Menurut Jenis Satuan Kerja Untuk Bulan Yang Berakhir 31 Desember 2015 dan 2014

Kode 

Akun Nama Akun Pagu Anggaran Realisasi (Neto)

532111 Belanja Modal Peralatan dan 

Mesin

6.457.708.000,00

Rp Rp 5.696.980.586,00

533111 Belanja Modal Gedung dan 

Bangunan

1.616.812.000,00

Rp Rp 189.743.600,00

533121 Belanja Penambahan Nilai 

Gedung dan Bangunan

435.871.000,00

Rp Rp 333.082.265,00

536111 Belanja Modal Lainnya Rp 1.797.202.000,00 Rp 1.527.856.927,00

10.307.593.000,00

Rp Rp 7.747.663.378,00

Total Belanja Modal

Kode

Akun Nama Akun Realisasi 2015 Realisasi 2014

% Naik (Turun) 532111 Belanja Modal Peralatan dan

Mesin

5.696.980.586,00

Rp Rp 6.231.006.353,00 (8,57)

533111 Belanja Modal Gedung dan Bangunan

189.743.600,00

Rp Rp 97.289.500,00 95,03 533121 Belanja Penambahan Nilai

Gedung dan Bangunan

333.082.265,00

Rp Rp 368.188.040,00 (9,53) 536111 Belanja Modal Lainnya Rp 1.527.856.927,00 Rp 1.947.552.864,00 (21,55)

7.747.663.378,00

Rp Rp 8.644.036.757,00 Rp (10,37)

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 31 -

C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA

ASET

Aset Lancar

Rp1.813.716.305,00

C.1. Aset Lancar

Nilai Aset Lancar per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp1.813.716.305,00 dan Rp1.155.686.649,00.

Aset lancar merupakan aset yang diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.

Rincian Aset Lancar pada PPATK per 31 Desember 2015 dan 2014 tersaji pada Tabel 19.

Tabel 19 Rincian Aset Lancar Per 31 Desember 2015 dan 2014

Sumber: Neraca PPATK per 31 Desember 2015 dan 2014

Kas di Bendahara Pengeluaran Rp0,00

C.1.1. Kas di Bendahara Pengeluaran

Tidak terdapat Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2015 dan 2014 karena kas yang dikuasai, dikelola, dan di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari UP/TUP dan LS ke Bendahara Pengeluaran (sisa uang tersebut) seluruhnya sudah dipertanggungjawabkan dan telah disetorkan kembali ke Kas Negara per tanggal neraca.

Kas Lainnya dan Setara Kas Rp0,00

C.1.2 Kas Lainnya dan Setara Kas

Kas Lainnya dan Setara Kas mencakup Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran yang merupakan kas berada di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang bukan berasal dari UP/TUP/LS BP, baik saldo rekening di bank maupun uang tunai yang belum disetorkan ke Kas negara.

Tidak terdapat Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per 31 Desember 2015 dan 2014.

No. Aset Lancar 31 Desember 2015 31 Desember 2014

1 Kas di Bendahara Pengeluaran Rp - Rp - 2 Kas dan Setara Kas Lainnya Rp - Rp -

3 Belanja Dibayar Dimuka (prepaid) Rp 550.903.953,00 Rp -

4 Piutang Bukan Pajak Rp 97.222.000,00 Rp 138.213.790,00

5 Penyisihan Piutang Tidak Tertagih -

Piutang Bukan Pajak Rp (486.110,00) Rp (691.069,00)

6 Persediaan Rp 1.166.076.462,00 Rp 1.018.163.928,00

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 32 -

Belanja Dibayar Dimuka (prepaid)

Rp550.903.953,00

C.1.3 Belanja Dibayar Dimuka (Prepaid)

Belanja Dibayar di Muka (Prepaid) per tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing adalah sebesar Rp550.903.953,00 dan Rp0,00. Belanja Dibayar di Muka (Prepaid) merupakan hak yang masih harus diterima setelah tanggal neraca sebagai akibat dari barang/jasa telah dibayarkan secara penuh namun barang atau jasa belum diterima seluruhnya. Belanja Dibayar di Muka (Prepaid) per tanggal 31 Desember 2015 berupa biaya perpanjangan lisensi software yang sudah dibayar secara penuh di tahun 2015, namun jangka waktu lisensinya melewati 31 Desember 2015.

Piutang Bukan Pajak Rp97.222.000,00

C.1.4 Piutang Bukan Pajak

Piutang Bukan Pajak adalah semua hak atau klaim kepada pihak lain atas uang, barang atau jasa yang dapat dijadikan kas dan belum diselesaikan pada akhir tahun anggaran.

Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp97.222.000,00 dan Rp138.213.790,00.

Rincian Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2015 tersaji pada Tabel 20.

Tabel 20

Rincian Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2015

Saldo per 31 Desember 2014 Rp 138.213.790,00

Mutasi tambah Tahun 2015:

Piutang Bukan Pajak Rp 97.222.000,00

Mutasi Kurang Tahun 2015:

- Pelunasan Piutang Jangka Pendek Lainnya Rp 138.213.790,00

Saldo per 31 Desember 2015 Rp 97.222.000,00

Sumber: Buku Besar PPATK per 31 Desember 2015

Penambahan Piutang Pajak terdiri dari:

1. Pendapatan atas denda/penalti yang dibayarkan oleh 1 (satu) orang PNS PPATK yang mengundurkan diri dalam masa ikatan dinas sebesar Rp90.000.000,00.

2. Pengembalian belanja perjalanan dinas luar negeri yang dilakukan pada Desember 2015, namun uang pengembalian belanja baru diterima di Bendahara Pengeluaran pada Februari 2016, dan langsung disetor ke kas negara sebesar Rp4.357.000,00.

3. Pengembalian Belanja perjalanan dinas dalam kota yang dilakukan pada Desember 2015, namun uang pengembalian belanja baru diterima di Bendahara Pengeluaran pada Januari 2016, dan langsung disetor ke kas negara sebesar Rp2.865.000,00.

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 33 -

Penyisihan Piutang Tak Tertagih – Piutang Bukan Pajak Rp486.110,00

C.1.5 Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang PNBP

Nilai Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka Pendek per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp486.110,00 dan Rp691.069,00 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan piutang jangka pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.

Persediaan Rp1.166.076.462,00

C.1.6. Persediaan

Nilai Persediaan per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing adalah sebesar Rp1.166.076.462,00 dan Rp1.018.163.928,00.

Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional, untuk dijual, atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik.

Rincian Persediaan per 31 Desember 2015 dan 2014 tersaji pada Tabel 21. Tabel 21

Rincian Persediaan 31 Desember 2015

No. Uraian 31 Desember 2015 31 Desember 2014

1 Barang Konsumsi Rp 865.508.311,00 Rp 749.638.197,00

2 Bahan Untuk Pemeliharaan Rp 67.113.156,00 Rp 66.475.938,00

3

Barang untuk Dijual/Diserahkan

Kepada Masyarakat Rp 7.480.000,00 Rp 20.900.000,00

4 Bahan Baku Rp 48.474.560,00 Rp 9.229.560,00

5 Suku Cadang Rp 109.634.142,00 Rp 89.388.134,00

6 Persediaan Lainnya Rp 67.866.293,00 Rp 82.532.099,00

Jumlah Rp 1.166.076.462,00 Rp 1.018.163.928,00

Sumber: Neraca Percobaan PPATK per 31 Desember 2015 dan 2014

Aset Tetap

Rp162.796.853.777,00

C.2 Aset Tetap

Saldo aset Tetap per 31 Desember 2015 dan 2014 sebesar Rp162.796.853.777,00 dan Rp165.209.621.944,00 yang merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas. Nilai Buku Aset Tetap per 31 Desember 2015 terjadi penurunan jika dibandingkan dengan Nilai Buku Aset Tetap per 31 Desember 2014, hal ini disebabkan karena terdapat penambahan akumulasi penyusutan aset tetap selama tahun 2015.

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 34 -

Tabel 22 Rincian Aset Tetap Per 31 Desember 2015 dan 2014

Sumber: Neraca PPATK per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014

Tanah

Rp80.978.000.000

C.2.1 Tanah

Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki PPATK per 31 Desember 2015 sama dengan 2014 yaitu sebesar Rp80.978.000.000,00.

Aset berupa tanah, terdiri dari:

1. Tanah seluas 4.500 m2 berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 35, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat senilai Rp66.600.000.000,00. Tanah tersebut merupakan pengalihan status penggunaan dari Kementerian Keuangan kepada PPATK pada Tahun 2007.

2. Tanah seluas 5.648 m2 berlokasi di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat senilai Rp1.281.000.000,00. Tanah tersebut merupakan pengalihan status penggunaan dari Kementerian Keuangan kepada PPATK pada Tahun 2010.

3. Tanah seluas 9.510 m2 berlokasi di Jalan Raya Tapos - Cimpaeun, Kecamatan Cimanggis, Kabupaten Bogor, Jawa Barat senilai Rp13.097.000.000,00. Tanah tersebut merupakan pengalihan status penggunaan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 197/KM.6/2014 tanggal 7 Juli 2014 tentang Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara Eks Kelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) pada PPATK dan Surat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Nomor S-1705/KN/2014 tanggal 19 November 2014 Perihal Roya Hak Tanggungan SHM No. 87/Cimpaeun.

Peralatan dan Mesin Rp68.892.246.708,00

C.2.2 Peralatan dan Mesin

Peralatan dan Mesin adalah aset yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas dengan nilai kapitalisasi minimal Rp300.000,00/unit.

Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin per 31 Desember 2015 dan 2014 adalah

Rp68.892.246.708,00 dan Rp65.004.604.281,00.

No Jenis 31 Desember 2015 31 Desember 2014

1 Tanah Rp 80.978.000.000,00 Rp 80.978.000.000,00

2 Peralatan dan Mesin Rp 68.892.246.708,00 Rp 65.004.604.281,00 3 Gedung dan Bangunan Rp 78.498.080.257,00 Rp 78.199.654.457,00 4 Jalan, irigasi dan Jaringan Rp 542.646.198,00 Rp 542.646.198,00 5 Aset Tetap Lainnya Rp 252.915.847,00 Rp 246.874.097,00

229.163.889.010,00 Rp Rp 224.971.779.033,00 (66.367.035.233,00) Rp Rp (59.762.157.089,00) 162.796.853.777,00 Rp Rp 165.209.621.944,00 Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aset Tetap

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 35 -

Kenaikan nilai peralatan dan mesin tersebut dapat dijelaskan pada Tabel 23.

Tabel 23

Mutasi Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2015

Saldo per 31 Desember 2014 Rp 65.004.604.281,00

Mutasi tambah tahun 2015:

 Pembelian yang berasal dari Belanja Modal Rp 5.696.980.586,00

 Kapitalisasi Belanja Barang ke Belanja Modal Rp -

Total Mutasi Tambah Rp 5.696.980.586,00

Mutasi kurang tahun 2015:

 Penghentian aset dari penggunaan Rp (1.809.338.159,00)

 Perekaman kembali akibat Migrasi BMN Rp -

 Penghapusan Rp -

Total Mutasi Kurang Rp (1.809.338.159,00)

Saldo per 31 Desember 2015 Rp 68.892.246.708,00

Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2015 Rp (54.957.044.032,00)

Nilai Buku per 31 Desember 2015 Rp 13.935.202.676,00

Sumber: Buku Besar PPATK periode 1 Januari s.d. 31 Desember 2015

Transaksi mutasi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin sebagai berikut:

a. Transaksi Penambahan

Transaksi penambahan berjumlah sebesar Rp5.696.980.586,00, seluruhnya berasal dari Belanja Modal yang sudah terealisasi dijelaskan pada Tabel 24.

Tabel 24

Transaksi Penambahan Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2015

Sumber: Laporan Barang Pengguna Tahunan (Gabungan Intrakompabel dan Ekstrakomtabel)

b. Transaksi pengurangan

Transaksi pengurangan terjadi karena terdapat Peralatan dan Mesin yang dihentikan dari penggunaan sebesar Rp1.809.338.159,00.

No Jenis Peralatan dan Mesin Jumlah

(Unit)

Nilai Total

1 Alat Bantu 4 Rp 64.817.000,00 2 Alat Angkutan Darat Bermotor 1 Rp 16.364.500,00 3 Alat bengkel Tak Bermesin 5 Rp 4.631.000,00 4 Alat Kantor 42 Rp 192.400.560,00 5 Alat Rumah Tangga 98 Rp 214.817.994,00 6 Peralatan Pemancar 1 Rp 335.907.000,00 7 Alat Laboratorium 1 Rp 1.430.000,00 8 Komputer 128 Rp 1.699.042.180,00 9 Peralatan Komputer 27 Rp 3.167.570.352,00

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 36 -

c. Akumulasi Penyusutan

Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar minus Rp54.957.044.032,00.

Gedung dan Bangunan Rp78.498.080.257,00

C.2.3 Gedung dan Bangunan

Nilai Gedung dan Bangunan per 31 Desember 2015 dan 2014 adalah Rp78.498.080.257,00 dan Rp78.199.654.457,00.

Akumulasi penyusutan sebesar Rp11.197.512.531,00.

Mutasi Gedung dan Bangunan per tanggal pelaporan dijelaskan pada Tabel 25. Tabel 25

Rincian Mutasi Nilai Gedung dan Bangunan Per 31 Desember 2015

Saldo per 31 Desember 2014 Rp 78.199.654.457,00

Mutasi tambah tahun 2015:

 Pembelian yang berasal dari Belanja Modal Rp 522.825.865,00

 Reklasifikasi Rp -

Total Mutasi Tambah Rp 522.825.865,00

Mutasi kurang tahun 2015:

 Penghapusan Rp -

 Reklasifikasi ke Beban Pemeliharaan Gedung dan Bangunan

Rp (224.400.065,00)

Total Mutasi Kurang Rp (224.400.065,00)

Saldo per 31 Desember 2015 Rp 78.498.080.257,00

Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2015 Rp(11.197.512.531,00)

Nilai Buku per 31 Desember 2015 Rp 67.300.567.726,00

Sumber: Buku Besar Akrual Per 31 Desember 2015 dan 2014

Penambahan nilai Gedung dan Bangunan sebesar Rp522.825.865,00 seluruhnya berasal dari Belanja Modal yang sudah terealisasi, terdiri dari:

1. Pengembangan Bangunan Gedung Tempat Kerja sebesar

Rp333.082.265,00.

2. Pembangunan Tugu/Tanda Batas sebesar Rp189.743.600,00.

Pengurangan Gedung dan Bangunan terjadi karena reklasifikasi ke Beban Pemeliharaan Gedung dan Bangunan sebesar Rp224.400.065,00.

Jalan, Irigasi dan Jaringan

Rp542.646.198,00

C.2.4 Jalan, Irigasi dan Jaringan

Saldo Jalan, Irigasi dan Jaringan per 31 Desember 2015 sama dengan 31 Desember 2014, yaitu sebesar Rp542.646.198,00 karena tidak ada mutasi tambah atau kurang selama tahun 2015.

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 37 -

Akumulasi penyusutan sebesar Rp162.793.860,00, dengan rincian sebagaimana Tabel 26.

Tabel 26

Rincian Mutasi Nilai Jalan, Irigasi dan Jaringan Per 31 Desember 2015

Saldo per 31 Desember 2014 Rp 542.646.198,00

Mutasi tambah tahun 2015:

- Pembelian Rp - Mutasi kurang tahun 2015:

- Koreksi nilai Rp -

Saldo per 31 Desember 2015 Rp 542.646.198,00

Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2015 Rp (189.926.170,00)

Nilai Buku per 31 Desember 2015 Rp 352.720.028,00

Sumber: Laporan Barang Kuasa Pengguna per 31 Desember 2015 pada PPATK

Aset Tetap Lainnya Rp252.915.847,00

C.2.5 Aset Tetap Lainnya

Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp252.915.847,00 dan Rp246.874.097,00 yang merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan. Termasuk ke dalam Aset Tetap Lainnya antara lain buku-buku perpustakaan.

Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2015 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan nilai Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2014.

Rincian mutasi Aset Tetap lainnya dapat dilihat sebagaimana Tabel 27.

Tabel 27

Rincian Mutasi Nilai Aset Tetap Lainnya Per 31 Desember 2015

Saldo per 31 Desember 2014 Rp 246.847.097,00

Mutasi tambah tahun 2015:

- Pembelian Rp 6.041.750,00 Mutasi kurang tahun 2015:

- Koreksi nilai Rp -

Saldo per 31 Desember 2015 Rp 252.915.847,00

Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2015 Rp (22.552.500,00)

Nilai Buku per 31 Desember 2015 Rp 230.363.347,00

Sumber: Laporan Barang Kuasa Pengguna per 31 Desember 2015 pada PPATK

Penambahan Aset Tetap Lainnya sebesar Rp6.041.750,00 seluruhnya berasal dari Belanja Modal yang sudah terealisasi berupa Bahan Perpustakaan Tercetak.

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 38 -

Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

Rp68.018.140.625,00.

C.2.6 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 masing-masing Rp68.018.140.625,00 dan Rp59.762.157.089,00.

Akumulasi Penyusutan Aset Tetap merupakan kontra akun Aset Tetap yang disajikan berdasarkan pengakumulasian atas penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat Aset Tetap selain untuk Tanah dan Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP).

Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2015 disajikan pada Tabel 28.

Tabel 28

Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Per 31 Desember 2015

Sumber: Neraca BMN per 31 Desember 2015

Aset Lainnya Rp15.551.141.698,00

C.3 Aset Lainnya

Nilai Aset Lainnya per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp15.551.141.698,00 dan Rp14.029.326.521,00 yang merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke dalam aset lancar maupun aset tetap, berupa software ataupun aset tetap yang tidak digunakan/ dihentikan penggunaannya untuk operasional pemerintah.

Rincian Nilai Aset Lainnya pada tanggal pelaporan tersaji pada Tabel 29. Tabel 29

Rincian Aset Lainnya Per 31 Desember 2015 dan 2014

No. Uraian 31 Desember 2015 31 Desember 2014

1 Aset Tak Berwujud Rp 14.091.508.275,00 Rp 14.029.326.521,00

2 Aset Lain-Lain Rp 3.268.971.582,00 Rp -

Jumlah Rp 15.551.141.698,00 Rp 14.029.326.521,00

Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya Rp (1,809,338,159,00) Rp -

Aset Lainnya Rp 15.551.141.698,00 Rp 14.029.326.521,00

Sumber: Neraca per 31 Desember 2015 dan 2014

Nilai per Nilai Buku per

31 Desember 2015 31 Desember 2015

1 Tanah Rp 80.978.000.000,00 Rp - Rp 80.978.000.000,00 2 Peralatan dan Mesin Rp 68.892.246.708,00 Rp (54.957.044.032,00) Rp 13.935.202.676,00 3 Gedung dan Bangunan Rp 78.498.080.257,00 Rp (11.197.512.531,00) Rp 67.300.567.726,00 4 Jalan, irigasi dan Jaringan Rp 542.646.198,00 Rp (189.926.170,00) Rp 352.720.028,00 5 Aset Tetap Lainnya Rp 252.915.847,00 Rp (22.552.500,00) Rp 230.363.347,00 Rp 229.163.889.010,00 Rp (66.367.035.233,00) Rp 162.796.853.777,00

No Aset Tetap Akum. Penyusutan

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 39 -

Aset Tak Berwujud Rp14.091.508.275,00

C.3.1 Aset Tak Berwujud

Aset Tak Berwujud adalah aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki, tetapi tidak mempunyai wujud fisik. Pada PPATK aset tersebut berupa software maupun anti virus komputer untuk menunjang kegiatan operasional sehari-hari. Nilai Aset Tak Berwujud per 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebesar Rp14.091.508.275,00 dan Rp14.029.326.521,00. Berdasarkan PMK No 251 Tahun 2015 tentang Tata Cara Amortisasi Barang Milik Negara Berupa Aset Tak Berwujud Pada Entitas Pemerintah Pusat diatur bahwa amortisasi aset tak berwujud mulai diterapkan pada tahun 2016

Rincian Aset Tak Berwujud dapat dijelaskan pada Tabel 30.

Tabel 30

Rincian Mutasi Nilai Aset Tak Berwujud Per 31 Desember 2015

Saldo per 31 Desember 2014 Rp 14.029.326.521,00

Mutasi tambah tahun 2015:

- Pembelian yang berasal dari Belanja Modal Lainnya yang sudah terealisasi

Rp 1.521.815.177,00

- Pembelian yang berasal dari Belanja Modal Lainnya yang Masih Harus Dibayar

Rp -

- Pengembangan Nilai Aset Rp -

Mutasi kurang tahun 2015:

- Aset Tak Berwujud yang sudah tidak digunakan dalam operasi

Rp (1.459.633.423,00)

Saldo per 31 Desember 2015 Rp 14.091.508.275,00

Akumulasi Amortisasi s.d. 31 Desember 2015 Rp -

Nilai Buku per 31 Desember 2015 Rp14.091.508.275,00

Sumber: Buku Besar per 31 Desember 2015 dan 2014

Aset Lain-lain Rp3.268.971.582,00

C.3.2 Aset Lain-lain

Aset Lain-lain per 31 Desember 2015 dan 2014 adalah Rp3.268.971.582,00 dan Rp0,00. Aset Lain-lain berupa Barang Milik Negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional pemerintahan dan dalam proses penghapusan.

Aset Lain-lain yang terdapat di PPATK berupa hasil reklasifikasi dari Aset Peralatan dan Mesin, dan Aset Tak Berwujud yang sudah tidak digunakan dalam operasional, masing-masing sebesar Rp1.809.338.159,00, dan Rp1.459.633.423,00.

Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya

Rp1.809.338.159,00

C.3.3 Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya

Saldo Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp1.809.338.159,00 dan Rp0,00.

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 40 -

Berdasarkan PMK No 251 Tahun 2015 tentang Tata Cara Amortisasi Barang Milik Negara Berupa Aset Tak Berwujud Pada Entitas Pemerintah Pusat diatur bahwa amortisasi aset tak berwujud mulai diterapkan pada tahun 2016.

Rincian akumulasi penyusutan dan amortisasi aset lainnya dijelaskan pada Tabel 31.

Tabel 31

Rincian Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya Per 31 Desember 2015

Sumber: Buku Besar per 31 Desember 2015

KEWAJIBAN Kewajiban Jangka

Pendek

Rp337.617.486,00

C.4. Kewajiban Jangka Pendek

Nilai Kewajiban Jangka Pendek per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp337.617.486,00 dan Rp12.033.167,00.

Kewajiban Jangka Pendek merupakan kelompok kewajiban yang diharapkan segera diselesaikan dalam waktu kurang dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. Rincian Kewajiban Jangka Pendek tersaji pada Tabel 32.

Tabel 32

Rincian Kewajiban Jangka Pendek Per 31 Desember 2015 dan 2014

No. Aset Lancar 31 Desember 2015 31 Desember 2014

1 Utang Kepada Pihak Ketiga Rp 334,078,319,00 Rp - 2 Pendapatan Diterima di Muka Rp 3.539.167,00 Rp 12.033.167,00 3 Uang Muka dari KPPN Rp - Rp -

Jumlah Rp 337,617,486,00 Rp 12.033.167,00

Sumber: Neraca PPATK per 31 Desember 2015 dan 2014

Utang Kepada Pihak Ketiga

Rp334,078,319,00

C.4.1 Utang Kepada Pihak Ketiga

Utang Kepada Pihak Ketiga adalah belanja yang masih harus dibayar dan utang kepada pihak ketiga lainnya. Utang kepada Pihak Ketiga merupakan belanja yang masih harus dibayar dan merupakan kewajiban yang harus segera diselesaikan kepada pihak ketiga lainnya dalam waktu kurang dari 12 (dua belas bulan).

Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp334,078,319,00 dan Rp0,00, dan terdiri dari:

a. Belanja Pegawai Yang Masih Harus Dibayar atas Kekurangan gaji pokok bulan ke tiga belas Tahun 2015 untuk 2 (dua) orang pegawai PPATK sebesar Rp3.446.950,00; dan

Nilai per Nilai Buku per

31 Desem ber 2015 31 Desem ber 2015

1 Aset Tak Berw ujud Rp 1.459.633.423,00 Rp - Rp 1.459.633.423,00

2 Aset Lain-lain Rp 1.809.338.159,00 Rp (1.809.338.159,00) Rp -

Rp 3.268.971.582,00 Rp (1.809.338.159,00) Rp 1.459.633.423,00

No Aset Lainnya Akum . Penyusutan/

Am ortisasi

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 41 -

b. Belanja Pegawai Yang Masih Harus Dibayar atas Kekurangan tunjangan khusus pegawai tetap PPATK Bulan Desember 2015, sebanyak 4 (empat) orang pegawai PPATK sebesar Rp85.256.804,00.

c. Belanja Barang yang Masih Harus Dibayar atas Beban Langganan Listrik Desember 2015 sebesar Rp234.069.088,00.

d. Belanja Barang yang Masih Harus Dibayar atas Beban Langganan Telepon Desember 2015 sebesar Rp8.954.957,00.

e. Belanja Barang yang Masih Harus Dibayar atas Beban Langganan Air Desember 2015 sebesar Rp2.350.520,00.

Pendapatan Diterima di Muka Rp3.539.167,00

C.4.2 Pendapatan Diterima di Muka

Pendapatan Diterima Dimuka merupakan pendapatan yang sudah disetor ke kas Negara, namun barang/jasa belum diserahkan kepada pihak ketiga dalam rangka PNBP. Nilai Pendapatan Diterima di Muka per 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 masing-masing sebesar Rp3.539.167,00 dan Rp0,00.

Pendapatan Diterima di Muka sebesar Rp3.539.167,00 merupakan kewajiban atas jasa sewa yang masih harus diberikan PPATK kepada BRI atas Sewa Tanah, Gedung, dan Bangunan, berupa pendapatan sewa lahan dan bangunan untuk ATM BRI untuk masa sewa dari tanggal 1 Juni 2014 sampai dengan 30 Mei 2016 sebesar Rp16.988.000,00.

EKUITAS Ekuitas

Rp179.824.094.294,00

C.5 Ekuitas

Ekuitas per 31 Desember 2015 dan 2014 masing-masing sebesar Rp179.824.094.294,00 dan Rp180.382.601.947. Ekuitas adalah merupakan kekayaan bersih entitas yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban. Rincian lebih lanjut tentang ekuitas disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas.

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan - 42 -

D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN OPERASIONAL

Pendapatan Negara

Bukan Pajak Rp137.839.828,00

D.1. Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak

Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk periode yang berakhir pada

Dokumen terkait