• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

A. Pendidikan Karakter dan Nilai Pendidikan Karakter

3. Bentuk-Bentuk Menyontek

Bentuk-bentuk perilaku menyontek menurut Hetherington and Feldman dalam Veronikha (2013) dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Social Active

1) Melihat jawaban teman yang lain ketika ujian berlangsung

2) Meminta jawaban kepada teman yang lain ketika ujian sedang berlangsung

b. Individualistic-Opportunistic

1) Menggunakan HP atau alat elektronik lain yang dilarang ketika ujian sedang berlangsung.

2) Mempersiapkan catatan yang digunakan pada saat ujian akan berlangsung.

3) Melihat dan menyalin sebagian atau seluruh hasil kerja teman lain pada saat tes.

c. Individual Planned

1) Mengganti jawaban ketika guru keluar kelas.

2) Membuka buku teks ketika ujian sedang berlangsung.

d. Social Passive

1) Mengijinkan orang lain melihat jawaban ketika ujian sedang berlangsung.

2) Membiarkan orang lain menyalin pekerjaannya.

3) Memberi jawaban tes kepada teman pada saat ujian sedang berlangsung.

D. Remaja

1. Pengertian remaja

Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. Menurut Konopka (Dahlan, 2011) masa remaja ini meliputi (a) remaja awal: 12-15 tahun; (b) remaja madya: 15-18 tahun, dan (c) remaja akhir: 19-22 tahun. Sementara Salzman (Dahlan, 2011) mengemukakan, bahwa remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantungan (dependence) terhadap orangtua kearah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.

Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak (Hurlock, 1980). Menurut Santrock (2003) remaja dapat diartikan sebagai

masa perkembangan transisi anatara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosio-emosional.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa remaja merupakan tahap atau proses perkembangan manusia kekehidupan yang lebih mandiri serta tumbuh menjadi dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, kematangan psikologis.

2. Ciri-ciri remaja

Hurlock (1980) mengatakan bahwa seperti hal nya dengan semua periode yang penting selaa rentang kehidupan, masa remaja mempunyai ciri-ciri terntentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Ciri-ciri tersbut akan diterangkan secara singkat dibawah ini:

a. Masa remaja sebagai periode yang penting

Bagi sebagian besar anak muda, usia antara dua belas dan enam belas tahun merupakan tahun kehidupan yang penuh kejadian sepanjang menyangkut pertumbuhan dan perkembangan.

b. Masa remaja sebagai periode peralihan

Peralihan tidak berarti terputus dengan atau berubah dari apa yang telah terjadi sebelumnya, melainkan lebih-lebih sebuah peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Artinya apa yang telah terjadi sebelumnya akan meninggalkan bekasnya pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan datang. Bila anak-anak beralih dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, anak-anak harus meninggalkan segala sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.

c. Masa remaja sebagai periode perubahan

Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik.

d. Masa remaja sebagai usia bermasalah

Setiap periode mempunyai masalahnya sendiri-sendiri, namun masalah masa remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi baik oleh anak laki-laki maupun perempuan. Terdapat dua alasan bagi kesulitan itu yaitu:

1) Sepanjang masa kanak-kanak, masalah anak-anak sebagaian diselesaikan oleh orang tua dan guru-guru, sehingga banyak remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah.

2) Karena para remaja merasa diri mandiri, sehingga mereka ingin megatasi masalahnya sendiri, menolak bantuan orang tua dan guru-guru.

e. Masa remaja sebagai masa mencari identitas

Identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya dalam masyarakat. Apakah ia seorang anak atau seorang yang dewasa.

f. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan

Anggapan stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak dan berperilaku merusak, menyebabkan orang dewasa yang harus membimbing dan mengawasi kehidupan remaja muda takut

bertanggung jawab dan bersikap tidak simpatik terhadap perilaku remaja yang normal.

g. Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik

Remaja cenderung memandang kehidupan melalui kaca berwarna merah jambu. Ia melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya, terlebih dalam hal cita-cita. Cita-cita yang tidak realistik ini, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi keluarga dan teman-temannya, menyebabkan meningginya emosi yang merupakan ciri dari awal masa remaja.

h. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa

Dengan semakin mendekatnya usia kematangan yang sah, para remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan stereotip belasan tahun dan untuk memberikan kesan bahwa mereka sudah hamper dewasa. 3. Tugas-tugas perkembangan remaja

Menurut Hurlock (1980) ada beberapa tugas perkembangan masa remaja antara lain:

a. Remaja harus menerima keadaan fisiknya

Di dalam konsep ini diperlukan waktu untuk memperbaikinya dan untuk mempelajari cara-cara memperbaikinya dibutuhkan penampilan diri yang sesuai dengan yang dicita-citakan oleh remaja tersebut.

Untuk diakui oleh masyarakat tidaklah mempunyai banyak kesulitan bagi anak laki-laki, mereka telah didorong dan diarahkan sejak awal masa kanak-kanak. Tetapi halnya berbeda bagi anak perempuan. Sebagai anak-anak, mereka diperbolehkan bahkan didorong untuk memainkan peran sederajat, sehingga usaha untuk mempelajari peran feminism dewasa yang diakui masyarakat dan menerima peran tersebut, seringkali merupakan tugas pokok yang memerlukan penyusaian diri selama bertahun-tahun.

c. Kemandirian ekonomis

Kemandirian ekonomis tidak dapat dicapai sebelum remaja memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja. Kalau remaja memilih pekerjaan yang memerlukan periode pelatihan yang lama, tidak ada jaminan memperoleh kemandirian ekonomis bilamana secara resmi menjadi dewasa nantinya. Secara ekonomis mereka harus bergantung selama beberapa tahun sampai pelatihan yang diperlukan untuk bekerja selesai dijalani sekolah dan pendidikan tinggi menekankan keterampilan intelektual dan konsep yang penting bagi kecakapan sosial namun hanya sedikit remaja yang mampu menggunakan keterampilan dan konsep ini dalam situasi praktis.

Dokumen terkait