• Tidak ada hasil yang ditemukan

Scene 98 Terlihat ada sekelompok orang berkerumun dan salah satunya sedang membagikan makanan. Dalam cerita adegan diatas, setting waktu diambil saat bulan ramadhan. Dia adalah Ibu Novi pemilik kos-kosan yang bersedekah dengan membagikan makanan kepada anak-anak menjelang buka puasa.

Scene 162 Sekelompok orang berjajar mengantri didepan toko buku “Footnote” dan seorang perempuan beserta anaknya membagi bungkusan berwarna merah. Dari potongan gambar diatas terlihat bahwa itu dilakukan untuk memperingati syukuran khatam Qur’an Abi.

Scene 38 Sholeh mendatangi Menuk ditempatnya bekerja. Sholeh melampiaskan kekesalannya kepada menuk dihadapan orang rame, Sholeh mengatakan “ aku ini mas, kaka, bojo yang ga bisa apa-apa nuk, ga pantas aku jadi suamimu, ceraikan aku nuk, lebih baik cari yang lebih hebat sana !”

Scene 22 tokoh Surya pemuda yang tidak mempunyai pekerjaan dan punya cita-cita menjadi artis, ikut serta menjadi figuran dalam penggarapan sebuah film, ia dimarahi terlebih dikasari dalam syuting film tersebut demi mendapatkan pekerjaan dan mengejar cita-citanya, ia merasa kesal karena sudah berusaha sebaik mungkin tetapi tidak mendapat pujian.

Scene 28 ibu kost marah-marah dan mengomeli Surya, ibu kost menagih

Scene 50 Seseorang terjatuh saat sedang memasak yakni tuan Tan Kat Sun yang biasa dipanggil engkoh oleh pegawainya. Penyakit jantung yang ia derita tiba-tiba kambuh. Pegawai yang bekerja di restoran masakan cinanya panik. Mereka mencoba menolong Engkoh dan menggotong ke kamarnya.

Scene 109 Terlihat disana ada Rika menemani Surya yang memakai kostum Santa Claus membawa bingkisan yang diberikan sepasang suami istri didepannya. Suami istri itu meminta bantuan Surya berperan sebagai tokoh hero kesukaan anaknya untuk memberikan hadiah kepada Abi (anak mereka) yang sedang sakit. Tanda bahwa Surya beragama Islam terlihat dalam penggalan dialog antara mereka saat sepasang suami istri berterimakasih padanya dan dia menjawab dengan kata “Insyaallah”.

uang kost yang belum dibayar Surya selama dua bulan lebih, jika tidak mampu membayar ia akan diusir keluar dari kost tersebut, dan ia memilih keluar dan tinggal dimesjid.

Scene 51 Rika menawarkan Surya pekerjaan, dan ternyata pekerjaannya adalah menjadi pemeran Yesus pada acara paskah disebuah gereja, Surya menerima ;pekerjaan itu, walaupun terasa janggal karena ia adalah seorang pemuda Islam, terlebih ia memakai mesjid sebagai tempat latihannya menjadi pemeran Yesus. Ketertarikan Surya terhadap peran menjadi Yesus tidak lepas dari iming-iming materi yang dikatakan Rika, bahwa bayarannya lumayan besar untuk drama tersebut.

Scene 46 Terlihat sosok ustadz (berpeci hitam) sedang memayungi seorang wanita yang lebih tua dan membawakan barang bawaannya di sebuah pasar dalam kondisi hujan.

Scene 60 Ustadz sedang memberi nasehat kepada Surya yang mendatanginya karena bimbang menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Rik, yakni berperan dalam pementasan drama di gereja sebagai Yesus. Dia bingung karena takut dikira murtad, tapi dia juga butuh pekerjaan. Pak Ustadz menyuruh dia untuk bertanya pada hatinya.

2.

Rasisme

Scene 18 perkelahian antara sekelompok pemuda Islam dengan pemuda Cina Pinghen. Disini para pemuda Islam menghina Pinghen terlebih dahulu dengan mengatakan “ Sipit, cino edan”.

Hidup Berdampingan & Toleransi

Scene 124 Surya mendatangi rumah Rika dalam suasana lebaran. Terlihat mereka sedang bersalaman di teras rumah Rika. Rika yang sudah berpindah agama menjadi seorang khatolik mengucapkan selamat pada Surya yang merayakan Idul Fitri.

Scene 88 Sholeh yang memiliki masalah pribadi dengan pinghen, ketika Menuk bercerita kepada Sholeh tindakan Pinghen yang semena-mena terhadap karyawan saat bulan puasa, Sholeh menganggap Pinghen dan semua orang cina itu sifat buruknya sama saja.

Scene 18 Tan Kat Sun pemilik restoran masakan cina berada didapur dengan pegawainya sedang memasak. Terlihat juga dari balik kaca wanita berjilbab yakni Menuk memasuki restoran. Ia mengucapkan salam “assalamu’alaikum” saat memasuki tempat kerjanya itu, dan pemilik restoran yang diketahui beragama Kong Hu Cu tetap menjawab salam “walaikumsalam”.

Scene 134 Rika dan Abi sedang menghias pohon natal dalam persiapan memperingati hari raya Natal. Abi yang beragama Islam membantu ibunya yang beragama khatolik untuk menghias pohon Natal sebagai simbol umat nasrani. Terlihat keceriaan dalam adegan tersebut.

Scene 80 Beberapa anggota banser NU mulai menjaga gereja sebelum jemaat gereja berdatangan. Soleh terlihat cemas karena baru pertama kali ia bertugas sebagai

anggota banser. Soleh menanyakan kepada anggota banser lainnya kenapa mereka menjaga gereja, karena sepengetahuan Soleh, seorang Muslim tidak boleh masuk kedalam gereja karena dianggap haram. Hal itu di bantah keras oleh anggota banser tersebut dan memberikan penjelasan kepada Soleh.

Scene 108 dua orang dewasa sedang mengobrol dan satu orang anak kecil sedang menikmati mie ayam, ber-setting tempat di warung mie ayam saat pria dewasa dan anak kecil selesai menjalankan ibadah sholat tarawih di Masjid. Rika, wanita dewasa itu menawarkan pekerjaan pada Surya untuk memerankan tokoh Santa Claus. Dalam adegan itu diceritakan Surya menjelaskan tentang Santa Claus.

Scene135 Rika dan Abi merayakan ulang tahun Surya dengan memberkan kue ulang tahun pada Surya. Kebahagiaan tampak nyata dalam film itu dengan penggambaran senyum, tawa dan tepuk tangan.

Scene 119 Rika ibu Abi tetap membimbing Abi membaca doa niat puasa meskipun ia sudah berpindah agama menjadi seorang Khatolik.

Scene 24 seorang ibu sedang berdoa dengan membawa dupa dan persembahan didepannya, ditempat yang tidak jauh diruang sebelah terdapat seseorang yang juga sedang menjalankan ibadah sholat. Mamih panggilan untuk ibu yang sedang berdoa yakni istri dari tuan Tan Kat Sun melakukan ibadah sesuai dengan keyakinannya yakni Kong Hu Cu. Di rumahnya itu ia juga menyediakan tempat untuk para pegawainya yang ingin menjalankan ibadah sholat.

Scene 77 Menuk mengantarkan pesanan makanan untuk para pemeran dalam pementasan paskah di ruang ganti. Dalam adegan tersebut juga terlihat Surya yang

beragama Islam berada dalam kelompok yang sedang bersiap untuk pentas.

3.

Kekerasan dan Terorisme

Scene 18 perkelahian antara pemuda Islam dan Pinghen, ada ucapan Pinghen yang dilontarkan kepada para pemuda Islam yaitu “dasar teroris asu”.

Scene 71 Sholeh dan Banser rela menjaga gereja karena citra buruk umat Islam saat aksi penusukan pendeta dihalaman gereja didaerahnya dahulu. Kekerasan orang Islam terhadap agama Kristen di Indonesia telah menjadi isu yang hangat.

Scene 104 penyerangan restoran Cina oleh sekelompok pemuda yang dipimpin oleh Sholeh, sambil meniakkan Allhuakbar mereka menyerang orang-orang yang ada

Dokumen terkait