• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Berdasarkan Hasil Wawancara

a. Pembangunan Minimarket di Jalan Salak Raya Kelurahan Pondok Benda

Dalam hal ini peneliti menanyakan persepsi masyarakan karena adanya pembangunan minimarket yang menerobos masuk ke dalam lingkungan masyarakat karena pada awalnya toko modern hanya berfokus pada pusat kota. Mungkinkah hal ini terjadi akibat adanya proses globalisasi sehingga mendorong masyarakat ingin menjalankan kehidupan yang lebih modern.

Berdasarkan hasil wawancara dengan para pemilik toko kelontong dan konsumen hal ini dapat dikatakan akibat adanya perkembangan zaman sehingga produsen saling berlomba-lomba dalam menarik minat para konsumen dan setiap produsen berinovasi agar memiliki sebuah konsep yang nantinya akan menjadi nilai jual yang berbeda dari usaha lainnya.

Pada pembahasan ini dilihat dari persepsi pemilik toko kelontong maraknya pembangunan minimarket ini tidak berpengaruh pada nilai jual ataupun jumlah konsumen yang datang karena mengikuti trend yang ada. Namun, menurut pandangan para pemilik toko kelontong disebabkan karena minimarket menawarkan sesuatu yang lebih menarik dan rapi, selain itu para pemilik toko kelontong berpandangan bahwa perginya masyarakat untuk berbelanja di minimarket disesuaikan dengan keadaan ekonomi maupun kebutuhan terutama jika minimarket menawarkan promo-promo yang menarik.

Hal ini berdasarkan hasil wawancara peneliti dari kelima pemilik toko kelontong. Pak Muslim Abdullah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya

“Mungkin karena adem kali yaa. Soalnya kalo disini orang ngantri kepanasan, terus juga kalo di minimarket bisa ambil sendiri, kalo disini kan kami yang ambil barang jadi orang bisa sesukanya belanja tinggal ambil sendiri kalo di minimarket”90 Menurut pandangan Pak Muslim Abdullah pembangunan minimarket yang kian marak ini disebabkan masyarakat tertarik dengan fasilitas yang diberikan oleh minimarket kepada konsumen. Pernyataan dari Pak Muslim Abdullah pun dibenarkan oleh Ibu Maina Artin selaku konsumen.

“Barang lebih lengkap, tertata juga barangnya, bisa diambil sendiri jadi sesuka hati kita pengen ini pengen itu tinggal ambil, ada diskon juga, bersih, sama adem sejuk hehehe soalnya kan kalo siang panas banget jadi kalo udah masuk minimarket adem jadi nyaman.”91

Ibu Mukatamimah selaku pemilik kelontong juga berpendapat bahwa maraknya minimarket disebabkan masyarakat tertarik dengan minimarket karena harga yang diberikan dengan sistem adanya promo sehingga masyarakat tertarik dengan harga yang ditawarkan oleh minimarket

“Kalo untuk minimarket mungkin yang mau belanja bulanan yang ngejar diskon”92

Pernyataan dari Ibu Muktamimah pun dibenarkan oleh Ibu Hafsah Safitri selaku konsumen.

“Lebih banyak diskon, ya namanya ibu rumah tangga”93

90 Muslim Abdullah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

91 Maina Artin, Konsumen, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

92 Muktamimah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

93 Hafsah Safitri, Konsumen, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

Dari beberapa pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya kemajuan zaman menimbulkan para pelaku usaha bermodal besar melakukan inovasi-inovasi bagi industri perdagangan dengan menawarkan serta menciptakan branding yang menarik sehingga menarik minat masyarakat.

Jadi, pembangunan minimarket yang semakin marak pada dasarnya memang disebabkan akibat dari adanya perubahan perkembangan zaman yang terjadi di masyarakat sehingga para pelaku usaha bermodal besar menciptakan inovasi-inovasi. Namun, tidak sepenuhnya minat konsumen beralih berbelanja ke minimarket disebabkan oleh adanya kemajuan zaman di tengah kehidupan bermasyarakat tetapi bisa disesuaikan pula dengan serta kebutuhan yang mereka cari.

Lalu, adanya persaingan yang ditimbulkan ini memberikan rasa kecemasan bagi para pelaku usaha toko kelontong adakah usaha pemerintah memerhatikan usaha kecil seperti toko kelontong dalam hal ini menekan jumlah minimarket yang semakin banyak jumlahnya di Tangerang Selatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan kelima pemilik toko kelontong mereka sependapat bahwa tidak ada perhatian pemerintah terhadap usaha kecil. Ibu Putri pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Engga, engga ada sama sekali pemerintah memperhatikan warung kaya gini”94

Hal ini pun dirasakan oleh Ibu Muktamimah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Kurang memperhatikan toko toko kecil kaya gini, mungkin kalo toko yang besar iya kali yaa”95

94 Putri, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

95 Muktamimah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

Begitu pula dengan Pak Muslim Abdullah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Engga sih, pemerintah kurang memperhatikan toko toko yang kaya gini”96

Begitu pula dengan Ibu Endah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Engga ada sih selama saya buka warung”97

Dapat dikatakan maraknya pembangunan minimarket di lingkungan masyarakat belum ada tindak lanjut dari pemerintah sehingga tidak ada bantuan bagi toko kelontong untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Lain halnya Ibu Yuni pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya yang menyatakan bahwa karena tidak berkependudukan asli tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Kurang tau sih kan karena kita orang perantau jadi biasanya yang punya KK sini yang dapet kalo kita mah paling biasanya di kampung dapetnya”98

Oleh sebab itu, terkait permasalahan mengenai maraknya pembangunan minimarket diharapkan masyarakat dapat ikut turut serta dalam mengawasi persaingan usaha di antara minimarket dan toko kelontong. Pemerintah juga alangkah baiknya membantu usaha-usaha kecil seperti toko kelontong agar bisa berinovasi seperti pemilik modal besar agar mampu bersaing dengan minimarket.

96 Muslim Abdullah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

97 Endah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

98 Muktamimah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

b. Dampak Perkembangan Minimarket Modern terhadap Kelangsungan Usaha Toko Kelontong

Seperti yang sudah kita ketahui keberadaan minimarket pada masa ini keberadaannya dapat dikatakan menjamur. Lalu, jika kita melihat adanya perkembangan yang pesat dari pembangunan minimarket ada beberapa faktor adanya perubahan yang dialami toko kelontong.

Adanya perubahan ini mendorong kemunculan minimarket di lingkungan masyarakat yang awalnya hanya berada di pusat kota lalu lambat laun keberadaannya menerobos hingga pada akhirnya berada di tengah perumahan penduduk. Satu diantara 4 pemilik toko kelontong yang penulis ingin kaji tentang dampak setelah adanya pembangunan minimarket dikatakan tidak bisa dapat merasakan dampak adanya pembangunan minimarket di Jalan Salak Raya karena baru memulai usahanya 1 tahun yaitu pemilik toko kelontong Ibu Yuni.

1) Omset Toko Kelontong

Merambahnya pembangunan minimarket ini ke wilayah perumahan penduduk nantinya akankah memberikan dampak bagi para pelaku usaha dengan modal seadanya seperti toko kelontong karena pada mulanya minimarket ini keberadaannya tidak menjamah hingga ke rumah penduduk tetapi hanya berada pada pusat kota. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan kelima pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya ternyata maraknya pendirian minimarket di lingkungan sekitar ada yang memberikan pengaruh dan ada yang tidak memberikan pengaruh.

Ibu Endah selaku pemilik toko kelontong di Jalan salak Raya.

“Iya sih pengaruh. Soalnya kan ga terlalu jauh jarak sini sama minimarket”99

99 Endah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

Selain itu Pak Muslim Abdullah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya merasakan adanya persaingan dengan Minimarket.

“Kalo menurut saya sih pengaruh yaa soalnya kan minimarket menawarkan hal-hal yang menarik kaya ada diskon diskon, tempatnya juga nyaman beda kaya disini”100

Dapat dikatakan maraknya pembangunan minimarket di lingkungan sekitar dapat mempengaruhi hasil penjualan toko kelontong. Lain halnya dengan Ibu Putri tidak merasakan adanya persaingan dengan adanya pembangunan minimarket.

“Engga begitu sih. Mungkin kalo sesama warung iya tapi kalo ke minimarket ga ada rasa persaingan”101

Hal yang dirasakan oleh Ibu Putri pun dirasakan pula oleh pemilik toko kelontong lainnya yaitu Ibu Muktamimah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Engga sih sebenernya”102

Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa maraknya keberadaan minimarket menimbulkan dampak bagi beberapa toko kelontong seberapa besar dampak yang ditimbulkan baik besar maupun kecil adalah relatif sesuai dengan pandangan para pemilik toko kelontong, sebab pedagang kelontong yang merasakan dampak secara langsung atas adanya minimarket dan hal ini sudah pasti berimbas pada pendapatan mereka yang berkurang dari tahun ke tahun.

Maka pada penelitian ini peneliti juga menanyakan tentang beberapa persen jumlah pendapatan yang dihasilkan perharinya oleh pedagang kelontong adanya peningkatan ataupun penurunan penghasilan baik sebelum adanya minimarket maupun sesudah

100 Muslim Abdullah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

101 Putri, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

102 Muktamimah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

hadirnya minimarket di Jalan Salak Raya. Kebanyakan informan pemilik toko kelontong mengalami penurunan dari pendapatan mereka, maka dapat dilihat pada tabel berikut ini yang menunjukan perubahan omset para pemilik toko kelontong seperti yang terlihat pada tabel 4.5.

Tabel 4.5

Perubahan Jumlah Pendapatan Pemilik Toko Kelontong No. Nama Pemilik

Berdasarkan tabel di atas menunjukan dengan sangat jelas bahwa telah terjadinya perubahan jumlah pendapatan perharinya untuk tiap-tiap pedagang kelontong. Pemilik toko kelontong Ibu Putri mengalami penurunan 20%, sedangkan Ibu Muktamimah mengalami penurunan 100%, Pak Muslim Abdullah mengalami penurunan 33%, dan untuk Ibu Endah mengalami penurunan sebesar 50%. Hal ini membuat pendapatan para pedagang menurun dan tidak ada peningkatan setelah maraknya pembangunan minimarket di Jalan Salak Raya.

2) Jumlah Pelanggan

Selain adanya dampak pembangunan minimarket di lingkungan sekitar yaitu penurunan pendapatan pada pemilik toko kelontong, ada hal lain yang dirasakan pemilik toko kelontong yaitu perubahan jumlah konsumen yang datang ke toko kelontong. Berdasarkan hasil

wawancara yang peneliti lakukan beberapa pemilik toko kelontong merasa adanya perubahan jumlah konsumen dari sebelum maraknya minimarket dan sesudah maraknya minimarket di Jalan Salak Raya.

Hal ini berdasarkan hasil wawancara peneliti dari kelima pemilik toko kelontong. Ibu Putri pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya

“Ada, beda dengan yang dulu lumayan rame tapi sekarang berkurang”103

Begitu pula dengan Ibu Muktamimah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Ada tapi ga terlalu banyak juga sih”104

Begitu pula dengan Pak Muslim Abdullah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Ada, dulu yang biasanya langganan sekarang udah jarang kesini. Yaaa begitulah kira kira”105

Begitu pula dengan Ibu Endah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Ada sih. Kalo dulu kan saingannya sedikit tapi sekarang semenjak saingannya banyak orang beli jadi sedikit.”106

Dapat dikatakan maraknya pembangunan minimarket di lingkungan masyarakat berdampak pada perubahan konsumen yang sebelumnya banyak dan sekarang setelah adanya pembangunana minimarket menjadi berkurang jumlah konsumennya. Semakin banyak konsumen yang tertarik pada minimarket, maka hal itu akan

103 Putri, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

104 Muktamimah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

105 Muslim Abdullah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

106 Endah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

mempengaruhi jumlah konsumen yang sebelumnya berbelanja di toko kelontong, hal ini juga akan mempengaruhi kondisi ekonomi para pedagang pemilik toko kelontong tersebut.

c. Strategi yang Dilakukan Pelaku Usaha Toko Kelontong dalam Mempertahankan Eksistensi Usahanya

Upaya yang dilakukan oleh pelaku usaha toko kelontong untuk mempertahankan eksistensi usahanya masih belum terlihat. Mereka hanya berjualan seperti biasanya, dan mengikuti arus pasar yang ada sehingga para pedagang toko kelontong hanya menyiapkan cukup modal agar toko kelontong terlihat banyak. Para pelaku usaha toko kelontong mengaku tidak ada strategi pemasaran baru dalam kegiatan usahanya. Mereka hanya menjual dengan cara yang selama ini telah mereka lakukan. Ibu Putri pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya

“Modal ditambah biar warung kelihatan rame dan barangnya juga banyak biar orang nyari apa ada. Sistem buka 24 jam”107 Hal ini pun dilakukan oleh Ibu Endah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Menambah modal, biar kelihatan barang banyak. Terus juga dalam pelayanan ramah, warung bersih.”108

Hal ini pun dilakukan oleh Ibu Muktamimah pemilik toko kelontong di Jalan Salak Raya.

“Mengimbangi dengan yang lain kali yaa, disamain yang lain”109 Lain halnya Pak Mulim Abdullah yang menerapkan jasa antar untuk para konsumen agar para konsumen tertarik dengan toko kelontongnya.

107 Putri, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

108 Endah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

109 Muktamimah, Pemilik Warung Kelontong, Wawancara di Jalan Salak Raya, tanggal 21 Desember 2020

“Biasa aja sih, paling barang agak dipenuhin jadi orang beli tertarik sama toko ini. Terus juga disini bisa antar barang ke rumah konsumen”110

Dalam hal ini upaya yang dilakukan para pedagang kecil pemilik warung kelontong dalam mempertahankan usahanya antara lain yaitu dengan cara melengkapi barang dagangan yang ada di toko mereka, menata barang dagangan sedemikian rupa agar lebih kelihatan menarik, memberikan penawaran harga yang lebih murah, serta melakukan perluasan pada usaha mereka.