• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdoa Sesuai dengan Kehendak Bapa

Dalam dokumen publikasi e-doa (Halaman 51-54)

Roh Kudus dan doa; doa dan Roh Kudus. Pada waktu Yesus, sang Anak tunggal Allah, berada di dunia, Ia tidak berdoa tanpa pimpinan Roh Kudus. Ketika Anak Manusia yang mewakili Saudara dan saya berada di dunia, Allah itu menjadi daging, sang Kalam menjadi manusia, sang Firman menjadi Imanuel, Ia memerlukan pimpinan Roh Kudus. Siapakah Saudara, yang untuk berdoa pun tidak memerlukan pimpinan Roh Kudus? Siapakah Saudara, yang sudah belajar menghafalkan doa hingga cakap berdoa di luar kepala dan sudah tidak memerlukan pimpinan Roh Kudus? Dalam Lukas 4 dan Matius 4 dikatakan, Roh Kudus memimpin Yesus ke padang belantara untuk dicobai dan di situ Ia berdoa 40 hari. Ia berdoa, berdoa, berdoa, dan pada puncak doanya kita melihat Roh Kudus memimpin Dia. Dia bergumul selama 40 hari dalam doa. Roh Kudus sudah mendampingi-Nya dan akhirnya pada puncak doa-Nya, Ia sudah siap menghadapi pencobaan-pencobaan yang berat. di dalam dunia, Yesus berdoa dan dipimpin oleh Roh Kudus.

Bukan hanya itu saja, Alkitab berkata bahwa Roh menolong kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Apakah artinya itu? Sesuatu yang tidak terkatakan, yang tidak dimengerti oleh manusia, demikianlah keluhan-keluhan Roh Kudus. Orang yang belajar sabar mengetahui betapa beratnya arti S-A-B-A-R. Sabar itu sulit. Kata sabar dalam bahasa Tionghoa tersusun dari dua komponen, yang dapat diartikan sebagai jantung yang tertikam pisau. Itulah pengertian sabar: terkadang kita tidak bisa

52

bersabar tetapi harus bersabar juga, sudah tidak bisa tetapi dipaksa, persis seperti jantung tertikam pisau; sedikit guncangan, pecahlah jantungmu. Itulah yang disebut sabar. Siapakah yang paling sabar? Roh Kuduslah yang paling sabar. Pada waktu Ia memperanakkan kita, Ia sudah bertekad untuk mendampingi si anak yang dilahirkan itu; Ia menghendaki hidup di tengah kita; Ia menghendaki hidup dalam kita. Roh Kudus mendampingi kita seperti seorang ibu, Ia mendidik kita dengan penuh kesabaran, memimpin kita menuju jalan yang benar, menuju jalan yang bercahaya dengan terang kemuliaan.

Roh Kudus dalam bahasa Yunani disebut "parakletos", artinya "di samping".

"Parakletos" adalah penghibur yang mendampingi kita. Pada waktu Saudara dicela dan dihina; pada waktu Saudara seorang diri, melayani Tuhan dan tidak dimengerti orang lain, bahkan oleh sahabat dan rekan sendiri, ingatlah sang Parakletos, Roh Kudus penghibur yang mendampingi di sisi Saudara dan senantiasa menguatkan Saudara, berdoa menggantikan Saudara, karena Ia mengetahui isi hati Allah dan Allah Bapa juga mengetahui doa Roh Kudus. Ini adalah komunikasi antara ketiga Oknum: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Bapa mencintai Anak, Anak mencintai Roh Kudus, demikian pula Roh Kudus mencintai Anak, Anak mencintai Bapa, Bapa mencintai Roh Kudus, dan Roh Kudus mencintai Bapa. Ketiga Oknum itu berkomunikasi, ketiga-Nya saling mencintai, dan pengertian di antara ketiga-Nya demikian jelas, demikian lengkap, demikian sempurna, dan demikian indah. Dalam Roma 8:27 ini Roh Kudus disebut mengetahui maksud Bapa dan Bapa juga mengerti isi hati Roh Kudus. Karena Roh Kudus

mengetahui kedalaman dan keajaiban segala rahasia yang tersembunyi dalam diri Allah Bapa, Roh Kudus bisa berdoa sesuai dengan kehendak Bapa, sedangkan Saudara dan saya tidak mungkin bisa.

Roh Kudus membantu Saudara dan saya berdoa di hadapan Tuhan. Banyak wanita di desa-desa Tiongkok dahulu tidak bersekolah. Jika mereka ingin menulis surat kepada suami atau anaknya di kota lain, mereka harus meminta bantuan seorang jurutulis surat. Nah, seorang jurutulis surat adalah orang tidak memiliki kemampuan untuk berdagang tetapi merupakan orang pernah bersekolah. Jadi, mereka bekerja bermodalkan sebuah meja dengan tempat tinta, sebuah pena kuas terbuat dari bulu, dan banyak kertas di lacinya. Para wanita itu lalu mendiktekan apa yang mereka ingin katakan. Biasanya bahasa mereka selalu jelek, tata bahasanya tidak beraturan, tetapi sang jurutulis langsung mengubahnya menjadi kalimat-kalimat yang indah, bertata bahasa baik, dan enak dibaca; jikalau kata-katanya terlalu kasar akan dihaluskan, supaya dapat

mengungkapkan apa yang diinginkan dengan sebaik-baiknya. Demikianlah Roh Kudus bekerja membantu kita dalam berdoa. Doa kita sering asal-asalan, namun Roh Kudus memperbaikinya. Dia mengeluh dan mengeluh mendengar doa kita, tetapi Ia

memperindah doa kita sehingga doa kita diterima oleh Bapa. Inginkah doa Saudara diterima oleh Bapa? Tidak ada cara lain, hiduplah menuruti kehendak-Nya dan berkenan kepada-Nya, dan Roh Kudus akan membantu kita berdoa.

Saya sudah memunyai beban doa untuk penginjilan dunia sejak saya berumur sepuluh tahun, tetapi saya tidak tahu bagaimana harus berdoa. Kemudian Tuhan menolong saya untuk mulai melihat siapa saja orang yang memberitakan Injil, saya dukung mereka; siapa yang diinjili, saya cari tahu kesulitan mereka; siapa yang paling sulit

53

menerima Injil, saya temukan rintangannya. Tuhan mulai mengajar dengan kebenaran, seperti mengupas lapisan-lapisan kulit bawang yang sisi luarnya sudah rusak,

mengupasnya satu per satu sampai ditemukan inti bagian dalamnya yang sesuai dengan hidup yang dikehendaki Allah. Saya perlahan-lahan belajar mengetahui

bagaimana cara berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam saya saya dididik, saya dibantu, sehingga lambat laun saya tidak lagi mendoakan hal yang sekunder, hal-hal yang tidak diperlukan, saya tidak lagi berdoa untuk keuntungan dan kepentingan diri sendiri, melainkan mengutamakan Tuhan. Lambat laun saya merasakan perasaan yang sangat lain; jika Tuhan sudah menghendaki sesuatu, namun hati menginginkan hal yang berbeda, tidak ada damai sejahtera. Setelah mendoakan pekerjaan Tuhan, mendoakan orang lain, dan penginjilan seluruh dunia, muncullah suatu ketenangan dalam hati.

Saudara akan mengalami damai sejahtera yang luar biasa jika Saudara mengingat orang lain, tidak hanya mengingat diri sendiri. Ini merupakan suatu prinsip yang ada dalam Alkitab! Pada waktu Ayub tidak henti-hentinya bersungut-sungut, mencela Allah, ia tidak mendapatkan jalan keluar, tidak ada jalan pembebasan. Tetapi, ketika Ayub berdoa untuk kawan-kawannya dan untuk orang lain, Allah melepaskan dia dari

kesusahan. Ayat yang indah! Hanya Roh Kudus yang bisa menolong kita, mengarahkan kita keluar dari kehidupan doa yang egosentris menuju kehidupan doa yang altruistis, yaitu berdoa untuk orang-orang lain. Kehidupan doa untuk melihat yang lebih lebar, lebih luas, penyangkalan diri yang lebih besar, melihat Kerajaan Allah. Roh Kudus menolong kita berdoa karena Ia mengetahui isi hati Tuhan. Kiranya Tuhan

memperbarui, menyempurnakan, dan mengarahkan kebenaran dalam kehidupan doa kita masing-masing.

Diambil dari:

Judul buletin: Surat Doa No. 4 Juli -- Agustus 1988 Judul artikel: Roh Kudus dan Doa

Penulis: Pdt. Dr. Stephen Tong

54

Dalam dokumen publikasi e-doa (Halaman 51-54)