• Tidak ada hasil yang ditemukan

Apakah anda sering berfikir lama untuk mempertimbangkan apa yang akan diunggah?

“ohh nggak, tidak terlalu lama lah, paling lama 5 menit.”

100 4. Pernahkah anda merasa saat dimana anda berfikir lama untuk

mempertimbangkan mengenai apa yang akan anda unggah? Biasanya kapan momennya dan terkait apa kontennya?

“ada saat eee.. misalkan endorsement yang menurut aku agak-agak ya di masa lalu itu, yang endorsement yang judi online itu, aku agak lama waktu berfikirnya, Cuma aku unggah juga karna uangnya udah masuk, jadi yaa mau gimana gitutapi itu pelajaran buat aku sih untuk tidak lagi menerima endorsement yang sembarangan.

Terkait judi online”

101 HILMI MULYA SETIAWAN

Identitas Narasumber:

1. Nama lengkap : Hilmi Mulya Setiawan

2. Alamat domisili :Jl. Arimbi. Kel. Kelapa Gading Timur/Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara

3. Jenis kelamin : laki-laki

4. Usia : 20 tahun

5. Pekerjaan : mahasiswa

6. Pendidikan terakhir : Sekolah Menengah Atas 7. Nama akun Instagram : @hilmy.ms

8. Memiliki 1.630 followers di Instagram

9. Berapa kali dalam sehari unggah instastory? 5 sampai 6 kali dalam sehari

10. Pernah mengalami ketegangan saat menunggah foto atau video di Instagram? pernah 11. Akun di privat atau tidak? tidak

Pertanyaan

A. Informasi Privat

1. Biasanya konten apa saja yang anda sering bagikan di Instagram?

”konten yang sering gue bagi itu yang pertama, dakwah. Kedua, musik. Ketiga, politik.

Menyusul sama ya kalo misalkan apa sih… pribadi. Pribadi itu maksudnya foto lagi dimana gitu”

2. Kenapa anda suka mengunggah konten itu?

“Karena asik aja gitu. Eee…. Gue pernah juga buat survey tentang terganggu gak sih audiens gue nih di Instagram, gitu.. survey semacam poling lah, pake poling di Instagram gitu. Kebanyakan pada bilang seru, dan gue suka waktu itu sempet bikin pertanyaan juga, pada bilang lanjutin ajaa.. mungkin ada juga yang beberapa persen yang terganggu, seperti kalo misalkan gue buat konten-konten politik.. ya maklum lah pasti ada polarisasi di politik. Gitu sih bang”

B. Batasan privat

102 1. Apakah menurut anda diri anda termasuk orang yang memperhatikan Batasan

antara personal dan publik di media sosial?

“ya betulll… menurut gue, diri gue ya cukup membatasi apa yang menjadi personal, apa yang menjadi publik, ee… konsumsi publik. Yang gue tampilin di pribadi gue di Instagram itu gak semuanya hal-hal personal gue, artinya yang cukup menjadi konsumsi public, yang menurut gue eee.. gak over lah yang menurut gue gak over dan cukup untuk menjadi konsumsi public. Jadi gue simpulin ee.. diri gue ini bisa mengakomodir lah Batasan-batasan kayak yang harus di konsumsi public dengan pribadi gitu..”

2. Seperti apa garis besar batasan-batasan personal yang anda miliki, yang tidak anda bagikan dimedia sosial?

“yang gak gue bagiin di media social eee…. Yang pertama data-data pribadi, yang kedua detail data-data atau apay aa.. deskripsi keluarga gue lah, yang ketiga segala jenis kegiatan gue gak semuanya yang gue tampilin. Ada yaa beberapa yang eee…

menjadi fokus publik yang hanya gue tampilin. Gituu…”

C. Kontrol dan kepemilikan

1. Seberapa jauh anda mengontrol akun Instagram anda?

“cukup jauh sih bang kalo gue bilang.. karna gue juga gak eee… misalkan gue bawa pertanyaan ini ke masalah privasi atau keamanan atau security, gue cukup mengontrol lah, gak ada akun instagram gue di user ee… celuller lain atau di hp lain gitu ya, jadi insyaallah cukup aman juga dan data-data pribadi yang gue pake di Instagram ga dipunyain sama orang, jadi cukup terkontrol lah..”

2. Seandainya akun anda tidak anda privat, apakah anda tidak terganggu dengan orang-orang yang menjelajahi akun atau stalking akun anda ?

“oh iya bener pertanyaan menarik nih.. gue eeee…. Terganggu gak terganggu sih, artinya gini, ada beberapa hmm individu yang suka nge-DM (direct Message) aneh-aneh gitu kayak.. mungkin ke rafa (temannya) waktu itu juga pernah ngeshare gini juga, dia pernah diajakin join illuminati dan gue pun juga begitu, gue lebih dulu diajakin join illuminati, Salah satunya contohnya ituu… yang lain juga ada yang mengajak join partai, ada yang jadi bazer, ada yang ngajak join macem-macem lah

103 bang. Ya itu dampak buruknya gak di private ya begitu sih, Cuma ya gimana cara antisipasi kitanya aja. Gue cukup tidak terganggu sih, gue sih bis ague handle.”

3. Pernahkah anda memblokir akun orang lain di Instagram? Biasanya apa alasan anda memblokir orang?

“pernah.. pernah.. gue pernah ngeblokir akun Instagram ya ituyang ajakin gue join iluminati dari USA. Gue blok lah langsung, gue bales dulu sebentar gue tanya-tanya, ya langsung gue blok. Terus ada juga beberapa yang nawarin kayak sepeda dengan harga murah banget git uterus ngajak kayak begitulah kerja sama, musik juga, Cuma gue liat juga data-datanya gak ini, gak approval yaa. Jadi ya gue blokir. Tapi kalo akhir-akhir ini gak ada sih, karna kan Instagram udh ada chat primary dan general dan juga ada request yaa jadi kalo misalkan ada orang yang gak dikenal, gak follow-followan ee.. nge-dm kita, paling masuknya ke request aja atau general jadi gak gue notif juga.”

4. Seberapa sering anda mengontrol orang-orang yang melihat instastory anda?

“sering.. tiap sehari itu yaa.. gak konsisten ya. Maksudnya lagi pengen aja, misal ya gue taroh kalo di angka sehari bisa 4 atau,5 kali lahh...”

5. Seberapa sering anda memperhatikan orang-orang yang meng-like video atau foto anda di Instagram?

“oh gue ga sering malah cenderung jarang sekali karna gue upload ya upload aja gitu.

Kalo yang like or diss like yaa its my business gituu.. paling kali ada komen aja gue bales-balesin”

6. Apakah anda sudah puas dengan system atau fitur privasi yang disediakan oleh Instagram?

“cukup puas.. cukup puass.. selama ini sih so good gak ada trouble.”

D. Sistem manajemen berdasarkan aturan

1. Mengapa anda menggunakan akun Instagram?

“karna eee.. alasan utama gue yak arna trend sih , karna kakak-kakak gue kakak sepupu gue juga hot gitu main Instagram jadi gue coba-coba lama-lama, karna people juga orang-orang semua pada main jadi social media yang paling temen-temen gue juga pake ya Instagram, bisa blink sana-sini gitu.”

2. Mengapa anda senang mengunggah tentang keseharian anda di instastory?

104

“oh karena kan balik lagi ke pertanyaan awal-awal tadi kajian yang awal, seesering apa gue melihat instastory gitu ya, gue jawab 4 sampe 5 kali.. jadi gue bisa simpulkan kalo yang liat story gue rata-rata temen-temen gue, jadi gue ngerasa aman aja buat ngeshare kegiatan-kegiatan sehari-hari gue gitu.”

Dokumen terkait