• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERORIENTASI OBJEK Lenda Vito Origin, Safitri Wulan Sar

Dalam dokumen RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORI (Halaman 182-184)

TEKNIK INFORMATIKA, TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER, POLITEKNIK NEGERI JAKARTA (PNJ)

[email protected], [email protected]

Abstrak

Untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan yang tidak diimbangi dengan penambahan volume jalan, maka pemerintah menciptakan fasilitas umum baru. Trans Jakarta (TJ) adalah sebuah transportasi umum di Jakarta yang memiliki jalur khusus (busway) sehingga dapat menghindari kemacetan. Busway dikhususkan untuk TJ tapi sayangnya banyak pengendara lain yang melanggar aturan dan memasuki busway tersebut untuk menghindari macet dan hal ini sangat mengganggu mobilitas TJ. Dengan permasalahan tersebut maka diusulkan pembuatan Sistem Portal Otomatis busway . Setiap kendaraan yang melewati busway akan di-scan oleh gapura yang memiliki sensor kendaraan. Setiap TJ akan dikenai sensor. Jika kendaraan yang masuk busway tidak ada sensornya maka 50 meter setelah gapura akan ada portal yang tertutup secara otomatis. Kendaraan yang melanggar akan dicatat plat kendaraannya dan dikenakan denda pada saat perpanjangan STNK.

Kata kunci: TransJakarta, portal, denda, sensor, busway

1. PENDAHULUAN

Semakin meningkatnya volume kendaraan dari waktu ke waktu menyebabkan kemacetan yang sulit diatasi sehingga terjadi banyak pelanggaran lalu lintas terutama di persimpangan jalan. Bahkan hingga memasuki jalur khusus TJ yang harusnya steril dari kendaraan selain TJ dan APTB. Kemajuan dalam perkembangan teknologi sangat cepat, salah satunya dalam bidang sensor. Manusia menuntut kenyamanan[1] lebih untuk hidupnya

sebagai hasil peningkatan peradaban dan modernisasi. Hal ini membuktikan bahwa teknologi merupakan salah satu unsur yang penting dalam kehidupan manusia. Penerapan sensor saat ini sekarang sudah berkesinambungan dengan kehidupan manusia sehari-hari seperti sensor pintu otomatis pada gedung – gedung besar. Sensor adalah[2] divais

yang digunakan untuk merubah suatu besaran fisika atau kimia menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa dengan rangkaian listrik tertentu.

Seringkali kita melihat adanya ketidaktertiban pengguna jalan yang bisa menimbulkan kemacetan atau bahkan kecelakaan. Untuk mensiasati itu diperlukan suatu terobosan, yaitu membuat suatu alat (sensor) yang di koneksikan terhadap portal

busway. Alat ini mempunyai hasil keluaran untuk mendeteksi terbukanya portal busway

secara otomatis apabila ada pengguna jalan yang melanggar maka akan langsung dilaporkan kepada bagian perpajakan agar membayar denda terhadap pelanggaran aturan UURI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 287 ayat 1 yang

berbunyi[4] “Setiap orang yang mengemudikan

Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus

ribu rupiah)” Untuk menjaga ketertiban lalu

lintas di Jakarta khususnya pada jalur busway

agar dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya. Dalam mewujudkan ketertiban tersebut terdapat beberapa faktor, yaitu :

a. Memberlakukan dengan tegas peraturan yang sudah ada untuk pengguna jalan b. Peduli terhadap transportasi umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensor yang sesuai digunakan, mengetahui mekanisme yang digunakan, mulai dari input yang diterima sensor sampai output yang dihasilkan, meminimalisir pelanggaran yang dilakukan pengendara kendaraan bermotor. Berdasarkan identifikasi masalah dan tujuan maka dibuat sebuah rancangan alat yang mampu membantu meminimalisir masalah pelanggaran lalu lintas dan mentaati peraturan yang ada dengan judul penelitian “Analisa dan Desain Sistem Otomatis Portal Busway Berorientasi Objek”.

2. LANDASAN TEORI

Seiring dengan banyaknya kendaraan pribadi yang ada di Jakarta saat ini mengakibatkan kemacetan yang parah sehingga sulit untuk diatasi terutama pada jam-jam tertentu. Para pengendara pribadi mengharapkan

C-183

uc Use Case Model

Administrator Trans Jakarta Mencatat Nomor Polisi

yang Melanggar

Melapor ke Perpaj akan berupa

denda tilang

Administrator Paj ak Merekap Data Tilang

Trans Jakarta

Pelanggar Sistem Sensor Foto

Memfoto Nomor Kendaraan Pelanggar

Membayar Denda dan Paj ak

«include»

dapat dengan tepat waktu sampai pada tempat tujuannya, sampai mengabaikan keselamatan pada jalan raya. Menurut Muhammad Zulkifli MOCHTAR and Yasuo HINO (2006) Mem. Fac. Eng., Osaka City Univ[5]: Principal Issues

to Improve the Urban Transport Problems in Jakarta mengatakan “Struktur perkotaan di

Jakarta memiliki dua wajah. Pertama adalah wajah perkotaan yang terletak dekat dengan jalan utama, dan kedua wajah desa yang terletak di belakang wajah perkotaan berbagai angkutan

umum di Jakarta”.

Salah satu cara pengemudi kendaraan pribadi untuk menghindari kemacetan adalah memasuki jalur khusus TJ yang seharusnya hanya dapat digunakan oleh bus TJ dan angkutan perbatasan terintegrasi busway. Imbas dari masuknya kendaraan pribadi ke jalur TJ yaitu juga mengakibatkan kemacetan pada jalur TJ yang seharusnya bus TJ tersebut bebas dari kemacetan. Selain kemacetan sering juga terjadi kecelakaan lalu lintas pada jalur bus TJ.

Solusi yang diberikan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta yaitu meninggikan pembatas jalur bus TJ, memasang portal pada jalur bus TJ hingga menyiagakan polisi untuk menindak para pengendara yang melewati jalur bus TJ. Saat ini kondisi portal pada jalur bus TJ sangat tidak efisien karena portal masih dioperasikan secara manual sehingga harus ada petugas yang menjaga untuk membuka dan menutup portal tersebut.

Disaat petugas sedang tidak berada di tempat dengan mudahnya para pengemudi membuka portal, sehingga kendaraannya pun dapat memasuki jalur busway dengan mudah. Sehingga penggunaan portalpun menjadi kurang efisien.

Gambaran sistem rancangan ini dibuat menggunakan Enterprise Architectur dengan UML untuk membuat Use Case, Data Flow Diagram, dan Class Diagram. Menurut Laurie Williams[3] (2004): An Introduction to the

Unified Modeling Language menyatakan bahwa

“UML adalah industri notasi grafis standar

internasional untuk menggambarkan perangkat

lunak analisis dan desain”.

3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Kerja Sistem

Use Case Diagram pada Gambar 1 menjelaskan kegiatan dari masing – masing aktor. Sistem sensor foto bertugas memfoto nomor polisi pelanggar ketika pelanggar melewati sensor. Admin TJ mencatat nomor polisi pelanggar yang telah melewati sensor portal, kemudian mengirimkan nomor polisi pelanggar tersebut ke Admin Pajak. Admin Pajak bertugas mencatat

denda pada nomor polisi pelanggar tersebut, sehingga saat pelanggar membayar pajak, terdapat denda yang harus dibayar.

Gambar 27. Use Case Diagram

3.2 Desain Kerja Sistem

Cara alat ini bekerja pada Gambar 2 yaitu portal akan terbuka ketika kendaraan melewati reflektor dan sensor. Pada atap tj terdapat plat yang bisa discan oleh sensor, sehingga portal tetap terbuka saat TJ melewati sensor. Ketika kendaraan lain melewati sensor tersebut, maka otomatis portal ditutup karena kendaraan tersebut tidak memiliki plat pada atap seperti TJ. 3.3 Pembuatan Alat

C-184

Dalam dokumen RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORI (Halaman 182-184)