Gwen Britania Permana/XI MIPA 4/12
K
etika mendengar akan adanya kegiatan imersi man-diri, saya awalnya agak kebingungan akan kegiatan apa ini sebenarnya. Tetapi kemudian setelah diberikan penjelasan, saya pun mengerti kira-kira kegiatan apa yang ha-rus saya lakukan. Semula saya mengira bahwa kegiatan-kegiatan yang saya lakukan hanya akan berada di dalam rumah, tapi karena orang tua saya memang memiliki rencana untuk mem beri bantuan ke panti asuhan dan berkunjung ke pemakaman kakek, maka kegiatan-kegiatan tersebut pun saya masukkan ke dalam imersi mandiri saya.Di hari Jumat, tanggal 11 Desember, saya ikut dengan orang tua untuk membeli segala hal yang akan diberikan kepa da anak-anak di panti asuhan, serta barang-barang yang dibu tuhkan saat mengunjungi makam kakek. Lokasi makam kakek ini berada di luar kota Surabaya, tepatnya di daerah Pandaan. Sesudah saya sekeluarga siap untuk berangkat, maka kami pun pergi ke panti asuhan tempat kami akan membagikan makanan dengan anak-anak yang ada di sana. Panti Asuhan itu bernama Benih Kasih, yang berada di daerah Kenjeran.
I M E R S I 2 0 2 1 57
Bertumbuh dalam Kesederhanaan
Setelah dari panti asuhan barulah saya dan keluarga melanjutkan per -ja lanan ke makam kakek.
Kami menaburkan bunga ke makam kakek. Selain itu, kami juga memberi sesuatu kepada para pen-gurus makam yang ada di sana. Semua ini, dengan kegiatan mencu ci piring, adalah 4 (em pat) keg-iatan unggulan saya.
Pada hari Sabtu 12 Desember, semua kegiatan unggulan saya ada di dalam rumah, seperti bersih-bersih, membantu mama me-masak, mencuci mobil yang kotor karena perjalanan hari sebe-lum nya, memijat papa, dan menemani orang tua saya menonton drama china. Inilah 5 kegiatan unggulan saya pada hari itu. Selama 2 hari yang saya lalui dengan mendokumenta sikan kegiatan-kegiatan tersebut, saya merasakan berbagai hal. Yang pertama adalah merasa senang sebab saya telah mem bantu orang lain, entah itu telah sesama maupun orang tua saya. Walaupun hanya membantu dalam hal yang sepele, saya merasa mendapat pela-jaran atau kesadaran lebih lanjut bahwa sebagai saya juga seorang manusia yang hidup di antara manu sia-manusia lain. Saya telah diberi berkat oleh Tuhan sehingga berkecukupan, maka saya harus membagi berkat saya tersebut dengan orang lain; seperti orang tua saya yang memberi ke pada orang-orang lain kapan pun mereka inginkan, entah itu di dekat liburan atau di saat mereka mendapatkan re zeki yang lebih daripada biasanya. Hal lain yang saya rasakan adalah rasa bangga saya memiliki orang tua yang ingin me lakukan amal dan kebaik an terhadap orang lain tanpa memiliki maksud ter sem bunyi di balik tindakan kebaikan
58 L I F E T O B E C A R I N G Bertumbuh dalam Kesederhanaan
tersebut. Yang terakhir, saya juga merasa sedikit malu ketika saya harus mendo kumen tasi kan aksi baik yang saya lakukan untuk orang lain. Sebab saya sudah sering kali melihat orang-orang yang hanya membantu karena
ingin memposting tindakan tersebut di media sosial, atau hanya untuk tugas sekolah. Setelah selesai, mereka pun tidak melaku kan tindakan baik tersebut lagi. Ini yang membuat saya malu ketika harus mengambil video dari tindakan saya. Saya tidak ingin dikira sebagai seseorang yang hanya memberi karena adanya tugas dari sekolah. Saya juga takut kalau-kalau mereka yang ikut didoku-mentasikan itu juga merasa tersinggung atas tindakan saya.
Walaupun begitu, saya berharap agar apa yang telah saya, dan terutama orang tua saya berikan dapat membawa sedikit senyum atau kebahagiaan pada orang lain. Begitu juga harapan saya dengan tindakan-tindakan kecil yang saya lakukan untuk orang tua. Saya berharap dapat sedikit meringankan beban mereka, dan membawa senyum ke wajah mereka.
Dari pengalaman-pengalaman saya melakukan berbagai kegiatan-kegiatan imersi mandiri tersebut, saya menjadi belajar banyak hal. Yang pertama adalah bagaimana saya sebagai seorang manusia yang hidup di antara manusia lainnya harus dapat mem-bantu sesama semampu saya. Karena sekarang ini saya masih seorang pelajar yang bergantung kepada orang tua, saya bisa saja membantu dengan tenaga dan waktu yang saya miliki dalam jumlah berkelimpahan. Misalnya saja de ngan membantu menger-jakan pekerjaan-pekerjaan rumah, dan mungkin di waktu luang juga menggunakan aplikasi yang dapat memberikan bantuan kepada mereka yang mem butuh kan di luar sana. Salah satu
I M E R S I 2 0 2 1 59
Bertumbuh dalam Kesederhanaan
aplikasi tersebut yang sekarang masih saya miliki adalah freerice.
Dimana aplikasi ini akan memberikan pertanyaan-pertanyaan berupa quiz yang jika dijawab dengan benar akan memberikan estimasi uang sebe sar 5 butir beras, yang nantinya ini akan digunakan untuk memberi makan mereka yang membutuhkan di tempat lain. Inilah bagi saya yang merupakan contoh-contoh menggunakan waktu dan tenaga yang dimiliki untuk orang lain.
Selain dari ini, saya juga belajar bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan pun dapat membuat orang lain merasa bahagia. Misalnya saja ketika menemani orang tua ketika melakukan sesuatu seperti menonton dan membuat masakan, mengerjakan berbagai pe-ker jaan rumah agar orang tua dapat beristirahat, juga bahkan memberi hadiah buatan sendiri untuk mereka.
Saya berharap bahwa dari segala hal yang telah saya pelajari dan sadari selama melaksanakan kegiatan-kegiatan imersi man-diri ini, saya dapat berkembang menjadi seseorang yang jauh lebih baik lagi di masa depan. Saya berharap dapat menjadi seseorang yang jauh lebih peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar, dan dengan berbagai cara membantu mereka. Saya juga berharap agar nantinya dapat mengambil teladan dari orang tua saya yang dapat berbagi apa pun yang saya miliki dengan sesama yang membutuhkan sehingga pada akhirnya, saya dapat membawa kebahagiaan bagi orang lain.
60