• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini menggunakan ANCOVA sebagai uji hipotesis. Asumsi dasar yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya perlu dipenuhi sebelum melakukan analisis data. Salah satu asumsi ANCOVA adalah bahwa data di setiap kelompok populasi berdistribusi normal atau cenderung normal (Field, 2009: 133). Menurut Field (2009: 133), data penelitian ini dapat dikatakan cenderung berdistribusi normal karena jumlah sampel sudah lebih dari 30 dan populasi berjumlah tidak terbatas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII yang

62

belum mempelajari materi kesebangunan segitiga namun sudah mempelajari materi prasyarat yaitu materi sifat sudut yang dibentuk melalui perpotongan pada dua garis yang sejajar, perbandingan senilai, serta Teorema pythagoras. Berdasarkan deskripsi tersebut, maka populasi dari penelitian ini dapat disebut sebagai populasi tidak terbatas.

Normalitas data juga dapat dilihat melalui nilai serta histogram skewness dan kurtosis. Histogram dari data penelitian dapat dilihat pada lampiran 2.3. Nilai skewness dan kurtosis yang berada diantara -2 dan +2 memiliki arti bahwa data berdistribusi normal (George & Mallery, 2010). Hasil uji skewness dan kurtosis penelitian ini terdapat pada Tabel 11.

Tabel 11. Hasil Uji Skewness dan Kurtosis

VariabelB SkewnessB ErrorBofBStdB

SkewnessB KurtosisB Std.B ErrorBofB KurtosisB KemampuanBTransferB B B B B Near Transfer 0,372 0,229 -0,676 0,455

Far Transfer Test 0,982 0,229 0,693 0,455 MuatanBKognitifB

Fase Pembelajaran -0,325 0,229 0,388 0,455

Fase Near Transfer -1,088 0,229 0,808 0,455

Fase Far Transfer -2,663 0,229 7,799 0,455

Asumsi kedua adalah bahwa variansi antar kelompok populasi dapat dikatakan homogen. Asumsi homogenitas dapat dilakukan menggunakan uji

abel 12. Tabel 12.

VariabelB Sig.B

Nilai Near Transfer 0,002

Nilai Far Transfer Test 0,001

Muatan Kognitif Selama Fase Pembelajaran 0,037

Muatan Kognitif Selama Fase Near Transfer Test 0,000

63

Pernyataan tersebut memiliki arti bahwa variansi antar kelompok tidak homogen. Walaupun asumsi homogenitas tidak dipenuhi, uji F dapat tetap robust(kuat) apabila memenuhi syarat sebagai berikut: (1) jumlah sampel pada tiap kelompok mendekati sama, (2) asumsi normalitas telah terpenuhi, (3) perbandingan antara varians terbesar dan varians terkecil tidak melebihi 3 (Kirk, 1995: 100). Berdasarkan uraian sebelumnya, maka syarat pertama dan kedua telah terpenuhi. Syarat yang ketiga dapat diketahui berdasarkan Tabel 13.

Tabel 13. Varians

Variabel Goal Free I K Goal Given I K Rasio MuatanBKognitifB Pembelajaran 2,68 3,34 1,87 1,94 1,78 Near Transfer 4,73 1,61 3,07 3,57 2,92 Far Transfer 3,14 3,16 1,15 1,17 2,73 KemampuanBTransferB Near Transfer 1,88 1,02 1,17 0,72 2,58 Far Transfer 0,63 1,20 1,15 1,36 2,16

Dari tabel di atas, terlihat bahwa rasio variansi kurang dari 3 untuk semua variabel. Hal ini berarti bahwa syarat ketiga agar uji F tetap robust telah terpenuhi. Uji F tetap dapat dilaksanakan walaupun asumsi homogenitas varians tidak terpenuhi karena telah memenuhi syarat agar tetap robust.

Asumsi yang ketiga dapat dikatakan sudah terpenuhi karena setiap subjek hanya dikenai pengukuran satu kali dan masing-masing subjek ditempatkan secara random ke dalam kelompok perlakuan (Myers, 1979). Variabel penelitian ini adalah teknik penyajian dan strategi pembelajaran. Kedua variabel penelitian saling independen.

Asumsi keempat adalah terdapat hubungan linear antara kovariat dengan variabel terikat. Kovariat dikatakan memiliki hubungan linear dengan variabel

64

bebas apabila nilai signifikansi kovariat kurang dari 0,05. Hasil analisis nilai kovariat (Test of main effect lampiran 2.4-2.8) dirangkum pada Tabel 14.

Tabel 14. Analisis Nilai Kovariat

VariabelB MSEB FB Sig.B

KemampuanBTransferB Near Transfer 5,218 4,522 0,036 Far Transfer 1,312 2,210 0,014 MuatanBKognitifB Pembelajaran 0,075 0,031 0,008 Near Transfer 5,573 2,350 0,012 Far Transfer 14,339 8,379 0,005

Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai signifikansi kurang dari 0,05 untuk setiap variabel. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa asumsi keempat dari ANCOVA telah terpenuhi.

Asumsi kelima adalah kemiringan garis regresi saling homogen. Homogenitas garis regresi terjadi apabila tidak terdapat interaksi antara kovariat dan variabel bebas. Interaksi antara kovariat dan variabel bebas (Test of

Homogenity of Regression Slope lampiran 2.4-2.8) dirangkum pada Tabel 15. Tabel 15. Interaksi antara Kovariat dan Variabel Bebas

VariabelB MSEB FB Sig.B

KemampuanBTransferB Near Transfer 3,584 3,308 0,123 Far Transfer 0,430 0,719 0,543 MuatanBKognitifB Pembelajaran 5,095 2,144 0,099 Near Transfer 0,398 0,164 0,920 Far Transfer 3,566 2,152 0,098

Uji interaksi antar kovariat dan variabel bebas pada semua fase ditemukan tidak signifikan, sehingga dapat memenuhi asumsi kelima dari ANCOVA yaitu kemiringan garis regresi saling homogen.

65 2.BUjiBHipotesisB

Data penelitian yang didapat dianalisis dengan tingkat signifikansi 0,05.

Effect size ( p2) juga ditampilkan untuk lebih mengetahui besarnya efek dari perlakuan yang diberikan. Hasil analis data (lampiran 2.4 2.8) dirangkum pada Tabel 16 dan 17.

Tabel 16. Hasil Analisis Data Teknik Penyajian

VariabelB MSEB FB Sig.B B GFB GFB

KemampuanBTransferB Near Transfer 10,446 9,051 0,003* 0,079 2,754 1,879 Far Transfer 22,430 37,797 0,000* 0,263 1,462 0,370 MuatanBKognitifB Pembelajaran 36,926 15,050 0,000* 0,124 4,739 6,005 Near Transfer 50,564 21,319 0,000* 0,167 6,245 7,972 Far Transfer 13,126 7,670 0,007* 0,067 7,705 8,793 *ada pengaruh yang signifikan antar kelompok goal given dan goal free

Tabel 17. Hasil Analisis Data Strategi Pembelajaran

VariabelB MSEB FB Sig.B B KB IB

KemampuanBTransferB Near Transfer 1,339 1,160 0,284 0,001 2,187 2,409 Far Transfer 1,547 2,607 0,109 0,024 0,767 1,018 MuatanBKognitifB Pembelajaran 24,203 9,865 0,002* 0,085 5,871 4,921 Near Transfer 64,308 27,114 0,000* 0,204 7,917 6,363 Far Transfer 1,454 0,849 0,359 0,008 8,389 8,156 *ada pengaruh yang signifikan antar kelompok individu dan kolaboratif

Keterangan :

MSE : Mean squared error.

: Partial eta square.

GF : Rata-rata kelompok goal free problems. GG : Rata-rata kelompok goal given problems. K : Rata-rata kelompok kolaboratif.

I : Rata-rata kelompok individu.

Hasil analisis data teknik penyajian menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05 untuk setiap variabel. Pernyataan tersebut memiliki arti bahwa terdapat

66

pengaruh yang signifikan antara kelompok goal free problems dan goal given problems. Rata-rata kemampuan transfer pada kelompok goal free problems lebih tinggi dari rata-rata kelompok goal given problems. Hasil ini menolak H0 dari hipotesis pertama. Selain itu, rata-rata muatan kognitif kelompok goal free problems kurang dari rata-rata kelompok goal given problems. Hasil ini memperkuat penolakan H0 dari hipotesis pertama. Oleh karena itu, hasil analisis data teknik penyajian mendukung hipotesis pertama penelitian yaitu goal free problems efektif untuk materi kesebangunan ditinjau dari kemampuan transfer dan muatan kognitif.

Hasil analisis data strategi pembelajaran menunjukkan nilai signifikansi lebih dari 0,05 untuk kemampuan transfer near transfer test, far transfer test, dan muatan kognitif selama fase far transfer test. Nilai signifikansi kurang dari 0,05 ditemukan untuk muatan kognitif selama fase pembelajaran dan muatan kognitif

near transfer test. Hal ini memiliki arti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antar kelompok individu dan kolaboratif pada muatan kognitif selama fase pembelajaran dan muatan kognitif near transfer test. Namun, rata-rata muatan kognitif kelompok kolaboratif lebih tinggi daripada rata-rata muatan kognitif kelompok individu. Dengan kata lain, H0 ditolak untuk hipotesis yang kedua. Oleh karena itu, hasil analisis data strategi pembelajaran tidak mendukung hipotesis kedua penelitian. Sebaliknya, rata-rata kemampuan transfer kelompok individu lebih tinggi dari rata-rata kemampuan transfer kelompok kolaboratif.

67 C.BPembahasanB

Pengaruh dari goal free problems diteliti berdasarkan kemampuan transfer serta muatan kognitif. Penelitian ini menggunakan eksperimen dua jalur yaitu teknik penyajian dan strategi pembelajaran. Teknik penyajian yang digunakan adalah goal free problems dan goal given problems, sedangkan strategi pembelajaran yang digunakan adalah individu dan kolaboratif. Kombinasi dua strategi tersebut menghasilkan empat kelas yaitu: (1) goal free problems dengan strategi individu; (2) goal free problems dengan strategi kolaboratif; (3) goal given problems dengan strategi individu; (4) goal given problems dengan strategi kolaboratif.

Siswa dipilih secara acak untuk mengikuti salah satu dari empat kelas tersebut. Siswa dalam penelitian ini merupakan novice learner atau pemula. Setiap siswa memiliki prior knowledge tentang kesebangunan yang terbatas karena siswa memang belum diberikan materi tentang kesebangunan sebelum penelitian dilakukan.

Kemampuan transfer siswa dan muatan kognitif merupakan variabel terikat sedangkan teknik penyajian dan strategi pembelajaran merupakan variabel bebas dalam eksperimen ini. Kemampuan transfer diukur hanya pada fase near transfer test (tes kemampuan pemecahan masalah tingkat rendah) dan fase far transfer test

(tes kemampuan pemecahan masalah tingkat tinggi). Sedangkan muatan kognitif diukur pada setiap fase yaitu fase belajar , near transfer test dan far transfer test. Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Goal free problems efektif untuk materi kesebangunan ditinjau dari kemampuan transfer dan muatan kognitif.

68

2. Strategi kolaboratif efektif untuk materi kesebangunan ditinjau dari kemampuan transfer dan muatan kognitif.

3. Goal free problems yang dipelajari secara kolaboratif efektif untuk materi kesebangunan ditinjau dari kemampuan transfer dan muatan kognitif.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa yang mempelajari goal free problems memiliki skor transfer yang lebih tinggi dalam near transfer test dan far transfer test dibandingkan dengan siswa yang mempelajari goal given problems. Goal free problems dapat memfasilitasi proses pembelajaran kesebangunan lebih baik dibandingkan dengan desain pembelajaran matematika berbasis goal given problems. Dengan kata lain, hasil ini mendukung hipotesis pertama yang dirumuskan yaitu goal free problems efektif untuk materi kesebangunan ditinjau dari kemampuan transfer. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ayres (1993). Ayres menyimpulkan bahwa goal free problems dapat meningkatkan hasil pembelajaran dikarenakan goal free problems mampu mengurangi muatan extraneous cognitive load yang disebabkan oleh penggunaan strategi means-ends analysis. Goal free problems memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan kapasitas working memory yang terbatas untuk lebih fokus dalam membangun pengetahuan (Sweller, et al., 2011: 90).

Nilai kemampuan transfer siswa yang tinggi memiliki arti bahwa siswa tersebut memiliki muatan kognitif yang lebih ringan sehingga kapasitas working memory yang terbatas dapat dimaksimalkan untuk membangun pengetahuan. Dengan kata lain jika nilai kemampuan transfer siswa rendah, maka siswa tersebut memiliki muatan kognitif yang lebih berat sehingga kapasitas working memory

69

yang tersedia tidak dapat dimaksimalkan untuk membangun pengetahuan. Sweller, et al., (2011: 67) menunjukkan bahwa jika muatan kognitif berbanding terbalik dengan kemampuan transfer. Muatan kognitif yang rendah pada instruksi mengakibatkan kemampuan siswa dalam menerima pembelajaran akan semakin meningkat.

Hasil analisis data menunjukkan muatan kognitif siswa yang mengikuti goal given problems lebih tinggi daripada muatan kognitif siswa yang mengikuti goal free problems sedangkan nilai kemampuan transfer siswa dengan goal given problems lebih rendah dibandingkan dengan goal free problems. Dengan kata lain hasil analisis data sejalan dengan penelitian sebelumnya.

Strategi kolaboratif efektif untuk materi kesebangunan merupakan hipotesis kedua. Pembelajaran secara kolaboratif dikatakan efektif apabila strategi kolaboratif dapat memfasilitasi proses pembelajaran lebih baik dibandingkan dengan strategi individual. Hasil analisis data menunjukkan hasil yang tidak signifikan pada kedua uji kemampuan transfer baik pada fase near transfer test dan

far transfer test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa yang belajar kesebangunan secara individu memiliki skor kemampuan transfer yang lebih baik secara signifikan dibandingkan yang belajar secara kolaboratif. Dengan kata lain, hipotesis yang telah dirumuskan tidak terbukti. Hasil yang sama juga ditemukan dalam penelitian sebelumnya yang menggunakan pendekatan worked-example

70

Hipotesis ketiga dapat dibuktikan dengan syarat hipotesis kedua terbukti benar. Hasil analisis data tidak menunjukkan hasil yang sejalan dengan hipotesis kedua, sehingga hipotesis ketiga tidak terbukti.

Peneliti menghadapi beberapa keterbatasan yang dapat mempengaruhi generalisasi dari hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini. Keterbatasan penelitian yaitu: (1) ruang lingkup materi sangat spesifik sehingga efektivitasnya belum dapat digeneralisasikan. (2) proses pembelajaran yang singkat yaitu hanya 120 menit sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan apabila pembelajaran dilaksanakan dengan durasi yang lebih lama.

71

BABBVB

SIMPULANBDANBSARANB

Dokumen terkait