PROGRAM PENGEMBANGAN MUTU PERGURUAN TINGGI BERBASIS STANDAR MUTU DAN IKU
1. Bidang Akademik (Tridarma Perguruan Tinggi)
Standar Mutu Target Capaian Program Unggulan Kegiatan dan Dana (Rp) dalam juta
2018 2019 2020 2021 2022
Standar Kompetensi Lulusan
Meningkatkan persentase lulusan yang langsung bekerja
Membekali mahasiswa dengan kemampuan profesional dan kewirausahaan
15 15 15 20 25
Standar Isi Pembelajaran
Kurikulum pembelajaran sesuai kebutuhan mitra pengguna
1) Melibatkan stakeholder dalam penyusunan kurikulum
2) Melakukan revisi kurikulum setiap 5 tahun sekali
3) Melakukan penyempurnaan kurikulum setiap 2 tahun sekali atau sesuai kebutuhan
15 10 10 20 20
Standar proses pembelajaran
Pelaksanaan proses pembejaran yang meliputi karakteristik proses, perencanaan proses, dan pekasanaan proses sesuai standar mutu
Memfasilitasi dosen untuk mengikuti pelatihan, seminar, atau workshop dalam penyusunan rencana
pembelajaran 10 15 15 15 20
Standar dosen dan tenaga kependidikan
1. Tersusunnya bahan ajar (buku ajar) yang diperkaya dengan hasil-hasil
penelitian mutakhir, yang tertuang dalam RPS dan SAP
2. Meningkatkan jumlah karya ilmiah dosen (buku ajar, artikel publikasi di jurnal
Memfasilitasi dosen untuk mengikuti short-course, seminar, dan
fellowship program dalam mengembangkan kemampuan
profesional dosen 10 15 15 15 20
30 terakreditasi) sesuai
dengan bidang keahlian dosen
Standar sarana dan prasarana pembelajaran
1. Gedung kampus yang layak, nyaman, dan indah 2. Bahan pustaka dalam
bentuk teks minimal 400 judul buku sesuai bidang ilmu untuk masing-masing program studi
3. Bahan pustaka dalam bentuk Jurnal terakreditasi minimal 5 judul untuk setiap program studi
1. Perbaikan gedung kampus sesuai kebutuhan
2. Mengajukan bantuan hibah buku dengan pustaka daerah, wilayah, ataupun instansi.
50 50 100 100 100
Standar pengelolaan pembelajaran
Terlaksananya seluruh kegiatan kegiatan pembelajaran sesuai standar
Mengevaluasi program studi,
pendidik dan tenaga pendidik, UPT, dan lainnya dalam menjalankan SPMI
5 5 7 8 10
Standar pembiayaan pembelajaran
1. Mendapatkan bantuan dana hibah dari pemerintah 2. Mendapatkan sumbangan
dana pendidikan dari donatur ataupun instansi
1. Mengikuti pelatihan untuk mendapatkan dana hibah 2. Menjalin kerjasama dan
komunikasi dengan instansi ataupun pihak penyandang dana untuk dapat menjadi donatur
5 5 7 8 10
Standar hasil penelitian
Fasilitasi publikasi karya tulis dosen dalam karya nasional dan internasional
Memfasilitasi dosen dalam meningkatkan publikasi dosen dalam publikasi nasional dan internasional
10 15 15 15 20
31 2. Bidang Pelayanan, Pendanaan dan Internal Manajemen
Standar Mutu Target Capaian Program Unggulan Kegiatan dan Dana (Rp) dalam juta
2018 2019 2020 2021 2022
Standar bidang sumberdaya insani
Terumuskan dan terlaksananya perencanaan sumberdaya insani yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan, baik terkait dengan jenis, kualifikasi, maupun jumlah
Merumuskan perencanaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan
pengembangan, baik yang terkait dengan jenis,
kualifikasi, maupun jumlah
25 25 25 30 30
Standar bidang keuangan 1. Tersusun dan terlaksananya perencanaan keuangan yang mantap.
2. Terjaminnya ketersediaan dana untuk penyelenggaraan dan pengembangan.
3. Tercapainya efisiensi pengeluaran keuangan.
4. Terbangunnya sistem akuntansi yang transparan, akuntabel, dan mampu mendukung pengembangan.
5. Terjaminnya ketersediaan dana untuk mendukung keberlanjutan (sustainability) dan masa depan yang lebih baik.
Memantapkan manajemen keuangan yang antisipatif, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel
20 20 20 20 20
Standar bidang sumberdaya fisik
1. Terjaminnya keberfungsian, keawetan, kenyamanan, kebersihan, dan keamanan sumberdaya fisik.
2. Terjaminnya ketepatan dan kesiapan penggunaan sumberdaya fisik
Memantapkan manajemen sumberdaya fisik yang antisipatif, efektif, efisien,
transparan, dan akuntabel. 12 12 15 15 15
32 Standar bidang
pengembangan kampus
1. Terciptanya lingkungan yang mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan akademik dan mencitrakan kampus sebagai pusat kebudayaan Islam
2. Tersedianya
sarana/prasarana sesuai dengan kebutuhan
1. Menata dan mengembangkan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan yang mempertimbangkan keasrian tempat dan kenyamanan bagi para pemakai, lingkungan yang aman, nyaman, sehat, menarik, mudah diakses, dan
mencitrakan pusat unggulan kebudayaan Islam.
2. Meningkatkan
partisipasi komunitas kampus dalam
menciptakan dan memelihara lingkungan kampus
50 50 50 50 50
Strategi bidang administrasi akademik
Terwujudnya sistem administrasi dan sistem
pelayanan yang cepat, akurat, terpadu.
1. Memantapkan sistem manajemen
administrasi dan pelayanan akademik yang mudah, cepat, akurat, nyaman, dan terpadu.
2. Mensinergikan
pelayanan adminitrasi akademik antar unit.
35 35 35 35 35
33 PENUTUP
Rencana strategis (Renstra) dan rencana operasional (Renop) ini dibuat untuk dijadikan acuan dalam melakukan berbagai aktivitas menyelenggarakan STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya.
Upaya mewujudkan visi dengan menjalankan misi STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya secara konsisten harus didukung melalui program kerja yang sinergis dan inti dari fokus Rencana Strategis (Renstra) STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya 2018-2022 adalah upaya meningkatkan mutu pendidikan agar relevan dan berdaya saing melalui optimalisasi pelayanan adminsitrasi dan akademik yang menjadi target program mutu STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya.
STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya dalam menyusun Renstra 2018-2022 dengan fokus upaya memenuhi capaian indikator kinerja utama. Hal ini memerlukan komitmen dan keterlibatan dari seluruh sivitas akademika STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya dalam merealisasikannya, khususnya dalam membangun budaya mutu akademik. Diharapkan dengan kebersamaan, keikhlasan dan kejujuran maka pencapaian visi dan misi STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya semakin cepat dan tanpa halangan yang berarti.
Susoh, April 2018 Ketua,
Drs. H. Ridwan Adami, MM NIK. 2009 001
34 Lampiran
Ketercapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Renstra STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya Tahun 2018 sampai tahun 2022
NO ASPEK SASARAN STRATEGI PRIORITAS PROGRAM INDIKATOR
KETERCAPAIAN
TERCAPAI BELUM
TERCAPAI A. KUALITAS
AKADEMIK LULUSAN
a. Pendidikan Strata S1
1) Terlaksananya proses
pembelajaran yang efektif dan
profesional.
2) Dihasilkannya lulusan yang sesuai dengan kebutuhan lembaga-lembaga pendidikan, pemerintahan, dan instansi-instansi non pemerintah di tingkat nasional dan
internasional.
3) Dihasilkannya lulusan yang mampu mentransformasikan keilmuan dan keahlian dalam dunia kerja.
4) Dihasilkannya lulusan yang memiliki
kemampuan untuk menulis dan
a. Meningkatkan kualitas rekruitmen dosen dan
mahasiswa.
b. Meningkatkan kompetensi akademik dosen.
Standarisasi sistem rekruitmen dosen, yang meliputi: penyusunan formasi kebutuhan, mekanisme rekruitmen, penetapan standar kualifikasi input (standar kualitas minimal), standarisasi intrumen rekruitmen (sesuai dengan formasi kebutuhan), dan standarisasi kualifikasi tim seleksi.
1. Meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut (S2, S3), mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa inggris, serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan.
2. Melaksanakan monitoring dan pembinaan dosen yang mengkuti studi lanjut (S2) melalui mekanisme insentif dan disintensif.
Adanya standar sistem rekruitmen dosen yang akuntabel dalam bentuk manual (panduan) pada akhir tahun 2009.
1) Prosentase dosen tetap : 100%
dengan
kualifialifikasimini mal S2 sesuai dengan bidangnya pada tahun 2014.
2) Jumlah dosen tetap yang mengikuti pendidikan program S3 per tahun sejumlah 10
√
35
menyajikan gagasan secara sistematik.
5) Dibukanya program-program studi baru yang prospektif dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
b. Pendidikan Profesi 1) Terlaksananya
proses
pembelajaran yang efektif dan
profesional.
2) Dihasilkannya lulusan yang
memiliki ketrampilan sesuai dengan standar kualifikasi profesi tingkat nasional regional.
3) Dibukanya program-program studi baru yang prospektif dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja khususnya tenaga pendidik.
c. Meningkatkan kemampuan dosen dalam metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menarik.
3. Menjalin networking untuk menciptakan peluang-peluang komunikasi akademik melalui bentuk-bentuk short-course, seminar, dan fellowship program.
4. Memantapkan spesialisasi bidang keahlian dosen.
1) Meningkatkan jumlah dosen untuk mengikuti berbagai kursus pembelajaran secara berjenjang dan berkelanjutan untuk menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
orang.
3) Jumlah dosen yang mengikuti short-course, seminar, dan fellowship program meningkat.
4) Meningkatkan jumlah karya ilmiah dosen (buku ajar, artikel publikasi di jurnal terakreditasi) sesuai dengan bidang keahlian dosen.
)
1) Jumlah dosen tetap yang sudah mengikuti kursus metode
pembelajaran tingkat dasar pada tahun 2010
sebanyak 50 orang (kurang lebih 6 orang pertahun ditambah dosen yang telah mengikuti kursus pembelajaran tingkat dasar saat ini sebanyak 20 orang).
2) Semua ruang kuliah pada tahun 2010 telah
√
√
36
d. Memperbarui kurikulum yang menunjang
kompetensi lulusan dan relevansi dengan dunia kerja.
e. Meningkatkan kualitas lulusan.
2) Meningkatkan sarana-prasarana pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
3) Mendorong dosen untuk menyusun bahan ajar.
1. Melakukan need assement dunia kerja (baik sektor formal maupun informal) 2. Melakukan kompilasi
ipteks yang mutakhir.
3. Meng-update kurikulum secara periodik.
1) Mengikutsertakan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar dan berbagai
dilengkapi dengan LCD.
3) Tersedianya Satuan Materi Sajian setiap mata kuliah untuk setiap tatap muka yang disusun oleh pengampu masing-masing.
1) Tersedianya data tentang daya serap pasar kerja untuk masing-masing program studi
2) Tersedianya data hasil tracing study untuk setiap program studi
3) Tersedianya kompilasi ipteks yang mutakhir.
4) Terdokumentasik annya
perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu 1) Jumlah mahasiswa
yang terlibat di dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian,
jurnalistik, seminar,
√
√
√
37
lomba karya ilmiah.
2) Menyusun desain pembelajaran yang mendorong mahasiswa menulis dan menyajikan gagasan secara
sistematik.
3) Menetapkan standar kompetensi lulusan pada tingkat regional dan nasional.
4) Melembagakan kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram dan terintegrasi dengan perkuliahan.
5) Menetapkan standar kualifikasi profesi tingkat regiomal.
6) Membangun unit organisasi yang
menangani penempatan kerja dan peningkatan ketrampilan
kewirausahaan.
dan lomba karya ilmiah meningkat.
2) Jumlah mahasiswa yang menulis dan menyajikan gagasan/karya secara sistematik meningkat.
3) Tersedianya standar
kompetensi lulusan pada tingkat regional dan nasional
4) Terlembagakannya kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram.
5) Tersedia dan diterapkannya standart kualifikasi profesi tingkat regional dan nasional.
6) Terbentuk dan berfungsinya unit organisasi yang menangani penempatan kerja dan peningkatan ketrampilan
38
B. KUALITAS MORAL LULUSAN
1. Dihasilkan lulusan yang bersifat jujur, adil, peduli, bermotivasi progresif, serta tangguh.
1. Mentransformasikan nilai-nilai Islami (kejujuran, keadilan, kepedulian,
ketangguhan, dan bermotivasi progesif) dalam proses pembelajaran dan kegiatan
ekstrakurikuler dalam kehidupan kampus.
2. Melibatkan dosen dan mahasiswa dalam upaya-upaya memahami dan membantu pemecahan
persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
1) Menyusun,
mensosialisasikan, dan mengimplementasikan kode etik yang mendukung
pembentukan sikap jujur, adil, peduli, tangguh, dan bermotivasi progresif.
2) Memotivasi dan
mengontrol implementasi kode etik.
1. Mengkaji persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dan
menetapkan skala prioritas persoalan.
2. Membuat komunitas binaan atau kelompok sasaran binaan sebagai laboratorium
pembelajaran mahasiswa.
3. Menyusun program-program binaan, baik berupa penyuluhan, pelatihan,
1) Tersusunnya, tersosialisasikan, sikap jujur, adil, peduli, tangguh, dan bermotivasi progresif.
2) Terselenggaraka nnya kegiatan motivasi dan penegakan kode etik.
3) Tumbuhnya motivasi untuk melaksanakan kode etik
1) Terlaksananya kegiatan kajian oleh dosen dan mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan-persoalan mendesak yang dihadapi oleh masyarakat 2) Tersusunnya skala
prioritas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
√
39
C. PENGABDIAN PADA
MASYARAKAT
2. Dihasilkan lulusan yang mampu mengamalkan ilmu dan keahliannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
1. Meningkatkan kapasitas dan kebudayaan komunitas peneliti.
2. Menetapkan tema-tema penelitian yang aktual dan strategis melalui koordinasi dan konsolidasi unit-unit akademik dengan lembaga-lembaga eksternal.
pendampingan, advokasi.
1) Menyusun tema sentral penelitian pada setiap program studi.
2) Menyusun kompetensi dosen sesuai dengan tema sentral penelitian yang telah ditetapkan.
3) Terbentuknya komunitas binaan oleh dosen dan mahasiswa yang dapat menjadi wahana untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
4) Tersusun dan terimplementasikan nya program-program binaan, baik berupa penyuluhan, pelatihan, pendampingan, advokasi oleh dosen dan mahasiswa.
1) Tersusunnya tema sentral penelitian pada setiap program studi.
2) Terinventarisasi dan
terpetakannya kompetensi dosen sesuai dengan
kelompok bidang keahlian
40
D. PENELITIAN
1. Dirumuskannya tema-tema penelitian yang aktual dan strategis, yang menjadi pedoman kegiatan penelitian bagi dosen dan mahasiswa.
2. Dihasilkannya penelitian yang berkualitas tinggi, yang menjadi rujukan pada taraf regional dan nasional.
3. Terpublikasikannya hasil-hasil penelitian dalam berbagai media, baik cetak, elektronik maupun virtual.
3. Meraih berbagai skema penelitian unggulan yang ditawarkan oleh berbagai
penyandang dana.
4. Memprioritaskan penelitian yang berpotensi menjadi penelitian unggulan yang ditawarkan oleh berbagai penyandang dana.
5. Meningkatkan kompetensi penelitian dan penulisan karya ilmiah hasil penelitian.
6. Meningkatkan manajemen sistem informasi penelitian.
3) Mengadakan workshop penelitian secara
berkelanjutan dan sesuai dengan standar lembaga penyandang dana.
4) Meningkatkan dan memperluas kerjasama dengan penyandang dana dan pengguna dana.
5) Meningkatkan jumlah penelitian unggulan dan penelitian terapan.
6) Mebangun dan mengembangkan
komunitas peneliti bidang teknologi.
7) Menyusun,
mensosialisasikan, dan mengimplementasikan peraturan yang
mewajibkan setiap dosen yang menulis karya ilmiah hasil penelitian.
8) Menyelenggarakan
3) Jumlah usulan penelitian yang disetujui oleh lembaga penyandang dana meningkat.
4) Jumlah dan intensitas kerjasama dengan lembaga penyandang dana, pengguna jasa, dan pemilik sumberdaya meningkat.
5) Jumlah karya ilmiah dosen dan mahasiswa yang dirujuk dalam tingkat nasional meningkat.
6) Terbentuknya pusat studi pengembangan teknologi terapan.
7) Setiap dosen menghasilkan sekurang-kurangnya satu karya ilmiah hasil penelitian setiap dua tahun.
√
√
√
41
1. Meningkatkan manajemen sistem informasi
sumberdaya (fasilitas) dan kepakaran, hasil penelitian, rekayasa teknologi, dan jasa.
2. Meningkatkan relevansi program akademik dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya, baik lokal
workshop penulisan karya ilmiah secara reguler dan berjenjang 9) Mewajibkan dosen
membuat bahan ajar yang diperkaya dengan hasil-hasil penelitian mutakhir.
1) Menyusun data-base penelitian dan mengefektifkan manajemennya.
2) Menerbitkan ringkasan hasil penelitian secara regular dan
berkelanjutan, baik dalam media cetak maupun elektronik.
3) Memantapkan kelembagaan unit
8) Tersusun dan terlaksananya workshop penulisan karya ilmiah secara reguler dan berjenjang.
9) Tersusunnya bahan ajar (buku ajar) yang
diperkaya dengan hasil-hasil
penelitian mutakhir, yang tertuang dalam GBPP dan SAP.
1. Tersusunnya data-base penelitian secara sistematik dan efektif.
2. Terbitnya ringkasan hasil penelitian secara reguler dan berkelanjutan, baik dalam media cetak maupun elektronik.
3. Berfungsinya unit pengelola sistem informasi secara
√
√
√
42
E. MANAJEMEN INSTKIPUSI
1. Meningkatkan efektifitas data-base dan sistem informasi kepakaran, hasil penelitian, rekayasa
teknologi, dan jasa yang mudah diakses oleh pengguna.
2. Meningkatnya kerjasama dengan berbagai pihak dalam penerapan sains dan teknologi.
regional dan nasional.
3. Meningkatkan efektivitas program akademik.
1) Membentuk dan memberdayakan unit organisasi yang menangani
pengembangan sumberdaya manusia secara profesional.
2) Merumuskan perencanaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan
pengembangan, baik yang terkait dengan jenis, kualifikasi, maupun jumlah.
pengelolaan sistem informasi.
4) Menyusun dan meng-update secara kontinyu data base sumberdaya (fasilitas) dan
kepakaran, hasil penelitian, rekayasa teknologi, dan jasa.
1) Mengkaji persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dan
menetapkan skala prioritas persoalan.
2) Mempromosikan sumberdaya dan
kepakaran serta keahlian melalui media cetak dan elektronik agar mudah diakses oleh masyarakat.
mantap (tidak over-lapping, bila ada persoalan cepat
diselesaikan, berkurangnya keluhan
pengguna, tidak saling lempar tanggung jawab).
4. Data-base sumber daya (fasilitas) dan kepakaran, hasil penelitian, rekayasa teknologi, dan jasa selalu mutakhir.
1. Teridentifikasinya dan tersusunnya skala prioritas persoalan-persoalan mendesak yang dihadapi oleh masyarakat.
2. Meningkatnya jumlah dosen yang kepakaran dan keahlian dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna.
√
√
√
√
43
1) Terbentuknya unit organisasi yang menangani pengembangan sumberdaya insani secara profesional.
2) Terumuskannnya perencanaan sumberdaya insani yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan, baik terkait dengan jenis, kualifikasi, maupun jumlah.
3) Meningkatkan kualitas rekruitmen SDM, baik dosen maupun karyawan.
4) Meningkatkan etos dan pretasi kerja karyawan dan dosen.
5) Memantapkan manajemen Kepegawaian
3) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan akademik (seminar, dan diskusi-diskusi)
4) Mengkaji dan menyusun tugas dan fungsi bangun struktur organisasi serta menetapkan unit yang menangani
pengembangan sumberdaya insani secara profesional.
5) Melakukan analisis jabatan/pekerjaan untuk menyusun formasi kebutuhan sumberdaya insani ke depan, baik yang terkait dengan jenis, kualifikasi, maupun jumlah.
3. Terselenggarany a kerjasama kegiatan akademik (seminar, pendampingan, advokasi dan lain-lain) bersama mitra pengguna dalam rangka memenuhi kebutuhan dan menjawab persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
4. Terbangun dan berfungsinya unit yang menangani pengembangan sumberdaya insani secara profesional.
5. Terselenggarany a program pengembangan sumberdaya insani secara profesional.
√
√
√
44
3) Terumuskannnya standart kualifikasi rekruitmen, yang menjamin diperolehnya sumberdaya insani berkualitas.
kepegawaian yang mantap.
6) Memantapkan manajemen keuangan yang antisipatif, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
7) Menata administrasi keuangan yang efisien
8) Memantapkan manajemen sumberdaya fisik yang antisipatif, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
6) Melakukan kajian dan evaluasi secara kritis berbagai program pengembangan
sumberdaya insani yang ada dalam rangka membantu menyusun program pengembangan sumberdaya insani secara berjenjang, meningkatkan ketrampilan dan memperkaya pengalaman.
7) Menyusun, menetapkan, mensosialisasikan, dan melaksanakan aturan kepegawaian secara konsekuen.
7) Merumuskan standar kualifikasi rekruitmen, yang menjaring sumberdaya insani yang memiliki
kapabilitas, etos kerja, jiwa kepemimpinan, dedikasi, motivasi yang tinggi, dan sesuai dengan kebutuhan
6. Tersedianya instrumen analisis
jabatan/pekerjaan dalam menyusun formasi
kebutuhan sumberdaya insani ke depan, baik yang berhubungan dengan jenis, kualifikasi maupun jumlah.
7. Tersedianya data tentang
sumberdaya insani yang mendukung tertetapkan, dan tersosialisasikann ya aturan
kepegawaian.
√
√
45
6) Tersusun dan terlaksananya perencanaan keuangan yang mantap.
7) Tercapainya efisiensi pengeluaran keuangan.
8) Terumuskannya perencanaan, pengadaan, perawatan dan penggunaan sumberdaya fisik secara efisien dan
9) Menata dan mengembangkan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan yang
mempertimbangkan keasrian tempat dan kenyamanan bagi para pemakai, lingkungan yang aman, nyaman, sehat, menarik, mudah diakses, dan mencitrakan pusat unggulan
kebudayaan Islam.
10) Meningkatkan partisipasi komunitas kampus dalam menciptakan dan memelihara
lingkungan kampus.
11) Memantapkan sistem manajemen administrasi akademik yang mudah, cepat,
masing-masing unit (sesuai dengan kebutuhan analisis jabatan).
9) Menyusun dan menetapkan
perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terpadu.
10) Mengkaji pos-pos mata anggaran, merumuskan standar efisiensi dan akuntabilitas pengeluaran keuangan.
11) Menyusun sistem akuntansi yang transparan, akuntabel dan mampu mendukung pengembangan.
9. Tersusun, ditetapkan dan dilaksanakannya perencanaan keuangan (anggaran) yang menyeluruh dan terpadu, baik dalam jangka lima tahun maupun pertahun.
10. Tersusunnya standar operasi prosedur (SOP) tentang
keuangan
11. Tersedia dan diimplementasika nnya instrumen standar efisiensi dan akuntabilitas
√
√
√
46
optimal.
9) Terjaminnya keberfungsian, keawetan, kenyamanan, kebersihan, dan keamanan sumberdaya fisik.
10) Terciptanya lingkungan yang mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan akademik dan mencitrakan kampus sebagai pusat kebudayaan Islam.
11) Tersedianya sarana/prasarana sesuai dengan kebutuhan.
akurat, nyaman, dan terpadu.
12) Memantapkan sistem pelayan manajemen administrasi akademik yang mudah, cepat, akurat, nyaman, dan terpadu.
13) Mengoptimalisasikan peran perpustakaan untuk kepentingan-kepentingan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
14)Mewujudkan kemandirian dan model
pengembangan
12) Meningkatkan dana abadi yang mendukung pengembangan,
keberlanjutan dan masa depan yang lebih baik.
13) Pemerikasaan keberadaan, keberfungsian, kebersihan, dan kenyamanan
sumberdaya fisik secara periodik untuk
kepentingan perawatan, perbaikan, ketertiban, keasrian, dan keamanan sumberdaya fisik.
14) Merumuskan
mekanisme penyelesaian persoalan yang terkait dengan kerusakan dan
pengeluaran keuangan.
12. Tersedianya dana abadi untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan inSTKIPusi
13. Berfungsinya sistem kontrol terhadap keberadaan, keberfungsian, kebersihan dan kenyamanan sumberdaya fisik secara periodik untuk
kepentingan perawatan, perbaikan, ketertiban, keasrian, dan keamanan sumberdaya fisik.
14. Tersusunnya aturan dan mekanisme
47
12) Terwujudnya perencanaan, pengelolaan, dan penggunaan seluruh aspek tekonologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif.
13) Terwujudnya sistem administrasi yang cepat, akurat, terpadu.
14) Meningkatnya jumlah judul koleksi yang memenuhi
perpustakaan ke depan.
15)Memantapkan manajemen teknologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif.
16)Mengembangkan berbagai standar untuk mengfasilitasi perangkat teknologi informasi dan pertukaran informasi melalui jaringan kerja.
kehilangan.
15) Merumuskan dan melembagakan tertib administrasi dan dokumentasi yang meliputi pengadaan, perawatan, dan
penggunaan sumberdaya fisik, terutama dalam pergerakan atau perpindahan barang.
16) Menyusun rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan yang mempertimbangkan keasrian tempat dan kenyamanan bagi pemakai.
17) Menciptakan lingkungan yang mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan akademik dan mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan kebudayaan Islam.
18) Membangun
sarana/prasarana yang dibutuhkan utnuk menunjang kegiatan
persoalan yang terkait dengan kerusakan dan kehilangan.
15. Tersedianya dokumen yang lengkap dan tertib yang meliputi pengadaan, perawatan, dan penggunaan sumberdaya fisik, terutama dalam pergerakan atau perpindahan barang.
16. Tersedianya rencana pengembangan kampus
17. Terwujudnya lingkungan kampus sebagai pusat unggulan akademik dan mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan kebudayaan Islam 18. Tersedianya
sarana/prasara yang dibutuhkan.
√
√
48
kepentingan-kepentingan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.
15) Terpenuhinya fasilitas yang memadai dan penataan fasilitas yang nyaman serta kondusif untuk belajar.
16) Terwujudnya kinerja pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan nyaman.
17) Terumuskannya kemandirian dan model
pengembangan perpustakaan ke depan.
perkuliahan.
19)Menyususn, menetapkan,
mensosialisasikan, dan mengimplementasikan peraturan tentang pemeliharaan lingkungan kampus secara
konsekuen.
20)Membangun sistem informasi adminitrasi akademik yang cepat, akurat dan terpadu 21) Meningkatkan
kemampuan dan ketrampilan pelayanan profesional staf administrasi.
22) Melaksanakan
pendidikan kepribadian untuk menigkatkan kesadaran dan kesediaan melayani.
23) Menyediakan fasilitas pendukung pelayanan yang nyaman, lengkap, dan mudah diakses.
24) Meningkatkan jumlah judul, variasi koleksi, dan rasio (untuk judul dan
19. Tersusunnya peraturan tentang pemeliharaan lingkungan kampus
20. Terbangunnya sistem informasi akademik
21. Meningkatnya kemampuan dan ketrampilan staf administrasi.
22. Terlaksananya pendidikan kepribadian
23. Tersedianya fasilitas
pendukung yang mudah diakses.
24. Tersedianya jumlah judul koleksi buku
√
√
√
49
jenis koleksi yang tingkat penggunaannya tinggi).
25) Melaksanakan pendidikan staf untuk maningkatkan pelayanan yang profesional.
26) Membangun sistem informasi perpustakaan berbasis teknologi informasi (intra dan internet).
27) Melakukan pendidikan staf dalam bidang manajemen mutu berbasis teknologi informasi.
untuk kepentingan pembelajaran 25. Tersedianya satf
administrasi yang terampil dan profesional sesuai dengan tugas dan kebutuhan.
26. Pendeknya waktu yang dibutuhkan oleh pengguna untuk
memperoleh informasi/referen si yang
dibutuhkan.
27. Meningkatnya pelayanan dan mempersingkat waktu dalam memberikan pelayanan 28. Tersedianya
modul (manual) standar kualifikasi rekruitmen dosen dan karyawan.
29. Terimplementasik annya rekruitmen dosen dan karyawan berdasarkan standar
√
√
√
√
50
kualifikasi dan analisis jabatan.
30. Tersusun, tertetapkan, dan tersosialisasikann ya aturan tentang kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kelayakan, yang mendorong peningkatan prestasi kerja.
31. Terimplementasik annya aturan kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan
31. Terimplementasik annya aturan kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan