BAB VII PENCAPAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN
C. BIDANG PELAYANAN KESEHATAN
1. Seksi Kesehatan Ibu dan Anak
Bentuk kegiatan yang dilaksanakan pada Program Kesehatan Ibu dan Anak pada Tahun 2013 adalah sebagai berikut:
a. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) di seluruh Wilayah kerja Puskesmas b. Melakukan pembinaan kepada pengelola KIA Puskesmas dan bimbingan tekhnis
ke 22Puskesmas, serta pertemuan di Dinas Kesehatan Kota Padang c. Membuat dan menganalisa laporan LB3 KIA
d. Pemantauan dan pembinaan pengisian Kohor kesehatan Ibu, kesehatan bayi dan kesehatan anak balita
e. Pendistribusian dan pemantauan penggunaan buku KIA ke 22 Puskesmas, Pustu, Posyandu, RSUD, RS Swasta, RSB, BPS dll
f. Melakukan pembinaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) serta pemantauan pemasangan stiker P4K
g. Pembinaan Kelas Ibu Hamil ke Puskesmas se Kota Padang h. Sosialisasidanpembinaan Kelas Ibu Balita ke Puskesmas i. Pemantauan 10 Penyakit terbanyak pada Balita
90 k. Pemantauan dan pembinaan pelaksanaan SDIDTK di Puskesmas
l. Pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir
m. Pelacakan kasus kematian ibu, perinatal/neonatus, bayi dan anak balita pada setiap kasus, serta melakukan Audit Maternal dan Perinatal (pembahasan kasus kematian ibu dan anak) dua kali dalam satu tahun
n. Pertemuan Petugas UKS Puskesmas se Kota Padang
o. Skreening Kesehatan pada anak TK, SD SLTP, SLTA, khusus untuk siswa SMP, SMA sederajat skreening kesehatan disertai dengan pengisian kuisioner Kesehatan Intelegensia, Kesehatan Mental dan Kesehatan Reproduksi
p. Pengolahan Data skreening anak TK,SD SLTP, SLTA Puskesmas seKota Padang q. Pembinaan serta Monitoring dan evaluasi Program Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS) ke Sekolah
r. Monitoring dan evaluasi Program UKS ke Puskesmas s. Pembinaan PKPR ke sekolah dan ke Puskesmas
t. Koordinasi Lintas Sektor dalam Pembinaan TP UKS Kota dan TP UKS Kecamatan
u. Pemantauan implementasi R/R KB
v. Bekerjasama dengan TNI dan PKK dalam rangka KB-Kes TNKK serta Kesatuan Gerak PKK KB-Kes serta ulang tahun IBI Kota Padang
91
Tabel 7.3. Target Indikator KinerjaSPM dan MDGs Program KIA Tahun 2010- 2015
NO JENIS PELAYANAN 2010 TARGET / TAHUN
% 2011 % 2012 % 2013 % 2014 % 2015 %
I PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR
1 Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak
- Cak. Kunjungan Bumil K1 95 96 97 98 99 100 -Cakp.kunjungan Bumil K4 90 95 92 93 94 95 - Cakp.pertolongan persalinanoleh Bidan/Nakes yg memiliki kompetensi kebidanan 88 92 92 93 94 95 - Cakupan komplikasi
kebidanan yang ditangani 59 63 67 72 75 80 - Cakupan Pelayanan Ibu
Nifas 1 (=KF 1) 84 86 88 89 90 90
- Cakupan Pelayanan Ibu
Nifas Lengkap (KF 3) 84 86 88 89 90 90
- Cakupan Kunjungan
Neonatus 1 (KN 1) 86 87 88 89 90 90
- Cakupan kunjungan
Neonatus Lengkap (KN3) 86 87 88 89 90 90
- Cakupan neonatus dengan
komplikasi yang ditangani 60 65 70 75 80 80 - Cakupan Kunjungan Bayi 90 91 92 93 94 95 - Cakupan Pelayanan
Kesehatan Anak Balita 78 80 82 84 86 90
- % PUS yang menjadi peserta
KB Aktif (CPR) 73 74 75 75 75 75
2 Pely. Kesehatan Anak Pra Sekolah dan Usia Sekolah - Cakupan penjaringan
kesehatan siswa SD dan setingkat
92 Pencapaian program Kesehatan Ibu Anak pada tahun 2013 serta kesenjangan dapat dilihat pada Tabel 7.4. berikut ini:
Tabel 7.4. Pencapaian Kinerja Program KIA Tahun 2013 Kota Padang
NO KINERJA PROGRAM TARGET 2013 PENCAPAIAN 2013 KESENJANGAN
ABS % ABS % ABS %
I PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR 1 Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
- Cak. Kunjungan Bumil K1 19642 98 19486 97,2 (156) -0,8 -Cakp.kunjungan Bumil K4 18,639 93 18468 92,1 (171) -0,9 - Cakp.pertolongan persalinanoleh Bidan/Nakes yg memiliki kompetensi kebidanan 17792 93 17490 91,4 302 -1,6 - Cakupan komplikasi
kebidanan yang ditangani 2886 72 1,490 37,2 (1396) -34,8 - Cakupan Pelayanan Ibu Nifas
1 (KF 1) 16836 88 17341 95,1 505 +7,1
- Cakupan Pelayanan Ibu Nifas
Lengkap (KF 3) 16836 88 15545 88,3 1291 +0,3
- Cakupan Kunjungan Neonatus
1 (KN 1) 16217 89 17675 97 1458 +8
- Cakupan kunjungan Neonatus
Lengkap (KN3) 16217 88 16357 89,8 140 +1,8
- Cakupan neonatus dengan
komplikasi yang ditangani 2733 75 590 21,6 2143 - 53,4 - Cakupan Kunjungan Bayi 18221 93 16703 91,7 (1518) -1,3 - Cakupan Pelayanan Kesehatan
Anak Balita 71481 84 58132 81,3 (13349) -2,7
2 - % PUS yang menjadi peserta
KB Aktif (CPR) 129041 75 102969 59,8 (26072) -15,2
II Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah dan Usia Sekolah - Cakupan penjaringan
kesehatan siswa SD dan setingkat
16833 100 15648 93 (1185) -7
Dari tabel di atas terlihat bahwa pencapaian kinerja program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2013 berdasarkan Standar pelayanan minimal di pelayanan kesehatan dasar masih jauh dari memuaskan dari 13 Indikator kinerja yang sudah mencapai target baru 4 indikator, yaitu cakupan pelayanan ibu nifas KF1 dan KF3 dan cakupan pelayanan neonatus KN1 dan KN3, sedangkan 9indikator lainya belum mencapai target. Indikator yang belum mencapai target adalah cakupan K1,
93 K4, Persalinan Nakes, Komplikasi kebidanan yang ditangani, cakupan neonatus komplikasi yang ditangani, Cakupan Kunjungan bayi, Cakupan Kunjungan Balita dan Angka CPR KB.
a. Pemantauan Wilayah Setempat KIA (PWS KIA)
Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) harus dipantau secara berkesinambungan dan terpadu di tiap wilayah kerja Puskesmas melalui kegiatan PWS KIA, mulai dari Ante Natal Care (ANC) sampai persalinan, nifas, neonatus, bayi dan balita, serta untuk melihat derajat kesehatan anak. PWS juga berguna untuk melakukan tindak-lanjut yang cepat dan tepat terhadap wilayah kerja yang cakupan pelayanan KIA-nya masih rendah.
a) Kesehatan Ibu
1) Kunjungan Ibu Hamil
Pemantauan yang dilakukan adalah pemantauan kesehatan ibu hamil (K1, K4, Deteksi ibu hamil resiko tinggi oleh tenaga kesehatan/masyarakat, kesehatan ibu bersalin (persalinan oleh tenaga kesehatan (PN), persalinan oleh dukun, pemantauan kesehatan ibu nifas (pelayanan ibu nifas) dan pemantauan kesehatan anak (Kunjungan Neonatus/KN, Kunjungan Bayi, Pelayanan Kesehatan Anak Balita). Hasil cakupan ini dinilai dan digunakan sebagai intervensi terhadap puskesmas yang belum mencapai target pada tahun ini.
Cakupan pelayanan Ibu Hamil K1 adalah Kunjungan Ibu Hamil yang pertama kali pada masa kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan 10 T. Standar pelayanan 10 T tersebut mencakup: 1). Timbang berat badan dan ukur tinggi badan, 2). Ukur tekanan darah, 3). Nilai Status Gizi (ukur lingkar lengan atas), 4). Ukur tinggi fundus uteri, 5). Tentukan Presentase janin dan denyut jantung janin (DJJ), 6). Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan, 7). Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan, 8). Test Laboratorium, 9). Tatalaksana kasus, 10). Temu wicara (konseling), termasuk perencaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan.
Cakupan pelayanan ibu hamil K 4 adalah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali. Pelayanan ibu
94 hamil yang dianjurkan adalah minimal satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan.
Tabel 7.5. Cakupan Program Kesehatan Ibu Kota Padang Tahun 2013 No PUSKESMAS K4 / 88 PN / 88 KB / 64 KF / 89 PK / 71,5 1 Padang Pasir 111,6 88,4 65,24 88,8 41,7 2 Lapai 93,5 87,7 97 89,4 30,8 3 Nanggalo 93,4 93,6 57,62 87,5 79,4 4 Kuranji 92,1 98,1 82,32 87 39,7 5 Belimbing 95 89,5 58,26 93,7 47,6 6 Ambacang 91,6 93,3 72,64 81 43,2 7 Andalas 89,4 92,2 66,36 91,6 9,8 8 Rawang 94,5 91,6 50,91 88,2 24 9 Seberang Padang 91,7 85 60,76 89,2 44,1 10 Pemancungan 94,6 94,1 63,18 79,7 24,3 11 Alai 93 76,5 83,94 90,9 0 12 Ulak Karang 92,8 96,4 80,37 91,5 4,5 13 Air Tawar 92,9 89,9 16,44 89,6 0 14 Pauh 94 92,1 59,86 93,5 79,8 15 Lubuk Kilangan 91,7 93,7 83,49 71,1 13,5 16 Lubuk Begalung 91,8 92,4 58,49 89,6 20,9 17 Pegambiran 71,5 83,2 75,92 85,8 29,6 18 Lubuk Buaya 94,1 95,3 63,88 94,3 44,3 19 Air Dingin 93,6 92,4 81,51 91,6 69,8 20 Ikur Koto 86,8 115,5 60,84 94,8 40,8 21 Anak Air 85,8 95,9 60,93 81,4 33,3 22 Bungus 91,1 94,3 17,56 85,6 80,8 Kota Padang 92,15 91,42 79,8 84,24 37,2
Pada tabel 7.5. dapat dilihat cakupan KB dan persalinan komplikasi tidak mencapai target, puskesmas alai dan air tawar sama sekali tidak melaporkan persalinan komplikasinya.
95
Grafik 7.69. Pencapaian K1 dan K4 Kota Padang Tahun 2009 -2013
Dari grafik 7.69 di ketahui dalam lima tahun rata rata target K1 adalah 98% dengan capaian mulai Tahun 2009 sampai 2013 mengalami penurunan pada tahun 2010, sedangkan capaian K1 pada tahun 2013 hanya 97,2% artinya ada kesenjangan sekitar -0,8%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir capaian tertinggi pada Tahun 2011 (94%) sedangkan pada tahun 2013 hanya mencapai 92,1%. 2) Diteksi Resiko Ibu Hamil dan Pertolongan Persalinan
Diteksi resiko tinggi Nakes adalah ibu hamil beresiko terhadap kehamilan dan terdeteksi oleh tenaga kesehatan, sedangkan Cakupan pertolongan ibu bersalin nakes (PN) adalah cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Grafik 7.70. Diteksi Bumil Resti dan Persalinan Nakes Kota Padang Tahun 2009 – 2013
96 Cakupan kegiatan Diteksi Resti Ibu hamil antara Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2013 mengalami trend peningkatan, dimana pada tahun 2009 diteksi resti ibu hamil baru mencapai 19,8% dan pada tahun 2013 diteksi resti ibu hamil sudah mencapai 76,8% kemudian dilihat dari Persalinan ibu pada tenaga kesehatan di Kota Padang pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 sebagai berikut pada tahun 2009 telah mencapai 99,3% kemudian di tahun 2011 meningkat menjadi 99,8%, kemudian dan pada tahun 2013 mengalami penurunan, cakupanyang dicapai 91,4%.
3) Kunjungan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas dan Neonatus
Cakupan Pelayanan Nifas (KF) dan Cakupan Pelayanan Neonatus (KN) adalah pelayanan kepada ibu dan neonatal pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan sesuai standar. Pelayanan Nifas sesuai standar adalah pelayanan kepada ibu nifas sedikitnya 3 kali, pertama pada 6 jam pasca persalinan sampai dengan 3 hari; yang kedua pada minggu ke II, dan yang ketiga pada minggu ke VI termasuk pemberian Vitamin A 2 kali serta persiapan dan/atau pemasangan KB Pasca Persalinan. Cakupan kunjungan neonatal adalah pelayanan kesehatan kepada neonatus pada masa 6 jam sampai dengan 28 hari setelah kelahiran sesuai standar, di fasilitas kesehatan, posyandu maupun kunjungan rumah. Standar Pelayanan Minimalnya adalah satu kali pada 6 - 48 jam (KN 1), satu kali pada 3 - 7 hari (KN 2), satu kali pada 8 - 28 hari (KN 3).
Grafik 7.71. Pencapaian Kunjungan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas Lengkap (KF3) dan Kunjungan Neonatus Lengkap (KN Lengkap) di Kota Padang Tahun 2009- 2013
97 Grafik 7.71. mengambarkan cakupan pelayanan ibu nifas Lengkap (KF 3) selama 5 tahun terakhir, capaian terendah pada tahun 2009 sebesar 55,3% dan tertinggi pada tahun 2013 sebesar 88,4% namun bila diperhatikan dari hasil KN Lengkap capaian terendah pada tahun 2009 -2010 sebesar 82,3% dan tertinggi pada tahun 2013 yaitu sebesar 95,8%.
b) Kesehatan Anak
Tabel 7.6. Cakupan Pelayanan Kesehatan Anak Tahun 2013.
No Puskesmas KN1/84 KNL/84 NK/73 KBY/87 KBLT/83 1 Padang Pasir 96,2 96,2 4,2 91,2 90,3 2 Lapai 98,5 90,1 4,2 94,1 84 3 Nanggalo 95,3 87,3 2,6 95,5 78,3 4 Kuranji 96,8 92,5 20,2 96,6 78,4 5 Belimbing 99 85 35,1 88,7 80,9 6 Ambacang 95 93,9 39,6 91,5 81,7 7 Andalas 96,9 92,2 2,4 89,2 80,5 8 Rawang 97,6 87,1 6,5 96,7 95,8 9 Seberang Padang 97,5 83,7 16,6 96,1 88,4 10 Pemancungan 98,7 88,5 5,3 94,9 91,4 11 Alai 97,9 87,1 44,2 95,4 99,9 12 Ulak Karang 98,8 96,3 11,6 94,5 72 13 Air Tawar 97,2 81,6 9,9 93,2 88,9 14 Pauh 96,4 90,6 11,6 77,5 74 15 Lubuk Kilangan 97 88,9 14,9 90,3 99,6 16 Lubuk Begalung 97,5 66,4 9,2 95,2 81,1 17 Pegambiran 97 88.9 1,3 93,9 52,1 18 Lubuk Buaya 94,1 94,1 72,6 91,8 87,8 19 Air Dingin 95,5 81,5 3,9 92,6 64,9 20 Ikur Koto 98,6 94,8 16 94,5 83,9 21 Anak Air 99,2 98,2 40,7 96 57,2 22 Bungus 97,8 93,5 24 93,2 87,1 Kota Padang 97 89,8 22,4 91,7 82,5 1) Neonatus
Cakupan kunjungan neonatal adalah pelayanan kepada neonatus pada masa 6 jam sampai dengan 48 jam setelah kelahiran sesuai standar. Pelayanan yang diberikan sesuai dengan Manajemen Terpadu Bayi Muda, Pemeriksaan dan perawatan BBL, Pemeriksaan tanda bahaya, Pemberian Imunisasi, Konseling dengan menggunakan Buku KIA, Penanganan dan rujukan kasus. Sedangkan Penanganan Neonatus Komplikasi adalah Neonatus dengan komplikasi di satu
98 wilayah kerja pada satu tahun yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan. Neonatus dengan komplikasi yang harus ditangani adalah neonates yang mengalami asfiksia, ikterus, hipotermia, tetanus neonatorum, infeksi/sepsis, trauma lahir, BBLR (bayi berat lahir rendah < 2500 gr ), sindroma gangguan pernapasan, kelainan kongenital maupun yang termasuk klasifikasi kuning pada MTBS.
Grafik 7.72. Pencapaian Kunjungan Neonatus Pertama (KN 1) dan Neonatus Komplikasi yang tertangani di Kota Padang Tahun 2011- 2013
Target kunjungan pelayanan kesehatan neonatus pertama (KN1) tahun 2011- 2013 adalah 88% dengan pencapaian program telah melebihi target dengan rata rata capaian 97%. Target dari neonatus komplikasi adalah 15% dari sasaran bayi dan bila diperhatikan capaian pelayanan neonatus komplikasi yang tertangani setiap tahun terjadi peningkatan dari 4% pada tahun 2011 naik menjadi 21,6% pada tahun 2013.
2) Peningkatan Pelayanan Kesehatan Bayi dan Anak Balita
Upaya Kesehatan Anak dilakukan sedini mungkin sejak anak masih di dalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya yang ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang yang optimal baik fisik, mental, emosional maupun sosial serta memiliki intelegensia majemuk sesuai dengan potensi genetiknya.
99 Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan bayi post neonatal yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter, bidan, dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan, paling sedikit 4 kali disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu, dengan pelayanan adalah Imunisasi dasar lengkap, SDIDTK, Vit A 100.000 IU, Konseling ASI Eksklusif, Perawatan bayi dgn Buku KIA, Penanganan dan rujukan. Sedangkan Kunjungan Pelayanan kesehatan Anak Balita Adalah Cakupan pelayanan anak balita adalah anak usia 12- 59 bulan yang memperoleh pelayanan sesuai standar, pemantauan pertumbuhan minimal 8 x setahunPemantauan perkembangan minimal 2 x setahun dan pemberian vitamin A 2 x setahun.
Grafik 7.73. Pencapaian Kunjungan Bayi dan Kunjungan Balita ke Pelayanan Kesehatan di Kota Padang Tahun 2009 -2013
Dari grafik 7.73 diketahui bahwa Pencapaian kunjungan Bayi ke pelayanan kesehatan terendah terjadi pada Tahun 2011 (70,8%) dan tertinggi pada Tahun 2013 (91,2%) sedangkan Pencapaian kunjungan Balita ke pelayanan kesehatan terendah terjadi pada tahun 2009 (53% dan tertinggi pada Tahun 2013 (81,3%).
3) Diteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
Program Kesehatan Anak Tahun 2009- 2013 masih berfokus kepada Kunjungan Neonatus, Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita, Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Balita, Pelaksanaan Kelas Ibu
100 Balita, serta meningkatkan derajat kesehatan anak usia prasekolah dan usia sekolah.
Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas dapat diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita melalui program SDIDTK di Puskesmas, Posyandu, PAUD, Kelas Ibu Balita. Dengan memberikan stimulasi yang memadai berarti kita sudah merangsang otak balita sehingga perkembangan, kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian pada balita bisa berlangsung secara optimal sesuai dengan umur anak.
Melaksanakan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang artinya melakukan skrining atau mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita termasuk menindaklanjuti setiap keluhan orangtua terhadap permasalahan tumbuh kembang anaknya dengan menggunakan Instrumen Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan pada balita dan anak prasekolah. Instrument ini diuraikan dalam pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Hasil cakupan SDIDTK anak balita Kota Padang dapat dilihat pada grafik 7.74.
Grafik 7.74. Cakupan SDIDTK Anak Balita dan Prasekolah Kota Padang Tahun 2009- 2013
Grafik 7.74 menunjukkan cakupan SDIDTK pada Anak Balita dan Prasekolah terbanyak pada tahun 2010 (79,7%) dan terendah tahun 2009 (53,9%) sedangkan pada tahun 2013 pelaksanaan SDIDTK baru mencapai 69,3%.
101 4) Pemantauan Kasus Kematian Ibu dan Anak
(a) Kematian Anak
Tingginya jumlah kematian anak menunjukkan masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan pada anak, baik sewaktu masih janin maupun setelah lahir.
Tabel 7.7. Data Kasus Kematian Anak di Kota Padang Tahun 2009- 2013
TAHUN PERI/NEONATAL BAYI BALITA
2010 85 107 10
2011 83 86 10
2012 71 71 7
2013 69 30 10
Pada Tabel 7.7. menunjukkan bahwa dari laporan kematian Anak yang masuk ke Dinas Kesehatan Kota Padang pada Tahun 2010- 2013 terjadi penurunan kasus, kematian bayi tertinggi pada Tahun 2010 (107 kematian) dan terendah pada tahun 2013 (30 kematian).
Kematian perinatal (kematian bayi 0-7 hari) tertinggi pada Tahun 2010 dan terendah pada Tahun 2013 sementara kematian anak balita rata rata setahun 9 kematian. Penyebab Kematian terbanyak dari Tahun 2011- 2013 terjadi pada perinatal adalah BBLR dan Asfiksia (Tabel 7.8).
Tabel 7.8. Penyebab Kematian Pada Perintal di Kota Padang Tahun 2011- 2013 NO PENYEBAB 2011 2012 2013 Jlm % Jlm % Jlm % 1 Asfiksia 10,0 13,3 16,0 34,8 27,0 37 2 DLL 40,0 53,3 16,0 34,8 18,0 24,7 3 BBLR 15,0 20,0 8,0 17,4 14,0 19,2 4 Kelainan Kongenital 6,0 8,0 4,0 8,7 8,0 11,0 5 Sepsis 0,0 0,0 1,0 2,2 6,0 8,2 6 Ikterus 0,0 0,0 1,0 2,2 0,0 0,0 7 Prematur 4,0 5,3 0,0 0,0 0,0 0,0 TOTAL 75 100 46 100 73 100
102 (b) Kematian Ibu
Penurunan AKI juga merupakan indikator keberhasilan derajat kesehatan suatu wilayah. Untuk itu pemerintah berupaya bahu membahu membuat berbagai strategi untuk akselerasi menurunkan Angka Kematian Ibu. Kematian Ibu sangat ditunjang dengan pelaksanaan ANC yang berkualitas dan terpadu, Kelas Ibu Hamil, Persalinan yang aman serta pemantauan kasus kematian maternal yang akurat sehingga bisa menggambarkan penyebab kematian yang nantinya bisa menjadi bahan pembelajaran. Untuk lebih lanjut berikut ini grafik klasifikasi kematian ibu di Kota Padang Tahun 2009- 2013.
Tabel 7.9. Data Kasus Kematian IBU di Kota Padang Tahun 2009- 2013
Tahun Bumil Bulin Bufas Jumlah
2009 5 5 7 17
2010 5 4 6 15
2011 4 2 10 16
2012 4 9 2 15
2013 5 4 6 15
Kasus kematian ibu di Kota Padang dari Tahun 2009 sampai Tahun 2013 mengalami stagnansi pada 5 tahun terakhir yaitu 16 sampai 15 kematian ibu . Kematian terbesar ibu terjadi pada saat nifas di tahun 2011( 10 kasus kematian) dan kasus kematian terendah terjadi pada ibu bersalin dan nifas (2 kasus kematian). Sedangkan penyebab dari kematian ibu adalah dapat dilihat pada grafik 7.75.
103 Data diatas menunjukkan bahwa penyebab secara langsung kematian maternal di Kota Padang setiap tahunnya adalah Eklampsia disusul oleh perdarahan dan sepsis.
c) Kesehatan Anak Usia Sekolah
(1) Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Sekolah
Peningkatan pelayanan kesehatan anak sekolah bertujuan untuk memantau status kesehatan dan status gizi anak sekolah melalui kegiatan screening kesehatan anak baru masuk sekolah serta pembinaan UKS ke sekolah.Cakupan penjaringan/screening kesehatan anak baru masuk sekolah (SD, SMP, SMU) dapat dilihat pada grafik 7.76.
Grafik 7.76. Cakupan Penjaringan Kesehatan Anak Baru Masuk Sekolah di Kota Padang Tahun 2009- 2013
Dari grafik 7.76 terlihat cakupan penjaringan kesehatan anak baru masuk sekolah di tingkat SD terbanyak dilakukan pada Tahun 2011 (100%) sedangkan pada Tahun 2013 mengalami penurunan (93,2%), Ditingkat SMP penjaringan tertinggi dilakukan pada tahun 2011 dan Penjaringan Tingkat SMA juga pada Tahun 2011 yaitu 92,9%.
2. Seksi Gizi
Kegiatan yang dilaksanakan pada bagian gizi pada Tahun 2013 adalah sebagai berikut :
104 1) Pendidikan Gizi
Kegiatannya meliputi pengembangan dan pengadaan materi KIE gizi dan sarana penunjang penyuluhan gizi ke masyarakat, sosialisasi peningkatan pemberian ASI dan MP-ASI, peningkatan ASI Ekslusif, Vitamin A, Garam beryodium dan pemberian tablet Fe.
2) Penanganan Masalah Gizi
Kegiatan penanganan masalah gizi adalah tatalaksana gizi buruk baik rawat inap maupun jalan, pemberian PMT pemulihan kepada balita gizi kurang dan ibu hamil KEK.
3) Surveilans Gizi
Kegiatannya meliputi pengumpulan data, pengolahan dan analisa data serta tindak lanjut penanganan kasus.
4) Perbaikan Gizi Melalui Pemberdayaan Masyarakat.
Kegiatanpemantuan pertumbuhan, membentuk kelompok untuk pemberian ASI, MP-ASI, pembinaan kader di seluruh posyandu.
Peningkatan pengetahuan, pemahanan dan keterampilan oleh petugas dengan memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat terkait upaya perbaikan gizi dengan kegiatannya penyuluhan gizi dan konseling gizi kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan dilakukan bekerja sama dengan lintas program pemegang promkes dan pembina wilayah. Kegiatan ini dilakukan di puskesmas (dalam gedung) dan di posyandu (luar gedung), serta melalui penyuluhan keliling.
Tabel 7.10. Cakupan Penyuluhan Gizi Kota Padang Tahun 2013
No Penyuluhan Materi Dalam Gedung Luar Gedung Keliling
Frek Jml disuluh Frek Jml disuluh Frek
1 Gizi keluarga 172 3.315 1.197 129.709 6 2 Kekurangan Yodium 14 285 165 3138 0 3 Vitamin A 40 691 762 32.951 114 4 ASI Eksklusif 68 1401 405 9.687 0 Jumlah/rata-rata 294/13 5.692/259 2.929/3 178.414/206 120/6
105 Dari Tabel 7.10. dapat dilihat bahwa penyuluhan yang terkait dengan permasalahan gizi frekwensinya sangat sedikit baik dalam gedung maupun diluar gedung. Rata rata penyuluhan gizi dalam gedung 13 kali perpuskesmas dalam satu tahun dan penyulukan diluar gedung rata-rata 3 kali perposyandu dalam satu tahun. Kalau ditinjau dari materi penyuluhan seperti ASI eksklusif untuk dalam gedung rata- rata 3 kali dalam setahun perpuskesmas dan diluar gedung tidak semua posyandu memberikan penyuluhan Asi Eksklusif.
Selain itu materi pokok yang lain seperti tumbuh kembang balita, serta pentingnya menimbang balita belum disampaikan kepada masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa tidak tercapainya program gizi karena kurangnya penyuluhan dari petugas kepada masyarakat.
Tabel 7.11. Kunjungan Pojok Gizi (POZI) Perpuskesmas Tahun 2013
No Puskesmas Gizi Kunjungan POZI
Lebih KEP HT DM Anemia Lain Jml
1 Padang Pasir 0 103 64 33 11 19 230 2 Ulak Karang 0 70 33 35 14 5 157 3 Alai 0 58 1 8 8 63 295 4 Air Tawar 0 37 57 23 5 46 463 5 Pemancungan 0 40 13 17 18 36 124 6 Rawang 4 42 3 6 0 10 65 7 Seberang Padang 0 73 13 3 7 32 193 8 Andalas 5 91 493 111 16 137 1046 9 Nanggalo 17 36 582 253 0 128 1016 10 Lapai 11 61 85 30 9 197 393 11 Pengambiran 0 18 0 33 0 7 58 12 Lubuk Begalung 6 56 57 46 32 39 236 13 Lubuk Buaya 1 91 34 252 285 79 978 14 Air dingin 1 111 9 66 53 17 257 15 Anak air 0 179 10 14 173 396 772 16 Ikur koto 0 55 16 34 25 0 130 17 Bungus 0 17 25 27 0 129 198 18 Pauh 33 234 48 63 182 2 392 19 Kuranji 0 42 55 27 11 55 190 20 Ambacang 0 5 26 33 19 481 564 21 Belimbing 0 19 42 26 2 76 165 22 Lubuk Kilangan 21 178 76 122 17 49 463 Jumlah 100 1616 1742 1262 887 2003 8385
Tabel 7.11 menggambarkan bahwa pelayanan pojok gizi sudah melayani 8.385 orang dari 846.731 penduduk yakni lebih kurang 10 % jumlah penduduk. Namun masih ada puskesmas yang belum maksimal memfungsikan pojok gizinya
106 seperti puskesmas Rawang Barat, Pengambiran, Ulak Karang dan Belimbing. Selain itu semua puskesmas belum ada yang memberikan konseling tentang Asi Eksklusif.
Penyuluhan dan konseling ini sangat penting dilakukan kerena tanpa penyuluhan dan konseling tentunya perobahan perilaku masyarakat kepada perilaku sehat tidak akan tercapai, sekaligus pencapaian program juga tidak akan tercapai. Oleh karena itu kedepan tentunya penyuluhan dan konseling dengan materi- materi yang terkait dengan permasalahan gizi utama perlu dimaksimalkan, baik melalui kelas ibu hamil, kelas ibu balita, dan juga melalui konseling di pojok gizi yang ada dipuskesmas, di posyandu maupun di puskesmas agar permasalahan gizi yang ditemui dapat teratasi dengan baik.
1. Penanggulangan Kekurangan Vitamin A.
(1) Penangulangan Kekurangan Vitamin A pada balita
Untuk menanggulangi Kekurangan Vitamin A pada bayi dan balita dilakukan pemberian Vitamin A secara rutin kepada bayi ( 6- 11 bln ) dan anak balita ( 1- 5 thn ) yang diberikan pada bulan Februari dan Agustus.
Tabel 7.12. Capaian Vitamin A Bayi dan anak Balita di Puskesmas th 2013 No Puskesmas Sasaran Sasaran
Pencapaian
Bayi A.Balita Pencapaian
Bayi A. Balita ABS % ABS %
1 Padang Pasir 569 3725 481 84.53 3109 83.46 2 Ulak Karang 240 1575 168 69.79 1078 68.44 3 Air Tawar 363 2374 281 77.27 1671 70,39 4 A l a i 290 1894 232 79.83 1534 80.99 5 Lapai 284 1857 217 76.41 1178 63.44 6 Nanggalo 463 3032 211 45.57 1396 46.04 7 Lubuk Buaya 1268 8291 880 69.40 6928 83.56 8 Air Dingin 393 2018 254 64,63 1600 79,29 9 Seberang Padang 217 1417 172 79.26 986 69.58 10 Rawang 307 2002 256 83.39 1621 80.97 11 Pemancungan 224 1466 204 90.85 1187 80.97 12 Lubuk Begalung 781 5110 636 81.37 3659 71,60 13 Pengambiran 626 4097 477 76.12 2395 58.46 14 Bungus 301 1966 297 98.50 1900 96.64 15 Lubuk Kilangan 647 4223 615 95.05 3833 90.76 16 Pauh 793 5187 636 80.14 3804 73.34 17 Andalas 1002 6548 953 95.06 5362 81.89 18 Belimbing 740 4838 688 92.91 2331 48.18 19 Ambacang 606 3958 458 75.58 2790 70.49 20 Kuranji 336 2199 276 82.14 1788 81.31 21 Anak Air 393 2567 266 67.68 1175 45.77 22 Ikur Koto 173 1137 146 84.39 751 66.05 Kota Padang 11.016 71.481 8.799 79.87 52.076 72.85
107 Pemberian Vit A bayi (6-11bulan) Kota Padang tahun 2013 belummencapai target yaitu 79,87 %.dari target yang ditetapkan 85%, Sementara untuk anak balita hasil yang dicapai sebesar 72.85%, target yang ditetapkan 85 %.
Jika dilihat pencapaian dari masing-masing puskesmas yang sudahmencapai target baru 2 puskesmas yaitu puskesmas Lubuk Kilangan dan Puskesmas Bungus.Sedangkan 20 Puskesmas lainnya belum mencapai target. Hal ini disebabkan karena belum saling berkoordinasinya semua petugas/program dan pembina wilayah dalam pelaksanaan pemberian Vitamin A ini,selain itu sweeping petugas dan pembina wilayah yang belum maksimal, termasuk pelaporan dari Bidan Praktek Mandiri.
Cakupan pendistribusian kapsul vitamin A dari tahun 2009 sampai Tahun 2013 mengalami penurunan dari Tahun 2011 sampai Tahun 2013 (78,69%) yang dapat dilihat pada grafik 7.77.
Grafik 7.77. Cakupan pendistribusian Kapsul Vitamin A Balita (6-59 bln) Kota Padang Tahun 2009-2013
Berdasarkan hasil tersebut perlu ditingkatkan kembali kerja sama dengan lintas program dan lintas sektor terutama pada bidan praktek swasta dan juga balai pengobatan lainnya, selain itu perlu juga ditingkatkan pencatatan dan pelaporan oleh tenaga gizi dan juga pembina wilayah posyandu di masing-masing puskesmas yang ada di Kota Padang.
108 Pemberian kapsul vitamin A untuk ibu nifas sebanyak 2 kapsul yaitu setelah melahirkan dapat 1 kapsul dan setelah 24 jam mendapatkan 1 kapsul berikutnya. Pemberian vitamin A selama 2008-2013 berturut-turut dapat dilihat pada grafik 7.78.a.
Grafik 7.78.a. Cakupan Pendistribusian kapsul Vitamin A Ibu Nifas Kota Padang Tahun 2008-2013.
Pada grafik 7.78.a. dapat dilihat pendistribusian kapsul vitamin A ibu nifas Tahun 2013 meningkat yakni 93,34%, naik 3,48 %dari tahun