Pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan nasional maupun pembangunan daerah. Pendidikan yang berkualitas dapat mengantarkan pada kehidupan yang modern, maju, makmur dan sejahtera yang tercermin pada keunggulan dan kemampuan bersaing dengan daerah lain. Untuk itu, Pemerintah Daerah harus menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan wilayah di samping pembangunan bidang ekonomi.
Pembangunan di bidang ekonomi di Kabupaten Bangka perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan yang dicapai. Pendidikan dapat membentuk sumber daya manusia menjadi manusia yang memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan bidang-bidang lainnya.
Berdasarkan data UNDP, ranking HDI (Human Development Index) Kabupaten Bangka pada tahun 2002 (sebelum adanya pemekaran wilayah) adalah 64,8 mengalami peningkatan dari tahun 1999 yang sebesar 63,5. Dengan nilai HDI pada tahun 2002 tersebut, Kabupaten Bangka menduduki peringkat 211 dari total Kabupaten/Kota se-Indonesia. Di bidang pendidikan, angka melek huruf untuk Kabupaten Bangka pada tahun 2002 sebesar 89,8%. Angka melek huruf tersebut masih lebih rendah dibanding kabupaten lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rata-rata nilai melek huruf untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah 91,7%. Angka melek huruf merupakan persentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bisa
II - 60
membaca dan menulis dan merupakan salah satu komponen dalam perhitungan HDI.
Perkembangan bidang pendidikan di Kabupaten Bangka setelah adanya pemekaran pada tahun 2003 adalah sebagai berikut: jumlah sekolah TK di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 adalah sebanyak 41 buah yang tersebar di seluruh kecamatan; dan jumlah TK Swasta mengalami peningkatan jumlah dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 39 buah pada tahun 2004 dan 35 buah pada tahun 2003. Meski pada setiap kecamatan telah memiliki sekolah TK swasta ini namun persebarannya tidak merata. Dari data Tabel 2.33 terlihat bahwa jumlah terbesar terdapat di Kecamatan Sungailiat dengan jumlah 18 buah (tahun 2005) atau sebesar 43,90% dari total TK swasta di Kabupaten Bangka.
Untuk dapat mengetahui kecukupan sarana dan prasarana pendidikan di suatu wilayah, perlu disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut. Dalam hal ini, persebaran sekolah yang tidak merata dapat disebabkan oleh persebaran penduduk yang tidak merata pula. Jika dilihat dari kebutuhan akan pendidikan, dapat tercermin dari jumlah sekolah dan guru yang tersedia di suatu wilayah dengan jumlah murid yang ada di wilayah tersebut. Rasio murid terhadap sekolah TK di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 adalah 63, artinya rata-rata 1 sekolah TK menampung sekitar 63 murid. Rasio murid terhadap sekolah pada tahun 2005 ini telah mengalami peningkatan dari tahun 2004 dan 2003 sebesar 54 dan 52. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa telah terjadi kenaikan kebutuhan pendidikan (ditengarai dengan meningkatnya jumlah murid) yang belum diimbangi dengan jumlah sekolah TK yang memadai.
Selanjutnya rasio murid TK terhadap guru pada tahun 2005 adalah sebesar 19, yang berarti 1 guru membawahi atau mengajar sekitar 19 murid TK. Rasio murid terhadap guru menunjukkan kebutuhan pengajar yang harus tersedia di suatu wilayah. Rasio tahun 2005 ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 21. Dengan nilai rasio demikian, untuk Kabupaten Bangka masih diperlukan lagi tambahan guru TK untuk menyesuaikan dengan jumlah murid yang ada.
Tabel 2.33. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Taman Kanak-Kanak Swasta menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003– 2005
Kecamatan Sekolah Guru Murid
Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 18 72 1.417 79 20 Bakam 1 5 47 47 9 Pemali 6 17 295 49 17 Merawang 4 10 183 46 18 Puding Besar 1 4 50 50 13 Mendo Barat 2 5 88 44 18 Belinyu 7 19 455 65 24 Riau Silip 2 6 55 28 9 Jumlah 2005 41 138 2.590 63 19 2004 39 98 2.092 54 21 2003 35 119 1.827 52 15
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Tabel 2.34, Tabel 2.35, Tabel 2.36 dan Tabel 2.37 berikut menunjukkan banyaknya sekolah, guru dan murid di sekolah setingkat Sekolah Dasar (SD serta Madrasah Ibtidaiyah) baik Negeri maupun Swasta di Kabupaten Bangka. Untuk Sekolah Dasar (SD), jumlah sekolah SD pada tahun 2005 berjumlah 174 buah, terdiri dari 163 SD Negeri dan 11 SD Swasta. SD Negeri tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka, sedangkan SD Swasta hanya terdapat di tiga kecamatan saja yaitu Kecamatan Sungailiat, Pemali dan Belinyu. Keseluruhan SD tersebut (baik SD Negeri dan Swasta) mampu menampung 30.052 murid dengan tenaga pengajar sebanyak 1.857 orang. Selain SD, sekolah lain yang setingkat dengan SD adalah Madrasah Ibtidaiyah. Di Kabupaten Bangka terdapat 8 Madrasah Ibtidaiyah baik Negeri maupun Swasta, dengan jumlah murid sebanyak 841 orang dan 94 tenaga pengajar. Dengan demikian, total sekolah setingkat SD (SD serta Madrasah Ibtidaiyah) di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 sebanyak 182 buah dengan jumlah kelas sebanyak 1.243 dan murid sebanyak 30.893 orang serta tenaga pengajar sebanyak 1.951 orang.
Rasio murid terhadap sekolah (SD dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta) adalah sebesar 170, rasio murid dengan jumlah kelas 25 dan rasio murid terhadap guru sebesar 16. Jika dilihat lebih jauh, ada perbedaan
II - 62
yang signifikan antara SD (Negeri dan Swasta) dengan Madrasah Ibtidaiyah (Negeri dan Swasta) mengenai rasio murid terhadap sekolah dan rasio murid terhadap guru, di mana kedua rasio untuk sekolah Madrasah Ibtidaiyah relatif lebih kecil dibanding SD. Berdasarkan data Departemen Pendidikan Nasional Indonesia, rasio murid terhadap jumlah guru tingkat SD di Indonesia adalah 20 dan rasio murid dengan jumlah kelas adalah 25,4. Dari hasil perhitungan ini, rasio jumlah murid dengan jumlah guru dan rasio jumlah murid dengan ruang kelas di Kabupaten Bangka cukup baik. Namun demikian, jika persebaran guru tidak merata, maka angka rasio ini menjadi tidak berarti apa-apa karena kualitas pendidikan rendah karena kurangnya informasi untuk daerah-daerah yang terbelakang.
Tabel 2.34. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Sekolah Dasar Negeri menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005 Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap
Sekolah Guru Sungailiat 33 433 6.662 202 15 Bakam 10 102 2.055 206 20 Pemali 15 176 2.129 142 12 Merawang 20 214 2.708 135 13 Puding Besar 10 98 2.019 202 21 Mendo Barat 29 261 5.578 192 21 Belinyu 27 283 4.185 155 15 Riau Silip 19 178 2.785 147 16 Jumlah 2005 163 1.745 28.121 173 16 2004 163 1.650 26.570 163 16 2003 167 1.465 27.540 165 19
Tabel 2.35. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Sekolah Dasar Swasta menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005 Kecamatan Sekolah Guru Murid
Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 8 69 1.393 174 20 Bakam 0 0 0 - - Pemali 1 19 171 171 9 Merawang 0 6 0 - - Puding Besar 0 0 0 - - Mendo Barat 0 0 0 - - Belinyu 2 18 367 184 20 Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 11 112 1.931 176 17 2004 11 104 1.857 169 18 2003 10 83 1.867 187 22
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Tabel 2.36. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003– 2005
Kecamatan Sekolah Guru Murid
Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 1 16 141 141 9 Bakam 0 0 0 - - Pemali 0 0 0 - - Merawang 0 0 0 - - Puding Besar 0 0 0 - - Mendo Barat 0 0 0 - - Belinyu 0 0 0 - - Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 1 16 141 141 9 2004 1 18 121 121 7 2003 1 12 117 117 10
II - 64
Tabel 2.37. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Madrasah Ibtidaiyah Swasta menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003– 2005
Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 1 11 93 93 8 Bakam 0 0 0 - - Pemali 0 0 0 - - Merawang 4 43 353 88 8 Puding Besar 0 0 0 - - Mendo Barat 1 16 213 213 13 Belinyu 1 8 41 41 5 Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 7 78 700 100 9 2004 7 69 695 99 10 2003 7 64 666 95 10
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Untuk sekolah setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kabupaten Bangka, terdapat 47 buah sekolah (SLTP dan Madrasah Tsanawiyah) dengan jumlah ruang kelas keseluruhan sebanyak 302 serta jumlah murid 10.705 orang dan tenaga pengajar sebanyak 800 orang. Seperti halnya dengan sekolah setingkat SD, jumlah SLTP Negeri tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka, sedangkan SLTP Swasta dan Madrasah Tsanawiyah (baik Negeri maupun Swasta) hanya terdapat di beberapa kecamatan saja. Pada pendidikan setingkat SLTP ini, rasio murid terhadap sekolah sebesar 227, rasio murid terhadap ruang kelas 35 dan rasio murid terhadap guru 13. Jika dibandingkan dengan rasio di tingkat nasional tahun 2006, rasio murid terhadap kelas dan rasio murid terhadap guru di Kabupaten Bangka tahun 2005 tersebut di atas dapat digolongkan cukup baik karena lebih rendah dari nilai nasional yaitu 14 untuk rasio murid terhadap guru dan 39,7 untuk rasio murid terhadap jumlah kelas.
Tabel 2.38. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SLTP Negeri menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005
Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 5 145 2.703 541 19 Bakam 1 14 325 325 23 Pemali 3 48 706 235 15 Merawang 2 42 806 403 19 Puding Besar 2 25 550 275 22 Mendo Barat 3 35 490 163 14 Belinyu 3 56 937 312 17 Riau Silip 1 24 312 312 13 Jumlah 2005 20 389 6.829 341 18 2004 19 363 6.855 361 19 2003 18 289 6.819 379 24
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Tabel 2.39. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SLTP Swasta menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003-2005
Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 7 64 995 142 16 Bakam 0 0 0 - - Pemali 1 6 64 64 11 Merawang 0 0 0 - - Puding Besar 1 10 62 62 6 Mendo Barat 0 0 0 - - Belinyu 3 50 565 188 11 Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 12 130 1.686 141 13 2004 14 148 1.773 127 12 2003 14 152 1.923 137 13
II - 66
Tabel 2.40. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Tsanawiyah Negeri menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005 Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap
Sekolah Guru Sungailiat 1 26 136 136 5 Bakam 0 0 0 - - Pemali 0 0 0 - - Merawang 0 0 0 - - Puding Besar 0 0 0 - - Mendo Barat 1 20 183 183 9 Belinyu 0 0 0 - - Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 2 46 319 160 7 2004 2 46 390 195 8 2003 2 19 399 200 21
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Tabel 2.41. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Tsanawiyah Swasta menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005 Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap
Sekolah Guru Sungailiat 1 23 435 435 19 Bakam 1 6 33 33 6 Pemali 0 0 0 - - Merawang 3 59 258 86 4 Puding Besar 3 40 176 59 4 Mendo Barat 4 92 843 211 9 Belinyu 0 0 0 - - Riau Silip 1 15 126 126 8 Jumlah 2005 13 235 1.871 144 8 2004 13 232 2.014 155 9 2003 12 197 1.942 162 10
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Sementara itu, untuk sekolah setingkat Sekolah Menengah Umum atau Kejuruan belum tersebar secara merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka. Bahkan ada kecamatan yang belum memiliki sekolah baik SMU, Madrasah Aliyah maupun sekolah Kejuruan. Kecamatan yang belum
memiliki sekolah setingkat SMU atau Kejuruan tersebut adalah Kecamatan Bakam. Untuk kecamatan lain, ada beberapa kecamatan yang telah memiliki sekolah baik SMU/Madrasah Aliyah maupun sekolah Kejuruan seperti Kecamatan Sungailiat, Mendo Barat dan Belinyu, sementara kecamatan sisanya rata-rata hanya memiliki SMU/Madrasah Aliyah saja dan jumlahnya hanya 1 buah. Khusus untuk sekolah Kejuruan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri hanya terdiri dari SMEA saja, sedangkan SMK swasta terdiri dari dua macam sekolah yaitu STM dan SMEA.
Tabel 2.42. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SMU Negeri menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005
Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 1 74 697 697 9 Bakam 0 0 0 - - Pemali 1 57 483 483 8 Merawang 1 34 324 324 10 Puding Besar 1 28 306 306 11 Mendo Barat 1 30 339 339 11 Belinyu 1 45 513 513 11 Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 6 268 2.662 444 10 2004 6 146 1.337 223 9 2003 6 97 1.999 333 21
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Pada tahun 2005, jumlah sekolah SMU/SMK/Madrasah Aliyah (Negeri dan Swasta) yang tersedia di Kabupaten Bangka sebanyak 30 buah dengan jumlah kelas sebanyak 233 serta jumlah murid sebanyak 8.282 orang dan 733 orang tenaga pengajar. Rasio jumlah murid terhadap jumlah sekolah sebesar 276, rasio murid terhadap jumlah kelas sebesar 35 dan rasio murid terhadap guru sebesar 11. Sementara itu, di tingkat nasional, rasio murid terhadap guru untuk sekolah setingkat SMU/SMK/MA adalah sebesar 13 dan rasio murid terhadap jumlah kelas sebesar 36. Dengan demikian, pada jenjang pendidikan setingkat SMU/SMK/MA di Kabupaten Bangka dapat dikatakan sudah baik. Tabel 2.42 sampai dengan Tabel 2.47 menunjukkan
II - 68
jumlah sekolah, murid dan guru SMU/SMK/Madrasah Aliyah di Kabupaten Bangka tahun 2003–2005.
Tabel 2.43 Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SMU Swasta menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005
Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 5 61 1.298 260 21 Bakam 0 0 0 - - Pemali 0 0 0 - - Merawang 0 0 0 - - Puding Besar 0 0 0 - - Mendo Barat 1 8 11 11 1 Belinyu 3 36 472 157 13 Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 9 105 1.781 198 17 2004 10 164 2.113 211 13 2003 10 147 2.366 237 16
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Tabel 2.44 Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SMK Negeri menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005
Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 2 68 1.039 520 15 Bakam 0 0 0 - - Pemali 0 0 0 - - Merawang 0 0 0 - - Puding Besar 0 0 0 - - Mendo Barat 1 14 105 105 8 Belinyu 0 0 0 - - Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 3 82 1.144 381 14 2004 2 66 955 478 14 2003 2 43 815 408 19
Tabel 2.45. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid SMK Swasta menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005
Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap Sekolah Guru Sungailiat 4 93 1.543 386 17 Bakam 0 0 0 - - Pemali 0 0 0 - - Merawang 0 0 0 - - Puding Besar 0 0 0 - - Mendo Barat 0 0 0 - - Belinyu 3 93 625 208 7 Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 7 186 2.168 310 12 2004 8 178 2.204 276 12 2003 10 200 2.487 249 12
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Tabel 2.46. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Madrasah Aliyah Negeri menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005 Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap
Sekolah Guru Sungailiat 1 36 321 321 9 Bakam 0 0 0 - - Pemali 0 0 0 - - Merawang 0 0 0 - - Puding Besar 0 0 0 - - Mendo Barat 0 0 0 - - Belinyu 0 0 0 - - Riau Silip 0 0 0 - - Jumlah 2005 1 36 321 321 9 2004 1 32 339 339 11 2003 1 10 366 366 37
II - 70
Tabel 2.47 Jumlah Sekolah, Guru dan Murid Madrasah Aliyah Swasta menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2003–2005 Kecamatan Sekolah Guru Murid Rasio Murid terhadap
Sekolah Guru Sungailiat 0 0 0 - - Bakam 0 0 0 - - Pemali 0 0 0 - - Merawang 1 19 89 89 5 Puding Besar 0 0 0 - - Mendo Barat 2 24 73 37 3 Belinyu 0 0 0 - - Riau Silip 1 13 44 44 3 Jumlah 2005 4 56 206 52 4 2004 4 65 260 65 4 2003 4 65 474 119 7
Sumber: BPS Kabupaten Bangka, Bangka Dalam Angka 2005
Pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi, Kabupaten Bangka memiliki 4 sekolah tinggi dan akademi yaitu STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Akademi Teknik “POLMAN TIMAH”, STT Pahlawan, dan STIPER Bangka dengan total mahasiswa sebanyak 873 orang, dengan dosen tetap sebanyak 78 orang dan dosen tidak tetap sebanyak 132 orang.
Dalam menilai keberhasilan suatu daerah dalam bidang pendidikan, indikator yang digunakan pada umumnya adalah ukuran partisipasi sekolah yang utama yaitu Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). Keduanya mengukur penyerapan penduduk usia sekolah oleh sektor pendidikan. Perbedaan antara keduanya adalah penggunaan kelompok usia “standar” di setiap jenjang pendidikan. Usia standar yang dimaksud adalah rentang usia yang dianjurkan pemerintah dan umum dipakai untuk setiap jenjang pendidikan yaitu SD usia 7–12 tahun, SMP usia 13–15 tahun, SMA usia 16–18 tahun dan Perguruan tinggi usia 19 tahun keatas. Nilai APM dan APK dapat dijadikan sebagai gambaran akses masyarakat di bidang pendidikan.
Nilai APK untuk SD/MI di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 sebesar 115,34% mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 116,70% atau turun sebesar 1,36%. APK untuk SD/MI Tingkat nasional pada tahun ajaran 2004/2005 menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas adalah sebesar 114,75%. Dengan demikian nilai APK di Kabupaten Bangka ini sudah melebihi rata-rata tingkat nasional dan juga telah melebihi target nilai APK yang akan dicapai pada tahun 2008 sebesar 114,90%. Sementara itu, jika dilihat dari nilai APM untuk SD/MI Kabupaten Bangka yang pada tahun 2005 sebesar 92,80% dan pada tahun 2004 sebesar 81,02%. Meski mengalami peningkatan, namun nilai APM ini ternyata lebih rendah dari rata-rata APM SD/MI nasional pada tahun ajaran 2004/2005 yaitu 94,18%. Namun demikian, nilai APM tingkat SD/MI pada tahun 2005 ini hampir mendekati nilai target APM tahun 2008 yaitu sebesar 93,52%.
Pada pendidikan setingkat SLTP, nilai APK untuk SMP/MTs di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 mengalami peningkatan dari tahun 2004 yaitu dari 74,25% menjadi 94,43% atau naik sebesar 20,18%. Nilai APK ini melebihi rata-rata APK jenjang pendidikan SMP/MTs nasional pada tahun ajaran 2004/2005 yaitu 80,33%. Sementara itu target nilai APK pada tahun 2008 pada jenjang pendidikan yang sama adalah 95,72%. Selanjutnya nilai APM pada jenjang pendidikan SMP/MTs di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 adalah sebesar 69,49%, nilai ini telah melebihi rata-rata nasional pada APM pada jenjang pendidikan yang sama pada tahun ajaran 2004/2005 yang hanya sebesar 61,72%.
Sementara itu, pada jenjang pendidikan SMU/SMK/MA nilai APK yang dicapai Kabupaten Bangka pada tahun 2005 sebesar 73,37% naik sebesar 18,66% dari tahun sebelumnya. Nilai APK tersebut telah melebihi nilai rata-rata APK nasional untuk jenjang pendidikan yang sama pada tahun ajaran 2004/2005 yaitu 51,42%. Demikian juga dengan nilai APM pada jenjang pendidikan yang sama yaitu pada tahun 2005 sebesar 48,75% sedangkan APM nasional hanya 41,89% pada tahun ajaran 2004/2005.
II - 72
Tabel 2.48. APK dan APM Tingkat Pendidikan SD/MI, SMP/MTs dan SMU/SMK/MA dirinci Menurut Kecamatan di Kabupaten Bangka, 2005
Kecamatan SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA
APK APM APK APM APK APM
Sungailiat 113,11 89,67 101,95 80,05 120,72 84,26 Bakam 113,85 92,52 47,13 30,32 0,00 0,00 Pemali 105,84 82,19 103,09 76,66 76,06 55,43 Merawang 123,04 98,94 114,30 75,51 37,14 28,60 Puding Besar 108,62 91,83 89,04 68,25 65,11 42,13 Mando Barat 113,97 89,13 91,50 62,38 70,47 37,94 Belinyu 122,31 99,60 32,53 32,74 4,74 2,81 Riau Silip 120,49 99,75 146,66 95,72 32,53 22,00 Jumlah 2005 115,34 92,80 94,43 69,49 73,37 48,75 2004 116,70 81,02 74,25 52,90 54,71 36,86 Pertumbuhan -1,36 11,78 20,18 16,59 18,66 11,89
Sumber: Bapeda Kabupaten Bangka, Data Pokok Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka Tahun 2005
Tabel 2.49. Pencapaian APK dan APM Tingkat Pendidikan SD/MI, SMP/MTs dan SMU/SMK/MA di Kabupaten Bangka dan Nasional, 2004-2005 (dalam%)
Keterangan Bangka Nasional Target
2004 2005 2004 2004/2005 Nasional 2008 SD/MI - APK 116,70 115,34 114,53 114,75 114,90 - APM 81,02 92,80 94,57 94,18 93,52 SMP/MTs - APK 74,25 94,43 78,43 80,33 95,72 - APM 52,90 69,49 60,19 61,72 73,64 SMU/SMK/MA - APK 54,71 73,37 48,79 51,42 64,91 - APM 36,86 48,75 39,63 41,89 53,40 Sumber: Dirjen Dikdasmen Depdiknas, Bappenas dan Bapeda Kabupaten Bangka
Dilihat dari persebaran pencapaian pendidikan di tingkat kecamatan pada tahun 2005, ditemukan bahwa kecamatan dengan nilai APK dan APM pada jenjang pendidikan SD/MI lebih rendah dari nilai rata-rata kabupaten adalah sebanyak 5 kecamatan. Nilai APK dan APM tingkat SD/MI terendah dimiliki oleh Kecamatan Pemali dengan nilai masing masing 105,84% dan
82,19%. Sedangkan kecamatan yang telah mencapai nilai APK dan APM di bidang pendidikan SD/MI yang tinggi hanya 3 kecamatan saja yaitu Kecamatan Merawang, Belinyu dan Riau Silip. Pada jenjang pendidikan setara SMP/MTs, kecamatan yang memiliki nilai APK tertinggi adalah Kecamatan Riau Silip dengan nilai 146,66% dan terendah adalah Kecamatan Belinyu dengan nilai 32,53%. Sementara itu, nilai APM pada jenjang pendidikan yang sama tertinggi dimiliki oleh Kecamatan Riau Silip (95,72%) dan terendah dimiliki oleh Kecamatan Bakam (30,32). Terakhir untuk jenjang pendidikan setingkat SMU/SMK/MA, hanya ada 2 kecamatan dengan nilai APK dan APM melebihi rata-rata kabupaten yaitu Kecamatan Sungailiat (APK: 120,72% dan APM: 84,26%) dan Pemali (APK: 76,06% dan APM: 55,43%).
Keberhasilan di bidang pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian nilai APK dan APM di masing-masing jenjang pendidikan, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan akses masyarakat terhadap pendidikan. Angka putus sekolah yang masih tinggi menunjukkan adanya akses yang terputus baik karena ketidakmampuan masyarakat atau karena faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Untuk Kabupaten Bangka, angka putus sekolah di tingkat SD/MI pada tahun 2005 sebanyak 0,47% turun dari tahun sebelumnya sebanyak 0,64%. Angka putus sekolah tingkat SD/MI ini lebih rendah dari data angka putus putus sekolah pada jenjang pendidikan yang sama di tingkat nasional yang mencapai 2,35% pada tahun ajaran 2004/2005. Selanjutnya, pada tingkat SMP/MTs angka putus sekolah di Kabupaten Bangka justru meningkat dari 2,10% pada tahun 2004 menjadi 2,68% pada tahun 2005. Pada jenjang sekolah SLTP ini, angka putus sekolah di Kabupaten Bangka pada tahun 2005 ternyata lebih tinggi dari angka putus sekolah nasional pada tahun ajaran 2004/2005 yaitu 2,60%. Pada periode yang sama, angka putus sekolah pada pendidikan tingkat SMU/SMK/MA juga mengalami peningkatan dari 1,99% tahun 2004 menjadi 2,05% tahun 2005.
II - 74
Tabel 2.50. Jumlah Siswa Putus Sekolah (DO) di Kabupaten Bangka, 2004–2005 (dalam %)
Kecamatan Tingkat Sekolah
SD/MI SMP/MTs SMU/SMK/MA Sungailiat 0,25 2,20 2,01 Bakam 0,24 7,03 0,00 Pemali 0,35 1,55 0,41 Merawang 0,48 4,74 2,91 Puding Besar 0,64 1,02 1,63 Belinyu 0,30 2,38 2,57 Riau Silip 0,86 2,88 0,00 Mando Barat 0,76 3,35 2,05 2005 0,47 2,68 2,05 2004 0,64 2,10 1,99
Sumber: Bapeda Kabupaten Bangka, Data Pokok Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka Tahun 2005
Secara umum, meskipun prestasi di bidang pendidikan Kabupaten Bangka cukup baik yaitu dengan melihat pada pencapaian nilai APK dan APM pada masing-masing jenjang pendidikan, namun prestasi tersebut belum menunjukkan adanya pendidikan yang merata. Hal ini terbukti dari nilai APK dan APM serta fasilitas prasarana dan sarana pendidikan yang persebarannya tidak merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Bangka dan masih berpusat pada kecamatan tertentu saja seperti Kecamatan Sungailiat dan Belinyu, sementara itu wilayah lainnya masih perlu dikembangkan lagi baik prasarana maupun sarana pendidikannya agar tidak tertinggal dengan kecamatan lainnya.