• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

8. Bimbingan Karir

Karir merupakan hal yang berkaitan dengan masa depan seseorang. Karir hendaknya mulai dikenalkan mulai dari kelas X terutama dalam lingkup Sekolah, oleh karena itu program bimbingan

122

karir merupakan salah satu program yang cukup penting bagi siswa baik Sekolah secara umum maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada khususnya. Berdasarkan hal diatas maka adanya bimbingan karir penting dilaksanakan di suatu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di SMK Negeri 1 Ngawi guna memotivasi siswa untuk dapat menentukan jenjang karir pasca lulus dari SMK Negeri 1 Ngawi.

Berdasarkan wawancara dengan bapak MS diketahui bahwa ada kerja sama antara guru BK (Bimbingan dan Konseling) dengan pihak jurusan untuk membimbing dan membina siswanya untuk bisa bekerja sesuai dengan kompetensi keahliannya (MS/16/04/2016). Hal tersebut diulangi lagi pada wawancara selanjutnya, bapak MS juga menyampaikan bahwa :

“iya benar itu untuk yang BK, kalau yang jurusan setiap tiga bulan, 6 bulan, menyampaikan kepada anak-anak, kalau bisa setelah lulus itu mbok jangan menganggur, kalau bisa itu ya bekerja paling ndak sesuai dengan bidangnya, kalau tidak sesuai dengan bidangnya, ya setidaknya kita bekerja terlebih dahulu. Jangan sampai nganggur, tapi kebanyakan anak-anak itu yang akuntansi itu memilih nganu, kuliah. Coba-coba dulu, nanti kalau sudah tidak diterima itu nanti baru cari kerja, gitu.” (MS/19/05/2016)

Berdasarkan wawancara di atas, diketahui bahwa memang bimbingan untuk menentukan untuk jenjang karir selanjutnya itu adakan baik oleh pihak BK maupun oleh pihak jurusan. Kegiatan bimbingan karir tersebut diharapkan siswa mampu bekerja sesuai dengan kompetensi keahlian yang telah dimilikinya. Hal tersebut juga didukung dari

123

pernyataan bapak MS pada wawancara yang berikutnya, bapak MS menyampaikan bahwa :

“nah ini dari kemarin ya kelas 12 itu itu Cuma berapa anak saja yang ingin bekerja, yang ingin kuliah itu ditentukan, kemudian itu nanti diarahkan dari jumlah itu, yang ingin bekerja berapa itu diupayakan untuk sesuai dengan jurusan, kalau yang kuliah itu kalau dari Akuntansi itu yaa harus sesuai lah dengan ekonomi atau akuntansi gitu, jadi dasarnya kan memang sudah menguasai begitu” (MS/26/05/2016)

Berdasarkan wawancara tersebut dapat diketahui bahwa baik siswa yang ingin bekerja maupun yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi juga diharapkan juga diarahkan untuk bisa bekerja maupun kuliah yang sesuai dengan kompetensi keahlian yang telah dimiliki.

Hasil triangulasi waktu yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa memang terdapat pelaksanaan bimbingan karir yang dilakukan oleh pihak SMK Negeri 1 Ngawi. Bimbingan karir tersebut dilakukan oleh pihak jurusan dan oleh pihak Bimbingan dan Konseling. Pelaksanaan bimbingan tersebut berkaitkan dengan kelanjutan karir siswa baik siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi untuk dapat memilih program studi atau jurusan yang sesuai dengan kompetensi yang telah dimilikinya, serta bagi siswa yang ingin bekerja juga diharapkan mampu bekerja sesuai dengan kompetensi keahlian yang telah dimiliki.

Materi yang disampaikan pada kelas karir ini merupakan materi yang berkaitan dengan bagaimana siswa setelah lulus harus bekerja seperti apa. Pelaksanaan kelas bimbingan karir ini diketahui bahwa

124

siswa sudah memiliki pengetahuan pekerjaan apa saja yang relevan dengan kompetensi keahlian mereka masing-masing jurusan. Ibu SA selaku guru BK SMK Negeri 1 Ngawi menyampaikan bahwa :

“BK Karir itu cenderung memotivasi karena karir itu menurut saya masih terpecah, karir apakah mau kuliah, atau karir akan kerja. BK masuk kelas itu memberikan materi-materi yang materi itu, ada hubungannya dengan anak yang akan melanjutkan kuliah atau anak kerja. Kalau yang akan kuliah, ya di motivasi, kamu kalau sejak kelas 10 diusahakan pinter, karena kalau akan kuliah itu, semula sekolah tidak memiliki cita-cita kuliah, akhirnya bisa kuliah karena adanya beasiswa Bidik Misi, syarat BM harus anak pinter. Sehingga ketika orientasi masuk itu, MOS, itu BK pasti mengambil peran. Tujuannya untuk memotivasi supaya anak itu, disiplin belajar, tidak suka nyontek, percaya dengan diri sendiri, percaya diri. .... Kemudian juga terdapat motivasi, misalnya, kalau kamu ingin jadi orang sukses itu yang pertama kuasai kompetensi, kemudian kuasai IT, kuasai bahasa Internasional sama berkarakter Disiplin, Jujur, bertanggung Jawab, pantang menyerah, ora ngeyel, nah itu. Nah terus untuk yang, oh ya nak, masih ada tambahan lagi, kalau mau ke perguruan tinggi itu jangan hanya yang sekedar jadi kutu buku, tapi usahakan ikut lomba, cari sertifikat-sertifikat karena itu akan mendukung proses SNMPTN, tapi kalau yang akan kerja yang diteliti dan digali yang akan kerja itu berapa persen, terus diberi informasi tentang dunia kerja, terus dilatih soal-soal Psikotes, seperti kreptin dan lain-lain. Itu kira-kira seperti itu” (SA/02/05/2016) Berdasarkan hasil wawancara di atas diketahui bahwa bimbingan karir yang dilakukan oleh pihak BK dilakukan dengan cara memberikan motivasi-motivasi untuk siswa tentang persiapan yang perlu dilakukan oleh siswa untuk melanjutkan karirnya, entah siswa yang hendak bekerja ataupun melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Selanjutnya penanaman karakter-karakter positif untuk siswa yang bisa menunjang karir siswa. Selanjutnya Bimbingan karir juga memberikan informasi tentang dunia kerja serta pemberian latihan soal yang akan menunjang

125

karir siswa khususnya yang hendak menuju ke dunia kerja ini. Untuk mendukung hasil wawancara tersebut, ibu SA pada wawancara selanjutnya juga menyampaikan bahwa :

“kalau bimbingan karir itu biasanya memang dimulai dari kelas 1 itu sudah dimulai, kalau kelas 1 itu biasanya terkait dengan mengenal diri itu ya? Kalau bagi saya itu sebenarnya sudah menjadi fondasi awal bimbingan karir. Jadi, ee diri saya itu apa, gitu maksudnya.. jadi maksudnya, anak itu paham ee kemampuannya seberapa, terus yang dia rasa, kemudian yang dia miliki itu sejauh mana, kemudian ditambah plus plus yang lain yang dia miliki harus dipahami, dan yang lebih penting lagi adalah memahami kekurangannya, sehingga akhirnya anak itu bisa mengarah mempersempit atau mengecilkan ruang-ruang, ruang-ruang kekurangan dan suapay bertambah ruang-ruang keproduktifitasannya. Itu tapi, kalau dikelas 1 itu yang seperti itu, tapi kalau di kelas XII bimbingan karir itu sudah, dari sejak awal masuk kelas XII itu, dari awal semester ganjil itu sudah kami jajaki, mau kuliah atau mau kerja, walaupun itu masih jadi satu kalau anak, karena memang belum dipisah-pisah karena memang pembelajarannya itu klasikal, tapi pada saat-saat tertentu memang memberikan informasi tentang bagaimana prosedur SMNPTN, bagaimana, pokoknya pribadi mahasiswa itu, langkah-langkah apa yang harus ditempuh, kalau mau kerja ya, misalnya mengenalkan ke dunia kerja, larinya nanti anak- anak mesti tanya dunia kerja mana yang sudah bekerja sama dengan BKK SMK Negeri 1 Ngawi, seperti itu. Jadi apa ya? Ee bimbingan karir itu untuk kelas XII itu sudah riil arahannya mau kemana itu.” (SA/26/05/2016)

berdasarkan hasil wawancara tersebut diketahui bahwa bimbingan karir tersebut dimulai dari kelas X, dimulai dengan mengenal kelemahan dan kelebihan diri sendiri. Kemudian jika sudah kelas XII bimbingan karir itu sudah mengerucut pada karir apa yang dipilih oleh siswa. Pada awal semeter ganjil, siswa kelas XII akan dijajaki terkait minat siswa tersebut, apakah ingin bekerja ataupun yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Dari penjajakan ini, bimbingan yang akan diberikan akan lebih

126

khusus pada siswa, untuk siswa yang menginginkan kuliah maka bimbingan akan berkenaan dengan prosedur SNMPTN, pengetahuan tentang perguruan tinggi secara umum dan lain sebagainya. Sedangkan untuk yang bekerja nanti akan lebih dibekali dengan informasi- informasi terkait dengan lowongan pekerjaan yang tersedia. Hasil wawancara ini juga dikuatkan pada wawancara yang ketiga, Ibu SA menyampaikan bahwa :

“kalau sudah kelas 12 ya mengarah pada pemberian informasi- informasi tentang lapangan pekerjaan, memberikan misalnya trik trik dalam wawancara wawancara kerja, nah seperti itu. Selain itu ya memotivasi supaya anak itu mencari nilai plus dari luar sekolah, misalnya dia mengambil kursus keterampilan untuk menambah kompetensi itu” (SA/06/06/2016)

Wawancara yang ketiga di atas semakin menegaskan bahwa untuk bimbingan karir bagi kelas 12 lebih mengarah pada informasi-informasi tentang lapangan pekerjaan serta pemberian trik-trik terkait dengan wawancara kerja.

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa materi bimbingan karir yang diberikan di SMK Negeri 1 Ngawi secara khusus dimulai dari kelas X secara umum terkait dengan karir siswa, hingga kelas XII yang sudah mengerucut ke yang lebih spesifik, yaitu apakah siswa itu akan melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjut, maupun akan bekerja. Dari hal tersebut akan terjadi perbedaan perlakuan oleh pihak BK nantinya, bagi yang ingin melanjutkan kuliah siswa akan dibekali dengan info-infor terkait SNMPTN maupun Perguruan Tinggi, sedangkan yang ingin bekerja akan dibekali dengan

127

informasi-informasi terkait dengan lapangan pekerjaan dan lowongan pekerjaan yang tersedia.

Dokumen terkait