Bisnis Korporasi
2. Bisnis Umum
Bisnis Umum adalah sektor bisnis BRI yang ditujukan untuk pengembangan usaha segmen korporasi (dengan skala pinjaman diatas Rp50 miliar) diluar sektor agribisnis dan BUMN.
Pengembangan bisnis dilakukan secara prudent dengan memanfaatkan jaringan kerja BRI yang tersebar di seluruh Indonesia dan optimalisasi produk-produk treasury maupun produk bisnis internasional BRI yang lengkap, sehingga dapat dioptimalkan pendapatan bunga dan fee based income BRI.
Di tahun 2011, selain terus mengembangkan bisnis umum sebagai salah satu penggerak pertumbuhan kredit, BRI juga memberi fokus lebih tajam pada sektor minyak dan gas (migas) serta energi yang mengalami booming sejalan dengan perkembangan pesat yang terjadi di sektor pertambangan energi dan harga komoditas batu bara maupun migas yang cenderung meningkat.
Dengan adanya penajaman fokus pada sektor migas tersebut, maka di tahun 2011 telah dibentuk Desk Migas dan Energi yang bertugas mengembangkan bisnis BRI di sektor migas dan energi, termasuk pengembangan potensi fee based income dari sektor tersebut.
Pencapaian Tahun 2011
Walaupun fokus BRI dalam pengembangan bisnis korporasi adalah pada segmen BUMN, namun segmen korporasi non BUMN tetap menunjukkan kinerja yang memuaskan. Terlihat bahwa dalam kondisi ekonomi makro dunia yang tidak begitu mendukung, kualitas kredit korporasi BRI tetap terjaga. Hal ini membuktikan bahwa strategi BRI untuk mengutamakan pertumbuhan yang berkualitas (quality growth) telah terlaksana.
Secara nominal, terdapat pertumbuhan 2,38% (yoy) pada kredit korporasi non BUMN, yaitu dari Rp23,51 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp24,07 triliun pada akhir tahun 2011, dengan non performing loan yang tetap terjaga pada 2,26%.
Rencana Pengembangan Tahun 2012
Dalam pengembangan bisnis agribisnis dan bisnis umum, BRI akan terus mengupayakan pengembangan bisnis melalui berbagai langkah sebagai berikut:
• Optimasi produktivitas delivery channel yang luas (melalui Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Cabang) untuk pengembangan bisnis serta monitoring potensi bisnis di seluruh wilayah Indonesia.
• Pemilihan sektor usaha yang prospektif dan belum jenuh.
• Memfokuskan pengembangan bisnis pada perusahaan yang mempunyai potensi trickle down effect pada bisnis menengah dan ritel.
Strategi ekspansi kredit dilakukan dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking) yang diwujudkan melalui evaluasi pelayanan kredit yang cepat dan efektif dengan menerapkan four eyes principle sebagai wujud implementasi manajemen risiko (credit risk management). BRI juga terus meningkatkan kualitas para account officer yang berfungsi sebagai financial service provider dan professional business advisor.
Khusus, untuk pengembangan sektor agribisnis akan dilakukan melalui peningkatan pinjaman dengan memanfaatkan dampak multiplier effect pembiayaan di sektor ini, antara lain melalui program revitalisasi perkebunan, pengembangan energi nabati, revitalisasi pabrik gula, hingga ke pembiayaan kepada segmen bisnis UMKM dan international services. Hal ini mencakup pula pola closed system
financing, yaitu pembiayaan hulu hingga hilir untuk produk maupun komoditas unggulan. Program pengembangan sektor agribisnis juga mencakup diversivikasi portofolio kredit di luar kelapa sawit.
PENGELOLAAN DANA KORPORASI
Pengembangan bisnis korporasi BRI tidak hanya dilihat dari sisi peningkatan jumlah aset, melainkan juga berupa penempatan dana nasabah maupun pengembangan layanan perbankan yang bisa dilakukan BRI untuk meningkatkan fee based income.
Sehingga suatu perhitungan tingkat profitabilitas nasabah korporasi dapat dilihat secara keseluruhan.
Sebagai upaya untuk dapat menangkap potensi dari nasabah korporasinya secara optimal, BRI mengembangkan hubungan kelembagaan guna memberikan pelayanan yang spesifik dan berkesinambungan kepada nasabah non-perorangan yang terdiri dari institusi Pemerintah maupun swasta yang memerlukan layanan perbankan berskala nasional. BRI merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi mobilisasi dana yang berasal dari APBN maupun APBD yang disalurkan melalui Kementerian Negara, Pemerintah Propinsi/
Kabupaten, Lembaga Pendidikan (Universitas), Dana Pensiun dan perusahaan swasta dalam rangka terus meningkatkan funding base BRI sesuai dengan target yang ditetapkan.
Pencapaian 2011
Dengan didukung oleh infrastruktur BRI dan produk serta layanan perbankan BRI yang beragam, BRI terus mengembangkan kerjasama dengan berbagai institusi. Selama tahun 2011 terdapat lebih dari 40 institusi baru yang bekerjasama dengan BRI.
Sementara itu, guna mengikuti pesatnya perkembangan dunia bisnis yang menuntut produk dan jasa perbankan yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi nasabah, BRI terus mengembangkan ragam produk dan jasa yang disediakan, antara lain sebagai berikut:
Cash Management
BRI menyediakan Cash Management Service (CMS) yang sangat dirasakan manfaatnya bagi nasabah perusahaan yang membutuhkan layanan transaksi perbankan yang cepat dan akurat. CMS merupakan solusi layanan perbankan berbasis internet yang memungkinkan nasabah perusahaan melakukan monitoring dan melakukan transaksi keuangannya melalui fasilitas online setiap saat. CMS BRI memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi rekening dari waktu ke waktu dan memberikan kenyamanan serta keamanan dalam bertransaksi melalui sistem perbankan setiap saat
Pada akhir tahun 2009 New CMS BRI telah melayani 241 perusahaan dan berkembang menjadi 757 perusahaan pada akhir tahun 2011. Jumlah rekening yang dilayani oleh sistem ini juga meningkat pesat dari hanya sekitar 2.500 rekening menjadi lebih dari 18.151 rekening di tahun 2011.
Pada tahun 2011 BRI mengembangkan produk New Cash Management System, antara lain melalui pengembangan sistem itu sendiri yang mencakup:
• Instalasi, peremajaan serta upgrade scalabiliity server untuk mengantisipasi peningkatan jumlah client dan volume transaksi.
• Peningkatan perangkat security firewall serta komunikasi internet untuk mempercepat akses ke CMS BRI.
• Pengembangan/pengkayaan fitur-fitur general aplikasi CMS.
• Pengembangan fitur-fitur khusus (customized) aplikasi CMS, termasuk di dalamnya dalam rangka strategi closed system.
BRI merupakan bank besar di Indonesia, dan saya sangat tertarik sekali apabila dikaitkan dengan bisnis Pupuk Kaltim (PKT), karena kami berbisnis sampai ke pelosok nusantara, sama halnya seperti BRI, yang jangkauannya sampai ke seluruh pelosok Indonesia. BRI memiliki potensi yang sangat kuat dalam mengintegrasikan bisnis pupuk secara menyeluruh, mulai dari produsen, distributor, sampai dengan pengecer, khususnya pengintegrasian proses pembayaran. Karena salah satu faktor penentu dari kelancaran bisnis pupuk adalah kelancaran proses pembayarannya.
Hubungan bisnis PKT dengan BRI sudah terjalin sangat lama dari tahun 1990-an. Sementara ini bentuk kerjasama kami dengan BRI baru kredit saja. Saat ini kredit PKT dari BRI telah mencapai Rp1,6 triliun.
“Kami cukup puas dengan kinerja dan layanan yang telah diberikan oleh BRI selama ini”
Besar harapan kami BRI dapat mengintegrasikan lalu lintas bisnis PKT secara menyeluruh, didukung dengan dibentuknya BUMN Holding Pupuk seperti saat ini. Akan lebih baik lagi apabila BRI dapat mengkonsolidasikan keuangan secara menyeluruh dari BUMN pupuk di Indonesia, seperti Pupuk Kujang, Pupuk Sriwijaya. PKT yang telah diberikan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pupuk pada hampir 2/3 wilayah Indonesia.
Aas Asikin Direktur Utama PT Pupuk Kaltim (Persero)
Treasury Single Account (TSA)
Dalam rangka mengelola keuangan Negara secara profesional, terbuka dan bertanggung jawab, Pemerintah telah menerapkan Treasury Single Account (TSA) pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dengan melibatkan Peserta Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (Sistem BI-RTGS) dan Peserta Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Untuk dapat menangkap peluang bisnis ini secara optimal, BRI berpartisipasi dalam proyek TSA ini.
Treasury National Pooling (TNP)
Treasury National Pooling (TNP) adalah sistem yang dapat memantau posisi saldo konsolidasi dari seluruh rekening bendahara pengeluaran yang terdapat pada seluruh Kantor Cabang BRI, tanpa harus melakukan perpindahan dana antar rekening. Sistem ini memudahkan Pemerintah untuk memantau posisi keuangan pada semua rekening bendahara pengeluaran yang telah didaftarkan sebagai rekening yang masuk dalam daftar TNP, tanpa harus melakukan verifikasi satu per satu di setiap kantor cabang BRI.
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) On Line
Dalam rangka meningkatkan kerjasama BRI dengan lembaga pendidikan, BRI telah mengembangkan sistem pembayaran SPMB BRI yang dapat diakses di seluruh unit kerja BRI yang ditujukan bagi lembaga
pendidikan yang telah bekerjasama. Adanya sistem ini dapat mempermudah bagi mahasiswa untuk melakukan penyetoran uang pendaftaran dan registrasi online di universitas. Selain menciptakan peluang penggalangan dana pihak ketiga di BRI, fasilitas ini juga memberi peluang bagi peningkatan fee based income dari pelaksanaan SPMB itu sendiri.
SPP on line merupakan sarana penerimaan setoran mahasiswa secara on line melalui jaringan pelayanan BRI. Bagi universitas, sistem ini mempermudah penarikan dan pengelolaan setoran kewajiban mahasiswa. Sedangkan mahasiswa memperoleh kemudahan dalam pembayaran setoran uang kuliah.
Pembayaran Gaji
Salary crediting adalah fasilitas dalam sistem BRINETS yang dipakai untuk pengkreditan gaji secara otomatis dari rekening individu atau perusahaan ke rekening simpanan karyawannya sesuai tanggal yang telah disepakati.
Layanan Pembayaran SSB
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki kewenangan dalam penerbitan PNBP Polri (Penerimaan Negara Bukan Pajak Polri) yaitu SIM (Surat Izin Mengemudi), STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor), TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor), STCK (Surat Tanda Coba Kendaraan), Klipeng (Klinik Pengemudi) dan Senpi (Senjata Api).
BRI ditunjuk sebagai Bank yang melaksanakan
Kerjasama antara Bank BRI dan Universitas Indonesia untuk pembayaran SPP on-line
pengelolaan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagaimana tersebut di atas, yaitu melalui Automatic Teller Machine (ATM), Electronic Data Capture (EDC), dan Teller BRI.
Payment Point PDAM
Guna mendukung usaha Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai penyedia air bersih kepada masyarakat umum, BRI menawarkan kerjasama dalam bentuk pengelolaan keuangan PDAM dan penerimaan pembayaran tagihan pelanggan PDAM.
Kartu PNS Elektronik (KPE)
KPE merupakan kartu identitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memuat data PNS dan keluarganya secara elektronik. KPE diberikan kepada setiap PNS dan tetap berlaku setelah PNS yang bersangkutan pensiun. Sedangkan untuk suami/istri dan anak dari penerima pensiun PNS diberikan KPE tambahan.
Selain berfungsi sebagai kartu kepegawaian, KPE juga berfungsi sebagai kartu ASKES (asuransi kesehatan), Kartu TASPEN (manfaat pensiun), kartu Bapertarum (fasilitas perumahan) dan kartu perbankan (untuk pembayaran gaji dan ATM melalui jaringan perbankan BRI).
Visa on Arrival (VoA) Imigrasi
Visa on Arrival (VoA) adalah Visa yang diberikan pejabat Imigrasi di tempat pemeriksaan imigrasi tertentu kepada warga negara asing yang bermaksud mengadakan kunjungan ke Indonesia.
BRI menyediakan counter pelayanan pembayaran dan mengelola pemasukan dana dari VOA untuk manfaat Kantor Imigrasi Republik Indonesia.
Asabri – Santunan
Pembayaran manfaat santunan ASABRI (Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) dapat dilakukan di unit kerja BRI yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Rencana Pengembangan Tahun 2012
Dengan melihat potensi yang besar dari bisnis kelembagaan, maka strategi pengembangan BRI antara lain berupa optimalisasi kerjasama dengan nasabah institusi yang ada, optimalisasi jaringan kerja dan electronic channel BRI yang sudah ada, meningkatkan kualitas, fungsi dan peran executive relationship officer serta pengembangan ke bisnis di sektor swasta nasional dan perusahaan multinasional.
Untuk tahun 2012, pengembangan produk masih berfokus pada penyempurnaan sistem cash management BRI dengan penambahan fitur-fitur yang dapat mengakomodir kebutuhan nasabah BRI.
Dalam mengantisipasi perkembangan bisnis ini, BRI juga akan meningkatkan jumlah dan kualitas dari SDM BRI serta memperbaiki sistem dan prosedur Cash Management. Adapun untuk pemasaran bisnis ini, selain difokuskan pada existing nasabah BRI juga akan dikembangkan pada nasabah baru.