ANALISIS DAN PROYEKSI
2. Blok Pemanfaatan dengan ijin , Jasa Lingkungan dan HHBK pada KPHL Unit XIII Ogan Ulu
4 Perencanaan dan penyelenggaraan rehabilitasi lahan kawasan Blok Pemanfaatan / Khusus pada KPHL Unit XIII Ogan Ulu
1. Terdapatnya peta perencanaan dan rehabilitasi kawasan Blok Pemanfaatan / Khusus yang dijadikan dasar pengelolaan kawasan Blok
Pemanfaatan / Khusus , baik secara ekonomi, sosial dan budaya 2. Terdapatnya
pengaturan pada kawasan Blok
Pemanfaatan / Khusus yang direncanakan sesuai daya dukung kawasan KPHL Unit XIII Ogan Ulu
Terehabilitasinya lahan - lahan kritis pada kawasan Blok
Pemanfaatan / Khusus dengan berbagai jenis pohon unggulan lokal dan komersial.
1. Menyusun master plan penyelenggaraan restorasi hutan pada kawasan Blok Pemanfaatan / Khusus di KPHL Unit XIII Ogan Ulu 2. Penetapan prioritas
restorasi hutan kawasan Blok Pemanfaatan / Khusus dan mendesain model restotarasinya
2. Blok Pemanfaatan dengan ijin , Jasa Lingkungan dan HHBK pada KPHL Unit XIII Ogan Ulu
Blok Pemanfaatan dengan ijin jasa lingkungan dan HHBK merupakan Blok yang telah ada izin pemanfaatan, jasa lingkungan dan HHBK dan yang akan difungsikan sebagai areal yang direncanakan untuk pemanfataan, jasa lingkungan dan HHBK sesuai dengan potensi Kawasan Hutan yang telah dihasilkan dari proses inventarisasi. Dalam blok ini diupayakan berintegrasi dengan solusi konflik atau upaya pemberdayaan masyarakat melalui
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Unit XIII Ogan Ulu Kabupaten Muara Enim
pemanfaatan Kawasan Hutan, jasa lingkungan dan HHBK. Pada Blok Pemanfaatan (Ijin) akan dilaksanakan kegiatan pemanfaatan HHBK jenis rotan, kegiatan yang dikerjasamakan dengan masyarakat untuk pencegahan perambahan hutan dan illegal loging agar Blok Inti yang telah direncanakan tetap lestari. Kriteria Blok Inti, antara lain : merupakan Blok untuk perlindungan tata air, Blok Pemanfaatan Khusus adalah sebagian kecil Blok Inti yang dimanfaatkan dengan penanaman rotan untuk buffer dari Blok Inti, Blok Pemanfaatan adalah Kawasan Hutan yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkebun, Hutan Desa, Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dan Areal Rehabilitasi DAS bagi pemegang Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan bidang pertambangan dan migas. Dalam RKTN / RKTP / RKTK dimungkinkan masuk dalam Kawasan Hutan untuk kawasan rehabilitasi atau Kawasan Hutan.
Proyeksi ekonomi perencanaan 10 tahun untuk blok pemanfaatan kawasan, jasa lingkungan dan HHBK, dijelaskan pada Tabel 4.10.
Tabel 4.10. Proyeksi Perencanaan Sosial Ekonomi 10 Tahun Blok Pemanfaatan , Jasa Lingkungan dan HHBK
No Program Sasaran Strategis Kegiatan 1 Memantapkan
penetapan fungsi pemanfaatan / khusus, jasa lingkungan dan HHKB untuk areal kelola KPHL Unit XIII Ogan Ulu bagi masyarakat
1. Tersedianya dokumen peta dan data base secara lengkap
menyangkut batas, luas, potensi serta status Blok Pemanfaatan / Khusus, jasa lingkungan dan HHKB pada kawasan KPHL Unit XIII Ogan Ulu 2. Mantapnya status Blok
Pemanfaatan / Khusus, jasa lingkungan dan HHBK yang proporsional dan mempertahankan hutan utuh dengan luas
1. Inventarisasi potensi Kawasan Hutan, jasa lingkungan dan HHKB 2. Tata batas dan pemasangan
pal batas Kawasan Hutan, jasa lingkungan dan HHKB 3. Pemetaan dan dokumentasi
hasil inventarisasi dan tata batas Kawasan Hutan, jasa lingkungan dan HHBK
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Unit XIII Ogan Ulu Kabupaten Muara Enim
minimal 30% yang menyebar merata di seluruh DAS dalam wilayah KPHL Unit XIII Ogan Ulu
2 Peningkatan pemanfaatan hasil
hutan bukan kayu pada Blok
Pemanfaatan / Khusus, jasa lingkungan dan HHBK
1. Berkembangnya unit-unit usaha masyarakat di bidang pengolahan HHBK
2. Berkembangnya Industri Pengolahan Bukan Kayu (IUPHHBK)
1. Pembentukan unit usaha HHBK masyarakat di Desa 2. Pelatihan pemungutan dan
pengolahan hasil hutan bukan kayu bagi masyarakat 3. Penyediaan dan diseminasi
data potensi kayu dan HHBK 4. Penyederhanaan regulasi
prosedur perizinan dan kepastian usaha IUPHHBK 5. Penyediaan infrastruktur
yang memadai 3 Peningkatan
fungsi hutan wisata alam yang berfungsi untuk menjaga kelestarian hutan pada wilayah KPHL Unit XIII Ogan Ulu
1. Penyediaan sarana dan prasarana wisata alam yang memadai
2. Pembentukan kelompok pengelola hutan wisata yang berwawasan lingkungan
4.6. Proyeksi Dampak Pembangunan KPH Terhadap Peningkatan Kesejahteraan
Permintaan masyarakat terhadap hasil hutan setiap tahun terus meningkat searah dengan perkembangan pembangunan masyrakat.
Permintaan hasil hutan berupa Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) untuk pemenuhan bahan jadi akan berdampak pada peningkatan pendapatan perkapita masyarakat pada Kawasan Hutan KPHL Unit XIII Ogan Ulu. Proyeksi pendapatan perkapita masyarakat tersebut dijelaskan pada Tabel 4.11.
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Unit XIII Ogan Ulu Kabupaten Muara Enim
Tabel 4.11. Proyeksi Pendapatan Perkapita Masyarakat berdasarkan Harga Patokan HHBK pada Kawasan Hutan KPHL Unit XIII Ogan Ulu untuk 10 Tahun
Uraian Barang Harga Patokan (Rp/satuan
kayu)
Rata-Rata Pendapatan Masyarakat (Rp/tahun)
Proyeksi Pendapatan Masyarakat (%) Bukan Kayu
Rotan
a) Rotan Manau 17,750,000/ton 3,793,033 467,96
b) Rotan Serimit 18,000,000/ton 3,793,033 474,55
c) Rotan Sega 7,250,000/ton 3,793,033 191,14
d) Biji Rotan Jerenang kering
2.000.000/kg 3,793,033 1,67
Bambu Hutan
a) Bambu apus 9,000/btg 3,793,033 0,24
b) Bambu petung 25,000/btg 3,793,033 0,66
c) Bambu milah 13,000/btg 3,793,033 0,34
Sumber : Harga patokan adalah Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 12/M-DAG/PER/3/2012
Berdasarkan Tabel 4.11. di atas, maka proyeksi peningkatan pendapatan perkapita masyarakat pada kawasan KPHL Unit XIII Ogan Ulu jangka waktu 10 tahun cukup bervariasi untuk berbagai jenis Hasil Hutan Kayu (HHK) dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Proyeksi pendapatan perkapita masyarakat tersebut berdasarkan pada harga patokan kayu sesuai Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor. 12/M-DAG/PER/3/2012. Untuk pendapatan perkapita masyarakat didasarkan pada pendapatan perkapita masyarakat tertinggi pada Kawasan Hutan KPHL Unit XIII Ogan Ulu, yaitu Rp.
3,793,033/tahun.
Peningkatan pendapatan perkapita masyarakat pada kawasan KPHL Unit XIII Ogan Ulu yang bersumber dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada Kawasan Hutan KPHL Unit XIII Ogan Ulu, antara lain : pendapatan perkapita masyarakat dari hasil rotan dll rata - rata proyeksi untuk 10 tahun mencapai
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Unit XIII Ogan Ulu Kabupaten Muara Enim
0,34 % - 474,55 %, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat dari hasil bambu untuk proyeksi 10 tahun, yaitu: 0,24% - 0,66%.
Berdasarkan penjelas tersebut, maka ketergantungan pendapatan perkapita masyarakat pada pada Kawasan Hutan KPHL Unit XIII Ogan Ulu untuk 10 tahun yang akan datang masih lebih baik dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) ditambah dengan hasil kebun kopinya. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat yang berada pada Kawasan Hutan KPHL Unit XIII Ogan Ulu akan ikut menjaga keberadaan Kawasan Hutan KPHL Unit XIII Ogan Ulu sebagai tempat mereka hidup.
4.7. Sumberdaya Manusia 1) Kondisi Saat Ini
SDM yang ada di KPHL Unit XIII Ogan Ulu saat ini ada 12 orang berstatus PNS yang menjabat sebagai Kepala KPH,sekretaris, kepala resort dan staf yang terdiri dari sarjana, D3 dan SMK.