• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUDIDAYA KERANG ABALONE DENGAN SISTEM DRUM BAWAH

Dalam dokumen INOVASI TEKNOLOGI AKUAKULTUR (Halaman 126-131)

AIR (SIDRUBA)

243

lum melakukan penebaran benih abalone.

g. Pemberian pakan dilakukan 2 hari sekali dengan cara snork-ling.

h. Pembersihan keranjang dalam (inner layer) dilakukan setiap minggudan pemantauan per-tumbuhan dan penggantian ke-ranjang dalam dilakukan setiap bulan.

i. Penggantian dan pembersihan drum PE (outter layer) dilakukan setiap 3 bulan.

j. Pemanenan dilakukan setelah abalone berumur 6-8 bulan/ ukuran 6-8 cm.

KEUNGGULAN TEKNOLOGI

URAIAN TEKNOLOGI

Teknologi ini adalah hasil modifikasi teknologi yang sudah ada. Tekologi ini merupakan sistem budidaya abalone berbasis laut (sea based culture) yang dilakukan di dasar perairan pantai Lan-dai yang terlidung dari ombak dan ge-lombang besar. Sarana pembesaran di-lakukan dengan memanfaatkan kembali (reuse) drum-drum bekas, besi, tali dan waring bekas sehingga mampu menja-ga kebersihan lingkunmenja-gan. Pemberian pakan dilakukan dengan memanfaatkan limbah hasil budidaya rumput laut se-hingga mampu mengurangi kotoran pan-tai (reduce) dan mengkonversinya seba-gai sumber protein yang sehat (recycle). Lokasi budidaya yang berdekatan dengan objek wisata mampu disinergi-kan karena struktur budidaya yang tidak muncul di atas permukaan air. Keunggul-an lain dari teknologi ini adalah memiliki aspek rekreasi (recreational aquaculture) dengan cara snorkling sambil berbudida-ya abalone. Dengan pemberian pakan multispesies rumput laut menghasilkan pertumbuhan abalone yang lebih cepat (6-8 cm dalam 6 bulan pemeliharaan)

di-banding pembesaran di karamba (sistem

floating, maupun hanging).

KEBERHASILAN TEKNOLOGI

Teknologi ini amat sederhana, dapat dilakukan dengan biaya yang relatif mu-rah, dan mudah dilakukan oleh orang yang biasa berenang di pantai dan pembudidaya rumput laut lepas dasar. Teknologi ini telah mampu mengurangi limbah budidaya rumput laut dan me-manfaatkannya sebagai pakan abalone. Sarana budidaya dibangun dengan me-manfatkan barang-barang bekas yang sebelumnya tidak terpakai.

Sebagai teknologi komplementer da-lam budidaya rumput laut sistem lepas dasar, metode penyiangan gulma untuk pakan abalone telah mampu mengurangi kompetitor spacial species rumput laut yang dibudidayakan, sehingga komodi-tas utama memiliki pertumbuhan yang lebih baik. Kegiatan ini juga merupakan

recreasional aquaculture, yaitu

berbudi-daya sekaligus menyalurkan hobi

snor-kling, dan mampu menghindari konflik

kepentingan dengan pelaku pariwisata perhotelan mengingat konstruksi budida-ya terbenam didasar perairan.

Jadi teknologi ini selain dapat dilaku-kan secara khusus, dapat pula dilakudilaku-kan bersamaan dengan budidaya rumput laut untuk tambahan penghasilan. Seca-ra umum teknologi ini lebih banyak me-ngandung muatan positif dan amat layak untuk dilakukan.

TEKNOLOGI APLIKATIF

Teknologi ini mudah diterapkan da-lam usaha perikanan budidaya meng-ingat bahan- bahannya berasal dari bahan baku lokal, mudah diperoleh dan diaplikasikan, tidak menimbulkan resiko kerusakan lingkungan karena bahan--bahannya tidak terurai di air laut dan melepaskan bahan beracun berbahaya. Pemberian pakan ke abalone membantu

memanfaatkan limbah budidaya rumput laut yang sebelumnya mengotori pantai. Resistensi secara sosial budaya da-pat dihindar, melalui sinergi dengan para pembudidaya rumput laut lokal melalui pemanfaatan produk. Konflik dengan pelaku pariwisata dapat dihindari mengi-ngat konstruksi budidaya yang terpasang di dasar perairan.

REKOMENDASI LOKASI

Lokasi perekayasaan ini dilakukan di pantai Kubu, Karangasem Bali mulai bulan Januari 2012 sampai Desember 2012. Pengembangan dilakukan di pan-tai Kutuh pada tahun 2013 dan penerap-an dilakukpenerap-an di Ppenerap-antai Geger, Denpasar, Bali pada tahun 2014.

Penerapan teknologi ini dapat dila-kukan di seluruh wilayah Indonesia, di pantai-pantai yang landai dan datar yang terlindung dari gelombang besar dengan kisaran pasang surut 0,5-2 m. Pantai yang didominasi oleh pasir, dasar pantai tidak berlumpur. Pantai yang cocok ada-lah berdekatan dengan kelompok pem-budidaya rumput laut, jauh dari daerah industri yang mampu melepaskan bahan beracun dan berbahaya dan jauh dari muara sungai.

RAMAH LINGKUNGAN

Aplikasi teknologi ini dapat membe-rikan dampak negatif yang minimal ter-hadap lingkungan, keamanan pangan, sosial ekonomi dan budaya. Drum-drum pembesaran kemungkinan dapat dima-suki oleh ular laut maupun predator alami abalone seperti kepiting, ikan karnivora sehingga perlu dilakukan pemantauan secara berkala, kerusakan struktur dari unit pembesaran dapat mengotori

pan-245

BIAYA TETAP

= Upah tenaga kerja + penyusutan = 4.000.000 + 1.840.000

= 5.840.000

BIAYA TOTAL

= Biaya Tetap + Biaya Variabel = 5.840.000 + 6.250.0000 = 12.090.000

PENERIMAAN

1. Hasil panen 80% (ekor) = 4.000 x 80% = 3.200 ekor

2. Hasil panen biomass (kg) = 3.200 x 30 gr = 96 kg

3. Harga jual (harga x hasil panen) = Rp.200.000,- x 96 kg = Rp.19.200.000

ANALISA LABA RUGI

= Penerimaan – Biaya Total = 19.200.000 – 12.090.000 = 7.110.000

B/C RASIO

= Penerimaan : Biaya Total = 19.200.000 : 12.090.000 = 1,6

PENGEMBALIAN MODAL

= Biaya Total : Keuntungan = 12.090.000 : 7.110.000 = 1,7

Sumber: Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPI-U2K) Karangasem.

tai/berpeluang menjadi sampah apabila tidak segera ditarik ke darat.

Kualitas air yang buruk mengakibat-kan akumulasi polutan pada abalone dan dapat mengancam keamanan pangan, sehingga perlu dilakukan pembersihan drum secara rutin sesuai SOP. Kesalah-an dalam pemilihKesalah-an lokasi akKesalah-an berdam-pak pada kegagalan budidaya. Personil/ teknisi yang tidak mampu menyelam/ snorkling akan sulit untuk melakukan sistem ini. Sehingga akan berbahaya apabila dilakukan oleh teknisi yang ku-rang melakukan pemanasan sebelum masuk ke dalam air, menderitapenyakit flu, pilek, demam dan penyakit lainnya yang berdampak semakin buruk apabila terkena air.

KELAYAKAN USAHA

BIAYA INVESTASI

No. Uraian Volume Satuan Harga Jumlah Umur

ekonomis Biayapenyusutan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Drum PE Besi ⁺1cm Supernet Tali PE 7mm Waring #5mm Kawat aluminium Tali senar 8 16 2 6 16 16 2 bh btg roll kg m m kg 300.000 100.000 1.500.000 30.000 20.000 100.000 50.000 2.400.000 1.600.000 3.000.000 180.000 320.000 1.600.000 100.000 5 5 5 5 5 5 5 480.000 320.000 600.000 36.000 64.000 320.000 20.000 Total 9.200.000 1.840.000 BIAYA VARIABEL

No. Uraian Volume Satuan Harga Jumlah

1.

2. Benih abalone (2-3)cmBiaya panen 4.0001 Ekorpaket 1.500250.000 6.000.000250.000

Total 6.250.000

TENAGA KERJA

No. Uraian Volume Satuan Harga Jumlah

1. Upah tenaga kerja 8 bulan 500 4.000.000

Total 4.000.000

247

Dalam dokumen INOVASI TEKNOLOGI AKUAKULTUR (Halaman 126-131)