• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pot dan bunga didalamnya terbat dari kuningan yang diletak- kan dimeja sebagai penghias meja. Pot dan bunga ini

diletak-kan dimeja tamu karena bunga terbuat dari kuningan maka bunga ini akan terlihat bunga yang sudah mati warnannya yang kuning tetapi daunnya tetap seperti bunga yang hidup. Bunga ini cukup dibersihkan setiap hati tampa harus mengganti den-gan bunga yang baru atau memberikan pupuk terhadap bunga tersebut. Bukan hanya bunganya saja tetapi pot bunga tersebut juga terbuat dari kuningan.

O26 Pot Bunga

Tahun : 1852

Kategori : Peralatan Rumah Tangga

26

Ruang tamu adalah tempat untuk menerima tamu sekaligus untuk berkomu-nikasi dengan orang luar. Ruang tamu biasanya terletak di bagian depan susunan bangunan rumah tempat tinggal sehingga ruang tamu menjadi ru-angan pertama yang dimasuki. Ruang tamu merupakan salah satu ruang yang dibuat untuk menyambut tamu yang datang berkunjung kerumah. Be-gitu juga dengan rumah gadang istano Balun ini juga memiliki ruang tamu yang terletak didepan pintu masuk. Letakknya tidak terpisah dari rumah gadang masih satu atap letakknya didepan pintu.

O27 Ruang Tamu

Tahun : 1852

Kategori : Peralatan Rumah Tangga

27

Salempang kuning merupakan salempang yang digunakan untuk kelengka-pan pakaian raja dan puti. Salemkelengka-pang ini melambangkan tanggung jawab seseorang terhadap kesejahteraan anak kemenakannya serta melambangkan tanda kebesaran seorang raja dan melambangkan bahwa Raja itu adalah orang yang jujur dan selalu menepati janji yang telah dibuat bersama. Bu-kan itu saja, salempang melambangBu-kan penghapus keringat yang terdapat pada kening. Sekarang salempang digunakan saat acara pernikahan yang dipakai oleh pengantin wanita dan lai-laki.

O28 Salempang Kuning Tahun : 1852

Kategori : Pakaian Raja dan Puti

28

Saluak merupakan salah satu penutup kepala yang menyerupai topi dengan warna kuning keemasan. Saluak ini dipakai saat acara-acara adat dan ketika pengankatan seorang raja maka dipakailah saluak. Sampai saat ini saluak masih digunakan orang dalam acara-acara pernikahan adat minangkabau.

Setiap ada upacara pernikahan persukuan kampai maka pengantinnya mem-kai baju pengentin seperti raja dan puti yaitu memamem-kai baju batabua, sun-tiang, songket, serta saluak dikepala mempelai laki-lakinya.

O29 Saluak Raja Tahun : 1852

Kategori : Pakaian Raja dan Puti

29

Sendok merupakan salah satu peralatan makan yang digunakan untuk menuangkan sayur mayur, lauk pauk dan sebagainnya. Kedua peralatan makan ini merupakan alat makan yang sering digunanakan orang serta mempunyai tangkai untuk menggunakannya. Sepasang sendok ini meru-pakan hadiah dari kerajaan jawa kepada raja balun ketika salah satu kera-jaan kecil dijawa melakukan kunjungan untuk menjalin silatuhrahmi den-gan kerajaan balun ini. Sebagai hadiah mereka memberikan sepasang sen-dok dengan tangkainya berbentuk wayang.

O30 Sendok dan Garpu Tahun : 1852

Kategori : Peralatan Rumah Tangga

30

Songket merupakan kain tenun dan diselipan benang emas dalam tenunan tersebut dengan berbagai macam motif. Dahulunya songket hanya diguna-kan oleh orang bangsawan dan orang yang mempunyai kekayaan. Selain orang terpandang songket juga digunakan oleh raja sebagai kelengkapan pakaian raja. Sedangkan puti juga menggunakan songket sebagai rok yang lilitkan. Tetapi sekarang ini songket bukan hanya orang terpandang saja yang memakai tetapi orang biasa juga mekainya. Songket sekarang diguna-kan orang hanya untuk acara tertentu saja.

O31 Songket Raja dan Puti Tahun : 1852

Kategori : Pakaian Raja dan Puti

31

Naskah ini berisikan tentang hubungan Rantau dengan Pagaruyung. Mak-sudnya adalah untuk mempererat hubungan antara Istano Balun dengan Istana Pagaruyuang. Istano Balun merupakan turunan dari kerajaan Pagaru-yuang untuk memperluas wilayah kerajaan maka diutuslah empat orang raja ke daerah Alam Surambi Sungai Pagu atau yang dikenal dengan Solok Se-latan. Salah satu dari raja yang empat itu adalah Daulat Yang Dipertu-ankan Tuanku Rajo Bagindo Raja Adat Alam Surambi Sungai Pagu yang berwenang menangani urusan adat, ekonomi, dan menguasai Tambo Alam.

O32 Stempel Sultan Nan Salapan Tahun : 1852

Kategori : Naskah Kuno

32

Suntiang merupakan hiasan kepala pengantin wanita yang berhiasan besar bewarna keemasan. Dahulu suntiang merupakan mahkota seorang puti yang diletakkan dikepala serta ukurannya yang tidak terlalu besar. Suntiang ada ukuran yang besar dan ada yang kecil, jika yang besar digunakan oleh mempelai wanita dn yang kecil untuk anak dao kecilnya. Suntiang dahulu lebih berat dari suntiang sekarang sehingga ketika acara pernikahan mem-pelai wanita takut menggunakan suntiang dikepalanya. Suntiang juga ban-yak macamnya bentuk dan ukurannya. Tetapi untuk suntiang seorang puti tidak terlalu berat dan besar.

O33 Suntiang

Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan

33

Tanduk rusa merupakan hiasan ruangan yang ada di rumah gadang istano balun ini. Dahulunya rumah gadang ini memiliki empat ekor rusa dianta-ranya dua betina dan dua jantan. Akan tetapi keempat rusa ini lumpuh ketika ada acara pernikahan di rumah gadang ini. Semua orang sibuk den-gan persiapan pernikakahan dan lupa ungtuk memberi makan keempat rusa ini sampai rusa-rusa tersebut lumpuh. Dari pada membiarkan keempat rusa ini mati mereka menyemblinya. Kemudian diambillah tanduk yang jantan dan dipajang dalam ruangan rumah gadang ini sebagai hiasan ruangan.

O34 Tanduk Rusa

Tahun : 1852

Kategori : Hiasan Ruangan

34

Tengkuluk tanduk merupakan bagian penutup kepala wanita di minangka-bau. Penutup kepala wanita di minangkabau ini berbentuk tanduk kerbau yang dipakai pada acara tertentu. Tengkuluk tanduk ini terbuat dari salen-dang tenunan yang dibuat menyerupai tanduk kerbau. Warna tenkuluk tan-duk puti rumah gadang istano Balun adalah merah dan bercampur kuning keemasan. Tengkuluk melambangkan sebagai rumah adat minang yang bergonjong serta melambangkan sebagai tanggung jawab dan kepercayaan kepada seorang Bundo Kandung harus dijunjung tinggi.

O35 Tangkuluak Tanduk Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan

35

Sanggul merupakan kumpulan rambut yang dibentuk dengan sedemikian rupa dan diletakkan dikepala. Seorang puti menggunakan sanggul yang besar dikepalannya yang dipasang secara rapi. Jika sekarang sanggul digunakan orang saat acara pernikahan maka pengantin wanitanya memakai sanggul agar suntiang dikepalanya terletak dengan erat dan memperindah hiasan dikepalanya. Berbeda dengan orang jawa yang sampai saaat sekarang ini masih memakai sanggul setiap hari bagi kaum bangsawan tetapi orang minang hanya mekai sanggul ketika ada acara pernikahan.

O36 Tatah Konde Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan

36

Teko adalah salah satu tempat yang digunakan untuk meletakkan air di-dalamnya. Selain itu, teko merupakan suatu wadah yang digunakan untuk menjerang daun teh atau campuran herbal dengan air yang hampir men-didih dan biasanya teko digunakan untuk menghidangkan teh kepada tamu.

Bukan hanya menyajikan teh, teko juga digunakan untuk menyajikan air putih saat makan. Dahulunya teko digunakan untuk menghidangkan teh untuk tamu-tamu raja dan jika bubuk teh menyebar maka digunakan pen-yaringan teh saat menhidangkannya. Sekarang sudah ada teh celup tampa harus menggunakan penyaringan lagi.

O37 Teko Biasa

Tahun : 1852

Kategori : Peralatan Rumah Tangga

37

Teko kran ini merupakan teko yang mempunyai kran untuk mengambil air dari dalam teko ini. Jika ingin minum maka cukup dengan memutar kran teko ini maka air dalam teko ini akan keluar seperti kran air. Teko ini mem-punyai penyaring air tidak seperti teko-teko sekarang yang kita jumpai.

Dahulunya teko ini digunakan untuk air minum raja. Dibagian badan teko ini terdapat motif-motif bunga dengan warna kuning keemasan dan bercam-pur warna biru serta warna ungu.

O38 Teko Kran

Tahun : 1852

Kategori : Peralatan Rumah Tangga

38

Tombak merupakan salah satu senjata yang digunakan untuk melindungi diri dari musuh dan hewan buas. Di rumah gadang ini tombak ini hanya sebagai benda pajangan saja dan sudah jarang digunakan. Dahulunya tom-bak juga digunakan untuk berburu binatang maka digunakan tomtom-bak ini sebagai senjata. Saat ini di minangkabau masih menggunakan tombak un-tuk berburu kehutan tetapi itu hanya sebagian kecil saja yang mengguna-kannya. Orang sekarang menggunakan tembakan sebagai senjata untuk berburu dan tombak sudah tidak digunakan lagi.

O39 Tombak

Tahun : 1852

Kategori : Senjata

39

Tongkat raja ini merupakan tongkat kebesaran seorang raja di minangkabau yang melambangkang bahwa seorang raja dapat berdiri sendiri tampa ban-tuan dari orang lain lain. Selain itu, tongkat juga melambangkan sebagai penopang adat, harta pusaka dan kemenakannya. Tongkat ini terbuat dari kayu bewarna hitam yang ujung diberikan ukiran serta bewarna kuning keemasan. Biasanya tongkat ini juga dipakai saat penobatan seorang raja karena tongkat ini merupaka salah satu perlengkapan untuk penobatan raja.

O40 Tongkat

Tahun : 1852 Kategori : Perhiasan

40

Kedua wadah ini merupakn wadah yang digunakan untuk meletakkan nasi dalam jumlah yang banyak. Selain tempat nasi wadah ini juga digunakan untuk meletakkan lauk pauk. Wadah ini terbuat dari keramik sehingga wa-dah ini sangat berat sekali jika diangkat. Dahulunya wawa-dah-wawa-dah ini san-gat banyak tetapi ketika terjadi gempa bumi banyak diantara wadah-wadah yang pecah sehingga tersisa dua wadah ini saja. Sampai sekarang wadah ini hanya dipajanng diatas lemari karena berat maka dibiarkan saja terletak di atas lemari.

O41 Wadah Keramik

Tahun : 1852

Kategori : Perhiasan

41

Dokumen terkait