TINJAUAN TEORETIS A. Pengertian Arah Kiblat
F. Metode Penentuan Arah Kiblat
2. Busur derajat
Metode ini adalah metode yang sangat praktis, dan hanya menggunakan waktu yang sangat singkat. Dalam metode ini hanya menggunakan beberapa alat yaitu mistar busur derajat 360̊, penggaris, spidol, dan software falak yang bernama sun compas. Cara menggunakan busur yaitu :
a. Letakkan pusat busur pada titik potong garis utara-selatan dan barat-timur.
b. Tandai derajat sudut yang diperoleh dari perhitungan rumus arah kiblat.
23 Muhyidin Khazin, Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik,(Cet.I;Yogyakarta:Buana Pustaka,2004),h.27.
c. Kemudian tarik garis dari titik pusat menuju tanda dan itulah arah kiblat.
3. Kompas
Seiring dengan semakin canggihnya era modern, manusia semakin menciptakan alat-alat canggih yang menarik minat banyak orang untuk penggunaannya seperti kompas magnetik atau kompas android. Kompas ini sebenarnya dalam bentuk digital dengan tujuan utamanya hanya untuk aktivitas sehari-hari, yang semakin canggih. Kompas magnetik digital pertama dibuat oleh PNI, INC. Dari tentara Amerika. Teknologi ini biasanya disebut Magneto Inductive yang digunakan oleh Angkatan Darat AS 60 tahun yang lalu. Kompas adalah perangkat navigasi dalam bentuk panah magnet yang menyesuaikan diri dengan medan magnet di setiap kutub Bumi di Kutub Utara dan Antartika, untuk menunjukkan arah kompas.24
Dalam proses penentuan arah kiblat ada beberapa kompas yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut :
a. Kompas Transparan
1) Kompas diletakkan pada bidang datar yang telah ditentukan titik utara dan titik selatan.
2) Titik pusat kompas berada dititik pusat perpotongan garis utara selatan dan timur barat, jarum kompas tepat, tepat mengarah utara, lalu kompas diputar sebesar sudut yang dicari atau dikehendaki.
3) Setelah kompas diputar dan jarum kompas (kecil) telah tepat pada derajat sudut yang dicari tanda titik katakanlah titik Q dan itulah arah
24 Saitul Mahtir, and Muhammad Saleh Ridwan. “Dinamika Penentuan Arah Kiblat Menggunakan Alat Klasik Dan Modern Di Masjid Sultan Alauddin Madani.” Hisabuna: Ilmu Falak 1.1 (2020). h. 7.
26
kiblat yang dicari.
4) Dari titik Q, tarik garis ke titik pusat perpotongan garis utara selatan dan timur barat, itulah arah kiblat yang dicari. Selanjutnya dari titik utara, tarik garis lengkungan ke titik Q akan membentuk sudut arah kiblat dan itulah sudut kiblat.
b. Kompas kiblat
Kompas kiblat merupakan alat yang sangat mudah digunakan untuk menentukan arah kiblat atau suatu tempat, sebab dengan meletakan kompas tersebut pada suatu tempat, jarumnya akan secara otomatis mengarah atau menunjukkan kearah kiblat yang dicari.
Teknisnya sama dengan kompas transparan atau kompas magnet, bedanya kompas kiblat tidak diputar dan caranya dimulai dari 10 jangan dimulai dari 0.
Meskipun demikian, hasil yang diperoleh tetap merupakan perkiraan (tidak akurat) sebab pengaruh dan gravitasi dan gaya magnet sangat besar sehingga menyebabkan adanya penyimpangan yang relative besar.
Q_U merupakan arah utara dari lokasi, Q-U2 adalah arah kiblat yang dicari, sedangkan U1-U2 adalah besar sudut arah kiblat yang dicari, yaitu 64̊43’.
Pada umumnya, kompas yang standard harus memiliki beberapa bagian seperti berikut ini :
1) Dial adalah permukaan kompas dimana tertera angka derajat dan huruf mata angin.
2) Visir adalah lobang dengan kawat halus membidik sasaran.
3) Kaca pembesar untuk melihat sasaran dan angka pada dial.
4) Jam petunjuk adalah jarum menunjukkan ke utara atau ke selatan magnet, biasanya jarum ini berwarna merah dan hitam, jarum yang
merah selalu menunjukan arah utara magnet bumi sedangkan yang hitam mengarah ke selatan bumi.
5) Tutup dial dengan dua garis bersudut 45̊ dan dapat diputar.
6) Alat penggantung biasanya digunakan untuk tali menyangkat ibu jari tangan sewaktu melakukan pembidik.
Penyimpangan arah kiblat yang ditunjuk oleh kompas tersebut tidaklah terlepas dari kelemahan kompas itu sendiri dan kelemahan umum dari kompas adalah :
a. Ujung jarum kompas yang biasanya diberi jarum warna merah dan mengarah bumi utara disebut kutub magnet utara. Pusat magnet bumi tidak selalu berhimpit dengan kutub utara bumi. Jadi ada penyimpangan jarum kompas/jarum magnet dari titik utara bumi.
b. Penyimpangan arah jarum magnet disuatu tempat disebabkan dengan deklinasi magnet untuk tempat tersebut.
Untuk daerah Indonesia misalnya benar deklinasi magnetnya berkisar antara 1 derajat kearah barat sampai 6 derajat kearah timur.
c. Jarum magnet yang ada pada kompas dipengaruhi oleh keadaan matahari.
d. Bahan yang dibuat untuk jarum magnet kompas, ada yang pekah, ada yang tidak. Ini yang menyebabkan antara kompas yang satu dengan kompas yang lainnya ada perbedaan.
28
e. Pemakaian kompas haruslah benar-benar terbebas dari pengaruh benda-benda magnet terutamma didaerah-daerah yang mengandung besi dan semacamnya.25
4. Istiwaaini
Dalam menggunakan istiwaaini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Antara lain sebagai berikut :
a. Persiapan alat-alat yang diperlukan, yaitu : istiwaaini lengkap dengan benang, waterpass, dan GPS (jika ada).
b. Persiapkan data yang dibutuhkan, sebagai berikut :
1) Lintang tempat, bujur tempat, tanggal dan waktu (jam) pengukuran.
Data-data ini bisa didapatkan di GPS. Bila tidak ada GPS, data lintang dan bujur bisa didapatkan melalui Google Earth. Sedangkan waktu (jam) pengukuran yang tepat bisa melihat jam pada website.
http://wwp.greenwichmeantime.co.uk/timezone/asia/indonesia.
2) Arah kiblat dan azimuth kiblat, data ini didapatkan dari rumus arah kiblat sebagai berikut:
Rumus arah kiblat :
Cotan AQ = tan LM x Cos LT ÷ sin SBMD – sin LT ÷tan SBMD Dimana :
AQ= arah kiblat LM = Lintang Makkah
25 Fatmawati,Ilmu Falak (Makassar :Pusaka Almaida, 2021),h.76.
SBMD = selisih bujur antara ka’bah dan tempat yang diukur.
Data lintang Ka’bah dan bujur ka’bah yang direkomendasikan oleh penemu istiwaaini ini adalah 21̊24’20,99” LU dan 39 49’ 34.36” BT. Data ini diambil dari Google Earth. Hasilnya adalah arah kiblat diukur dari arah timur ke barat.
Untuk mendapatkan azimuth kiblat, maka rumus yang digunakan:
Azimuth kiblat = 360 - AQ
3) Arah matahari dan azimuth matahari
Data-data ini didapatkan dengan mengambil data-data astronomis meliputi deklinasi dan equation of time. Sesuai table almanac nautika atau ephimeris.
Rumus arah matahari :
Cotan AM = tan dek x cos LT ÷ sin t – sin LT ÷ tan t Dimana :
AM: arah matahari Dek: deklinasi
LT: lintang tempat t: sudut waktu matahari T di dapatkan dari rumus :
t = (WD+e – (BD-BT)÷15)-12x15 Dimana :
WD: waktu daerah E: equation of time BD: bujur daerah BT: bujur tempat
Dalam arah matahari ini, terdapat ketentuan, dimana jika deklinasi (+),
30
maka arahnya utara, jika deklinasi (-) maka arahnya selatan. Jika pengukuran pagi, maka arahnya timur, jika sore, maka arahnya barat.
Adapun azimuth matahari (Azo) ditentukan dengan rumus : Jika arah matahari utara-timur, Azo = arah matahari.
Jika arah matahari selatan-timur, Azo = 90+ arah matahari Jika arah matahari selatan-barat, Azo=270+arah matahari 4) Beda azimuth (ba) dan azimuth matahari
Data ini diperoleh dengan menggunakan azimuth kiblat dengan azimuth matahari, jika beda azimuth (ba) negative maka beda azimuth harus ditambah 360o.
Rumus beda azimuth adalah :
Beda azimuth = Azimuth kiblat ˗Azimuth matahari
c. Setelah dihitung data-data tersebut, catat waktu pengukuran, azimuth kiblat, azimuth matahari dan beda azimuth.
d. Letakkan istiwaaini pada tempat yang datar dan mendapatkan sinar matahari. Ketika istiwaaini telah ditempatkan di tempat yang datar, posisikan tongkat istiwa yang dititk pusat lingkaran agar benar-benar berada di titik pusat dan dalam posisi tegak lurus (vertical). Sedangkan tongkat istiwa yang berada dititik 0o (skala bidang dial) harus benar-benar di titik 0 dalam posisi tegak lurus (vertical) juga. Lingkaran yang dijadikan landasan kedua tongkat istiwa (bidang dial) harus benar-benar dalam posisi datar (horizontal). Kedataran bidang dial diukur dengan waterpass. Jika belum datar, gunakan tiga drat (mur) untuk
menaikan atau menurunkan sesuai kebutuhan sampai bidang dial benar-benar datar dan kedua tongkat istiwa’nya benar-benar tegak lurus (vertical).
e. Apabila istiwaaini telah terpasang dengan baik, perhatikan jam sampai jam pengukuran yang telah dihitung tiba. Jam pengukuran ini harus sesuai dengan jam GPS agar hasilnya akurat.
f. Ketika jam pengukuran yang sudah dihitung telah tiba, putar bidang dial sampai bayangan tongkat istiwa pada titik 0o (di pinggir lingkaran) mengarah tepat ke tongkat utama yang berada ditengah lingkaran.
Dengan demikian bayangan tongkat adalah kebaikan dari azimuth matahari.
g. Tarik benang dari tengah lingkaran dan posisikan benang pada nilai beda azimuth. Arah yang ditunjukkan oleh benang tersebut adalah arah kiblat.
h. Tandai arah tersebut dengan benang atau lakban sebagai arah kiblat.26 5. Rashdul kiblat
Pada metode ini, pedoman yang digunakan adalah posisi matahari tepat atau mendekati pada titik zenith Kabbah (rashdul kiblat). Penentuannya dilakukan berdasarkan bayang-bayang sebuah tiang atau tongkat ketika posisi matahari tepat berada di atas Kabbah. Hal tersebut akan terjadi apabila lintang Kabbah sama dengan deklinasi matahari, sehingga pada saat itu matahari berkulminasi tepat di atas Kabbah.
26 Siti Tatmainul Qulub, Ilmu Falak : Dari Sejarah ke Teori dan Aplikasi (Depok:
Rajawali Pers, 2017), h.178-180
32
Dengan demikian, ketika matahari tepat di atas Kabbah, maka objek yang terkena matahari itu pun akan menimbulkan bayangan. Bayangan itulah arah kiblat. metode ini, merupakan salah satu bentuk penentuan arah kiblat akurasi yang akurat.27
Menurut hisab, periistiwa matahari diatas kabbah akan berlaku setiap tahun pada 28 Mei pukul 16.16 WIB dan pada 16 Juli pukul 16.28 WIB.
Berdasarkan fenomena ini, umat islam di Indonesia bagian barat berkesempatan untuk menentukan arah kiblat dari tempat masing-masing pada sore hari tetapi memiliki kelemahan yaitu biasanya bayang bayang benda mulai memudar atau samar-samar. Sedangkan untuk Indonesia bagian timur, dan tengah, pada saat fenomena tersebut terjadi posisi matahari sudah terbenam atau dibawah ufuk.28
Dalam waktu yang lain, maka waktu tersebut dikonversi dengan selisih waktu di tempat yang bersangkutan, misalnya waktu Indonesia bagian Barat (WIB), maka harus ditambah dengan 7 jam, maka tanggal 27/28 Mei pada jam 16.17.56 WIB dan tanggal 15/16 Juli pada jam 16.26.43 WIB.80 Sehingga, pada tanggal-tanggal tersebut umat Islam dapat mengecek arah kiblat semua tempat di permukaan bumi karena semua bayangan matahari akan searah dengan arah kiblat.
Adapun tehnik penentuan arah kiblat menggunakan istiwa utama (rashdhul kiblat global) ini yaitu:
a. Tentukan lokasi masjid/mushala atau rumah yang akan diluruskan arah
27 Nurul. "Integrasi Teks-Teks Syar’i Yang Terkait Dengan Arah Kiblat Dalam Konteks Astronomi." Elfalaky 4.1 (2020). h. 82.
28 Muhammad Rasywan Syarif. "Problematika Arah Kiblat Dan Aplikasi Perhitungannya." HUNAFA: Jurnal Studia Islamika 9, no. 2 (2012). h. 263.
kiblatnya.
b. Sediakan tongkat lurus sepanjang 1 sampai 2 meter dan peralatan. Lebih baik menggunakan benang berbandul agar tegak benar. Siapkan juga jam/arloji yang sudah dicocokan/dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet.
c. Cari lokasi halaman depan masjid yang mendapatkan sinar matahari serta memiliki permukaan tanah yang datar lalu pasang tongkat dengan tegak.
d. Tunggu sampai saat istiwa utama terjadi. Amatilah bayangan matahari yang terjadi dan berilah tanda menggunakan spidol, benang kasur yang dipakukan, lakban, penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus.
e. Di Indonesia peristiwa rashdul kiblat global terjadi pada sore hari sehinnga arah bayangan menuju ke Timur (membalakangi arah kiblat). Arah sebaliknya yaitu bayangan ke arah Barat agak seorang ke Utara merupakan arah kiblat ysang tempat.
f. Gunakan tali atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan arah kiblat kedalam masjid/ rumah dengan menjelaskan arah bayangannya.
g. Tidak hanya tongkat yang dapat digunakan untuk melihat bayangan. Menara, sisi selatan bangunan masjid, tiang listrik, tiang berada, benda-benda lain yang tegak, atau dengan teknik lain misalnya bandul yang kita gantung menggunakan.
h. Tali sepanjang beberapa meter maka bayangannya menunjukan arah kiblat.29 6. Melihat Benda-Benda Langit
29Ahmad Izzuddin, Imu Falak Praktis Metode Hisab-Rukyat Praktis dan Solusi Permasalahannya, h. 46.
34
Dalam hal ini, benda langit yang digunakan adalah rasi bintang. Dengan mengetahui rasi bintang tertentu maka arah mata angin dan arah kiblat dari suatu tempat dapat ditentukan. Rasi bintang yang dapat digunakan untuk menunjuk arah utara adalah rasi bintang ursa major dan ursa minor atau yang rasi bintang tersebut maka arah timur, selatan dan barat dapat diketahui. Sehingga orang dapat memperkirakan di mana arah kiblat yang dicari.Rasi bintang yang lain, selain Polaris, yang bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat adalah Rasi Bintang Orion. Pada rasi bintang ini ada tiga bintang yang berderet yaitu Mintaka, Alnilam dan Alnitak, ketiga bintang tersebut berderet ke arah barat. Rasi Bintang Orion dapat dilihat di langit Indonesia pada waktu subuh pada bulan Juli, rasi tersebut akan terlihat lebih awal pada bulan Desember. Pada bulan Maret Rasi Orion akan berada di tengah-tengah langit pada waktu maghrib. Namun, tentu saja hal ini hanya sebatas perkiraan saja untuk mempermudah penentuan arah kiblat.30