• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

4 C/C++

6 Delphi 3 - - - - 3 1 - 2 7 Visual C 3 - - - - 3 - - 3 8 Visual Basic 2 2 - - - 4 - 2 2 9 Visual DBase 3 1 - 1 - 4 2 - 2 10 Visual FoxPro 3 1 1 - - 4 1 1 2 11 Java 3 - - - - 3 - - 3 12 HTML 3 - - - - 3 1 - 2 13 PHP 3 - - - - 3 1 - 2 14 ASP 3 - - - - 3 1 - 2 15 Perl 3 - - - - 3 - - 3 16 SQL 3 - - - - 3 2 - 1 17 JSP 3 - - - - 3 - - 3

Keterangan tingkatan kualifikasi: 1. Tidak menguasai (pengetahuan dasar), 2. Pemula, 3. Terampil, 4. Mahir, 5. Lanjut

Tabel 3.9.

Kualifikasi keahlian Pemanfaatan paket khusus

Tingkatan kualifikasi (terakhir) Di Kantor saat ini digunakan atau tidak? No Perangkat

Lunak/Applikasi

1 2 3 4 5 Total Ya Tidak Tidak Ada

Informasi 1 Windows 98/ME/2000/XP - 10 3 2 - 15 15 - - 2 Linux/Unix 3 1 - - 4 2 1 1 3 Ms. Word - 10 3 3 - 16 16 - - 4 Ms. Excel - 10 3 3 - 16 16 - - 5 Ms. Power Point - 6 3 2 - 11 10 1 - 6 Ms. Access 2 1 - 4 - 7 2 2 3 7 Ms. Outlook 2 1 1 - - 4 - 2 2

8 ICQ, Yahoo Messenger, Windows Messenger, dll 1 2 1 - - 4 1 2 1 9 Browser Internet 1 4 1 - - 6 3 3 - 10 Web Email (Hotmail, Yahoo, Eudora, dll) 2 2 1 1 - 6 4 2 - 11 SPSS 2 3 - - - 5 - 3 3 12 Minitab 4 - - - - 2 2 13 CMS (PHPNuke, Mambo,dll) 4 - - - - 2 2 14 MySQL 4 - - - 1 2 1 15 MapInfo 4 - - - - 2 2 16 ArcView 4 - - - - 2 2

Keterangan tingkatan kualifikasi: 1. Tidak menguasai (pengetahuan dasar), 2. Pemula, 3. Terampil, 4. Mahir, 5. Lanjut

Tabel 3.10

Riwayat Pelatihan / Kursus di Bidang Lainnya

Di Kantor saat ini digunakan atau tidak? No Nama Pelatihan

Ya Tidak Tidak Ada Informasi

Total

1 Bahasa Asing 2 1 3 5

2 SIMIT 1 - 1 1

C.2. Analisis pelayanan masyarakat

Fungsi pelayanan instansi Pemerintah Kabupaten Purbalingga dapat dibedakan menjadi 2 yakni pelayanan internal dan pelayanan eksternal. Dari analisis dari sampel diperoleh :

1). 89.5% dari sampel merupakan karyawan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat baik langsung maupun tidak langsung, dengan demikian 10.5 % memberikan pelayanan internal.

2). 28.2 % dari karyawan merasa perlu dukungan komputer dalam pelayanan.

3). 87.2% dari sampel bersikap mendukung (yakni setuju atau sangat setuju) terhadap penggunaan layanan online guna mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

4). 94.7% karyawan setuju jika ada karyawan khusus yang menangani sistem informasi didalam setiap instansi.

a) Pelayanan internal

Dalam hal pelayanan internal berupa laporan, ditunjukkan hasil bahwa jenis-jenis laporan yang dibuat oleh karyawan meliputi :

1). Laporan periodik ke atasan : 100% 2). Laporan periodik ke atasan tidak langsung dalam satu instansi :97.4% 3). Pelaporan sesama staf satu level dibagian lain : 100%

4). Laporan periodik ke kadin : 100%

5). Laporan periodik ke pimpinan daerah : 100% Dalam kaitannya dengan instansi lain, diperoleh hasil :

1). 64.5 % menyatakan laporan yang dihasilkan berkaitan dengan instansi lain

2). 56.6 % menyatakan perlunya koordinasi dgn instansi lain

b) Analisis Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Umum Pelayanan

1). Analisis Kepuasan Masyarakat terhadap kejelasan informasi dan prosedur

Berdasarkan butir kuesioner mengenai pendapat masyarakat terhadap kejelasan informasi dan prosedur layanan di Pemerintah Kabupaten Purbalingga, yakni butir pertanyaan nomor 13 sampai dengan 23, diperoleh data jumlah skoring total 1196. Skor total yang mungkin adalah sebesar 34 orang x 11 pertanyaan x 5=1870, sehingga diperoleh nilai rata-rata skoring kepuasan terhadap sebesar 1196/1870 = 64%. Dapat dikatakan, berdasarkan sampel sejumlah masyarakat yang sedang mendapatkan pelayanan, maupun masyarakat umum, dimiliki kenyataan bahwa kepuasan terhadap kejelasan informasi dan prosedur pelayanan masih relatif sudah baik, yakni sebesar lebih kurang 64% dari nilai maksimal yang mungkin.

2). Kinerja ketepatan waktu

Berdasarkan butir kuesioner mengenai pendapat petugas layanan masyarakat terhadap kualitas layanan secara umum (khususnya ketepatan waktu dan prosedur layanan yang tersedia di Pemerintah Kabupaten Purbalingga), yakni butir pertanyaan nomor 24 sampai dengan 29, 31-33, diperoleh data jumlah skoring total 740. Skor total yang mungkin adalah sebesar 33 orang x 9 pertanyaan x 5=1485, sehingga diperoleh nilai rata-rata skoring kepuasan terhadap sebesar 740/1485 = 49.8%. Dapat dikatakan, berdasarkan sampel petugas layanan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, dimiliki kenyataan bahwa kepuasan secara umum terhadap kinerja pelayanan yang mereka berikan masih kurang baik, yakni sebesar lebih kurang 49.8% dari nilai maksimal yang mungkin.

BAB IV

ANALISIS SISTEM

4.1. Komponen e-Government

Berikut ini komponen e-Government. 1. Sumber Daya Manusia. (SDM)

Sumber daya manusia yang merupakan tulang punggung pelaksana /pengelola e-Government harus bekerja secara profesional dalam melaksanakan tugasnya. SDM terdiri dari sistem analis, administrator jaringan, administrator database, CIO (Chief of Information Officer), dan operator. Mereka harus ditempatkan pada posisi, sesuai dengan profesinya masing-masing dan sesuai dengan kebutuhan sehingga lebih efisien dan efektif.

Dalam perkembangannya SDM harus selalu meningkatkan kemampuannya menyesuaikan perkembangan teknologi infomasi.

2. Perangkat Keras

Perangkat keras ini meliputi komputer, piranti telekomunikasi, dan periperal-periperal, serta piranti lainnya yang diperlukan untuk kelancaran bekerjanya e-Government. Perlu diadakan perangkat keras sesuai dengan fungsinya pada masing-masing bagian seperti misalnya server, workstation, komponen jaringan, periperal yang diperlukan.

3. Perangkat Lunak

Perangkat lunak merupakan komponen utama dalam sistem komputer maupun sistem jaringan (internet, intranet, extranet, dan LAN). Terdapat dua kelompok perangkat keras yaitu perangkat lunak sistem dan perangkat lunak aplikasi.

Pemilihan perangkat lunak sistem harus disesuiakan penggunaannya dan sistem yang dibangun serta pula aplikasi-aplikasi apa yang akan digunakan. Pemilihan software aplikasi disesuaikan dengan kebutuhan dan

(misalnyaa Aplikasi pemrosesan KTP, aplikasi pemrosesan IMB, aplikasi pemrosesan SIM, dll). Terdapat beberapa cara untuk mendapatkannya yaitu dengan membuat sendiri, paket program atau outsourcing.

4. Jaringan dan Internet.

Agar di dalam proses komunikasi internal maupun external maka jaringan internet sangat diperlukan untuk melengkapi e-Government. Komunikasi internal baik vertikal maupun harisontal disarankan menggunakan sistem jaringan intranet atau LAN.

5. Data

Data merupakan bahan utama untuk dijadikan informasi, oleh karena itu validitas dan kekinian data sangat diutamakan oleh karena itu perlu pengelolaan yang betul-betul serius. Untuk keperluan itu data haruslah dikelola sebaik mungkin. Sumber data dapat dari dalam atau internal yaitu data yang dikumpulkan oleh semua instansi didalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga maupun hasil transaksi didalam layanan kepada masyarakat (penduduk baru, bangunan baru dll). Selain data internal terdapat juga data eksternal yang dikumpulkan baik dari masyarakat maupun dari intelejen yang ditugasi oleh instansi yang terkait atau bahkan dari warehouse.

6. Organisasi.

Suatu organisasi yang memanfaatkan TI akan menyesuaikan dengan kemampuan TI. Dengan munculnya e-Government dalam pengelolaan pemerintahan, organisasi harus disesuaikan dengan kebutuhan.

7. Masyarakat.

Masyarakat tidak hanya masyarakat yang bertempat tinggal didalam wilayah Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan tetapi juga masyarakat luar baik sebagai tourism, pendatang, dan sebagainya, yang pada prisipnya menginginkan layanan Pemerintah Kabupaten Purbalingga (ingat Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Purbalingga)

4.2. Fungsi sistem e-Government

Fungsi utama dari sistem eGoverment adalah terciptanya pengelolaan pemerintahan yang bersih, terbuka, dan mampu menampung aspirasi masyarakat di Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Dalam mendukung kegiatan pengelolaan pemerintahan tersebut, e-Government harus mampu melayani fungsi aktifitas manajemen baik manajemen strategis, taktis maupun operasional. Selain itu mampu memberi dukungan dalam pengambilan keputusan disemua level manajemen serta mampu memberikan layanan pada masyarakat umum serta mampu menampung aspirasi dari masyarakat luas.

Dari uraian tersebut di atas akan muncul e-Prlemen, e-society dan lain-lain yang kesemuanya untuk mencapai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

4.3.Analisa Kondisi Layanan Saat Ini

Untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan (RIP) e-Government perlu digali dan dikaji unsur-unsur yang mempengaruhi pengembangan e-Government. Ada 7 komponen pokok yang digali, yaitu

1. SDM 2. Perangkat Keras 3. Perangkat Lunak 4. Jaringan/InterNet 5. Data 6. Organisasi 7. Masyarakat

Ketujuh komponen pokok tersebut sampai dengan saat ini harus dianalisis letak Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dana Ancaman/tantangan yang kita singkat dengan analisis KEKEPAN. Analisis KEKEPAN ini dituliskan berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan terhadap sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, dan terhadap masyarakat (umum dan bisnis), maupun melalui survey terhadap dokumen

KEKEPAN dipakai sebagai dasar penentuan rencana kerja seterusnya. Dengan analisis KEKEPAN maka dapat dilakukan evaluasi diri untuk berbenah diri membangun sistem e-Government yang handal dengan akuntabilitas yang tinggi. Keberhasilan e-Government tentu saja tidak semata-mata hanya tergantung dari 7 komponen diatas, tapi masih ada komponen lain yang tak kalah penting yaitu dana dan semangat/keseriusan dari para karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Berikut ini tabel analisis KEKEPAN untuk 7 komponen di atas.

Tabel 1. Hasil survey egov Pemerintah Kabupaten Purbalingga

Kompone n

Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman SDM 1. SDM yang ada berpendidikan

cukup memadai

2. Adanya kesadaran dan inisiatif dari SDM mengenai perlunya Teknologi Informasi untuk dapat memberikan servis yang lebih baik

3. Terdapat SDM yang peduli dengan pengembangan e-Gov di lingkungan Pemerintah

Kabupaten Purbalingga

1. Jumlah SDM dengan kualifikasi keahlian khusus perlu ditingkatkan dan dilakukan relokasi fisik dan/atau fungsi kesemua instansi terkait bidang E-Gov

2. SDM dengan keahlian khusus tidak termanfaatkan

kemampuannya secara optimal 3. Prosentase penggunaan teknologi

informasi masih kurang 4. Relatif rendahnya kemampuan

bahasa asing menjadi kendala penggunaan fasilitas TI

1. SDM dapat ditingkatkan kemampuannya dengan diadakan pelatihan

2. Banyak sumber dan narasumber untuk proses pembelajaran 3. Teknologi Informasi semakin siap

pakai dan berdaya guna 4. Terdapat tenaga ahli yang

kompeten dengan pengembangan eGov

1. Persaingan makin tajam

2. Perkembangan teknologi informasi sangat pesat

3. Kurangnya penguasaan pemanfaatan teknologi informasi akan tertinggalkan

Perangkat

Keras 1). Jumlah perangkat keras dan sarana-prasarana pendukung yang tersedia cukup banyak

2). Perawatan perangkat keras telah diperhatikan

1. Kebanyakan tidak punya penanggung jawab untuk keamanan dan kerusakan 2. Peralatan mobile pendukung

aktifitas eksekutif belum memadai 3. Fasilitas pendukung akses TI

dirasakan sebagian masyarakat masih mahal

1. Harga H/W relatif semakin murah 2. H/W mudah di up-grade

3. Komputer sudah dianggap sebagai kebutuhan standar

4. Kemampuan dan dayaguna H/W semakin canggih dan lengkap

1. Perkembangan H/W sangat pesat sehingga H/W yang ada cepat ketinggalan jaman

2. Kemajuan S/W menuntut H/W yang canggih

3. Kecanggihan suatu H/W menuntut kecanggihan H/W yang lain

Perangkat

Lunak 1. Paket aplikasi SIM tersedia sesuai kebutuhan instansi 2. S/W tersedia cukup bervariasi

sesuai kebutuhan

1. Pengembangan S/W aplikasi masih parsial belum terintegrasi antar organisasi, tidak terjadi sharing dalam sumber daya

2. Belum terdapat urutan prioritas dalam pengembangan aplikasi 3. Belum ada sistem yang terpadu

(single sign-on system)

1. S/W semakin mudah dipelajari (user friendly)

2. Kemampuan S/W semakin canggih 3. Ketersediaan S/W semakin

lengkap

4. Banyak penyedia jasa pemrograman

5. Tersedianya sistem open-source

1. Perkembangan S/W sangat cepat 2. S/W mutakhir selalu menuntut

dan/atau freeware dengan komunitas pengguna yang aktif

Jaringan /

Internet 1. Tersedia jaringan LAN pada sejumlah instansi 1. Belum semua instansi memiliki tenaga administrator ataupun operator jaringan yang handal 2. Belum ada sistem jaringan

informasi dan database terpadu di pemerintahan Kabupaten

1. Teknologi jaringan sudah murah dan mudah didapat di pasaran. 2. Pengembangan aplikasi jaringan

sudah lebih mudah dan cepat. 3. Database terpusat maupun

tersebar sangat mudah diimplementasikan.

1. Investor lebih tertarik pada pemerintahan yang memanfaatkan TI

2. Tuntutan pertukaran informasi yang cepat

3. Perkembangan masyarakat dalam menggunakan Internet, membuat mereka lebih banyak

mendapatkan informasi yang terpasang di Web.

Data 1. Adanya kesadaran pentingnya data yang akurat dan terintegrasi 2. Tersedianya H/W dan S/W

pemroses data

3. Tersedianya tenaga terlatih

1. Belum ada Basis Data terpadu 2. Informasi/data antar aplikasi belum

terintegrasi

3. Data antar instansi belum terhubung

4. Belum ada prosedur standar penanganan data

5. Komunikasi data belum (tidak) lancar

6. Sebagian besar organisasi dari informasi lebih berdasarkan instansi, tidak terintegrasi disesuaikan dengan jenis servis terhadap pengguna

7. Organisasi dan kelengkapan data masih belum baik (pengguna masih kesulitan dalam mencari informasi yang diperlukan)

8. Perlu waktu yang lama untuk mendapatkan informasi online yang

up to date (informasi online masih

belum menjadi prioritas utama)

1. Kemajuan Teknologi Informasi yang canggih dan berdayaguna 2. H/W dan S/W pemroses data

semakin lengkap dan canggih 3. Banyak Pakar (penyedia jasa) di

bidang pengolahan data (sistem informasi)

4. Ada sistem Basis Data

Terdistribusi ataupun terpusat yang terpadu

1. Data/ Informasi yang akurat dan lengkap sangat dibutuhkan 2. Data/ Informasi yang salah bisa

menjerumuskan

3. Kesejagatan menuntut data/ informasi yang handal 4. Tuntutan masyarakat tentang

informasi dan pelayanan 5. Tuntutan masyarakat akan

Organisas

i 1. Adanya kesadaran pentingnya komunikasi 2. Adanya kesadaran pentingnya

keterpaduan pelayanan 3. Adanya pelayanan langsung

maupun tidak langsung antar bawahan dan pimpinan 4. Adanya layanan untuk instansi

sendiri, untuk instansi atasan, instansi lain dan layanan langsung kepada masyarakat

1. Komunikasi antar bidang/organisasi kurang terbuka (kurangnya keinginan sharing sumber daya/ data)

2. Ketersediaan dan kualitas peralatan antar bidang tidak merata

3. Kepakaran SDM dalam bidang IT antar bidang tidak merata, sehingga perlu relokasi SDM baik fisik maupun fungsi

4. Penyediaan dana untuk menangani e-Gov secara berkesinambungan belum jelas

1. Kemajuan Teknologi Informasi yang canggih dan berdayaguna 2. Banyak pakar yang gigih

mengembangkan e-Gov

3. Sudah banyak contoh e-Gov yang telah diimplementasikan

4. Otonomi Daerah

(1) Tuntutan kecepatan pelayanan untuk masyarakat

(2) Masyarakat semakin kritis (3) Penyediaan Data/Informasi yang

tidak akurat tidak konsisten dan tidak tepat waktu akan

menurunkan wibawa pemerintah

Masyarak

at 1. Tingginya keinginan masyarakat umum dan bisnis untuk mendapatkan pelayanan (dan informasi layanan) yang cepat dan terpadu

2. Adanya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya TI untuk peningkatan kualitas layanan

1. Belum tersedia sistem informasi layanan terpadu antar organisasi (yang melayani masyarakat secara langsung)

2. Waktu penyelesaian layanan yang relatif masih lama

3. Akses terhadap fasilitas pendukung TI dirasakan sebagian masyarakat relatif masih mahal

1. Layanan berbasis e-Gov dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan layanan

2. Informasi layanan terpadu dapat ditingkatkan dengan layanan e-Gov

1. Tuntutan masyarakat untuk memperoleh layanan yang murah, cepat, tepat dan terpadu

2. Tuntutan masyarakat untuk memperoleh informasi yang informatif dan terpadu

Tabel 2. Pengolahan hasil survey

Peluang (O):

1. Teknologi informasi dapat mengefektifkan pelayanan kepada masyarakat

2. Ketersediaan konsultan e-Gov

3. Ketersediaan teknologi H/W, S/W dan jaringan yang terjangkau

4. e-Gov berpotensi untuk menciptakan sumber pendapatan Pemda

Tantangan (T):

1. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat 2. Masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat,

tepat dan terpadu, serta ketersediaan informasi yang akurat dan informatif

3. Dinamika masyarakat yang menuntut terciptanya Good Governance

Kekuatan (S):

1. Ketersediaan SDM yang mampu dan peduli pada e-Gov.

2. Ketersediaan sarana dan prasarana teknologi informasi (S/W, H/W dan jaringan).

S1 - O2 : Optimalkan SDM yang mampu dan peduli dengan e-Gov. untuk bersinergi dengan tenaga ahli/konsultan e-Gov S2 – O4 : Manfaatkan ketersediaan sarana dan prasarana teknologi informasi untuk mengembangkan investasi dan potensi untuk menciptakan sumber pendapatan Pemda dari e-Gov

S1-T1 : Manfaatkan SDM yang mampu dan peduli pada e-Gov untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat

S2-T2 : Manfaatkan sarana dan prasarana teknologi informasi untuk memenuhi keinginan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, tepat dan terpadu, serta ketersediaan informasi yang akurat dan informatif

S1-T3 : Manfaatkan ketersediaan SDM yang mampu dan peduli pada e-Gov guna memenuhi dinamika masyarakat yang menuntut terciptanya Good Governance

Kelemahan (W):

1. Jumlah dan Distribusi SDM yang mampu belum mencukupi kebutuhan

2. Sistem pengembangan dan pemeliharaan teknologi informasi (jaringan, S/W dan H/W) serta pengelolaan data belum terintegrasi dan handal

3. Distribusi kualitas H/W belum merata 4. Belum adanya sistem distribusi kewenangan

pengelolaan e-Gov

W1-O2: Manfaatkan konsultan e-Gov untuk meningkatkan jumlah SDM yang mampu dan mendistribusikannya secara merata

W2 – O2: Sempurnakan sistem pengembangan dan pemeliharaan teknologi informasi (jaringan, S/W dan H/W) serta pengelolaan data yang belum terintegrasi dan handal dengan memanfaatkan ketersediaan konsultan e-Gov W3 –O3: Perbaiki distribusi dan kualitas H/W yang belum merata dengan harga H/W semakin terjangkau

W4-O2 : Ciptakan sistem distribusi kewenangan pengelolaan e-Gov dengan memanfaatkan ketersediaan konsultan e-Gov

W1 – T1: Hindari kelemahan distribusi dan penempatan SDM yang tidak sesuai ketrampilan untuk mengurangi dampak perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat W2 – T2 : Hindari kelemahan sistem pengembangan dan pemeliharaan teknologi informasi (jaringan, S/W dan H/W) serta pengelolaan data yang belum terintegrasi dan handal untuk mengurangi ketidakpuasan masyarakat yang menginginkan pelayanan yang cepat, tepat dan terpadu, serta ketersediaan informasi yang akurat dan informatif

W3 – T2 : Hindari kelemahan distribusi kualitas H/W yang belum merata untuk mengurangi ketidakpuasan masyarakat yang menginginkan pelayanan yang cepat, tepat dan terpadu,

Eksternal

serta ketersediaan informasi yang akurat dan informatif W4 – T2: Hindari kelemahan sistem distribusi kewenangan pengelolaan e-Gov untuk mengurangi ketidakpuasan masyarakat yang menginginkan pelayanan yang cepat, tepat dan terpadu, serta ketersediaan informasi yang akurat dan informatif

4.4 Permasalahan dan tantangan

Masalah yang dapat diidentifikasi terkait dengan sistem e-Government Pemerintah Kabupaten Purbalingga adalah:

1. Jumlah SDM dengan kualifikasi keahlian khusus perlu ditingkatkan dan dilakukan relokasi fisik dan/atau fungsi kesemua instansi terkait bidang E-Gov

2. SDM dengan keahlian khusus tidak termanfaatkan kemampuannya secara optimal

3. Prosentase penggunaan teknologi informasi masih kurang

4. Relatif rendahnya kemampuan bahasa asing menjadi kendala penggunaan fasilitas TI

5. Kebanyakan tidak punya penanggung jawab untuk keamanan dan kerusakan 6. Peralatan mobile pendukung aktifitas eksekutif belum memadai

7. Fasilitas pendukung akses TI dirasakan sebagian masyarakat masih mahal 8. Pengembangan S/W aplikasi masih parsial belum terintegrasi antar

organisasi, tidak terjadi sharing dalam sumber daya

9. Belum terdapat urutan prioritas dalam pengembangan aplikasi 10. Belum ada sistem yang terpadu (single sign-on system)

11. Belum semua instansi memiliki tenaga administrator ataupun operator jaringan yang handal

12. Belum ada sistem jaringan informasi dan database terpadu di pemerintahan Kabupaten

13. Belum ada Basis Data terpadu

14. Informasi/data antar aplikasi belum terintegrasi 15. Data antar instansi belum terhubung

17. Komunikasi data belum (tidak) lancar

18. Sebagian besar organisasi dari informasi lebih berdasarkan instansi, tidak terintegrasi disesuaikan dengan jenis servis terhadap pengguna

19. Organisasi dan kelengkapan data masih belum baik (pengguna masih kesulitan dalam mencari informasi yang diperlukan)

20. Perlu waktu yang lama untuk mendapatkan informasi online yang up to date (informasi online masih belum menjadi prioritas utama)

21. Komunikasi antar bidang/organisasi kurang terbuka (kurangnya keinginan sharing sumber daya/ data)

22. Ketersediaan dan kualitas peralatan antar bidang tidak merata

23. Kepakaran SDM dalam bidang IT antar bidang tidak merata, sehingga perlu relokasi SDM baik fisik maupun fungsi

24. Penyediaan dana untuk menangani e-Gov secara berkesinambungan belum jelas

25. Belum tersedia sistem informasi layanan terpadu antar organisasi (yang melayani masyarakat secara langsung)

26. Waktu penyelesaian layanan yang relatif masih lama

4.5. Rekomendasi penyelesaian masalah

Memperhatikan sejumlah masalah utama yang ada pada saat ini, serta berdasarkan analisa kekepan yang sudah dilakukan diatas, dapat diusulkan untuk dilakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Perlu sistem yang terpadu

Secara garis besar, implementasi e-Government secara menyeluruh di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga perlu dibangun secara terpadu. Artinya ada satu kesatuan sistem, termasuk adanya satu pengaturan pengguna dan penggunaan sistem. Istilah yang lebih tepat

system). Sub-sistem pengelolaan pengguna ini akan mengatur hak dan kemampuan pengguna dalam mengelola sistem.

Selain itu, seluruh aplikasi dan situs intansi yang ada harus dapat diakses melalui satu portal Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Dimana untuk akses kedalamnya melalui fasilitas login yang akan menentukan hak-hak dari pengguna dalam mengakses sistem. Dengan menggunakan database terpadu serta disediakannya sarana layanan bersama (common service) akan dapat memberikan informasi secara terpadu.

2. Penyusunan standar teknologi eGovernment

Pembangunan dan pengembangan e-Government perlu menggunakan teknologi yang sesuai, oleh karena itu perlu disusun standar untuk digunakan dalam pemilihan teknologi agar interoperatibilitasnya terjamin. Misalnya standar Web, penggunaan bahasa XML, web-service, serta optimalisasi pemanfaatan ASP.

3. Strategi investasi

Agar sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pemerintah Kabupaten Purbalingga, maka investasi perlu mengacu kepada panduan investasi dan arsitektur rancangan yang sudah ditetapkan.

4. Pemisahan aplikasi Intranet dengan Extranet.

Dengan mengingat banyaknya situs dan sistem yang sudah dikembangkan di Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam rangka implementasi e-Government, maka perlu ditata agar dalam pengelolaannya dapat lebih baik lagi. Salah satu yang perlu dilakukan adalah penataan server-server informasi sesuai dengan peruntukkannya. Dalam hal ini, secara tegas dilakukan pemisahan antara server yang dipergunakan untuk pelayanan informasi internal dengan server yang dipergunakan untuk pelayanan informasi ekternal (masyarakat).

5. Pemberdayaan Sinergi Kerjasama Pengumpulan data

Pengumpulan data dari masyarakat perlu diminimalkan agar koordinasi antar instansi yang menggunakan data sangat penting untuk mencegah

timbulnya duplikasi data. Dengan demikian perlu dibina dan ditingkatkan pemberdayaan sinergi antar instansi dalam rangka pelayanan kepada masyarakat dan mencapai tujuan pemerintah Kabupaten Purbalingga.

6. Sistem Database Terdistribusi yang Terpadu

Belum adanya sistem database terpadu sehingga menyulitkan didalam melakukan administrasi database. Oleh karena itu diperlukan adanya satu database terpadu untuk kepentingan seluruh sistem e-Government. Dengan adanya sistem database terpadu ini, diharapkan hanya ada satu data dalam Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Secara teknis realisasinya dapat saja memanfaatkan teknologi database tersebar dalam beberapa server yang terhubung dalam jaringan (Grid Technology), tetapi tetap dalam satu pengelolaan yang terpusat. Setiap server ditempatkan pada instansi yang berwenang dalam pengelolaan data tersebut. Pengaturan tentang kewenangan dan hak penggunaan data diintegrasikan dengan pengelolaan pengguna.

7. Single sign-on system untuk user

Untuk memudahkan pelaksanaan administrasi terpusat, peningkatan security terhadap sistem dan kemudahan pemberian kewenangan terhadap pengguna sistem e-Government, dimasa yang akan datang perlu dibuat suatu Single sign-on system bagi semua user pengguna sistem e-Government.

Pengaturan hak, kewenangan, tugas dan kewajiban setiap user dikelola secara terpusat oleh tim administrator sistem berdasarkan kepada kebijakan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, maka setiap pengguna akan mempunyai seperangkat aplikasi dan fasilitas yang sudah ditetapkan penggunaannya.

8. Peningkatan Komitmen Pimpinan

Untuk dapat mengembangkan dan menerapkan sistem e-Government secara lengkap dan konsekuen, maka diperlukan adanya pimpinan yang mempunyai komitmen tinggi dan dapat menjalankan

menyukseskan implementasi e-Government diperlukan adanya jabatan setingkat Assisten Sekretaris Daaerah yang tugas pokok dan fungsinya khusus membidangi masalah yang terkait dengan teknologi informasi. Dengan adanya jabatan setinggi itu maka masalah kebijakan, koordinasi, dan pengawasan pelaksanaan implementasi e-Government dan yang terkait dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Dokumen terkait