AKUNTABILITAS KINERJA
III. C Evaluasi Kinerja
Sasaran 1 “Peningkatan Pelayanan Lalu-Lintas”
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Peningkatan Pelayanan Lalu-Lintas dengan 24 (dua puluh empat) indikator kinerja sasaran memperlihatkan rata-rata angka capaian kinerja sasaran sebesar 97,08 % dengan predikat Sangat Berhasil.
Adapun indikator yang mewakili pencapaian kinerja sasaran tersebut sebagai berikut :
kinerja 100,00%;
2. Tercapainya pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas dengan angka capaian kinerja 100,00%
3. Terpenuhinya kebutuhan korespondensi dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
4. Terpenuhinya kebutuhan telepon, air dan listrik dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
5. Terpenuhinya kebutuhan ATK dengan angka capaian kinerja sebesar 90,91%.
6. Jumlah barang cetakan dan penggandaan dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
7. Terpenuhinya komponen kebutuhan instalasi listrik/ penerangan bangunan kantor dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00%;
8. Jumlah peralatan rumah tangga dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
9. Jumlah bahan bacaan dan buku tentang transportasi dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
10. Tersedianya penyediaan makanan dan minuman rapat dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
11. Terpenuhinya kebutuhan rapat koordinasi dan konsultasi dalam dan luar daerah dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ; 12. Terpenuhinya Sarana Ibadah, Tempat Parkir kendaraan dan
13. Jumlah Kendaraan Operasional Roda 2 dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
14. Tersedianya sarana prasarana aparatur dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
15. Meningkatnya kelancaran pelaksanaan tugas aparatur dinas perhubungan dengan angka capaian kinerja sebesar 96,74% ; 16. Terpenuhinya kebutuhan pemeliharaan gedung kantor dengan
angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
17. Terpeliharanya kendaraan kantor dari kerusakan dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
18. Terwujudnya Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan dan
Perlengkapan Kantor dengan angka capaian kinerja sebesar 75,00% ;
19. Meningkatnya Kapasitas Sumber Daya Aparatur Dinas
Perhubungan dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ; 20. Terpenuhinya pakaian dinas aparatur beserta kelengkapannya
dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
21. Terpenuhinya dokumen perencanaan anggaran RKA, P-RKA, SPM, LAKIP Renja dan Renstra dengan angka capaian kinerja sebesar 70,59% ;
22. Terwujudnya peran serta pada event daerah dan hari besar nasional dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
Pencapaian indikator kinerja sasaran tersebut, dapat dijelaskan dengan terlaksananya 24 (dua puluh empat) kegiatan sebagai
berikut :
Penyusunan kebijakan norma standart dan Prosedur Bidang Perhubungan
Fasilitasi pengamanan Lalu Lintas
Fasilitasi peningkatan kinerja juru parkir Pengadaan rambu-rambu lalu lintas (DAK)
Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Penyediaan Alat Tulis Kantor
Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan
Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
Penyediaan peralatan rumah tangga
Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan Penyediaan Makanan dan Minuman
Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam dan Luar daerah
Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
Pemeliharaan Rutin/Berkala kendaraan Dinas/Operasional
Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan dan Perlengkapan Kantor
Pembangunan Gedung Kantor
Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional
Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor
Pengadaan Pakaian Kerja Lapangan
Penyusunan Perencanaan Program dan Kegiatan
Fasilitasi Keperansertaan Pada Event Daerah Dan Hari Besar Nasional
Tidak ditemui masalah/kendala yang berarti dalam pelaksanaannya
Sasaran 2 “Peningkatan Sarana dan Prasarana Transportasi
yang memadai”
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Terwujudnya Peningkatan Sarana dan Prasarana Transportasi yang memadai dengan 5 (lima) indikator sasaran, memperlihatkan rata-rata angka capaian kinerja sasaran sebesar 96,11% dengan predikat Sangat Berhasil.
Adapun indikator yang mewakili pencapaian kinerja sasaran tersebut adalah :
1. Terpenuhinya Pelayanan Kepada Masyarakat dengan angka capaian kinerja sebesar 91,39%;
2. Telaksananya revitalisasi serta Pemeliharaan Sarana dan Prasarana di terminal dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00%;
3. Terlaksananya pemeliharaan taffic light, warning light dan Rambu lalu lintas dengan angka capaian kinerja sebesar 98,95%;
4. Terpenuhinya kebutuhan peralatan listrik untuk memelihara jaringan listrik PJU dan pembayaran rekening listrik PJU dengan
angka capaian kinerja sebesar 93,33%;
5. Tersedianya lampu penerangan jalan umum,Lampu Penerangan Persimpangan dan lampu Penerangan Makam Umum dengan angka capaian kinerja sebesar 96,88%.
Pencapaian indikator kinerja sasaran tersebut, dapat dijelaskan dengan terlaksananya 5 (lima) kegiatan sebagai berikut :
Rehabilitasi/pemeliharaan sarana alat pengujian kendaraan bermotor
Rehabilitasi/pemeliharaan terminal/pelabuhan
Rehabilitasi/ pemeliharaan rambu lalu-lintas Rehabilitasi/ pemeliharaan jaringan listrik
Pengadaan Penerangan Jalan Umum Hambatan/ masalah :
- Kurangnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu-lintas. - Masyarakat kurang memahami pentingnya keberadaan
rambu-rambu lalu-lintas.
- Masih terdapat pemasangan lampu PJU illegal oleh masyarakat, sehingga berdampak pada tingginya jumlah tagihan listrik PJU.
Strategi/ upaya pemecahan :
- Peningkatan kelengkapan rambu-rambu lalu-lintas.
- Sosialisai yang lebih intensif dengan melibatkan pihak terkait.
Sasaran 3 “Peningkatan Pelayanan Angkutan Perkotaan”
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Peningkatan Pelayanan Angkutan Perkotaan dengan 7 (tujuh) indikator sasaran, memperlihatkan rata-rata angka capaian kinerja sasaran sebesar 99,40% dengan predikat Sangat Berhasil.
Adapun indikator yang mewakili pencapaian kinerja sasaran tersebut adalah :
1. Terpenuhinya Poskotis lebaran, natal dan tahun baru dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
2. Telaksananya Pengadaan Tenda Pos Pantau dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00% ;
3. Terlaksananya pengadaan Bingkisan dan fasilitas kelengkapan abang becak dengan angka capaian kinerja sebesar 98,83%. 4. Terwujudnya pembinaan dan sosialisasi pelajar tertib lalu lintas
dan ibu PKK di 3 kecamatan dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00%;
5. Terwujudnya penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan baik serta tersusunnya buku WTN dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00%;
6. Meningkatnya Kelancaran dan Pelayanan di Terminal dengan angka capaian kinerja sebesar 100,00%;
7. Kelancaran Pelayanan Angkutan Pelajar dengan angka
Pencapaian indikator kinerja sasaran tersebut, dapat dijelaskan dengan terlaksananya 5 (lima) kegiatan sebagai berikut :
Pengendalian Disiplin Pengoperasian Angkutan Umum Dijalan Raya
Sosialisasi/Penyuluhan Ketertiban Lalu Lintas Dan Angkutan Koordinasi Dalam Peningkatan Pelayanan Angkutan
Fasilitasi Operasional Terminal
Fasilitasi Operasional Angkutan Sekolah Hambatan/ masalah :
- Kurangnya ketersediaan angkutan umum perkotaan dan minimnya minat masyarakat dalam menggunakan fasilitas angkutan kota.
- Keberadaan pedagang kaki lima pada sebagian ruas jalan tertentu yang dapat berpotensi kerawanan kemacetan lalu-lintas.
Strategi/ upaya pemecahan :
- Sosialisasi yang lebih intensif dengan melibatkan pihak terkait.
- Peningkatan sarana-prasarana angkutan perkotaan untuk mengakomodasi kebutuhan dan meningkatkan pelayanan transportasi lokal.
- Optimalisasi manajemen rekayasa lalu lintas pada daerah-daerah rawan macet.
Sasaran 4 “Terwujudnya keterbukaan informasi publik”
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Terwujudnya pelayanan jasa perparkiran yang responsif dengan 9 (sembilan) indikator sasaran, memperlihatkan rata-rata angka capaian kinerja sasaran sebesar 91,04% dengan predikat Sangat Berhasil.
Adapun indikator yang mewakili pencapaian kinerja sasaran tersebut adalah :
1. Terwujudnya peningkatan kualitas layanan publik pemerintah Kota Blitar dengan angka capaian kinerja sebesar 93,33%; 2. Terlaksananya layanan informasi dan dokumentasi di badan
publik dengan angka capaian kinerja sebesar 96,00%;
3. Terwujudnya Peningkatan pemberdayaan potensi TIK dan jaringan komunikasi masyarakat dengan angka capaian kinerja sebesar 92,00% ;
4. Peningkatan motivasi potensi dan inovasi sumberdaya komunikasi dan informasi dengan angka capaian kinerja sebesar 86,00% ;
5. Meningkatnya penyebaran informasi publik dan hiburan masyarakat dengan angka capaian kinerja sebesar 83,33%; 6. Meningkatnya kelancaran tugas peliputan kegiatan
Pemerintah Kota Blitar dengan angka capaian kinerja sebesar 86,67%;
pembangunan kepada masyarakat dengan angka capaian
kinerja sebesar 96,00% ;
8. Peningkatan kuantitas penyebarluasan informasi penyelengaraan Pemerintah Daerah dengan angka capaian
kinerja sebesar 96,00% ;
9. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadapkebijakan Pemkot Blitar dengan angka capaian kinerja sebesar
90,00%.
Pencapaian indikator kinerja sasaran tersebut, dapat dijelaskan dengan terlaksananya 9 (sembilan) kegiatan sebagai berikut :
Fasilitasi Unit Layanan Pengaduan dan Informasi Masyarakat (ULPIM)
Fasilitasi Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi ( PPID ) Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan
informasi
Pembinaan dan Pengembangan Sumberdaya Komunikasi dan Informasi
Fasilitasi Operasional LPPL Radio Mahardhika FM Pengadaan alat studio dan komunikasi
Penyebarluasan informasi pembangunan daerah
Penyebarluasan informasi penyelenggaraan Pemerintah Daerah Penyebarluasan informasi yang Bersifat Penyuluhan Bagi
Hambatan/ masalah :
- Pemahaman tentang UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik oleh aparatur di masing-masing SKPD dinilai masih kurang, sedangkan pemohon informasi saat ini sudah mengetahui ketentuan-ketentuan yang ada didalamnya.
- Peran PPID Pembantu di SKPD dalam pelaksanaan layanan informasi publik belum optimal, kendala yang dialami lebih kepada penyediaan informasi internal yang sangat tergantung supply data dari masing-masing satuan kerja
- Permasalahan yang dihadapi dalam mengelola urusan komunikasi dan informatika yaitu Operator ULPIM di masing-masing SKPD belum optimal, sehingga mengakibatkan keterlambatan jawaban dari pengaduan masyarakat melalui ULPIM.
Strategi/ upaya pemecahan :
- Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif untuk menyikapi permintaan informasi dari pemohon, disamping perlu ditetapkannya Daftar Informasi Publik berupa SK Klasifikasi Informasi yang boleh diberikan ataupun yang dikecualikan.
- Perlu adanya pelatihan bagi operator ULPIM di masing-masing SKPD di Kota Blitar serta adanya sarana dan prasarana khusus untuk pengelolaan ULPIM di
masing-masing SKPD.
- Sosialisasi Peraturan Walikota Blitar nomor 48 Tahun 2013 tentang Klasifikasi Informasi Publik Dan Pedoman Uji Konsekuensi Informasi Publik Di Lingkungan Pemerintah Kota Blitar dapat dilaksanakan (Perwali ditetapkan tanggal 24 Oktober 2013) sehingga diharapkan dari masing-masing satuan kerja dapat memberikan daftar informasi publik yang telah dikelompokan yaitu kategori informasi berkala, informasi yang tersedia setiap saat dan informasi yang dikecualikan secara periodik sesuai dengan ketentuan yang ada dalam UU No.14 Tahun 2008 kepada PPID Pemerintah Kota Blitar.
Sasaran 5 “Terwujudnya pelayanan publik yang berbasis
teknologi informasi”
Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Terwujudnya pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi dengan 5 (lima) indikator sasaran, memperlihatkan rata-rata angka capaian kinerja sasaran sebesar 89,05% dengan predikat Sangat Berhasil.
Adapun indikator yang mewakili pencapaian kinerja sasaran tersebut adalah terlaksananya kegiatan :
1. Peningkatan penyebaran informasi dan layanan publik melalui Teknologi Informasi dengan angka capaian kinerja sebesar 88,00%;
2. Peningkatan Akses Intranet dan Internet untuk SKPD guna mendukung program Ekonomi Kreatif dengan angka capaian kinerja sebesar 90,00%;
3. Peningkatan ketrampilan bagi aparatur SKPD dalam guna peningkatan layanan publik dengan angka capaian kinerja sebesar 80,00%;
4. Peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan SDM Bidang Kominfo dengan angka capaian kinerja sebesar 84,00%;
5. Peningkatan jumlah rujukan/referensi guna peningkatan produktifitas pelayanan publik dengan angka capaian kinerja sebesar 84,00%;
Adapun indikator yang mewakili pencapaian kinerja sasaran tersebut adalah terlaksananya 5 (lima) kegiatan :
1. Penyusunan sistem informasi terhadap layanan publik 2. Pengelolaan Sistem Dan Jaringan Data Elektronik 3. Pelatihan SDM bidang komunikasi dan informasi
4. Fasilitasi Pembinaan SDM Bidang Komunikasi dan Informasi 5. Pengkajian Dan Penelitian Bidang Informasi dan Komunikasi
Hambatan/ masalah :
- Pengembangan Jaringan Komunikasi dan Informasi di Kota
Blitar dirasakan belum optimal dan menyeluruh
- Masih belum optimal Pembinaan dan Pengembangan Sumberdaya Komunikasi dan Informasi
Strategi/ upaya pemecahan :
- Pengembangan e-government dengan penggunaan dan peningkatan teknologi informasi pada seluruh SKPD dan terutama pada unit yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menyediakan jaringan baru intranet dan internet di SKPD dan pemeliharaan jaringan yang sudah tersedia.
- Sosialisasi dan bimbingan teknis SDM Komunikasi dan
informasi serta meningkatnya peran Kelompok Informasi masyarakat (KIM) dalam Diseminasi Informasi dan Komunikasi serta meningkatkan pemerataan penyebaran informasi publik, dan media melalui hiburan masyarakat.