• Tidak ada hasil yang ditemukan

c. Perbandingan antara kapas dengan rami

Dalam dokumen Jilid-13 Depernas 24-Bab-116 (Halaman 58-62)

Keterangan Kapas Rami (Boehmeria

Nivea) 1. Bibit 2. U m u r 3. Memungut hasil 4. Hasil 5. Hama/Pe-njakit 6. Kekuatan serat (ele-mentaire vezel) 7. Sifat-sifat lain : a. Kelemahan serat (Soe-pelheid). b. W a r n a c. Pandjangnj a (elementaire vezel) d. Untuk

dari bidji Stek batang akar rimpang (rhy-zoem).

± 4 bulan Menanam 1 x sampai berumur 5 a 6 tahun.

1 kali diambil 4 a 6 kali batang dipotong un-buahnja. tuk diambil seratnja : sesudah

dipotong, tanaman tumbuh lagi. 1 kw/ha kapas 100 ton batang basah/ha

bersih. 3 ton China grass (serat ka-sar).

1½ ton serat Spinder. iklim (tidak tjo- dapat ditanam dimana-mana tjok) banjak ha- hingga tak dapat hama/penjakit ma penjakit.

1 x kapas 5 x kapas.

lemas agak kaku. putih Putih mengkilap. 1,5 — 4,5 cm 12 — 15 cm.

Bahan pakaian bahan pakaian, bahan-bahan ru-benang djahit, mah tangga, zeildoek drijfriem bahan² rumah canvas, filterdoek, lajar perahu. tangga

Perbedaan lain lagi ialah proses mendapatkan „spinbare vezel” dari rami. Batang rami jang baru dipotong dari kebun dimasukkan ke dalam „decorticator” dan dari situ.keluarlah serat kasar. Dengan me-sin „Brusher” serat kasar itu disikat hingga didapat serat jang dinama-kan „China grass”.

Pada China grass itu masih melekat „gum” (Bahasa Inggeris) atau getah perekat (blendok) jang harus dihilangkan dengan djalan kimia atau bakteriologis. Pemutihan serat jang sudah dibuang bahan pere-katnja dilakukan dengan kaperit.

§ 1368. Tjara menanam rami

Rami dapat tumbuh didaerah rendah hingga kedaerah jang ting-ginja 1.000 m. Rami itu dapat pula ditanam ditegalan, didaerah-daerah jang mempunjai tjurah hudjan agak merata, akan tetapi sebaiknja ditanam ditanah jang mendapat pengairan tetap. Tanahnja hares gem-bur dan tjukup sugem-bur untuk mendapatkan hasil jang memuaskan. Ta-naman rami tidak tahan genangan air, karena itu perlu sekali dibuat paliran paliran untuk membuang kebanjakar air.

Sebagai bibit dipakai „Rhyzoom”, jaitu stek dari batang akar rim-pang (uitloper).

Pada djarak 30 x 100 cm. atau 50 x 50 cm dibutuhkan bibit 30.000 a 50.000 stek, jang pandjangnja ± 10 cm. Satu hektar tanam-an rami dapat menghasilktanam-an bibit untuk 10 ha ttanam-anamtanam-an baru.

Agar didapat hasil jang memuaskan, tanaman rami itu harus di-pupuk dengan 10 a 30 ton di-pupuk kandang setahun dan 2 a 3 kw. Z.A. tambah 1 a 2 kw. D.S. setiap kali sehabis dipotong.

3 a 4 bulan sesudah ditanam, batang-batang rami itu dipangkas hingga permukaan tanah, tetapi harus didjaga agar rhyzoom jang ke-luar tidak turut terpangkas. Dua bulan sesudah pemangkasan jang pertama ini, tanaman dipotong lagi. Batang-batang jang telah dipotong itu ditinggalkan dikebun (Humus-bemesting).

60 a 70 hari setelah pemangkasan kedua, batang rami itu dapat dipangkas lagi untuk diambil hasilnja.

Dengan singkat tehnik penanaman rami itu adalah sebagai ber-ikut :

a. Pengolahan tanah

1. Tanah diolah sedalam-dalamnja dengan mengerdjakannja 2 X hasil dengan tenaga chewan (atau tractor) maupun de-ngan manusia. Pekerdjaan ini sedapat mungkin dilakukan sebelum musim hudjan.

2. Untuk menjalurkan kelebihan air harus dibuat paliran-pa-liran jang djaraknja ± 10 m, tergantung dari matjamnja tanah.

3. Antara djarak 90 a 100 cm (tergantung dari djarak pena-naman rami) dibuat parit-parit (geulen) jang dalamnja ± 25 cm dan lebarnja 30 cm untuk penanaman bibit rhyzoom, kalau telah tiba saatnja. Djarak tanaman 90 x 50 cm, 90 x 40 cm, 100 x 50 cm, tergantung dari varietet dan kesubur-an tkesubur-anah.

4. Sesudah tanahnja siap untuk ditanami, parit-parit tersebut ditutup dengan pupuk kandang atau kompos. Kemudian pu-puk itu diaduk.

b. Penanaman rami

1. Sebagai bibit diambil rhyzoam (uitloper) jang masih segar dari tanaman jang tjukup tua (± 2 th.). Pandjang bibit ± 15 cm.

2. Penanaman sebaiknja dilakukan pada waktu menghadapi musim hudjan. Bibit ditanam diparit-parit (plantgeulen) jang sudah ditutup dengan pupuk hingga sebagian ketjil sadja ke-luar dari tanah. Djarak antara tanaman 30 a 50 cm.

3. Diantara larikan tanaman rhyzoom dapat ditanam Crotolla-ria, Juncea sebagai pupuk hidjau.

4. Kira-kira sepuluh hari sesudah bibit ditanam, bibit-bibit jang tidak tumbuh diganti dengan jang baru (disulam). 5. Tanaman muda ini harus dipupuk dengan D.S. tambah

Z.A.

c. Pemeliharaan tanaman :

1. 20 a 30 hari kemudian, tanaman harus disiang dan dapat diadakan penjulaman untuk kedua kalinja.

2. Bilamana Cratollaria Juncea sudah berumur 50 hari, pupuk hidjau itu ditjabut, dipakai sebagai „groenbemesting” untuk rami.

3. Setelah berumur lebih kurang 3 bulan, rami itu dipangkas dan batang-batangnja diletakkan dalam barisan tanaman un-tuk menambah „organise stof”.

4. Penjiangan dan pembersihan selandjutnja dikerdjakan lagi bilamana diperiukan,

5. Sesudah pemangkasan pertama, tanaman perlu dipupuk lagi dengan Z.A./D.S.

6. Dua bulan sesudah penebangan ke 2, tanaman rami itu da-pat dipungut hasilnja. Batang-batangnja dipotong dan diang-kut ketempat mesin-mesin decorticator dan brusher, untuk diambil seratnja hingga mendjadi „China grass”.

Selandjutnja sesudah dipotong, tanaman harus selalu dira-buk dengan D.S. tambah Z.A. dan satu tahun sekali harus di-pupuk dengan di-pupuk kandang.

7. Pemotongan itu dapat dilakukan berturut-turut tiap-tiap 70 hari, sehingga dalam setahun dapat dipungut hasil 5 kali. Tanaman rami disawah dapat hidup selama 6 tahun, kadang-kadang lebih.

Meskipun ditanah kering (tegal), jang mendapat tjurah hudjan jang tjukup dan merata selama satu tahun dapat djuga diperoleh hasil jang memuaskan, tetapi penanaman rami disawah jang mendapat peng-airan, memberi hasil dan keuntungan jang lebih besar dan risikonja tidak banjak.

Bila kita hendak mendirikan sebuah pabrik pemintalan rami, per-lu sekali ada tjukup tanaman rami jang terus menerus (kontinu) da-pat memberi bahan kepada pabrik tersebut. Maka untuk menghindar-kan risiko, sebaiknja penanaman rami itu sebagian besar dilakumenghindar-kan

disawah, sebagaimana djuga halnja dengan penanaman tebu, rosella, tembakau dll. untuk perkebunan-perkebunan besar (onderneming-on-derneming).

Adapun taksiran produksi bahan mentah (batang tambah daun) dari tanaman ditegal dan disawah dapat dilihat pada perbandingan dibawah ini :

Dalam dokumen Jilid-13 Depernas 24-Bab-116 (Halaman 58-62)

Dokumen terkait