• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Jenis Jaringan yang Berinterkoneksi

Interkoneksi bertujuan untuk memberikan jaminan kepada pengguna untuk terhubung dengan pengguna penyelenggaraan jaringan telekomunikasi lainnya dalam mengakses jasa telekomunikasi.

Penyelenggara jaringan telekomunikasi yang menyediakan interkoneksi terdiri dari:

a. penyelenggara jaringan tetap lokal berbasis circuit-switched; b. penyelenggara jaringan tetap sambungan langsung jarak

jauh;

c. penyelenggara jaringan tetap sambungan internasional; d. penyelenggara jaringan bergerak seluler; dan

e. penyelenggara jaringan bergerak satelit.

Dengan kehadiran jaringan yang menggunakan teknologi packet switched di dalam jaringan nasional, maka pedoman dasar bagi pelaksanaan interkoneksi antar jaringan akan mengikuti pola sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:

a. Interkoneksi Antara Dua Jaringan yang Menggunakan Teknologi Circuit Switched

Jaringan berbasis circuit switched adalah jaringan untuk layanan teleponi, maka untuk menginterkoneksikan dua

- 70 -

jaringan berbasis circuit switched harus diikuti seluruh ketentuan yang diberikan dalam Sub-bab 4 di bawah ini, mencakup spesifikasi gerbang interkoneksi, lokasi gerbang interkoneksi, lokasi titik interkoneksi, pensinyalan interkoneksi, mutu layanan interkoneksi dan sebagainya, dengan memperhatikan hak dan kewajiban masing-masing pihak (sebagai Penyedia atau Pencari Akses Interkoneksi). b. Interkoneksi Antara Jaringan yang Menggunakan Teknologi

Packet Switched dan Jaringan Yang Menggunakan Teknologi Circuit Switched

Berdasarkan pengertian yang diberikan pada butir a di atas, hasil interkoneksi antara jaringan berbasis packet switched dan jaringan berbasis circuit switched hanya akan dapat dimanfaatkan untuk mendukung layanan teleponi dan layanan yang berbasis teleponi saja. Atas dasar itu untuk menginterkoneksikan jaringan berbasis packet switched ke suatu jaringan berbasis circuit switched, langkah penyesuaian/adaptasi harus dilakukan pada sisi jaringan berbasis packet switched, dengan menyesuaikan gerbang interkoneksi ke spesifikasi yang berlaku di jaringan berbasis circuit switched yang menjadi pasangan interkoneksi. Pihak jaringan berbasis packet switched wajib menyediakan translator, konvertor ataupun perangkat-perangkat tambahan lain yang diperlukan agar gerbang interkoneksi miliknya dapat melakukan interworking dengan gerbang interkoneksi jaringan berbasis circuit switched yang menjadi pasangannya. Mengikuti ketentuan-ketentuan lain yang diberikan dalam Sub-bab 4 di bawah ini, sepanjang ketentuan yang bersangkutan relevan untuk dilaksanakan.

Ketentuan di atas berlaku tanpa memperhatikan apakah jaringan berbasis packet switched bertindak sebagai Penyedia atau Pencari Akses Interkoneksi.

- 71 -

c. Interkoneksi Antara Dua Jaringan yang Menggunakan Teknologi Packet Switched

Untuk menginterkoneksikan dua jaringan berbasis packet switched, baik untuk mendukung layanan teleponi maupun untuk mendukung layanan-layanan lain, digunakan gerbang interkoneksi dengan spesifikasi yang disepakati bersama oleh kedua belah pihak.

Dalam hal interkoneksi tersebut akan digunakan untuk mendukung layanan teleponi, maka ketentuan-ketentuan yang diberikan dalam Sub-bab 4 di bawah ini perlu dipertimbangkan untuk diikuti, sepanjang ketentuan yang bersangkutan relevan untuk dilaksanakan. Disamping itu masing-masing pihak harus memberikan jaminan kepada pihak yang lain bahwa mutu layanan ujung-keujung yang dipersyaratkan untuk hubungan teleponi dapat dipenuhi. Pelaksanaan interkoneksi antara jaringan yang menggunakan teknologi Packet Switched Dan Jaringan Yang Menggunakan Teknologi Circuit Switched serta interkoneksi Antara Dua Jaringan yang Menggunakan Teknologi Packet Switched, sebagaimana pada butir b dan c hanya dapat dilakukan apabila ketentuannya telah diatur di dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Sentral Gerbang

Hakekat interkoneksi antar-jaringan adalah interkoneksi antar sentral gerbang.

Dalam penyelenggaraan jasa teleponi, sentral gerbang antara lain mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. mengisolasi jaringan penyelenggara yang satu dari jaringan penyelenggara yang lain, sehingga gangguan yang terjadi di jaringan penyelenggara yang satu tidak sampai menjalar ke jaringan penyelenggara yang lain;

b. merekam data-data semua tipe panggilan (incoming, outgoing dan transit) untuk keperluan pembebanan antar penyelenggara dan statistik;

- 72 -

c. mengatur aliran trafik antara dua jaringan yang diinterkoneksikan;

d. menyaring message CCs No. 7 yang tidak boleh transit/masuk ke jaringan.

melaksanakan fungsi switching, untuk penyambungan dan pemutusan sirkit komunikasi terkait.

Tiap penyelenggara jaringan yang berinterkoneksi wajib menyediakan sentral gerbang pada sisi masing-masing, yang fungsinya dirinci di atas.

Sentral gerbang tidak perlu dikhususkan untuk keperluan interkoneksi antar jaringan. Disamping fungsi tersebut di atas, sentral gerbang tetap berfungsi sebagai sentral atau simpul switching.

Dilain pihak, fungsi-fungsi sentral gerbang tidak harus seluruhnya terkumpul di satu perangkat. Atas pertimbangan teknis dan/atau ekonomis, fungsi-fungsi sentral gerbang dapat disebar di beberapa perangkat yang berada di lokasi geografis yang berbeda dengan memanfaatkan kemampuan remote processing.

Tidak ada pembatasan mengenai jarak fisik antara dua gerbang yang akan diinterkoneksikan. Gerbang yang satu dapat ditempatkan di lokasi yang jauh dari lokasi gerbang yang menjadi pasangannya, selama hal itu tidak menimbulkan masalah teknis dalam pelaksanaannya, dan tidak menimbulkan permasalahan pada pembeban pelanggan/pengguna.

3. Interkoneksi Fisik

Tergantung pada tingkat kebutuhan dan tingkat kegunaannya, pelaksanaan interkoneksi fisik antara dua jaringan (yakni antara dua sentral gerbang yang terkait) pada dasarnya dapat dibagi dalam dua jenis berikut:

a. Jenis 1

Interkoneksi yang harus dibuat untuk menjamin tersedianya konektivitas dalam kaitannya dengan penyelenggaraan jaringan nasional secara terpadu. Sehubungan dengan interkoneksi jenis ini, setiap penyelenggara jaringan yang terkait wajib untuk menjamin tersedianya interkoneksi apabila ada permintaan interkoneksi dari penyelenggara lain,

- 73 -

dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan teknis yang berlaku.

b. Jenis 2

Interkoneksi yang dikaitkan dengan upaya untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sarana telekomunikasi. Interkoneksi jenis ini dilaksanakan semata-mata atas pertimbangan komersial yang dapat memberikan keuntungan bagi kedua penyelenggaranya.

Termasuk dalam interkoneksi jenis 1 ialah:

a. interkoneksi antara dua jaringan tetap lokal yang berada dalam satu wilayah penomoran;

b. interkoneksi jaringan tetap SLJJ dengan: 1) jaringan tetap lokal;

2) jaringan tetap sambungan internasional; jaringan bergerak.

sedangkan interkoneksi yang lain termasuk dalam jenis 2.

Tabel 1 memberikan ikhtisar interkoneksi fisik yang dapat dibuat antara berbagai jaringan dalam lingkungan jaringan nasional Indonesia.

Khusus untuk interkoneksi antara dua jaringan tetap lokal, dalam hal kedua jaringan tersebut tidak berada dalam wilayah penomoran yang sama, interkoneksi secara langsung tidak dibolehkan.

Tabel III. 1 Kemungkinan dan jenis interkoneksi

Jaringan Tetap Jaringan Bergerak

Lokal SLJJ SLI Teres-trial Seluler Satelit

Jar in gan Tet ap Lokal 1 *) 1 2 2 2 2 SLJJ 1 2 1 1 1 1 SLI 2 1 2 2 2 2 Dari Ke

- 74 -

Jaringan Tetap Jaringan Bergerak

Lokal SLJJ SLI Teres-trial Seluler Satelit

Jar.

Bergerak

Terestrial 2 1 2 2 2 2

Seluler 2 1 2 2 2 2

Satelit 2 1 2 2 2 2

Gambar III. 1 Jenis-jenis Interkoneksi Fisik link interkoneksi Peran gkat pelanggan Peran pelanggan Jar. SI Ke internasional gerbang interkoneksi

-Jar. Akses teleponi

Jar. Akses teleponi

ASAL