Pelayanan Kesehatan
2) Cakupan Imunisasi DPT+HB
Sumber : Seksie Cegmat Dinkes Kab. TBB Thn 2014 Tidak didapatkan data tahun 2015
2) Cakupan Imunisasi DPT+HB
Imunisasi DPT berguna untuk pencegahan terhadap penyakit menular difteri, pertusis dan tetanus. Imunisasi DPT-HB/DPT-HB-Hib diberikan pada bayi usia 2-11 bulan dengan interval minimal 1 bulan. Cakupan imunisasi DPT-HB/DPT-HB-Hib perwilayah puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 4.16
Persentase Cakupan Imunisasi DPT-HB/DPT-HB-Hib per Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2014
Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2015
51
Sumber : Seksie Cegmat Dinkes Kab. TBB Thn 2014 Tidak didapatkan data tahun 2015
Dari grafik tersebut cakupan imunisasi DPT-HB/DPT-HB-Hib melebihi target yang ditetapkan, hal bisa terjadi karena jumlah yang diimunisasi melebihi data sasaran bayi, atau adanya tambahan kunjungan imunisasi dari luar wilayah, sedangkan persentase cakupan imunisasi dasar lengkap bayi dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 4.17
Persentase Cakupan Imunisasi Dasar Bayi Lengkap per Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2014
Sumber : Seksie Cegmat Dinkes Kab. TBB Thn 2014 Tidak didapatkan data tahun 2015
Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2015
52
p. Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi dan Anak Balita
Pemberian vitamin A merupakan upaya pelayanan gizi dimaksudkan untuk menangani permasalahan gizi yang dihadapi masyarakat. Tujuan pemberian kapsul Vitamin A adalah untuk menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan Vitamin A. Pemberian vitamin A dosis tinggi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk pencegahan dan penanggulangan kekurangan vitamin A. Bukti-bukti lain menunjukkan peranan Vitamin A dalam menurunkan angka kematian yaitu sebesar 30% sampai 40%, maka selain untuk mencegah kebutaan, pentingnya vitamin A saat ini lebih dikaitkan dengan kelangsungan hidup anak, kesehatan dan pertumbuhan anak.
Cakupan Bayi mendapat kapsul vitamin A adalah Cakupan bayi 6-11 bln mendapat kapsul vitamin A dosis 100 µA 1 kali per tahun di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu, sedangkan Cakupan anak balita mendapat kapsul vit. A merupakan Cakupan anak balita umur 12-59 bln mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi 200µA 2 kali per tahun di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Target cakupan pemberian vitamin A pada balita pada tahun 2015 sebesar 87,31 %.
Grafik 4.18
Persentase Cakupan Vitamin A pada Bayi dan Balita per Puskesmas di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2015
Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2015
53
q. Cakupan Baduta di Timbang
Dalam memantau pertumbuhan balita, indikator yang digunakan adalah D/S dan N/D. Begitu juga dengan pemantauan pertumbuhan BADUTA (Bayi Berusia Dua Tahun/ 0- 23 Bulan). Adapun Cakupan Baduta di timbang di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2015 seperti pada grafik dibawah ini :
Grafik 4.19
Persentase Cakupan Penimbangan Baduta per Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2015
Sumber : Seksie Gizi Dinkes Kab. TBB Thn 2015
r. Cakupan Pelayanan Anak Balita
Anak balita adalah anak berumur 12 - 59 bulan. Cakupan anak balita di defenisikan sebagai pelayanan kesehatan bagi anak umur 12 - 59 bulan yang memperoleh pelayanan sesuai standar, meliputi pemantauan pertumbuhan minimal 8 x setahun, pemantauan perkembangan minimal 2 x setahun, pemberian vitamin A 2 x setahun. Cakupan pelayanan anak balita di Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 37,5 %, masih belum mencapai taget SPM yaitu sebesar 85 %. Cakupan pelayanan anak balita tahun 2015 di Kabupaten Tulang Bawang Barat seperti terlihat pada grafik di bawah ini :
Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2015
54 Grafik 4.20
Cakupan Pelayanan Anak Balita per Puskemas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2015
Sumber : Seksie Kesga Dinkes Kab. TBB Thn 2015
s. Cakupan Balita di Timbang
Sedangkan cakupan balita ditimbang berdasarkan wilayah puskesmas di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2015. seperti terlihat pada grafik berikut :
Grafik 4.21
Cakupan Balita di Timbang
Di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2015
Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2015
55
t. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
Dari tahun 2011-2015 balita gizi buruk semuanya mendapatkan perawatan oleh tenaga kesehatan, baik perawatan di puskesmas maupun perawatan rujukan di rumah sakit. Jumlah balita gizi buruk di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2011-2015 dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 4.22
Persentase Gizi Buruk Mendapatkan Perawatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2011-2015
Sumber : Seksie Gizi Dinkes Kab. TBB Thn 2015
u. Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat
Penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat adalah pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 SD dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama guru, dokter kecil.
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektor dalam rangka meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah. Sekolah Dasar setingkat adalah Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Dasar Swasta, Sekolah Dasar Luar Biasa, Madrasah Ibtidaiyah serta satuan pendidikan keagamaan termasuk Ponpes baik jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat
Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2015
56 tahun 2015 sebesar 100 % sesuai dengan target SPM yaitu 100 % dengan cakupan 5.623 siswa.
v. Rasio Tumpatan / Pencabutan Gigi Tetap
Rasio tumpatan terhadap pencabutan gigi tetap masih sangat rendah sebesar 0,1 %. Belum pernah dilakukan survey apakah pencabutan terhadap gigi tetap sudah menjadi alternatif terakhir bagi pasien atau cukup dengan perawatan dan tumpatan. Bahkan di Puskesmas Karta Raharja tidak ada tumpatan dari 260 gigi tetap yang dicabut, begitu juga di Puskesmas Panaragan Jaya, Puskesmas Sukajaya, Puskesmas Mercubuana, dan Puskesmas Pagar Dewa. Rasio Tumpatan/ Pencabutan Gigi Tetap menurut puskesmas seperti terlihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.1
Rasio Tumpatan/ Pencabutan Gigi Tetap Menurut Puskesmas Di Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2014
No Puskesmas Tumpatan Gigi Tetap Pencabutan Gigi Tetap Rasio Tumpatan/ Pencabutan 1. Panaragan Jaya 0 73 0 2. Mulya Asri 17 248 0,1 3. Karta Raharja 0 260 0 4. Dayamurni 14 106 0,1
5. Kibang Budi Jaya 51 356 0,1
6. Totomulyo 4 15 0,3
7. Sukajaya 0 0 0
8. Mercubuana 0 3 0
9. Pagar Dewa 0 0 0
Jumlah 86 1.061 0,1
Sumber : Seksie PKDR Dinkes Kab. TBB Thn 2014 Tidak didapatkan data Tahun 2015
Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2015
57
w. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut (USILA)
Kesehatan merupakan milik kita yang paling berharga. Jadi masalah kesehatan merupakan aspek yang sangat penting yang perlu diperhatikan oleh semua orang termasuk para lanjut usia. Pada usia lanjut terjadi kemunduran sel-sel karena proses penuaan yang dapat berakibat pada kelemahan organ, kemunduran fisik, timbulnya berbagai macam penyakit terutama penyakit degenerative, seperti jantung koroner, stroke, patah tulang akibat osteoporosis, demensia dan lain-lain. Hal ini sangat memberatkan perekonomian baik pada penderita maupun pemerintah karena penyakit tersebut memerlukan pengobatan yang lama dan perlu banyak dana baik untuk terapi dan rehabilitasinya. Pelayanan kesehatan usia lanjut (USILA) di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2014 sebesar 87,76 lebih besar dibandingkan capaian tahun 2013 sebesar 68.07 %, belum mencapai target yang ditetapkan sebesar 100 %. Cakupan Pelayanan kesehatan usia lanjut (USILA) menurut puskesmas seperti terlihat pada grafik berikut :
Grafik 4.23
Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut (USILA) Di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2014
Sumber : Seksie PKDR Dinkes Kab. TBB Thn 2014
Tidak didapatkan data Tahun 2015
Profil Kesehatan Kab. Tulang Bawang Barat Tahun 2015
58