BAB III AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020
A. Capaian Kinerja
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan PP 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan tata cara Review Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, setiap instansi pemerintah wajib menyusun Laporan Kinerja yang melaporkan progres kinerja atas mandat dan sumber daya yang digunakannya .
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk mempertanggungjawabkan dari seseorang, Badan Hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas.
Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk penelitian keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang akan dicapai, yang telah ditetapkan dalam visi dan misi Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Pengukuran dimaksud itu merupakan suatu hasil penelitian yang sistematis dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan berupa masukan, keluaran, hasil dan manfaat serta dampak. Di samping sebagai upaya pengembangan strategi organisasi ke depan, pengukuran kinerja secara teknis wajib dilihat sebagai suatu sistem lacak performasi masing - masing bidang dan sekretariat pada Satuan Kerja Perangkat Daerah/SKPD Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten yang merupakan entry point untuk pengendalian fungsi-fungsi manajerial secara menyeluruh.
Dalam akuntabilitas kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten akan diulas mengenai pengukuran kinerja secara kuantitatif dan kualitatif tingkat capaian kinerja mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan tahap penyelesaian kegiatan.
Dalam tahap penetapan indikator kinerja didasarkan pada jenis/kelompok menurut masukan (input), keluaran (output), hasil (outcomes), manfaat (benefit)
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 dan dampak (impact). Indikator input dan output dinilai sebelum kegiatan selesai atau
saat kegiatan sedang berlangsung. Indikator outcomes, benefit, impact dinilai setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
Dari pengukuran-pengukuran kinerja diharapkan dapat diperoleh informasi, antara lain:
a. Kejelasan tentang apa, berapa dan kapan kegiatan dilaksanakan b. Terciptanya konsensus untuk menghindarkan kesalahan interpretasi c. Merupakan alat untuk pengukuran analisis dan evaluasi kinerja.
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten adalah melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang perdagangan, koperasi dan UMKM berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
Pada sub bab ini akan diulas tingkat capaian performasi organisasi berdasarkan sasaran strategis yang telah ditargetkan pada tahun 2021 sekaligus tingkat capaian performasi organisasi secara menyeluruh.
Capaian kinerja membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerja. Indikator kinerja sebagai tolok ukur keberhasilan dari tujuan dan sasaran strategis Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten disajikan pada tabel 3.1 berikut : 19,98
Tabel 3.1
Perbandingan antara Target dan Realisasi Kinerja
Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian %
%
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Tabel 3.2
Indikator Kinerja Program Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM No Program
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021
Indikator prosentase pelaksanaan pelayanan administrasi perkantoran, persentase sarana dan prasarana kondisi baik, prosentase capaian aparatur yang kompeten, prosentase OPD yang menyusun LKJIP secara benar, dan peningkatan kualitas perencanaan merupakan indikator kinerja penunjang perencanaan dan keuangan dan indikator fungsi lainnya. Meskipun bersifat menunjang, namun indikator-indikator kinerja ini mendukung keberhasilan pencapaian kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten.
1. Persentase koperasi aktif
Persentase koperasi aktif pada tahun 2020 tercatat sebanyak 893 koperasi, koperasi yang tidak aktif sebanyak 176 koperasi (atau 19,71%), dan yang aktif sebanyak 717 koperasi (atau 80,29 %). Sedangkan pada tahun 2021 jumlah koperasi sebanyak 898, koperasi aktif 494 (55,01%) dan tidak aktif 404 koperasi (44,99%).. Sejak tahun 2017 Disdagkop UKM telah melakukan penghapusan bagi koperasi yang tidak aktif dan mendorong munculnya koperasi baru sehingga semakin meningkatkan koperasi aktif.
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 2. Prosentase pertumbuhan koperasi
Pertumbuhan koperasi di Kabupaten Klaten pada tahun 2020 mengalami kenaikan hingga melebihi target. Prosentase pertumbuhannya 0,34 dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2017 yang turun hingga (0,59) dan dari 893 koperasi menjadi 898 koperasi di tahun 2021 ini. Pada tahun 2021 berdiri 13 koperasi baru, dan 8 koperasi naik peringkat menjadi binaan Propinsi . jadi indikator kinerja prosentase pertumbuhan koperasi adalah 0,56% .
3. Persentase manajer koperasi yang bersertifikasi
Indikator kinerja persentase manajer koperasi yang bersertifikasi dihitung dari jumlah manajer koperasi yang telah memiliki sertifikat dibandingkan dengan jumlah koperasi. Pada tahun 2020 terdapat sebanyak 73 manajer yang memiliki sertifikat, dengan jumlah 893 koperasi maka indikator kinerja ini adalah 8,17%. Sedangkan tahun 2021 manajer koperasi yang bersertifikat bertambah ada 25 orang jadi berjumlah 98 orang dengan jumlah koperasi 898 koperasi dan Koperasi yang aktif sejumlah 494 koperasi indikator kinerja persentase manajer koperasi yang bersertifikasi adalah 19,84 % .
4. Persentase pertumbuhan UMKM
Jumlah UMKM Kabupaten Klaten pada tahun 2021 adalah 55.155, atau bertambah 55 UMKM dibandingkan tahun 2020 yang berjumlah 55.100.
Realisasi kinerja tercapai 0,100% dari target persentase pertumbuhan yang ditetapkan sebesar 0,12%.
Pada tahun 2020 UMKM yang difasilitasi sertifikasi produk PIRT dan halal adalah 346 UMKM. Dengan total UMKM sebanyak 55.100 maka realisasinya adalah 0,62% (tercapai 72,74%). Sedangkan pada tahun 2021 fasilitasi sebanyak 30 UMKM yang memiliki sertifikasi produk PIRT dan halal, sehingga akumulasi jumlahnya adalah 376 UMKM.
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Di tahun 2021 usaha mikro yang difasilitasi standarisasi dan sertifikasi produk ( SP-PIRT dan Halal ) secara komulaif sebanyak 1.424 . Dari 50.125 pelaku usaha mikro di wilayah Kabupaten Klaten dan yang belum difasilitasi standarisasi dan fasilitasi produk sebanyak 48.701 pelaku usaha mikro.
Sehingga prosentase usaha mikro yang diberikan fasilitasi sebesar 2,92 %.
5. Persentase pasar PEMDA yang direvitalisasi
Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah pada tahun 2020 ini untuk pasar PEMDA tidak ada yang direvitalisasi dikarenakan Recofusing anggaran kegiatan, dampak dari pandemi COVID-19, oleh karena itu pasar PEMDA pada tahun 2020 ini hanya dilakukan Pemeliharaan/Rehabilitasi bangunan pasar saja. Sedangkan pada tahun 2021 ini ada target 2 Pasar PEMDA tetapi baru terelalisasi revitalisasi 1 Pasar buah Sungkur atau hanya terealisasi 1,96 % dari target 4,08 % sehingga capain kinerjanya 48,06 %.
6. Persentase PKL dan asongan yang terbina
Prosentase PKL dan Asongan yang terbina tidak tercapai sesuai dengan target dari target 73,16% dan hanya terealisasi 4,95%. Capaian kinerja tidak optimal dikarenakan adanya refocussing anggaran sehingga kegiatan pembinaan PKL dan asongan tidak maksimal.
7. Rasio jumlah pasar terhadap total jumlah pedagang
Rasio jumlah pasar terhadap total jumlah pedagang pada tahun 2021 adalah 0,62% dari jumlah Pasar Pemda 51 Pasar dan jumlah pedagang pasar 8.186 orang ada kenaikan , dibandingkan dengan tahun 2020 dengan capaian 0,53% dengan total pasar PEMDA 51 dan 1 Pasar Desa yang belum diserahkan kepada Desa.
8. Persentase pendapatan pasar terhadap PAD
Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2021 sebesar Rp 6.240.490.243,- atau terrealisasi tercapai 127,57% dari target Rp 4.892.000.000,- atau 1,98 %
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 dari PAD Kabupaten Klaten , Pada tahun 2020 sebesar Rp. 4.616.866.333,- atau sebesar 1,40% atau tercapai 88,61 %.
9. Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB
Kontribusi sektor perdagangan diperkirakan pada tahun 2021 mempunyai kinerja positif diukur dari nilai meningkatnya nilai investasi PMDN sebanyak Rp.1.377.467.139.785 dan investasi PMA sebanyak Rp.277.129.545.937. Sisi lain, dengan direhabilitasi/pemeliharaan bangunan pasar akan mendorong kinerja perdagangan. Namun jika dilihat dari ekspor bersih perdagangan terjadi penurunan yang signifikan di tahun 2020 ke 2021.
sedangkan tahun 2021 terrealisasi sebesar US$ 61.741.140,56 . 10. Persentase UMKM yang memiliki daya saing
Persentase UMKM yang memiliki keunggulan kompetitif merupakan indikator kinerja sasaran Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten. Capaian tahun 2021 sebesar 12% atau 80%
dari target 15%. Bila dibandingkan dengan target akhir renstra baru tercapai 80%. Indikator kinerja persentase UMKM yang memiliki daya saing didukung oleh indikator kinerja program
11. Persentase cakupan pelayanan UTTP
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal memberikan mandat kepada Pemerintah untuk melindungi kepentingan umum melalui jaminan kebenaran hasil pengukuran terhadap alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP).
Terkait dengan kewajiban Pemerintah Tersebut, diharapkan penyelenggaraan pelayanan Kemetrologian berorientasi pada terwujudnya tertib ukur di segala bidang, perlindungan konsumen dan produsen serta peningkatan daya saing nasional.demiterwujudnya tertib ukur melalui system metrology legal yang efektif,efisien,adil dan trasparan.
Dengan dasar Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 24 Tahun 2017 tentang Pelayanan Tera/Tera Ulang, Peraturan Daerah Kabupaten
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Klaten Nomor 3 tahun 2020 tentang Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, serta SKKPTTU (Surat Keterangan Kemampuan Pelayanan Tera/Tera Ulang) Nomor 176/PKTN 4/KKPTTU/12/2019 dari Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Republik Indonesia maka pada Tahun 2021 Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Klaten sudah melakukan pelayanan Tera/Tera Ulang secara mandiri kepada UTTP di Kabupaten Klaten sesuai dengan ruang lingkupnya.
Dengan dukungan peralatan dan standar ukuran kemetrologian yang di miliki dan 4 ahli penera maka Unit Metrologi Legal Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Klaten pada tahun 2021 telah melakukan pelayanan Tera/Tera Ulang sebanyak kurang lebih 3500 berbagai jenis unit ukur takar,timbang dan perlengkapannya (UTTP ) dari 2.625 obyek. dengan nilai retribusi sebesar Rp. 106.873.500.
12. Prosentase pelaksanaan promosi produk dalam negeri
Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten untuk prosentase promosi produk UKM realisasi kinerjanya 2,78% dari 11 klaster produk UKM dengan jumlah produk UKM yang mengikuti Pameran pada tahun 2020 adalah 1500 produk UKM, semua klaster produk UKM di Kabupaten Klaten difasilitasi dalam pameran. Namun di tahun 2021 ini Prosentase pelaksanaan promosi produk dalam negeri tidak tercapai sesuai sesuai dengan target 70% dan hanya tercapai 17,5% sehingga capaian kinerjanya hanya 25% dikarenakan di tahun 2021 banyak event pameran yang dibatalkan karena adanya pemberlakuan PPKM serta dukungan anggaran yang terkena refocusing untuk penanganan pandemi covid 19 dan hanya bisa mengikuti 1 kali pameran di Yogyakarta . Adanya Pandemi COVID-19 menyebabkan fasilitasi UMKM dalam event pameran di luar daerah menjadi terhambat, selain itu penyelenggaraan Pameran Ekonomi Kreatif di dalam daerah untuk mengenalkan produk Kabupaten Klaten, baik kepada masyarakat Kabupaten Klaten maupun masyarakat di luar Kabupaten Klaten juga tidak dapat dilaksanakan.
- .
1. Analisis Kinerja dan Alternatif Solusi
a. Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Permasalahan :
Beberapa permasalahan dalam Perdagangan diantaranya belum optimalnya pelaku usaha eksportir/importir dalam memberikan laporan terkait realisasi eksport/import, masih ada pelaku usaha / pedagang pemilik alat ukur takar timbang dan perlengkapannya yang tidak mentera ulang. Tuntutan masyarakat terhadap mutu barang yang beredar, tuntutan adanya persaingan yang semakin tajam, dan belum optimalnya perlindungan konsumen.
Solusi :
Solusi untuk memperlancar distribusi pengiriman barang untuk segera sampai ke pelabuhan melalui jalur alternatif yang ada sehingga bisa memperlancar pengiriman barang untuk sampai kepada user (pengguna). Serta meningkatkan mutu produk makanan dan minuman dengan melakukan pengawasan internal maupun eksternal sehingga makanan dan minuman yang dirpoduksi betul-betul memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu meningkatkan pengawasan di bidang metrologi khususnya terhadap alat UTTP (Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya) dengan harapan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha untuk menggunakan alat ukur yang benar dan sah secara legal, dan juga melakukan pengawasan serta mengendalikan masuknya produk-produk impor yang akan berdampak pada meningkatnya produk-produk dalam negeri yang diimbangi dengan peningkatan mutu, harga bersaing di pasaran.
b. Prosentase UMKM yang memiliki daya saing
Permasalahan yang terkait dengan UMKM diantaranya adalah penyediaan data dan informasi UKM dan sebagai bahan perencanaan kurang memadai dan keterampilan SDM UMKM yang masih terbatas, manajemen usaha yang masih sederhana, keterbatasan modal, ketersediaan bahan baku dan pelatihan tentang pemasaran yang masih terbatas.
Solusi :
Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan langkah yaitu mendorong tumbuhnya jiwa wirausaha bagi UMKM dan database data UMKM secara digital yang lebih komperhensif, melaksanakan pelatihan/bimbingan teknis dan pendampingan sesuai kebutuhan dari pelaku usaha tersebut dilihat dari aspek keterampilan SDM, aspek permodalan, aspek produksi dan aspek pemasaran.
c. Prosentase koperasi aktif
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Permasalahan :
Sebagian masyarakat menganggap bahwa koperasi adalah program pemerintah dan mereka mau mendirikan koperasi karena berharap mendapatkan bantuan. Selain itu dalam menjalankan koperasi baik manager maupun anggota koperasi kurang memahami aturan-aturannya.
Solusi :
Sebaiknya koperasi berdiri karena ada keinginan dari anggota sehingga ada rasa memiliki yang kuat
Perlu pemahaman tentang perkoperasian
Mendorong SDM koperasi mengelola koperasi secara profesional.
2. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Tabel 3.3
Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Sasaran Program Anggaran Realisasi %
Realisasi
20.747.679.575 17.819.382.058 85,9
Pengawasan dan Pemeriksaaan Koperasi
400.000.000 122.554.636 30,6
Pelatihan dan Latihan Perkoperasian
390.304.000 353.647.900 90,6
Pemberdayaan Usaha Kecil dan Usaha Mikro ( UMKM )
40.000.000 27.392.500 68,5
Pengembangan UMKM 150.000.000 126.079.000 84,1
Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan
2.776.461.000 2.540.810.300 91,5
Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting
30.000.000 23.512.100 78,4
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 Standarisasi dan
Perlindungan Konsumen
180.000.000 152.498.400 82,4
Penggunaan dan
Pemasaran Produk Dalam Negeri
40.000.000 36.789.500 92,0
Total realisasi keuangan Dinas Perdagangan Koperasi usaha Kecil dan Menengah 85,63% dapat dikatakan ada efisiensi anggaran. Namun di sisi lain efisiensi anggaran tersebut karena ada beberapa kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan.
3. Analisis Program/Kegiatan Penunjang Keberhasilan/Kegagalan Pencapaian Kinerja
Fasilitasi pameran produk usaha mikro kecil menengah adalah kegiatan pameran yang diikuti oleh UKM yang difasilitasi oleh Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Klaten. Pameran yang biasanya diikuti di beberapa event pada masa pandemi ini tidak bisa terlaksana begitu juga, Pameran Ekonomi Kreatif di Kabupaten Klaten yang bertujuan untuk memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Klaten yang pada muaranya adalah peningkatan omzet produk tidak dapat dilaksanakan di karenakan Pandemi COVID-19 yang sedang terjadi di seluruh dunia.
Selain itu, pasar di Kabupaten Klaten sudah semakin megah dengan dukungan kegiatan pembangunan pasar yang telah dilaksanakan sejak tahun 2006.
Selama kurun waktu sekitar 13 tahun tercatat 32 unit pasar yang berasal dari anggaran Tugas Pembantuan, 2P0A, DAK, dana dekonsentrasi maupun APBD Kabupaten. Sehingga diharapkan perekonomian Kabupaten Klaten dari sektor perdagangan akan semakin meningkat.
Pembinaan pedagang kakilima (PKL) juga cukup menjadi perhatian. Hal ini karena keberadaan PKL perlu penanganan khusus karena seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi PKL adalah bagian dari masyarakat yang harus didukung karena mereka menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, namun di sisi lain mereka sering hanya mementingkan kepentingan sendiri (misalnya berjualan di tempat yang tidak semestinya, tidak memperhatikan kebersihan, mengganggu wajah kota, dll). Untuk itu Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah sebagai instansi yang berwenang membina dan menata mereka agar tetap dapat berusaha namun tidak
Laporan Kinerja Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2021 melanggar aturan yang berlaku. Upaya yang telah dilakukan diantaranya mendata, membina, menyediakan lahan maupun bekerjasama dengan pihak lain agar dapat memberikan fasilitas bagi mereka , dan merevitalisasi pasar Klaten III Lantai dan di tahun 2022 baru dimulai dibangun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target fisik dan keuangan : 1. Dalam Kegiatan Pelaksanaan Metrologi legal berupa tera, tera ulang
Adanya permasalahan adalah
a. Pertemuan teknis kemetrologian , koordinasi dan pelaporan tera/tera ulang serta pengambilan dan pengembalian cap tanda tera tahun 2021 ke Direktorat Metrologi Bandung tidak dapat dilaksanakan karena masih dalam kondisi Pandemi.
b. Kegiatan Verifikasi Standar Ukuran Kemetrologian tahun 2021 tidak dapat dilaksanakan semua karena ada beberpa alat yang belum masuk dalam standarisasi harga tahun 2021
2. Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri dalam kegiatan pelaksanaan promosi produk dalam negeri terhalang dengan adanya Refocusing anggaran
3. Dalam kegiatan Pengawasan Kekuatan,Kesehatan,Kemandirian Ketangguhan serta Akuntabilitas Koperasi Kewenangan Kabupaten Kota Adanya permasalahan tidak cairnya Bantuan keuangan yang anggaranya sebesar Rp. 365.000.000,- kepada beberapa koperasi ( 5 koperasi ) dan yang bisa cair hanya satu ( 1 ) koperasi yaitu Koperasi PKL Rejeki sebesar Rp. 100.000.000,- untuk sisa anggaran bantuan sebesar Rp. 265.000.000,- tidak bisa cair . Walaupun pada prinsipnya Dinas Dagkop telah melakukan verifikasi terhadap lima (5) koperasi baik dari proposal maupun lapangan sehingga hanya tercapai 31% dari anggaran.
4. Pada kegiatan Fasilitasi Kunjungan Tamu Kegiatan telah dilaksanakan namun terkendala PPKM dan Pembatasan Peserta Pertemuan Tatap Muka Sehingga mengurangi jumlah peserta yang difasilitasi sehingga hanya tercapai 45 % dari anggaran.