BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.2. Analisis dan Evaluasi Kinerja
3.2.4. Capaian Kinerja pada Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ( Learn
Growth Perspective)
Perspektif ini merupakan input atau modal organisasi yang harus dimiliki SUPM Negeri Pariaman untuk dapat menghasilkan output pada capaian Internal Proces Perspective. Untuk mengukur tingkat keberhasilannya digunakan indikator Indeks Kompetensi dan Integritas.
Capaian IKU indeks kompetensi dan integritas tahun 2016 seperti pada tabel berikut. Tabel 3.8. Capaian IKU Indeks Kompetensi Dan Integritas Tahun 2016
Nama IKU Target Realisasi %
Indeks Kompetensi dan integritas pada SUPM Negeri Pariaman
77 88.31 114.69%.
Kompetensi terdiri dari kompetensi manajerial dan kompetensi teknis. Kompetensi manajerial adalah soft competency yang mencakup aspek pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sesuai tugas dan/atau fungsi jabatan. Sedangkan Standar Kompetensi Manajerial PNS adalah persyaratan kompetensi manajerial minimal yang harus dimiliki seorang PNS dalam melaksanakan tugas jabatan.
Dalam mengukur indeks kompetensi dan integritas dilakukan dengan membandingkan antara jumlah pejabat yang kompeten dengan jumlah pejabat yang ada,
(SS 6) Sasaran Strategis : Terwujudnya Aparatur Sipil Negara SUPM Negeri Pariaman
yang kompeten, profesional dan berkepribadian
sedangkan pejabat yang kompeten dihitung dengan membandingkan kompetensi yang dimiliki oleh pejabat dengan standar kompetensi manajerial yang telah ditetapkan.Untuk mengukur kompetensi pejabat dilakukan dengan metode asesmen center. Dari hasil asesmen diperoleh tiga kategori pejabat yaitu : 1) Kurang Potensial, 2) Potensial dengan Catatan dan 3) Potensial.
Perhitungan pencapaian kinerja IKU ini adalah mengadopsi dari pencapaian IKU level II yaitu Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan data capaian kinerja Pusdik KP pada akhir tahun 2016, capaian kinerja IKU ini adalah 88.31. Jika dibandingkan dengan target Tahun 2016 sebesar 77 maka tingkat keberhasilan hingga akhir tahun 2016 adalah sebesar 114.69%.
Realisasi indeks kompetensi dan integritas Tahun 2016 dibandingkan dengan target jangka menengah dimana ditetapkan target 2015 sebesar 65, Tahun 2016 sebesar 70, Tahun 2017 sebesar 75, Tahun 2018 sebesar 80, dan Tahun 2019 sebesar 85, maka hasil atau realisasi Tahun ini sudah lebih tinggi dari Target sampai dengan 2019. Beberapa kegiatan yang menunjang pencapaian indeks ini yaitu peningkatan kapasitas aparatur sipil negara dan penilaian kompetensi.Kedua kegiatan tersebut sangat berperan besar dalam pencapaian nilai.
Capaian IKU Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%) tahun 2016 seperti pada tabel berikut.
Tabel 3.9. Capaian IKU Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%) tahun 2016
Nama IKU Target Realisasi %
Persentase unit kerja yang menerapkan sistem
manajemen pengetahuan yang terstandar (%) 50 50,46 100,92
Penerapan sistem manajemen pengetahuan atau knowledge management di 23 (dua puluh tiga) unit kerja Pusat dan Pelaksana Teknis lingkup BPSDMP KP merupakan bagian dari reformasi birokrasi mendorong terwujudnya organisasi BPSDMP KP yang efektif dan efisien. Melalui knowledge management, organisasi BPSDMP KP meningkatkan kemampuan dalam mengelola asset intelektual pengetahuan dan pengalaman yang ada sehingga mampu mencapai kinerja yang lebih baik dan mempercepat pencapaian tujuan pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan.
(SS 7) Sasaran Strategis : Tersedianya manajemen pengetahuan SUPM Negeri
Pariaman yang handal dan mudah diakses
(IKU 7) Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%)
Sistem yang dibangun mengantisipasi kemungkinan adanya kendala pengetahuan dan pengalaman dalam organisasi BPSDMP KP yang tersebar, dan tidak terdokumentasi. Dalam rangka mengukur pencapaian penerapan sistem manajemen pengetahuan di unit kerja BPSDMP KP, perlu ditetapkan target capaian sehingga dapat dilakukan evaluasi untuk perbaikan berikutnya.
Perhitungan pencapaian kinerja IKU ini adalah mengadopsi dari pencapaian IKU level II yaitu Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan data capaian kinerja Pusdik KP pada akhir tahun 2016, capaian kinerja IKU ini adalah 50.46%. Jika dibandingkan dengan target Tahun 2016 sebesar 50% maka tingkat keberhasilan hingga akhir tahun 2016 adalah sebesar 100.92%.
Capaian IKU Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi pada SUPM Negeri Pariaman tahun 2016 seperti pada tabel berikut.
Tabel 3.10. Capaian IKU Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi pada SUPM Negeri Pariaman Tahun 2016
Nama IKU Target Realisasi %
Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi pada SUPM Negeri
Pariaman 85 90.90 106.94
Pada tahun 2016 target yang telah ditetapkan terkait pelaksanaan kegiatan PMPRB BPSDMP KP adalah “BB” (>70-80). Berdasarkan hasil audit Inspektorat Jenderl pada semester I atas pelaksanaan PMPRB BPSDMKP dengan hasil sebagaimana surat Inspektorat Jenderal KKP Nomor 3178/HP.450/VI/2016 tanggal 11 Mei 2016, dengan nilai 85,06 dengan kategori “A” (>80-90). Kategori penilaian tersebut telah mengacu kepada Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah. Nilai akhir tersebut merupakan nilai hasil akhir dari penjumlahan komponen-komponen yang ada dalam lembar evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi. Hasil penilaian RB sebagaimana dimaksud pada angka 1 diperoleh karena BPSDMP KP telah melakukan beberapa perubahan pada setiap program reformasi birokrasi.
Perhitungan pencapaian kinerja IKU ini adalah mengadopsi dari pencapaian IKU level II yaitu Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan data capaian kinerja Pusdik KP pada akhir tahun 2016, capaian kinerja IKU ini adalah 90.90. Jika dibandingkan dengan
(SS 8) Sasaran Strategis : Terwujudnya birokrasi SUPM Negeri Pariaman yang efektif,
efisien dan berorientasi pada layanan prima
target Tahun 2016 sebesar 80 maka tingkat keberhasilan hingga akhir tahun 2016 adalah sebesar 106.94%.
Setiap akhir periode instansi pemerintah melakukan pengukuran pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja. Pengukuran pencapaian target kinerja dilakukan dengan membandingkan antara target kinerja dan realisasi kinerja. Data-data yang diperlukan dalam pengukuran kinerja adalah dokumen penetapan kinerja, realisasi capaian output/outcome, pagu anggaran, dan realisasi anggaran. Evaluasi kinerja dilakukan atas aspek implementasi dan atas aspek manfaat.
Pengukuran Aspek Implementasi:
• Pengukuran Penyerapan Anggaran (P), dilakukan dengan membandingkan antara akumulasi realisasi anggaran seluruh satker dengan akumulasi pagu anggaran seluruh satker.
• Pengukuran Konsistensi (K) antara perencanaan dan implementasi, dilakukan berdasarkan rata-rata ketepatan waktu penyerapan anggaran setiap bulan yaitu dengan membandingkan antara akumulasi dan akumulasi realisasi anggaran bulanan seluruh satker rencana penarikan dana bulanan seluruh satker dengan jumlah bulan. • Pengukuran Pencapaian Keluaran (PK), dilakukan dengan membandingkan antara
rata-rata realisasi volume keluaran dengan target volume keluaran dan rata-rata realisasi Indikator kinerja keluaran dengan target indikator kinerja keluaran
• Pengukuran tingkat efisiensi (NE), dilakukan berdasarkan rata-rata efisiensi untuk setiap jenis keluaran pada setiap satker, yang diperolehdari hasil perbandingan antara realisasi anggaran per volume keluaran dengan pagu anggaran per volume keluaran. Bobot Kinerja Aspek Implementasi (WI) sebesar 33,3% , terdiri atas:
1) Bobot Penyerapan Anggaran (WP) =9,7%
2) Bobot Konsistensi antara Perencanaan dan Implementasi(WK)=18,2%) 3) Bobot Pencapaian Keluaran (WPK) =43,5%
4) Bobot Efisiensi (WE) =28,6%
Pengukuran Aspek Manfaat
Pengukuran Capaian Hasil (CH) dilakukan dengan membandingkan CH, realisasi indikator kinerja utama dengan target indikator kinerja utama.
Nilai Kinerja aspek implementasi = (P x WP) + (K x WK) + (PK x WPK) + (NE x WE)
(SS 9) Sasaran Strategis : Terkelolanya Anggaran Pembangunan Secara Efisien dan
Akuntabel
(IKU 9) Nilai kinerja anggaran pada Indeks kompetensi dan integritas pada SUPM Negeri Pariaman (%)
Nilai kinerja aspek manfaat diperoleh dari hasil perkalian antara nilai hasil pengukuran Capaian Hasil dengan bobot kinerja aspek manfaat Bobot Kinerja Aspek Manfaat (WCH) sebesar 66,7 %
Nilai Kinerja aspek manfaat = CH x WCH Penilaian :
Proses interpretasi atas seluruh nilai capaian kinerja hasil pengukurankedalam informasi yang menggambarkan tingkat keberhasilan program guna dianalisis lebih lanjut.
Penilaian Kinerja (tingkat keberhasilan program), dilakukan dengan menghitung Nilai Kinerja (NK) atas aspek implementasi dan aspek manfaat dikalilkan dengan bobot kinerja dari masing-masing aspek yang berkenaan.
Hasil penilaian kinerja , dikelompokan kedalam kategori sbb: 1) 90% > NK ≤ 100% dikategorikan Sangat Baik
2) 80% > NK ≤ 90% dikategorikan Baik
3) 60% > NK ≤ 80% dikategorikan Cukup atau Normal 4) 50% > NK ≤ 60% dikategorikan Kurang
5) NK ≤ 50% diaktegorikan Sangat Kurang NK = ( I x WI ) + (CH x WCH)
Capaian IKU Nilai kinerja anggaran pada SUPM Negeri Pariaman (%) tahun 2016 seperti pada tabel berikut.
Tabel 3.11. Capaian IKU Nilai Kinerja Anggaran Pada SUPM Negeri Pariaman (%) Tahun 2016
Nama IKU Target Realisasi %
Nilai kinerja anggaran pada SUPM Negeri Pariaman (%) 95 99 104,21 Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa Nilai Kinerja Anggaran SUPM Negeri Pariaman telah mencapai target yang telah ditetapkan dengan target 80-90%dengan capaian sebesar 99% (kategori “Baik”). Dalam pelaksanaannya data yang digunakan dalam penghitungan nilai kinerja adalah data realisasi dari aplikasi Monitoring Span dan aplikasi SMART Kementerian Keuangan.Tahun 2016 Nilai Kinerja Anggaran BPSDMPKP adalah 99% dari target yang ditetapkan sebesar 80-90%.
Tercapainya nilai kinerja sesuai target yang ditetapkan merupakan keberhasil dari pengelolaan keuangan dan kegiatan yang dilaksanakan secara sinergi. Perencanaan kegiatan dan POK yang disusun awal tahun, dievaluasi setiap bulan dan direvisi seperlunya menjadi solusi pencapaian apabila terdapat nilai kinerja pada periode tertentu yang tidak mencapai target. Percepatan realisasi melalui berbagai mekanisme keuangan dan realisasi
fisik dilakukan secara menyeluruh, terutama pada triwulan ke-3 dan ke-4 dan dilakukan pada seluruh Satker Pusat, UPT maupun Dekonsentrasi.
Pencapaian kinerja IKU ini adalah mengadopsi dari pencapaian IKU level II yaitu Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan data capaian kinerja Pusdik KP pada akhir tahun 2016, capaian kinerja IKU ini adalah 95.60 . Jika dibandingkan dengan target Tahun 2016 sebesar 83 maka tingkat keberhasilan hingga akhir tahun 2016 adalah sebesar 115.18%.
Capaian IKU Persentase Kepatuhan terhadap SAP lingkup SUPM Negeri Pariaman (%) tahun 2016 seperti pada tabel berikut.
Tabel 3.12. Capaian IKU Persentase Kepatuhan Terhadap SAP Lingkup SUPM Negeri Pariaman Tahun 2016
Nama IKU Target Realisasi %
Persentase Kepatuhan terhadap SAP lingkup SUPM
Negeri Pariaman (%) 100 100 100
Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa indikator Persentase Kepatuhan terhadap SAP lingkup SUPM Negeri Pariaman telah mencapai target yang telah ditetapkan dengan nilai target 100% dengan capaian sebesar 100%. Kepatuhan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) Berbasis Akrual adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah, yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian untuk indikator Persentase Kepatuhan terhadap SAP lingkup BPSDMP KP ini dipertahankan untuk tetap dilaksanakan oleh seluruh komponen di lingkup BPSDMP KP dengan nilai 100%. Pencapaian hasil yang maksimal atas pelaksanaan SAP tercermin dalam perbaikan Catatan Hasil Reviu Itjen KKP. Perbaikan atas koreksi tersebut diharapkan dapat diikuti dengan pemahaman secara menyeluruh atas pelaksanaan Akuntansi berbasis akrual, baik keuangan, pencatatan persediaan maupun BMN, serta pengungkapan yang cukup (adequate disclosure) agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi yang andal bagi pengambilan kebijakan maupun dalam pemeriksaan APIP.
Sumberdaya yang mendukung berupa sumberdaya manusia dan alat pengolah data. Dengan sumberdaya manusia yang terampil dan kompeten mengasilkan substansi output pekerjaan yang berkualitas. Demikian pula dengan dukungan alat pengolah data dengan
spesifikasi memadai dan ditunjang dengan kemudahan akses informasi, output yang dihasilkan dapat diselesaikan sesuai aturan yang updated dan penyampaian laporan yang tepat waktu.
Kegiatan yang menunjang keberhasilan adalah penyampaian laporan yang telah divalidasi melalui proses rekonsiliasi dengan KPPN/KPKNL setempat yang dilakukan tepat waktu. Disamping hal tersebut koordinasi dengan instansi yang kompeten dalam rangka problem solving merupakan kegiatan yang menunjang pencapaian hasil yang otimal.
Perhitungan pencapaian kinerja IKU ini adalah mengadopsi dari pencapaian IKU level II yaitu Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan data capaian kinerja Pusdik KP pada akhir tahun 2016, capaian kinerja IKU ini adalah 100%. Jika dibandingkan dengan target tahun 2016 sebesar 100% maka tingkat keberhasilan hingga akhir tahun 2016 adalah sebesar 100%.