HASIL DAN PEMBAHASAN
D. Capaian Nilai Rata-Rata Berdasarkan Zona Waktu
Jumlah peringkat adalah
| | | | | |
| | | | | |
Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata IPA antara tahun 2016 dan 2017, tahun 2016 dan dan 2018, 2016 dan 2019, 2017 dan 2018, 2017 dan 2019 karena nilai | | .
D. Capaian Nilai Rata-Rata Berdasarkan Zona Waktu
Selain menganalisis capaian nilai rata-rata nasional dan nilai rata-rata provinsi berikutnya akan dianalisis juga capaian nilai rata-rata yang diperoleh masing-masing provinsi berdasarkan zona waktu. Di Indonesia, terdapat tiga zona waktu yakni Waktu Indonesia Timur (WIT), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Barat (WIB). Pada Tabel 4.15 dan Tabel 4.16, dan Tabel 4.17 akan diberikan data nama provinsi di setiap zona waktu. jumlah provinsi, dan jumlah sisiwa di setiap zona waktu.
Tabel 4.15. Data nama provinsi di setiap zona waktu Zona
Waktu
Jumlah
Provinsi Nama Provinsi
WIT 4 Papua,Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat WITA 12 Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi
Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan,Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.
WIB 18 Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Aceh, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.
Tabel 4.16. Jumlah siswa di setiap zona waktu Zona
Waktu
Banyak Siswa
Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019
WIT
WITA
WIB
Total
Tabel 4.17. Jumlah siswa di setiap zona waktu Zona
Waktu
Persentase Banyak Siswa (dalam persen) Tahun 2016 Tahun
Berikutnya akan ditampilkan boxplot capaian nilai rata-rata di zona waktu WIT, WITA, dan WIB.
1. Zona WIT
Pada Gambar 4.33 berikut akan ditampilkan boxplot capaian nilai rata-rata di zona waktu WIT.
Gambar 4.33. Boxplot capaian nilai rata-rata WIT
Informasi mengenai boxplot tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.18 berikut :
Tabel 4.18. Informasi boxplot capaian nilai rata-rata WIT
Informasi
Capaian Nilai Rata-Rata Nasional Tahun
2016
Tahun 2017
Tahun 2018
Tahun 2019 Nilai Minimum Nilai Maksimum
Range
Q1
Q2
Q3
IQR
Mean
Standar Deviasi
Koefisien Variansi
Dari informasi pada Tabel 4.18 tersebut dapat diketahui nilai minimum dicapai pada tahun 2019 dan nilai maksimum dicapai pada tahun 2016. Adapun wilayah dengan capaian nilai maksmimum dari tahun 2016-2017 adalah provinsi Papua Barat, dan dari tahun 2018-2019 dicapai oleh provinsi Maluku.
Sementara itu selama empat tahun terakhir nilai minimum dicapai oleh provinsi Papua. Terlihat dari boxplot yang ada, terjadi penurunan nilai rata-rata pada zona WIT. Hal ini diperkuat dengan capaian nilai Q1 dan Q3, sehingga terjadi overlapping antar boxplot. Akibatnya, kita tidak dapat secara serta merta menyimpulkan bahwa rata-rata di zona waktu ini turun secara signifikan selama empat tahun terakhir.
Dari hasil perankingan nilai rata-rata di zona waktu WIT diperoleh nilai , dan nilai ( )
Karena ( ), maka ditolak.
Selanjutnya dilakukan prosedur perbandingan berganda. Dari sana diperoleh : Jumlah peringkat adalah
| | | | | |
| | | | | |
Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara tahun 2016 dan 2019 di zona waktu WIT karena nilai | | .
2. Zona WITA
Pada Gambar 4.34 berikut akan ditampilkan boxplot capaian nilai rata-rata di zona waktu WITA.
Gambar 4.34. Boxplot capaian nilai rata-rata WITA
Informasi mengenai boxplot tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.19 berikut : Tabel 4.19. Informasi boxplot capaian nilai WITA
Informasi
Capaian Nilai Rata-Rata Nasional Tahun
2016
Tahun 2017
Tahun 2018
Tahun 2019 Nilai Minimum Nilai Maksimum
Range
Q1
Q2
Q3
IQR
Mean
Standar Deviasi
Koefisien Variansi
Dari informasi pada Tabel 4.19 tersebut dapat diketahui nilai minimum dicapai pada tahun 2018 dan nilai maksimum dicapai pada tahun 2016.
Adapun wilayah yang memperoleh capaian nilai maksimum dari tahun 2016-2017 adalah provinsi Sulawesi Utara dan dari tahun 2018-2019 dicapai oleh provinsi Bali. Sementara untuk capaian nilai minimum dari tahun 2016-2017 dicapai oleh provinsi Sulawesi Barat dan dari tahun 2018 dicapai oleh provinsi
NTB dan tahun 2019 kembali dicapai oleh provinsi Sulawesi Barat. Dari sini kita dapat melihat bahwa perlu ada perhatian khusus bagi wilayah provinsi Sulawesi Barat.
Terdapat outlier pada tahun 2017 dikarenakan terdapat nilai yang capaiannya lebih dari satu setengah kali IQR ditambah nilai Q3 sebagai outlier atas dan nilai Q1 kurang satu setengah kali IQR sebagai outlier bawah. Adapun wilayah yang menyebabkan munculnya outlier tersebut adalah Sulawesi Barat sebagai outlier bawah dan Sulawesi Utara sebagai outlier atas.
Dari boxplot dapat kita amati bahwa terjadi penurunan nilai rata-rata dari tahun 2016 sampai 2018, sementara tahun 2018 dan 2019, rata-ratanya cukup sama.
Hal ini dapat kita lihat pula dari capaian nilai Q1 dan Q3 antar boxplot dimana terjadi overlapping, sehingga kita tidak dapat secara serta merta menyimpulkan bahwa rata-ratanya turun secara signifikan selama empat tahun terakhir.
Dengan menggunakan uji Friedmann diperoleh hasil perankingan nilai rata-rata di zona waktu WITA.
Diperoleh nilai , dan nilai ( ) . Karena ( ), maka ditolak. Selanjutnya dilakukan prosedur perbandingan berganda. Dari sana diperoleh :
Jumlah peringkat adalah
| | | | | |
| | | | | |
Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara tahun 2016 dan 2017, tahun 2016 dan 2018, tahun 2016 dan 2019, di zona waktu WITA karena nilai | | .
3. Zona WIB
Pada Gambar 4.35 berikut akan ditampilkan boxplot capaian nilai rata-rata di zona waktu WIB.
Gambar 4.35. Boxplot capaian nilai rata-rata WIB
Informasi mengenai boxplot tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.20 berikut : Tabel 4.20. Informasi boxplot capaian nilai rata-rata WIB
Informasi
Capaian Nilai Rata-Rata Nasional Tahun
2016
Tahun 2017
Tahun 2018
Tahun 2019 Nilai Minimum Nilai Maksimum
Range
Q1
Q2
Q3
IQR
Mean
Standar Deviasi
Koefisien Variansi
Dari informasi pada Tabel 4.20 tersebut diketahui nilai minimum dicapai pada tahun 2018 dan nilai maksimum dicapai pada tahun 2016. Adapun wilayah dengan capaian nilai maksimum pada tahun 2016 dicapai oleh provinsi Sumatera Utara dan selama tiga tahun berikutnya dicapai oleh provinsi D.I Yogyakarta. Sementara itu capaian nilai minimum dari tahun 2016-2017 dicapai oleh provinsi Bengkulu dan dan dari tahun 2018-2019 dicapai oleh provinsi Aceh.
Hal lain yang dapat kita amati dari boxplot di atas, terlihat rata-ratanya turun dari tahun 2016 sampai 2018 dan mengalami kenaikan dari tahun 2018 ke tahun 2019. Hal ini dapat kita lihat pula dari capaian nilai Q1 dan Q3 antar boxplot dimana terjadi overlapping, sehingga kita tidak dapat secara serta merta menyimpulkan bahwa rata-ratanya turun atau naik secara signifikan selama empat tahun terakhir. Selain itu pada tahun 2018 dan 2019 terdapat outlier dimana provinsi D.I Yogyakarta memperoleh capaian nilai yang cukup tinggi dibanding dengan wilayah-wilayah lainnya. Untuk itu perlu dilakukan uji statistik untuk melihat seberapa signifikan perbedaan rata-rata tersebut.
Dengan menggunakan uji Friedmann diperoleh hasil sebagai berikut : Dari hasil perankingan nilai rata-rata diperoleh nilai , dan nilai ( ) .
Karena ( ), maka ditolak. Selanjutnya dilakukan prosedur perbandingan berganda. Dari sana diperoleh :
Jumlah peringkat adalah
| | | | | |
| | | | | |
Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata- rata antara tahun 2016 dan 2017, tahun 2016 dan 2018, tahun 2016 dan 2019 di zona waktu WIB karena nilai | | .