LIABILITIES
a. Manajemen Modal a. Capital Management
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola modal ditujukan untuk memastikan kemampuan Perusahaan dan Entitas Anak melanjutkan usaha secara berkelanjutan dan memaksimumkan imbal hasil kepada pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Untuk memelihara atau mencapai struktur modal yang optimal, Perusahaan dan Entitas Anak dapat menyesuaikan jumlah pembayaran dividen, pengurangan modal, penerbitan saham baru atau membeli kembali saham beredar, mendapatkan pinjaman baru atau menjual aset untuk mengurangi pinjaman.
The Company and Subsidiary manage their capital to ensure that they will be able to continue as a going concern while maximizing the return to stakeholders through the optimisation of the liability and equity balance.
In order to maintain or achieve an optimal capital structure, the Company and Subsidiary may adjust the amount of dividend payment, return capital to stockholders, issue new shares or buy back issued shares, obtain new borrowings or sell assets to reduce borrowings.
Perusahaan dan Entitas Anak diwajibkan untuk memelihara persyaratan minimum modal kerja bersih seperti yang disebutkan dalam peraturan Bapepam-LK No. V.D.5 yang terlampir dalam Surat Keputusan No. KEP-566/BL/2011 tanggal 31 Oktober 2011 yang antara lain menentukan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) perusahaan efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai perantara perdagangan efek sebesar Rp 25.000.000.000 atau 6,25% dari total liabilitas tanpa utang subordinasi dan utang dalam rangka penawaran umum/penawaran terbatas ditambah rangking liabilitas, mana yang lebih tinggi. Jika hal ini tidak dipantau dan disesuaikan, tingkat modal kerja sesuai peraturan dapat berada di bawah jumlah minimum yang ditetapkan oleh regulator, kondisi demikian dapat mengakibatkan berbagai sanksi mulai dari denda sampai dengan penghentian sebagian atau seluruh kegiatan usaha. Untuk mengatasi risiko ini, Perusahaan dan Entitas Anak terus mengevaluasi tingkat kebutuhan modal kerja berdasarkan peraturan dan memantau perkembangan peraturan tentang modal kerja bersih yang disyaratkan dan mempersiapkan peningkatan batas minimum yang diperlukan sesuai peraturan yang mungkin terjadi dari waktu ke waktu di masa datang.
The Company and Subsidiary are required to maintain minimum adjusted net working capital requirements as stated in Capital Market and Financial Institution Supervisory Board
(Bapepam-LK) Regulation No. V.D.5 as attached to Decision Letter No. KEP-566/BL/2011 dated October 31, 2011
which govern among others the securities companies that operate as brokerage dealers to maintain Adjusted Net Working Capital (MKBD) at least Rp 25,000,000,000 or 6.25%
of the total liabilities without subordinated loans and loan related to public offering/limited offering plus ranking liabilities, whichever is higher. If not properly monitored and adjusted, the regulatory working capital levels could fall below the required minimum amounts set by the regulators, which could expose various sanctions ranging from fines and censure to imposing partial or complete restrictions on its ability to conduct business. To address the risk, the Company and Subsidiary continuously evaluate the levels of regulatory capital requirements and monitor regulatory developments regarding net working capital requirements and prepare for increases in the required minimum levels of regulatory capital that may occur from time to time in the future.
Perusahaan telah memenuhi persyaratan
kepemilikan saham, modal disetor dan Modal The Company had complied with the
KEUANGAN (Lanjutan) LIABILITIES (Continued)
b. Manajemen Risiko b. Risk Management
Perusahaan dan Entitas Anak telah mendokumentasikan kebijakan manajemen risiko keuangannya. Kebijakan yang ditetapkan Perusahaan dan Entitas Anak merupakan strategi bisnis secara menyeluruh dan filosofi manajemen risiko. Keseluruhan strategi manajemen risiko Perusahaan dan Entitas Anak ditujukan untuk meminimalkan pengaruh ketidakpastian yang dihadapi dalam pasar terhadap kinerja keuangan Perusahaan dan Entitas Anak. Dewan Direksi menentukan kebijakan tertulis manajemen risiko keuangan secara keseluruhan melalui masukan laporan dari divisi-divisi terkait.
The Company and Subsidiary have documented their financial risk management policies. These policies set out the Company and Subsidiary’s overall business strategies and their risk management philosophy. The Company and Subsidiary’s overall risk management strategy seeks to minimize adverse effect from unpredictability of financial markets on the Company and Subsidiary’s financial performance. The Board of Directors provides written policies for overall financial risk management through input of reports of each related divisions.
Perusahaan dan Entitas Anak beroperasi di
dalam negeri dan menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk harga pasar, suku bunga, kredit dan likuiditas. Dana Perusahaan dan Entitas Anak dan eksposur suku bunga dikelola oleh fungsi keuangan Perusahaan dan Entitas Anak sesuai dengan kerangka kebijakan yang ada. Kerangka tersebut memaparkan risiko pada Perusahaan dan Entitas Anak dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengelola risiko. Komite risiko Perusahaan dan Entitas Anak menetapkan dan memantau kebijakan ini.
The Company and Subsidiary operate locally and are exposed to a variety of financial risk including market price, interest rate, credit, and liquidity. The Company and Subsidiary’s funding and exposure to interest rate risk are managed by the Company and Subsidiary’s treasury function in accordance with a policy framework. The framework lays out the Company and Subsidiary’s appetite for risk and steps to be taken to manage these risks. The Company and Subsidiary’s risk committee sets and monitors these policies.
Risiko Harga Pasar
Eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap risiko harga pasar terutama muncul dari counterparty yang gagal memenuhi liabilitasnya atau melalui kesalahan perdagangan dan kesalahan lainnya. Dalam transaksi perdagangan di bursa, Perusahaan dan Entitas Anak bertindak sebagai principal dan kemudian menovasi kontrak tersebut ke nasabah. Kegagalan nasabah menerima perdagangan akan menyebabkan Perusahaan dan Entitas Anak terkena risiko harga pasar.
Market Price Risk
The Company and Subsidiary’s exposure to market price risk primarily arises from counterparties who fail to fulfill their obligations or through trade mismatches and other errors.
In exchange-traded transactions, the Company
39. MANAJEMEN RISIKO MODAL DAN KEUANGAN SERTA ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (Lanjutan)
39. CAPITAL AND FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (Continued)
b. Manajemen Risiko (Lanjutan) b. Risk Management (Continued)
Risiko Suku Bunga Interest Rate Risk
Risiko suku bunga adalah risiko arus kas di masa datang atas instrumen keuangan yang akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Nilai wajar risiko suku bunga adalah risiko nilai wajar instrumen keuangan yang akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Perusahaan dan Entitas Anak dihadapkan pada berbagai risiko terkait dengan fluktuasi suku bunga pasar.
Interest rate risk is the risk of future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. Fair value of interest rate risk is the risk of the fair value of a financial instrument that will fluctuate because of changes in market interest rates.
The Company and Subsidiary are exposed to various risks associated with fluctuations in market interest rates.
Aset dan liabilitas keuangan yang berpotensi terpengaruh risiko suku bunga terutama terdiri dari deposito berjangka, deposito lembaga kliring dan penjaminan, utang bank, liabilitas sewa, utang subordinasi dan utang pembelian aset tetap. Perubahan suku bunga pasar akan terus dipantau untuk memastikan suku bunga Perusahaan dan Entitas Anak sesuai dengan pasar.
The financial assets and liabilities potentially exposed to interest rate risk mainly consist of time deposits, deposits at Clearing and Guarantee Institution, bank loans, lease liabilities, subordinated loans and payable on purchase of fixed assets. Changes in market interest rates are closely monitored to ensure that the Company and Subsidiary’s interest rates are in line with the market.
Risiko Kredit Credit Risk
Risiko kredit timbul dari risiko kegagalan dari counterparty atas liabilitas kontraktual yang mengakibatkan kerugian keuangan kepada Perusahaan dan Entitas Anak. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki risiko konsentrasi kredit yang signifikan. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa transaksi perdagangan dengan nasabah yang memiliki catatan kredit yang baik. Divisi kredit menetapkan batas kredit dan tingkat jaminan untuk nasabah.
Credit risk arises from the risk that counterparties will default on their contractual obligations resulting in a financial loss to the Company and Subsidiary. The Company and Subsidiary have no significant concentration of credit risk. The Company and Subsidiary have policies in place to ensure that they trades with clients with an appropriate credit history. The credit division sets trading limits and collateral levels for clients.
Eksposur risiko kredit Perusahaan dan Entitas Anak berkaitan dengan kegiatan broker saham terasosiasi pada kontraktual nasabah yang muncul pada saat perdagangan. Dengan demikian, Perusahaan dan Entitas Anak memerlukan jaminan untuk mengurangi risiko tersebut. Jenis instrumen diterima Perusahaan dan Entitas Anak atas jaminan tersebut dapat berupa kas dan efek yang tercatat di bursa.
The Company and Subsidiary’s exposure to credit risk relating to their stock broking activities is associated with their clients’
contractual positions that arise on trading. As such, the Company and Subsidiary require their stock broking clients to post collaterals to mitigate such risk. The types of acceptable instruments that the Company and Subsidiary may accept from clients are cash and listed securities.
Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan As of December 31, 2021, the Company and
KEUANGAN (Lanjutan) LIABILITIES (Continued)
b. Manajemen Risiko (Lanjutan) b. Risk Management (Continued)
Risiko Likuiditas Liquidity Risk
Manajemen telah membentuk kerangka kerja manajemen risiko likuiditas untuk pengelolaan dana jangka pendek, menengah dan jangka panjang serta persyaratan manajemen likuiditas. Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan fasilitas pinjaman, dengan terus memantau rencana dan realisasi arus kas dengan cara pencocokan profil jatuh tempo liabilitas keuangan.
Management has established an appropriate liquidity risk management framework for the management of the Company and Subsidiary’s short, medium and long-term funding and liquidity management requirements. The Company and Subsidiary manage liquidity risk by maintaining adequate reserves, banking facilities and loan facilities by continuously monitoring forecast and actual cash flows by matching the maturity profiles of financial liabilities.
Analisis liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan jatuh tempo dari tanggal pelaporan sampai dengan tanggal jatuh tempo per 31 Desember menunjukkan gambaran sebagai berikut:
The analysis of the Company and Subsidiary’s financial liabilities is based on maturity groupings from the reporting date to the contractual maturity date as of December 31, shown as follows:
Tiga Bulan Satu sampai
Kurang dari sampai dengan dengan Lebih dari
Tiga Bulan/ Satu Tahun/ Lima tahun/ Lima Tahun/
Less Than Three Months One to More Than Jumlah/
Three Months to One Year Five Years Five Years Total
Utang Lembaga Kliring Payables to Clearing and
dan Penjaminan - - - - - Guarantee Institution Utang Bank - 8.960.820.522 31.741.915.393 - 40.702.735.915 Bank Loans Utang Nasabah 219.122.292.759 - - - 219.122.292.759 Payables to Customers
Utang Perusahaan Payables to Other
Efek Lain 55.812.073.500 - - - 55.812.073.500 Securities Companies Beban Akrual 15.789.021.110 - - - 15.789.021.110 Accrued Expenses Liabilitas Sewa - 1.264.921.132 553.590.045 - 1.818.511.177 Lease Liabilities Utang Subordinasi - 100.000.000.000 - - 100.000.000.000 Subordinated Loans Payables on Purchase of Utang Pembelian Aset Tetap - 421.208.112 - - 421.208.112 Fixed Assets Utang Lain-lain 430.808.346.655 - - - 430.808.346.655 Other Payables Jumlah Liabilitas 721.531.734.024 110.646.949.766 32.295.505.438 - 864.474.189.228 Total Liabilities
2021
Tiga Bulan Satu sampai
Kurang dari sampai dengan dengan Lebih dari
Tiga Bulan/ Satu Tahun/ Lima tahun/ Lima Tahun/
Less Than Three Months One to More Than Jumlah/
Three Months to One Year Five Years Five Years Total
Utang Lembaga Kliring Payables to Clearing and
dan Penjaminan 11.673.436.800 - - - 11.673.436.800 Guarantee Institution Utang Bank - 50.000.000.000 23.985.356.916 - 73.985.356.916 Bank Loans Utang Nasabah 202.789.004.861 - - - 202.789.004.861 Payables to Customers
Utang Perusahaan Payables to Other
Efek Lain 24.714.600 - - - 24.714.600 Securities Companies 2020
39. MANAJEMEN RISIKO MODAL DAN KEUANGAN SERTA ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (Lanjutan)
39. CAPITAL AND FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (Continued)
b. Manajemen Risiko (Lanjutan) b. Risk Management (Continued) Risiko Likuiditas (Lanjutan) Liquidity Risk (Continued)
Tiga Bulan Satu sampai
Kurang dari sampai dengan dengan Lebih dari
Tiga Bulan/ Satu Tahun/ Lima tahun/ Lima Tahun/
Less Than Three Months One to More Than Jumlah/
Three Months to One Year Five Years Five Years Total
Payables on Purchase of Utang Pembelian Aset Tetap - 952.679.654 559.678.525 - 1.512.358.179 Fixed Assets Utang Lain-lain 94.678.192.667 - - - 94.678.192.667 Other Payables Jumlah Liabilitas 320.246.242.918 267.935.243.751 24.581.165.671 - 612.762.652.340 Total Liabilities
2020
c. Nilai Wajar Aset dan Liabilitas Keuangan c. The Fair Values of Financial Assets and Liabilities
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian dan asumsi sebagai berikut:
The fair values of financial assets and liabilities are determined by using valuation techniques and assumptions as follows:
- Nilai wajar kas dan bank, deposito berjangka, deposito pada lembaga kliring dan penjaminan, piutang efek beli dengan janji jual kembali (reverse repo), portofolio efek, piutang lembaga kliring dan penjaminan, piutang nasabah, piutang perusahaan efek lain, piutang kegiatan manajer investasi, piutang lain-lain, utang lembaga kliring dan penjaminan, utang bank, utang nasabah, utang perusahaan efek lain, beban akrual, liabilitas sewa, utang subordinasi, utang pembelian aset tetap dan utang lain-lain mendekati nilai tercatatnya karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atau dikenakan tingkat suku bunga pasar atas instrumen keuangan tersebut.
- The fair values of cash and banks, time deposits, deposits at clearing and guarantee institution, reverse repo receivables, marketable securities, receivables from clearing and guarantee institution, receivables from customers, receivables from other securities companies, receivables from investment manager activities, other receivables, payables to clearing and guarantee institutions, bank loans, payables to customers, payables to other securities companies, accrued expenses, lease liabilities, subordinated loans, payables on purchase of fixed assets and other payables approximated their carrying amount due to their short-term or the market interest rate on the financial assets and liabilities.
- Nilai wajar bagian tidak lancar jaminan lainnya tidak disajikan karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal dimana aset keuangan tersebut tidak memiliki jangka waktu penyelesaian secara kontraktual.
- The fair values of other deposits are not presented since their fair values cannot be reliable measured in which those financial assets do not have a contractual maturity date.
Rinciannya sebagai berikut: The details are as follows:
2021 2020
Peningkatan Aset Hak Guna melalui Increase in Right-of-Use Assets through
Liabilitas Sewa 3.444.389.194 13.383.080.080 Lease Liabilities
Peningkatan Pembayaran Bunga melalui Increase in Payment of Interest through
Utang Lain-lain - 212.831.210 Other Payables
Peningkatan Aset Takberwujud melalui Increase in Intangible Assets through
Pembayaran di Muka 722.500.000 - Prepayments
41. KONDISI EKONOMI 41. ECONOMIC ENVIRONMENT
Pandemi COVID-19 di tahun 2020 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik. Luas dampak tersebut tergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk memberantas ancaman COVID-19. Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki Perusahaan dan Entitas Anak, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya.
Laporan Keuangan Konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul dari ketidakpastian yang diungkapkan di atas.
The COVID-19 pandemic in 2020 has caused global and domestic economic slowdown. The extent of such impact will depend on certain future development which cannot be predicted at this moment, including the duration of the spread of the outbreak, economic and social measures that are being taken by the government authorities to eradicate the COVID-19 threat. Management is closely monitoring the Company and Subsidiary’s operations, liquidity and resources, and is actively working to minimize the current and future impact of this unprecedented situation. These Consolidated Financial Statements do not include any adjustment that might result from the outcome of the aforementioned uncertainty.
Meskipun demikian, setelah tanggal Laporan Keuangan Konsolidasian, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa sampai saat ini wabah COVID-19 tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasi Perusahaan Perusahaan dan Entitas Anak.
Nevertheless, after the date of the Consolidated Financial Statements, the Company and Subsidiary’s management is of the opinion that the COVID-19 outbreak had no significant impact on the Company and Subsidiary’s operating activities.
42. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 42. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD