BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Cara-cara Belajar
1. Pengertian Cara-cara Belajar
Tiap orang mempunyai cara belajar sendiri-sendiri. Cara belajar pada dasarnya merupakan satu cara atau strategi belajar yang diterapkan siswa. Menurut The Liang Gie (1995: 48) mengemukakan bahwa ”Cara belajar
adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam usaha belajarnya”. Cara belajar sering disebut dengan gaya belajar atau learning style. Menurut Nasution (1988: 93) “Cara belajar adalah strategi belajar yang diterapkan siswa secara konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berfikir dan
memecahkan soal”. Sedangkan Uno Hamzah (2008: 180) mendefinisikan “Gaya belajar adalah cara dia bereaksi dan menggunakan perangsang-perangsang yang diterimanya dalam proses belajar-mengajar”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara-cara belajar adalah strategi belajar yang diterapkan siswa secara konsisten untuk menangkap informasi sehingga mendapatkan kemampuan baru untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Macam-macam Cara Belajar
Menurut Uno Hamzah (2008: 181-182) macam-macam cara belajar secara umum dibagi menjadi tiga, yaitu :
a. Visual (belajar dengan cara melihat)
Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata/penglihatan (visual). Dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak dititik beratkan pada peragaan/media.
Ciri-ciri gaya belajar visual : 1) Bicara cepat.
2) Tidak mudah terganggu oleh keributan.
3) Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar. 4) Lebih suka membaca dari pada dibacakan.
5) Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual : 1) Gunakan materi visual, seperti gambar-gambar, diagram dan peta. 2) Gunakan warna untuk menandai hal-hal penting.
3) Mengajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi. 4) Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
5) Mengajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
b. Auditori (belajar dengan cara mendengar)
Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajar melalui alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang dikatakan guru.
Ciri-ciri gaya belajar auditori :
1) Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri. 2) Mudah terganggu oleh keributan.
3) Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat.
4) Senang membaca dengan keras dan mendengarkan.
5) Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca.
6) Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada berirama dan warna suara.
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori:
1) Mengajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
3) Gunakan musik untuk mengajarkan anak. 4) Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5) Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
c. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk diam karena keinginan untuk beraktifitas dan eksplorasi sangat kuat.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik : 1) Berbicara perlahan.
2) Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan. 3) Belajar melalui memanipulasi dan praktek.
4) Menghafal dengan cara berjalan dan melihat.
5) Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita.
6) Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca.
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik: 1) Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
2) Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya. 3) Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
4) Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika dalam pembelajar guru memberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik.
3. Aspek-aspek Cara Belajar
Aspek-aspek yang diteliti dalam cara belajar menurut Thabarany (1994: 43-53) dalam http://www.pdfqueen.com adalah sebagai berikut : a. Persiapan belajar siswa
Pada hakekatnya setiap pekerjaan yang akan dilakukan harus dipersiapkan terlebih dahulu. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan dalam belajar adalah sebagai berikut :
1) Persiapan mental
Persiapan mental yang dimaksud adalah bahwa tekad untuk belajar benar-benar sudah siap. Persiapan mental yang perlu dilakukan adalah:
a) Memahami arti atau tujuan belajar. b) Kepercayaan pada diri sendiri. c) Keuletan.
d) Minat terhadap pelajaran. 2) Persiapan sarana
Sarana yang dibutuhkan dalam belajar yaitu perlengkapan belajar yang memadai dan ruang belajar bebas dari gangguan, sirkulasi dan suhu udara yang baik, penerangan yang memadai.
b. Cara mengikuti pelajaran
Langkah-langkah dalam mengikuti pelajaran yang perlu dilakukan adalah melakukan persiapan-persiapan dengan mempelajari materi-materi yang akan dibahas dan meninjau kembali materi-materi sebelumnya, bersikap afektif selama kegiatan belajar sampai kegiatan belajar-mengajar berakhir.
c. Aktivitas belajar mandiri
Bentuk aktivitas belajar mandiri yang dilakukan siswa dapat berupa kegiatan-kegiatan belajar yang dilakukan sendiri ataupun kegitankegiatan belajar yang dilakukan sendiri ataupun kegiatan belajar yang dilakukan secara berkelompok. Berikut penjelasan dari keduanya :
1) Aktivitas belajar sendiri
Aktivitas belajar sendiri misalnya, membaca bahan-bahan pelajaran dari berbagai sumber informasi selain buku-buku pelajaran, membuat ringkasan bahn-bahan pelajaran yang telah dipelajari, menghafalkan bahan-bahan pelajaran, mengerjakan latihan soal dan lain sebagainya.
2) Aktivitas belajar kelompok
Adapun yang dapat dilakukan dalam belajar kelompok antara lain, mendiskusiakn bahan-bahan pelajaran yang belum dimengerti, membahas penyelesaian soal-soal yang sulit dan saling bertanya jawab untuk memperdalam penguasaan bahan-bahan pelajaran.
d. Pola belajar siswa
Pola belajar adalah cara siswa melaksanakan suatu kegiatan belajar yaitu bagaimana siswa mengatur dan melaksanakan kegiatan-kegiatan belajarnya. Pola belajar siswa menunjukkan apakah siswa membuat perencanaan belajar, bagaimana mereka melaksanakan dan menilai kegiatan belajarnya.
e. Cara siswa mengikuti ujian
Agar mendapatkan hasil yang baik dalam ulangan baik ulangan harian maupun ulangan semester sebagai modal utama adalah penguasaan materi-materi pelajaran yang baik. Oleh karena itu sejak awal siswa harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Beberapa hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan hasil baik dalam ulangan adalah sebagai berikut :
1) Persiapan menghadapi ulangan yaitu mempelajari / mengauasai materi ulangan serta mempersiapkan perlengkapan ulangan .
2) Saat ulangan berlangsung harus benar-benar memahami soal, tenang, mengerjakan dari hal yang termudah dan meneliti setelah selesai. 3) Saat ulangan selesai memeriksa kembali jawaban-jawaban yang
dibuat dalam ulangan.
4. Gaya/cara Belajar Efektif
Menurut Uno Hamzah (2008: 195) banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif adalah sebagai berikut :
a. Bermain dengan kata
Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena membantu kita mengingat nama, tempat dan hal lainya dengan cara mendengarkan kemudian menyebutkan.
b. Bermain dengan pertanyaan
Bagi sebagian orang lalu beri pertanyaan. Belajar semakin efektif dan bermanfaat apabila dilakukan dengan cara bermain dengan pertanyaan. c. Bermain dengan gambar
Orang yang memiliki kegemaran ini bisa memiliki kepekaan tertentu dalam menagkap gambar, membuat perubahan, merangkai kartun.
d. Bermain dengan musik
Memainkan instrumen atau selalu mendengarkan musik seseorang mulai belajar mendapatkan informasi terbaru, cara mengingat musik tersebut dan mengembangkannya.
e. Bermain dengan bergerak
Gerak manusia ataupun menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh sambil mengekspresikan gagasan adalah cara belajar yang menyenangkan.
f. Bermain dengan bersosialisasi
Bermain dan bersosialisasi untuk lebih bisa berinteraksi dengan baik. Misalnya bergabung dan membaur dengan orang lain disekitar kita. g. Bermain dengan kesendirian
Seseorang yang menyukai belajar dengan situasi yang sepi maka kamar pribadi agar dapat belajar optimal.
Selain tujuh gaya diatas perlu juga menerapkan tips-tips belajar efektif. Tips-tipa belajar efektif adalah sebagai berikut (http://cara-belajar-efektif.wordpress. com/prilya: 2008/09/19) :
a. Mood (suasana hati) : Ciptakan selalu mood yang positif.
b. Understand (pemahaman) : Tandai pelajaran yang tidak kamu mengerti lalu ulangi sampai mengerti.
c. Recall (ulang) : Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang kamu buat sendiri.
d. Digest (telaah) : Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan pelajari kembali keterangan yang ada lalu diskusikan dengan guru. e. Review (pelajari kembali) : Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu kamu mengerti / mengingat informasi. .
f. Dengan menerapkan gaya belajar efektif dan tips-tips diatas siswa mamapu mengembangkan sistem belajar yang efektif dan efisien sehingga akan mempengaruhi prestasinya.
5. Indikator Cara-cara Belajar
Untuk mendapatkan indikator maka diperlukan wawasan yang luas dan teori-teori yang mendukungnya. Teori untuk menyusun instrumen harus secermat mungkin untuk mendapatkan indikator yang valid. Berdasarkan teori dari Uno Hamzah dan Thabrani diatas maka dapat ditulis indikator sebagai berikut :
a. Mengetahui gaya belajar sendiri
b. Persiapan siswa dalam mengikuti pelajaran c. Cara mengikuti pelajaran
d. Aktivitas belajar mandiri e. Pola belajar siswa
f. Cara siswa mengikuti ujian