• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.2. CT Scan

2.2.1. Cara Kerja CT Scan

Hasil pencitraan CT Scan didapatkan melalui gambar yang diambil secara komputerisasi dengan menggunakan detektor dan sinar-x yang berotasi.

Gambaran CT Scan didapat melalui peredaman sinar-x terhadap struktur yang dikenainya. Semakin keras densitas struktur yang dikenainya maka akan semakin besar nilai redaman yang ditimbulkan. Nilai redaman ini dinyatakan dengan

satuan Hounsfield. Pada otak, nilai Hounsfield pada substansia alba(30-34 HU) lebih rendah daripada substansia grisea(37-41 HU). Akibatnya, pada hasil pencitraan CT Scan, subtansia alba akan tampak lebih gelap dibandingkan substansia grisea.28 Nilai HU beberapa struktur lain adalah sebagai berikut.29

 Tulang : 400 HU Scan adalah gantry, meja pemeriksaan dan komputer untuk mengoperasikan scanner dan melihat hasil gambarnya. Gantry adalah komponen yang bertindak sebagai scanner. Bentuknya seperti donat raksasa dan objek yang hendak difoto akan diposisikan ditengahnya. Gantry terdiri atas generator, tabung sinar-x, collimator dan detektor. Posisi gantry dapat diatur untuk membentuk sudut dalam berbagai derajat untuk menghasilkan foto yang diperlukan. Tabung sinar-x akan berputar menyinari pasien, sehingga sinar akan berbentuk seperti baling-baling.

Panjang gelombang sinar yang ditembakkan pada pasien diatur oleh collimator.

Detektor berfungsi untuk menangkap sinar yang telah melewati pasien. Intensitas sinar yang ditangkap oleh detektor inilah yang akan direkam dan diubah menjadi gelombang listrik yang disalurkan ke komputer sehingga membentuk foto.

Intensitas sinar yang ditangkap oleh detektor bergantung pada densitas struktur yang dilewatinya. Sinar-x yang berputar akan menghasilkan gambaran tiap jaringan dari berbagai arah, sehingga hasil yang ditimbulkan akan lebih jelas.29

Dalam pemeriksaan CT Scan, terdapat 2 metode, yaitu dengan kontras dan tanpa kontras. Untuk mendiagnosa kasus kasus perdarahan, metode yang digunakan adalah metode tanpa kontras. Hal ini dikarenakan pada perdarahan

akan tampak gambaran khas kalsifikasi. Sementara penggunaan kontras akan membiaskan gambaran kalsifikasi tersebut.30

CT Scan memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang baik dalam mendiagnosa perdarahan jika dilakukan segera setelah trauma terjadi. Nilai sensitivitas dan spesifisitas ini akan menurun semakin lama perdarahan menetap pada pasien. Pada 6 jam pertama setelah terjadinya trauma, CT Scan memiliki nilai sensitivitas 92,9 % dan spesifisitas 100 %. Jika dilakukan kurang dari 6 jam setelah onset trauma, nilai sensitivitasnya dapat mencapai 100 %.31

BAB III

KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP PENELITIAN

3.1. Kerangka Teori

Gambar 3.1. Kerangka teori penelitian Trauma Kapitis

3.2. Kerangka Konsep

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan di Bab 1, maka kerangka konsep pada penelitian ini adalah :

Variabel Dependen Variabel Independen

Gambar 3.2. Kerangka konsep penelitian CT Scan Trauma

Kapitis Jenis Lesi Perdarahan

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif observasional dengan desain penelitian retrospective untuk mengetahui gambaran perdarahan pada CT Scan pasien trauma kapitis di RSHAM .

4.2. Waktu dan Tempat Penelitian 4.2.1. Waktu Penelitian

Waktu penelitian dimulai dari September 2016 sampai November 2016.

4.2.2. Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di RSUP Haji Adam Malik Medan.

4.3. Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1. Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan.

4.3.2. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari populasi yang diteliti. Sampel penelitian ini diambil dengan metode consecutive sampling yang berarti setiap subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi akan dijadikan sebagai subjek penelitian.

Sampel atau subjek penelitian dalam penelitian ini memiliki karakteristik dalam populasi target yang dijelaskan dalam kriteria inklusi dan eksklusi.

Besar sampel yang digunakan pada penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus sampel :

n = NZ

21−α /2 PQ N−1 d2+Z21−α /2PQ

Pada penelitian ini, peneliti menginginkan tingkat kepercayaan 95%

sehingga diperoleh nilai Z1−α 1,96. Nilai p yang ditentukan adalah 0,5 karena

peneliti tidak mengetahui proporsi penelitian sebelumnya, selain itu dikarenakan nilai p 0,5 menghasilkan nilai p.(1-p) paling besar sehingga menghasilkan besar sampel yang maksimal. Kesalahan absolut yang diinginkan adalah sebesar 5%.

Hasil survey awal penelitian menunjukkan jumlah populasi adalah sebesar 645.

Dari hasil perhitungan besar sampel dengan rumus tersebut, maka jumlah sampel minimal yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 148 orang, untuk memudahkan proses perhitungan, maka jumlah sampel dibulatkan menjadi 150 orang.

4.4. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 4.4.1. Kriteria Inklusi

1. Semua pasien yang didiagnosa dengan trauma kapitis yang disertai perdarahan berdasarkan hasil temuan CT Scan

4.4.2. Kriteria Eksklusi

1. Pasien dengan kelainan lain di kepala yang disebabkan selain trauma kapitis seperti tumor dan lain lain

4.5. Teknik Pengumpulan Data

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dengan cara mengumpulkan rekam medis pasien.

4.6. Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan data dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu editing,coding,entry,cleaning data, dan saving.

a. Editing

Editing adalah langkah untuk meneliti kelengkapan isi rekam medik sehingga apabila ada kekurangan dapat segera dilengkapi.

b. Coding

Coding adalah suatu langkah memberikan kode/menandai variabel hasil pengukuran yang ditemukan pada rekam medik sehingga nantinya akan memudahkan proses pengolahannya di komputer.

c. Entrying data

Entrying data merupakan langkah memasukkan data melalui pengolahan komputer dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science).

d. Cleaning

Cleaning adalah pembersihan data. Langkah ini dilakukan untuk meneliti kembali data yang sudah ada, dan melihat ada tidaknya kesalahan pada data.

e. Saving

Saving adalah usaha untuk menyimpanan data.

Data yang sudah diolah akan dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan program SPSS (Statistic Package of Social Science) untuk mengetahui gambaran perdarahan pada CT Scan pasien trauma kapitis di RSHAM periode Januari-Desember 2015. Hasil dari analisa data tersebut disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi atau proporsi.

4.7. Definisi Operasional 1. CT Scan

a. CT Scan adalah salah satu metode pemeriksaan yang menjadi modalitas utama dalam mendiagnosa jenis lesi perdarahan pada kasus trauma kapitis.

b. Cara Ukur : Melihat rekam medik c. Alat Ukur : Rekam medik

d. Skala Ukur : Nominal

2. Jenis Lesi Perdarahan

a. Jenis lesi perdarahan adalah suatu lesi yang terjadi pada pasien trauma kapitis. Lesi ini dikelompokkan berdasarkan lokasi dan morfologinya.

b. Cara Ukur : Melihat rekam medik.

c. Alat Ukur : Rekam medik, data didapatkan dari hasil pengukuran menggunakan mesin CT Scan Multi 128 slice dengan merek General Electric.

d. Kategori : Jenis lesi perdarahan dikelompokkan menjadi ; 1.) Perdarahan Epidural

2.) Perdarahan Subdural 3.) Perdarahan Subaraknoid

4.) Perdarahan Intraserebral/Kontusio 5.) Perdarahan Intraventrikel

e. Skala Ukur : Nominal

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5. 1. 1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Instalasi Rekam Medis RSUP Haji Adam Malik Medan. Pada mulanya, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Repubik Indonesia Nomor 335/Menkes/SK/VII/1990 rumah sakit ini merupakan Rumah Sakit Umum Kelas A di Medan. Seiring perkembangan waktu, nama rumah sakit ini mengalami perubahan nama dari Rumah Sakit Umum Kelas A di Medan menjadi Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik. Yang menjadi dasar dari perubahan nama ini adalah Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 775/Menkes/SK/IX/1992. Rumah sakit ini adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) yang artinya rumah sakit ini adalah milik Pemerintah Pusat. Segala urusan rumah sakit ini bergantung pada Departemen Kesehatan Republik Indonesia selaku Pemerintah Pusat. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit pendidikan dan memiliki hubungan khusus dengan Fakultas Kedokteran.

RSUP Haji Adam Malik Medan beralamat di Jalan Bunga Lau no. 17, Medan. Terletak di kelurahan Kemenangan, kecamatan Medan Tuntungan.

Rumah sakit ini berjarak sekitar 1 kilometer dari jalan Jamin Ginting.

5. 1. 2. Gambaran Sampel Penelitian

Sampel dari penelitian ini adalah rekam medis dari pasien trauma kapitis dalam masa 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2015 yang telah memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian dipilih dengan teknik consecutive sampling dimana peneliti mengambil data dari semua sampel yang memenuhi kriteria inklusi hingga mencapai jumlah sampel yang dibutuhkan, yaitu 150 sampel.

5. 1. 2. 1. Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan

Jenis Perdarahan Jumlah Sampel

F %

Perdarahan Epidural (EDH) 67 44,7

Perdarahan Subdural (SDH) 24 16,0

Perdarahan Subarakhnoid (SAH) 24 16,0

Perdarahan Intrakranial (ICH) 18 12,0

Perdarahan Intraventrikel (IVH) 17 11,3

Jumlah 150 100,0

Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan

Gambar 5. 1. Grafik Distribusi Frekuensi Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan

Gambaran perdarahan pada sampel dibagi atas 5 kelompok, yaitu Perdarahan Epidural (EDH), Perdarahan Subdural (SDH), Perdarahan Subarakhnoid (SAH), Perdarahan Intrakranial (ICH) dan Perdarahan Intraventrikel (IVH). Berdasarkan gambaran jenis perdarahan, diperoleh kelompok sampel paling banyak pada kelompok Perdarahan Epidural (EDH), yaitu sebanyak 67 sampel (44,7%). Sedangkan kelompok sampel paling sedikit adalah pada kelompok Perdarahan Intraventrikel yaitu sebanyak 17 sampel (11,3%). Sementara itu pada kelompok lain didapati 24 sampel (16%) pada

kelompok Perdarahan Subdural (SDH), 24 sampel (16%) pada kelompok Perdarahan Subarakhnoid (SAH), dan 18 sampel (12%) pada kelompok Perdarahan Intrakranial (ICH).

5. 1. 2. 2. Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Tabel 5. 2. Distribusi Frekuensi Gambaran Jenis Kelamin Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan

Gambar 5. 2. Grafik Distribusi Frekuensi Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 5.2. dan Gambar 5.2. menunjukkan distribusi frekuensi sampel penelitian berdasarkan jenis kelaminnya. Berdasarkan Gambar 5. 2. jumlah sampel laki-laki lebih besar jika dibandingkan dengan sampel perempuan, dimana jumlah sampel laki-laki adalah 106 sampel (70,7%) dan jumlah sampel perempuan adalah 44 sampel (29,3%).

106 44

Jenis Kelamin

Laki-laki Perempuan

Berdasarkan Tabel 5. 2. Dapat diketahui bahwa baik sampel laki-laki maupun perempuan terbanyak mengalami Perdarahan Epidural (EDH), yaitu laki laki sebanyak 53 sampel (35,3%) dan perempuan sebanyak 14 sampel (9,4%).

Sementara itu pada pada kelompok sampel laki laki paling sedikit mengalami Perdarahan Intraventrikel yaitu sebanyak 6 sampel (4%) dan pada kelompok sampel perempuan paling sedikit mengalami Perdarahan Subdural yaitu sebanyak 3 sampel (2%). Selebihnya pada kelompok laki laki ditemukan Perdarahan Subdural sebanyak 21 sampel (14%), Perdarahan Subarakhnoid sebanyak 16 sampel (10,7%) dan Perdarahan Intrakranial sebanyak 10 sampel (6,7%). Pada kelompok sampel perempuan ditemukan Perdarahan Subarakhnoid sebanyak 8 sampel (5,3%), Perdarahan Intrakranial sebanyak 8 sampel (5,3%) dan Perdarahan Intraventrikel sebanyak 11 sampel (7,3%)

5. 1. 2. 3. Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Usia

Usia Jenis Perdarahan Jumlah

EDH SDH SAH ICH IVH

N % N % N % N % N % N %

<12 10 6,7 1 0,7 2 1,3 1 0,7 0 0 14 9,3 12-25 32 21,3 10 6,7 8 5,3 5 3,3 3 2,0 58 38,7 26-45 19 12,7 8 5,3 9 6,0 4 2,7 5 3,3 45 30,0 46-60 6 4,0 3 2,0 4 2,7 4 2,7 9 6,0 26 17,3

>60 0 0,0 2 1,3 1 0,7 4 2,7 0 0,0 7 4,7 Jumlah 67 44,7 24 16,0 24 16,0 18 12,0 17 11,3 150 100 Tabel 5. 3. Distribusi Frekuensi Gambaran Usia Sampel Penelitian Berdasarkan Jenis Perdarahan

Gambar 5. 3. Grafik Distribusi Frekuensi Gambaran Sampel Penelitian Berdasarkan Usia

Tabel 5.3. dan Gambar 5.3. menunjukkan distribusi frekuensi sampel penelitian berdasarkan usianya. Dalam penelitian ini kategori usia dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok usia <12 tahun, kelompok usia 12-25 tahun, kelompok usia 26-45 tahun, kelompok usia 46-60 tahun dan kelompok usia >60 tahun. Berdasarkan Gambar 5.3. diketahui bahwa jumlah sampel terbanyak berasal dari kelompok usia 12-25 tahun yaitu sebanyak 58 sampel (38,7%), kedua terbanyak dari kelompok usia 26-45 tahun yaitu sebanyak 45 sampel (30%), diikuti oleh kelompok usia 46-60 tahun dalam posisi ketiga terbanyak dengan jumlah 26 sampel (17,3%), kelompok usia <12 tahun dalam posisi keempat sebanyak 14 sampel (9,3%) dan kelompok usia >60 tahun sebagai penyumbang sampel yang paling sedikit dengan jumlah 7 sampel (4,7%).

Berdasarkan Tabel 5. 3. Dapat diketahui bahwa 58 sampel yang berasal dari kelompok berusia 12-25 tahun, sebanyak 32 sampel (21,3%) mengalami Perdarahan Epidural, 10 sampel (6,7%) mengalami Perdarahan Subdural, 8 sampel (5,3%) mengalami Perdarahan Subarachnoid, 5 sampel (3,3%) mengalami Perdarahan Intrakranial dan 3 sampel (2%) mengalami Perdarahan Intraventrikel.

Sementara itu pada kelompok yang berusia 26-45 tahun didapati 19 sampel

(12,7%) mengalami Perdarahan Epidural, 8 sampel (5,3%) mengalami Perdarahan Subdural, 9 sampel (6%) mengalami Perdarahan Subarachnoid, 4 sampel (2,7%) mengalami Perdarahan Intrakranial dan 5 sampel (3,3%) mengalami Perdarahan Intraventrikel. Pada kelompok yang berusia 46-60 tahun didapati 6 sampel (4%) mengalami Perdarahan Epidural, 3 sampel (2%) mengalami Perdarahan Subdural, 4 sampel (2,7%) mengalami Perdarahan Subarachnoid, 4 sampel (2,7%) mengalami Perdarahan Intrakranial dan 9 sampel (6%) mengalami Perdarahan Intraventrikel. Pada kelompok usia <12 tahun didapati 10 sampel (6,7%) mengalami Perdarahan Epidural, 1 sampel dengan Perdarahan Subdural, 2 sampel (1,3%) dengan Perdarahan Subarachnoid dan 1 sampel (0,7%) dengan Perdarahan Intrakranial. Pada kelompok usia ini tidak ditemukan sampel dengan Perdarahan Intraventrikel. Terakhir, pada kelompok usia >60 tahun, ditemukan 2 sampel (1,3%) dengan Perdarahan Subdural, 1 sampel (0,7%) dengan Perdarahan Subarachnoid dan 4 sampel (2,7%) dengan Perdarahan Intrakranial. Pada kelompok usia ini tidak ditemukan sampel dengan Perdarahan Epidural maupun dengan Perdarahan Intraventrikel.

5. 2. Pembahasan

Pada penelitian ini didapatkan jenis perdarahan terbanyak yang terjadi pada pasien trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan adalah Perdarahan Epidural yaitu sebanyak 67 sampel (44,7%). Hal ini sesuai dengan penelitian serupa yang dilakukan di UGD RSUP Haji Adam Malik Medan yang dilakukan pada tahun 2009 dimana jenis perdarahan yang terbanyak adalah Perdarahan Epidural.32

Peneliti juga menemukan penelitian serupa yang dilakukan di Bangsal Neurologi Haji Adam Malik Medan dimana hasil yang didapati berbeda.

Berdasarkan penelitian tersebut jenis perdarahan yang terbanyak adalah Perdarahan Intraserebral.6 Hal ini berbeda kemungkinan dikarenakan penelitian tersebut terbatas hanya dilakukan pada pasien trauma kapitis yang dirawat di bangsal neurologi saja.

Pada penelitian ini didapati bahwa kejadian trauma kapitis lebih banyak terjadi pada laki-laki yaitu sebanyak 106 sampel (70,7%) dibandingkan pada perempuan, yaitu sebanyak 44 sampel (29,3%). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2013 dimana jumlah pasien laki laki adalah 72% dan perempuan 28%.33 Hal ini juga sesuai dengan kepustakaan bahwasannya kecenderungan trauma kapitis terhadap laki-laki 2 kali lebih sering dibandingkan terhadap perempuan.34

Berdasarkan hasil penelitian ini diadapati bahwa kelompok usia sampel yang terbanyak mengalami kejadian trauma kapitis adalah kelompok usia 12-25 tahun. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan di UGD RSUP Haji Adam Malik Medan, bahwasannya kebanyakan penderita trauma kapitis berada pada usia produktif 19-30 tahun.32 Hasil ini juga relatif sama dengan kepustakaan yang menyatakan bahwa kelompok usia yang berisiko tinggi terhadap kejadian trauma kapitis adalah kelompok usia 15-19 tahun.34

Kasus trauma kapitis amat erat kaitannya dengan tingkat mobilitas seseorang. Kecelakaan merupakan penyebab terbanyak kasus trauma kapitis, baik iu yang melibatkan kendaraan bermotor, pesepeda maupun pejalan kaki.

Selanjutnya atlit juga berisiko besar mengalami kejadian trauma kapitis. Selain itu di negara negara yang mengalami peperangan tingkat kejadian trauma kapitis juga meningkat, baik warga sipil maupun tentara berisiko mengalami trauma akibat serangan ataupun ledakan.35

Tingkat mobilitas seseorang tentunya amat dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin seseorang. Seseorang yang masih muda tentu memiliki tingkat mobilitas yang lebih jika dibandingkan dengan seorang lansia. Begitupun seorang laki-laki jika dibandingkan dengan seorang perempuan. Demikianlah mengapa kasus trauma kapitis lebih banyak dialami oleh kelompok usia muda dan kelompok jenis kelamin laki-laki.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6. 1. Kesimpulan

Dari analisa data hasil dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Jenis perdarahan akibat kejadian trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan yang paling banyak adalah Perdarahan Epidural, yaitu sebanyak 67 dari 150 sampel (44,7%).

2. Jenis perdarahan akibat kejadian trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan yang paling sedikit adalah Perdarahan Intraventrikel, yaitu sebanyak 17 dari 150 sampel (11,3%).

3. Pasien trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan lebih banyak dijumpai dari jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 106 dari 150 sampel ( 70,7%) dibandingkan dari jenis kelamin perempuan yang berjumlah 44 dari 150 sampel (29,3%).

4. Pasien trauma kapitis di RSUP Haji Adam Malik Medan paling banyak dijumpai pada kelompok usia 12-25 tahun yaitu sebanyak 58 dari 150 sampel (38,7%)

6. 2. Saran

Berdasarkan hasil pada penelitian yang telah dilakukan, dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut :

1. Mengingat kejadian terbanyak trauma kapitis terjadi pada kelompok usia produktif, maka perlu diadakan edukasi tentang faktor-faktor resiko kejadian trauma kapitis oleh pihak-pihak terkait.

2. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu penelitian selanjutnya dengan memperluas variabel-variabel penelitian lainnya.

3. Diharapkan adanya peningkatan terhadap pengelolaan dan penyimpanan data rekam medik di RSUP Haji Adam Malik Medan agar lebih baik lagi, sehingga akan mempermudah penelitian-penelitian selanjutnya dan menghasilkan data yang lebih akurat.

Daftar Pustaka

1. American College of Surgeon Committee on Trauma. 2008. Advance Trauma Life Support for Doctors. Edisi Kedelapan. Diterjemahkan oleh:

Ikatan Ahli Bedah Indonesia. Jakarta: Ikatan Ahli Bedah Indonesia.

2. Dito A. Cedera Kepala Traumatik. Neurologi Update. 2008 3. Nasution SH. Mild Head Injury. 2014 Juni

4. Lonto AKU, Loho E, Mamesah YPM, Timban JFJ. Gambaran CT Scan pada Penderita Perdarahan Subdural di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2011-Oktober 2014. 2015 April. 3(1)

5. Manarisip MEI, Oley MC, Limpeleh H. Gambaran CT Scan Kepala pada Penderita Cedera Kepala Ringan di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 2012-2013. 2014 Juli. 2(2)

6. Rambe AS, Zuraini. Profil Penderita Trauma Kapitis pada Bangsal Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan. Majalah Kedokteran Nusantara.

2008 Desember. 41(4)

7. Ginsberg L. Neurologi : Lecture Notes. Edisi kedelapan. Jakarta : Penerbit Erlangga. 2007

8. Korlantas Polri. Accident Count.[Internet]2015[cited 2016 May 23]

Available from :

http://www.korlantas-irsms.info/graph/accidentTypeTable

9. Samir HH, Yaseen MA. Critical Care Management of Severe Traumatic Brain Injury in Adults. Scandinavian Journal of Trauma Rescucitation and Emergency Medicine. 2012. 14

10. Kartoleksono S. Tomografi Komputer. dalam : Ekayuda I, editor.

Radiologi Diagnostik. edisi kedua, Jakarta : BP FKUI. 2011

11. Zimmerman RA, Bilaniuk LT, Genarelli T, Bruce D, Dolinskas C, Uzell B. Cranial Computed Tomography in Diagnosis and Management of Acute Head Trauma. American Journal of Roentgenology. 1978. 131(27-34)

12. PERDOSSI. Konsensus Nasional Penanganan Trauma Kapitis dan Trauma Spinal. Jakarta : CV Prikarsa Utama. 2006

13. Lombardo MC. Cedera Sistem Saraf Pusat. dalam : Price SA, Wilson LM, Patofisiologi :Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta : EGC. 2006 14. Dawodu ST. Traumatic Brain Injury (TBI) : Definition,

Epidemiology,Pathophysiology.[Internet]2015 [cited 2016 May 25].

available from : http://emedicine.medscape.com/article/326510-overview3showall

15. Whitfield P. Head Injury : A Multidisciplinary Approach. New York : Cambridge University Press. 2009

16. Mardjono M, Siddharta P. Neurologi Klinis Dasar. Jakarta : Dian Rakyat.

2008

17. Japardi I. Cedera Kepala. Jakarta : Bhuana Ilmu Populer. 2004

18. Wahjoepramono EJ. Cedera Kepala. Jakarta : PT Delcitra Grafindo. 2005 19. Allapat JP, Baiju, Praveen, et al. Delayed Extradural Hematoma : A Case

Report. 2002. (3) 50:313

20. Kaye AH. Essentials Neurosurgery. Massachusetts, USA : Blackwell Publishing Ltd. 2005

21. Fitriani NA. Karakteristik Kasus Perdarahan Intrakranial Pasien Trauma Kepala pada IRD Bedah RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Tahun 2005. Makassar. 2006

22. Edlow J, Magdy S. Neurology Emergencies. New York : Oxford University Press Inc. 2011

23. Knipe H, Jones J. Intraventricular Haemorrhage.[Internet]2014[cited 2016 Jun 10]. Available from : radiopaedia.org/articles/intraventricular-haemorrhage

24. Sastrodiningrat AG. Pemahaman Indikator-indikator Dini Dalam Menentukan Prognosis Cedera Kepala Berat. [Internet]2008 Aug[cited

2016 May 25] available from :

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/753

25. Division of Workers Compensation. Traumatic Brain Injury Medical Treatment Guidelines State of Colorado Department of Labor and Employment. 2006

26. Lindsay KW, Bone I, Callander R. Neurology And Neurosurgery Illustrated. Edinburgh : Churcill Livingstone. 1997

27. Ropper AH. Concussion And Other Head Injuries. dalam : Hauser SL, editor. Harrison’s Neurology in Clinical Medicine. San Francisco, California : McGraw-Hill. 2006

28. Chen MYM, Pope TL, Ott DJ. Basic Radiology. Second Edition. San Francisco : McGraw Hill. 2011

29. Hopkins R, Peden C, Gandhi S. Radiology for Anesthesia and Intensive Care. San Francisco : Greenwich Medical Media. 2003

30. Mettler FA Jr, Thomadsen BR, Bhargavan M, et al. Medical Radiation Exposure In The U.S. In 2006 : Preliminary Result. 2008;95(5)

31. Perry JJ, Stiell IG, Sivilotti MLA, et al. Sensitivity of Computed Tomography Performed Within Six Hours of Onset of Headache for Diagnosis of Subarachnoid Hemorrhage : Prospective Cohort Study. BMJ 2011;343:d4277 Kepala Di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2013-Desember 2013. 2015. April. (3)1

34. Brain and Spinal Cord. Brain Injury Statistic. 28 Juli 2009 [15 November 2016]. Available from : http://www.brainandspinalcord.org/brain-injury/statistics.html.

35. Olson DA. Head Injury Clinical Presentation.[Internet] 2016 [cited 2017 Jan 2]. Available from : http://emedicine.medscape.com/article/1163653-clinical#b5

LAMPIRAN 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Aditya Rachmansyah Pinem

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat, tanggal lahir : Lhokseumawe, 03 Desember 1995 Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Islam

Alamat : Jl. Jamin Ginting No. 147, P. Bulan, Medan Nomor Handphone : 081263490434

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan : 1. TK III Taman Siswa PT. Arun Lhokseumawe, NAD

1999-2000

2. TK Pembangunan Didikan Islam Medan, Sumut 2000-2001

3. SD Shafiyyatul Amaliyyah Medan, Sumut 2001-2007

4. SMP Shafiyyatul Amaliyyah Medan, Sumut 2007-2010

5. SMAN 4 Medan, Sumut 2010-2013

Riwayat pelatihan : 1. Basic Training (Latihan Kader 1) HMI Cabang Medan 2013

2. Intermediate Training (Latihan Kader 2) HMI Cabang Medan 2016

Riwayat Organisasi : 1. Pengurus SCORA PEMA FK USU Periode 2013-2014

2. Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Kedokteran USU Periode

2014-2015

3. Wakil Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Kedokteran USU Periode 2014-2015

4. Ketua Divisi Hubungan Masyarakat SCORA PEMA FK USU Periode

Latihan USU 2015-2016

5. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Kedokteran USU Periode 2015-2016

LAMPIRAN 2

ETHICAL CLEARANCE

LAMPIRAN 3

Izin Penelitian Kepada RSUP Haji Adam Malik Medan

LAMPIRAN 4

Izin Penelitian Kepada Instalasi Rekam Medik RSUP HAM

LAMPIRAN 5

37 640817 RAS Laki-laki EDH 12-25

79 632835 EA Perempuan EDH 26-45

121 663353 RBT Perempuan IVH 46-60

LAMPIRAN 6

Output SPSS Hasil Analisis Data Penelitian

Jenis Perdarahan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Laki-laki 106 70.7 70.7 70.7

Perempuan 44 29.3 29.3 100.0

Total 150 100.0 100.0

Jenis Kelamin * Jenis Perdarahan Crosstabulation

Jenis Perdarahan Total

Usia

Frequency Percent Valid Percent

Usia * Jenis Perdarahan Crosstabulation

Jenis Perdarahan Total

% within Usia 0.0% 28.6% 14.3% 57.1% 0.0% 100.0%

% within Jenis

Perdarahan 0.0% 8.3% 4.2% 22.2% 0.0% 4.7%

% of Total 0.0% 1.3% 0.7% 2.7% 0.0% 4.7%

Total

Count 67 24 24 18 17 150

% within Usia 44.7% 16.0% 16.0% 12.0% 11.3% 100.0%

% within Jenis

Perdarahan 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 44.7% 16.0% 16.0% 12.0% 11.3% 100.0%

Dokumen terkait