BAB 2 LANDASAN TEORI
2.6 Cara Kerja Intranet
2.6.3 Protokol TCP/IP
2.6.3.5 Cara kerja TCP/IP
Langkah-langkah cara kerja dari protokol TCP/IP ini adalah:
1. Pertama-tama, datagram dibagi-bagi ke dalam bagian-bagian kecil sesuai dengan ukuran bandwidth di mana data tersebut akan dikirimkan.
2. Pada lapisan TCP, data tersebut lalu “dibungkus” dengan informasi header yang dibutuhkan. Misalnya seperti cara mengarahkan data tersebut ke tujuannya, cara merangkai kembali bagian-bagian data tersebut jika sudah sampai pada tujuannya, dan sebagainya.
3. Setelah diagram dibungkus dengan header TCP, datagram tersebut lalu dikirimkan kepada lapisan IP.
4. IP menerima datagram dari TCP dan menambahkan header-nya sendiri pada datagram tersebut.
5. IP lalu mengarahkan datagram tersebut ke tujuannya.
6. Komputer penerima melakukan proses-proses perhitungan, ia memeriksa perhitungan checksum yang sama untuk memastikan apakah data yang dikirim sama dengan data yang diterima.
7. Jika kedua perhitungan tersebut tidak cocok berarti ada error sewaktu pengiriman, dan datagram akan dikirimkan kembali.
TCPI/IP menggunakan beberapa pendekatan untuk menjamin data tiba dengan sukses. Diantanya adalah:
a. Flow control
Untuk mengizinkan dua sistem saling bekerja sama di dalam pengiriman datagram untuk mencegah paket-paket yang hilang.
b. Acknowledgment
Untuk memberi tahu kepada pengirim bahwa penerima telah menerima data dengan sukses.
c. Sequencing
Untuk menjamin bahwa bagian-bagian paket yang terpecah-pecah tiba dalam urut-urutan yang benar.
d. Cechksum
Untuk mendeteksi paket yang hilang atau rusak, dengan cara menghitung apakah data yang dikirim sama dengan data yang diterima.
e. Transmisi ulang
Mengirimkan kembali paket-paket data yang hilang atau rusak dalam periode yang ditentukan.
2.6.4 Alamat IP
Pada kehidupan sehari-hari, jika ingin mengirimkan suatu surat atau paket ke seseorang, tentunya diperlukan alamat tujuan si penerima. Jika alamat tersebut tidak ada, maka surat atau paket yang dikirim pastilah tidak akan sampai ke tujuannya. Hal yang sama berlaku pula pada network, terutama network yang menggunakan protocol TCP/IP. Untuk dapat mengirim paket-paket data ke tujuan, protocol TCP/IP harus mengetahui alamat dari lokasi tujuan tempat data tersebut akan dikirimkan. Pada network TCP/IP, semua komputer yang terdapat pada network tersebut masing-masing harus memiliki alamat sendiri yang berbeda dengan komputer yang lain. Untuk mengakomodasi hal ini, seorang administrator network atau administrator intranet harus menentukan dan mengkonfigurasikan alamat-alamat IP untuk setiap node yang terhubung ke networknya.
2.6.4.1 Menentukan Alamat IP
Alamat IP berupa angka 32-bit yang biasanya dibagi kedalam empat bagian, yang masing-masing bagian dipisahkan dengan tanda titik. Sebagai contoh:
128.120.070.002. pada alamat IP, setiap bagian (disebut juga dengan byte atau oktet, karena terdiri dari 8 bit) bisa memiliki nilai mulai dari 1 sampai 254.
Menentukan alamat IP pada sebuah network yang merapkan TCP/IP adalah hal yang harus dilakukan dengan baik. Jika misalnya administrator ingin menomori host
pada networknya secara berurutan, maka host-host yang lain tidak boleh memakai skema penomoran yang sama. Dapat dilakuakn dengan cara menset alamat IP ini secara otomatis atau dengan cara manual dengan skema penomoran anda sendiri [7].
2.6.4.2 Penggolongan Alamat IP
Jika berniat untuk menghubungkan intranet ke internet, maka penentuan alamat IP network user akan didasarkan kepada “kelas” dari network tersebut. Suatu network dibagi-bagi berdasarkan ukurannya dan diberikan peringkat kelasnya masing-masing. Network ditentukan pada bit-bit tertinggi pada alamat IP, sedangkan alamat host pada setiap network ditentukan pada bit-bit terendah dari alamat IP.
2.6.5 Aturan Penamaan
Jika menggunakan angka-angka untuk menentukan komputer host yang dituju tentunya akan mengalami banyak kesulitan. Bayangkan jika ada sepuluh buah host
saja dengan alamat IP yang berbeda-beda, tentu akan sulit menghafalkan angka-angka alamat IP tersebut. Oleh sebab itu alamat IP harus dilengkapi pula dengan nama host.
Nama host adalah nama peralatan komputer pada network yang telah memiliki alamat IP tertentu. Pada internet nama host dikenal sebagai fully qualified domain name yang terdiri dari nama host dan nama domain. Sebagai contoh, pada
microsoft.com. nama ini jauh lebih mudah diingat jika ingin menghubungi host
microsoft, daripada harus mengetikkan dan menghafalkan alamat IP microsoft yaitu 198.105.232.6. Untuk itulah diperlukan suatu aturan penamaan untuk mengubah alamat IP menjadi nama host dan mengenali nama host dari alamat IP-nya. Aturan penamaan tersebut ada banyak, tetapi disini akan ditampilkan beberapa yang palingg populer saja.
2.6.5.1 HOSTS
Hosts adalah aturan penamaan yang paling sederhana untuk membantu mengenali
alamat-alamat IP secara otomatis. Cara pembuatan hosts ini adalah sebagai berikut:
1. Membuat sebuah file ASCII bernama Hosts.
2. Di dalam file tersebut ketikkan alamat IP setiap komputer dan nama host yang ditetapkan untuk alamat IP tersebut. Misalnya:
111.121.23.23 adiserver.com 111.121.24.43 keuangan.com
3. Berikutnya file hosts ini harus disimpan pada semua workstation yang terdapat pada network.
Cara ini sangat mudah tetapi memiliki banyak kekurangan. Selain harus menyimpan semua salinan file Hosts ini pada setiap workstation, jika ada perubahan user juga harus mengubah semua file tersebut. Pada network yang sangat kecil, cara ini mungkin bisa digunakan dengan efektif. Tetapi untuk network besar, pertimbangkanlah untuk menggunakan aturan penamaan yang lain.
2.6.5.2 DNS
DNS (Domain Name Service) adalah tabel yang digunakan untuk menerjemahkan
menunjuk ke host-host yang ada di seluruh dunia hanya dengan mengetikkan nama host-nya saja. Cara ini sangat mudah dan efektif, dan merupakan bagian penting dari network TCP/IP.
Cara kerja dari DNS ini adalah sebagai berikut:
1. Misalnya user ingin menuju ke homepage Microsoft dengan mengetikkan
2. Browser user lalu akan mencari alamat IP dari
tabel DNS server.
3. Apabila alamat IP tersebut sudah didapat, browser user akan menghubungkan user
ke server microsoft dan mendownload homepage tersebut.
Yang perlu dilakukan hanyalah membuat sebuah tabel yang mirip dengan database. Tabel ini terdiri dari record-record yang masing-masing record terdiri dari bagian-bagian seperti berikut:
1. Nama host: nama host yang diberikan kepada alamat IP.
2. Jenis record: menentukan jenis setiap record pada tabel.
3. Alamat IP: alamat IP setiap komputer pada network.
Format penulisan record pada tabel DNS adalah sebagai berikut:
namahost jenisrecord alamat IP
Khusus untuk jenis record pada tabel DNS, user memiliki beberapa pilihan yang harus digunakan sesuai dengan kebutuhan anda:
a. Record address:
Disebut dengan record A, dan berfungsi memetakan nama host ke alamat IP. Contoh:
host.perusahaan.com. IN A 18.3.70.1
b. Record mail exchange:
Disebut dengan record MX, dan berfungsi menunjuk ke pengelola e-mail untuk sebuah host. Disini user bisa menentukan banyak pengelola mail untuk sebuah
host sehingga e-mail memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk tiba di tujuanya. Contoh:
host.perusahaan.com. IN MX 10 mail1.perusahaan.com host.perusahaan.com. IN MX 10 mail2.perusahaan.com host.perusahaan.com. IN MX 10 mail3.perusahaan.com
c. Record CNAME:
CNAME adalah singkatan dari canonical name atau record alias yang berfungsi mengizinkan host memiliki lebih dari satu nama. Misalnya Web server anda sudah memiliki nama host www tetapi user juga memiliki nama host ftp agar bisa diakses oleh pemakai intranet untuk mentransfer file. Contoh :
A 18.3.70.1
Jika ketiga jenis rocord tersebut disatukan ke dalam sebuah file yang bernama tabel DNS, tampilannya kira-kira akan seperti berikut ini:
Mail1.perusahaan.com IN A 18.3.70.11 Mail2.perusahaan.com IN A 18.3.70.12 Mail3.perusahaan.com IN A 18.3.70.13 host.perusahaan.com. IN MX 10 mail1.perusahaan.com host.perusahaan.com. IN MX 20 mail2.perusahaan.com host.perusahaan.com. IN MX 30 mail3.perusahaan.com A 18.3.70.1 CNAME www.perusahan.com
2.6.6 Interaksi Pada Intranet
Pada dasarnya yang terjadi pada intranet adalah interaksi antara client (komputer pusat yang mengendalikan intranet). Komputer client digunakan oleh para pegawai perusahaan untuk mencari informasi, masukkan data, atau berkomunikasi antarkaryawan. Sedangkan server adalah komputer yang melayani segala aktivitas yang dilakukan oleh client tersebut, mencarikan informasi/file yang diminta, mengolah data-data yang dikirimkan, serta mengatur hubungan komunikasi yang ada.
Interaksi yang terjadi antara pemakai dan pusat adalah sebagai berikut:
1. Pemakai yang terhubung pada intranet melakukan permintaan (misalnya ingin menuju ke halaman intranet tertentu).
2. Permintaan tersebut dikirimkan melalui network kepada server intranet.
3. Dokumen tersebut dikirimkan ke komputer pemakai yang meminta.
BAB 3
STUDI
3.1 Gambaran Umum Perusahaan
Sekilas gambaran umum tentang profil PT.indosat sebagai salah satu perusahaan yang menggunakan jaringan intranet.
3.1.1. Sekilas tentang indosat
PT. indosat Satellite Corporation (PT. indosat, tbk) adalah sebuah perusahaan
penyelenggara jasa telekomunikasi internasional terkemuka di Indonesia. Kegiatan utama perusahaan ini adalah menyediakan jasa telekomunikasi internasional melalui
switching, termasuk telepon, teleks, telegram, komunikasi data paket, faksimili dengan
fasilitas store and forward. Perusahaan ini juga menyediakan jasa telekomunikasi internasional non switching seperti sirkuit sewa berkecepatan rendah maupun tinggi, konferensi video, jasa transmisi siaran televisi, serta jasa-jasa lainnya yang pada umumnya tidak berupa transmisi suara. Untuk jasa-jasa switching memerlukan penyaluran melalui jaringan telepon domestik, sedangkan untuk jasa non switching
terhubung langsung ke fasilitas yang Indosat miliki.
PT. indosat Satellite Corporation (PT. indosat, Tbk) didirikan pada tanggal 20
November 1967 yang merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Republik Indonesia dengan ITT (International Telephone and Telegraph) untuk membangun stasiun bumi yang dioperasikan pada tahun 1969. Dalam perkembangannya melihat posisi telekomunikasi internasional yang strategis dalam menerima dan menyalurkan informasi dari dan keluar negeri, maka pada tahun 1980 pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengambil alih seluruh saham PT. indosat melalui pelaksanaan akuisi berdasarkan peraturan pemerintah nomor 52, 53, dan 54 pada tahun 1980.
Mulai tahun 1980 PT. indosat berubah menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga dapat menangkis keraguan kalangan internasional akan kemampuan mengoperasikan jasa telekomunikasi internasional tanpa ITT, pada tahun 1992 Indosat kembali menjawab keraguan kemampuan indosat dalam bersaing dengan pihak swasta yang satelindo, dimana indosat mempertahankan pangsa pasar sekitar 90%. Pada 18 Oktober 1994 Indosat menjadi perusahaan Indonesia pertama yang mencatat sahamnya di New York Exchangedengan “The best IPO deal of the year”.
Sedangkan didalam negeri saham indosat tercatat di BEJ dan BES, atau dengan kata lain indosat telah menjadi perusahaan terbuka yang menuntut indosat untuk selalu menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham secara berkesinambungan. Komposisi saham indosat saat itu, 57% dimiliki oleh pemerintah republik Indonesia (diwakili menteri negara BUMN) dan 47% diperdagangkan di pasar modal BEJ, BES, dan NYSE. Kantor pusat indosat berada di jalan Medan Merdeka Barat nomor 21 Jakarta ini mempunyai pusat pendidikan dan latihan yaitu indosat Trambing and
Conference Centre (ITCC) di Jatiluhur, Jakarta Barat, sebagai pusat pembentukan
insan-insan pekerja indosat yang profesional. Untuk pengoperasian layanan, PT. indosat menggunakan perangkat telekomunikasi internasional antara lain sentral gerbang internasional (SGI) 1 sampai dengan 4, transmisi stasiun yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia (Jakarta, Jatiluhur, Medan, Pantai Cermin, Batam, Surabaya dan Urip). Perangkat jaringan telekomunikasi internasional tersebut memungkinkan pelanggan PT. indosat untuk menghubungi relasinya di 240 negara tujuan. Sampai saat ini PT. indosat menawarkan produk-produk yang meliputi 24 jenis jasa telekomunikasi internasional dan domestik. SGI Indonesia saat ini juga berfungsi sebagai sentral lokal, dimana indosat telah menyelenggarakan layanan telekomunikasi lokal dan sedang mempersiapkan jasa internasional.
PT. indosat telah memperoleh sertifikat ISO 9002 : 1994 sejak tanggal 17 Januari 1997, dan pada tanggal 21 September 2001 berhasil mengkonvensikan seluruh sistem manajemen mutunya sesuai standar ISO yang baru yaitu versi ISO 9001 : 2000. Mulai dari tahun 2001, kepemilikan silang antara indosat dan Telkom dihapuskan. Secara bertahap hak eksklusifitas kedua penyelenggaraan telekomunikasi tersebut dihilangkan. indosat menindaklanjutkan upaya untuk memasuki bisnis seluler melalui
pendirian PT. indosat Multi Media Mobile (IM3) pada tahun 2001 dan akuisisi penuh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) pada tahun 2001/2002.
Pada akhir tahun 2002, pemerintah Indonesia melakukan divestasi saham indosat yang dimilikinya sebesar 41,49% kepada Singapore Technologis Telemedia
Pte. Ltd. melalui Indonesia Communications Limited (ICL). Dengan demikian status
indosat kembali menjadi perusahaan penanaman modal asing (PMA) sebagai penyelenggara jaringan dan jasa terpadu, penyedia solusi informasi dan telekomunikasi. Pada tanggal 20 November 2003 melalui penandatangan penggabungan usaha antara Satelindo, IM3 dan Bimagraha ke dalam indosat menjadikan PT. indosat sebagai full network service provide (FNSP) yang fokus pada seluler terbesar kedua di Indonesia. Melalui layanan jasa seluler, telekomunikasi tetap dan MIDI yang menyatu di dalam organisasi, indosat menyatakan diri sebagai penyelenggara terlengkap di Indonesia. PT. indosat mempunyai dua anak perusahaan (indosat Mega Indah dan Lintasarta) konsolidasi yang beroperasi bersama indosat membentuk inti kelompok usaha indosat sebagai implementasi strategi bisnis indosat.
3.1.2 Struktur Organisasi PT. indosat, Tbk
Untuk menjalankan kegiatan perusahaan serta memperlancar aktifitas-aktifitas kerjanya, suatu perusahaan memerlukan struktur organisasi secara jelas. Struktur organisasi yang tersusun secara jelas akan menggambarkan unsur-unsur yang membantu pimpinan dalam membantu usaha pencapaian tujuan perusahaan serta memberikan gambaran yang jelas pula tentang posisi wewenang dan tanggung jawab setiap departemen dan bagaimana hubungan antara satu departemen dengan departemen lainnya. Tujuan adanya struktur organisasi adalah untuk pencapaian kerja dalam organisasi yang berdasarkan pada pola hubungan kerja serta lalu lintas wewenang dan tanggung jawab.
3.1.3 Lingkup Tugas Division Information Technology
Division Information Technology
a. Mengkoordinasikan pengelolaan sistem informasi regional Sumatera mencakup kebutuhan pelanggan, personalia, keuangan, dan pengadaan.
b. Mengkoordinasikan dan mengendalikan jaringan sistem informasi regional Sumatera.
c. Pengembangan pengoperasian dan pemeliharaan software, hardware, serta infrastruktur sistem informasi di regional Sumatera.
Division information technology selanjutnya dibagi atas beberapa departemen yang
bertugas sebagai berikut :
1. Department Front End Application Support
a. Mendukung penyiapan data customer, trafik dan produksi untuk kebutuhan perencanaan pemasaran.
b. Mendukung pengoperasian aplikasi-aplikasi customer service dan product
support.
c. Mendukung pengoperasian perangkat dan knowledge base call center.
d. Kegiatan dukungan pelayanan data informasi.
2. Department Office Automation
a. Pengelolaan sistem informasi otomatis kegiatan regional Sumatera seperti
desktop management, customer counter system, absensi dan access card
karyawan.
b. Mendukung pengoperasian aplikasi-aplikasi keuangan, pengadaan dan personalia.
c. Memberikan konsultasi teknis tentang implementasi sistem informasi mencakup e-mail, intranet, dan internet.
d. Kegiatan dukungan pelayanan data informasi.
e. Pengembangan pengoperasian dan pemeliharaan software, hardware serta infrastruktur sistem informasi.
f. Koordinasi integrasi dan operasional dengan kantor pusat.
3. Department IT Network Operation
a. Pengelolaan jaringan sistem informasi regional Sumatera.
b. Memastikan kehandalan jaringan sistem informasi beserta IT security
system.
c. Melakukan IT backup system dan restoration plan.
d. Koordinasi integrasi dengan kantor pusat.
3.2 Topologi Jaringan
Gambaran bagaimana menghubungkan komputer satu dengan yang lain ini lah yang disebut topologi jaringan. PT. indosat menggunakan dua jenis topologi, yaitu topologi star dan topologi bus.
3.2.1 Topologi Star
Topologi ini mempunyai bentuk fisik seperti bintang, dimana setiap node dihubungkan ke pusat. Setiap transfer data selalu melalui pusat. Media transmisinya bersifat tertutup dan setiap client mempunyai kabel tersendiri untuk langsung
berhubungan dengan file server sehingga apabila salah satu client mengalami kegagalan, maka client yang lain tetap bisa berkomunikasi dengan server [12]
Gambar 3.2 Topologi Star
Topologi star menggunakan hub/switch. Semua komputer dihubungkan ke hub/switch tersebut. Hub/Switch berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dari komputer dan meneruskannya ke semua komputer yang berhubungan dengan hub/switch tersebut.
3.2.2 Topologi Bus
Dengan topologi ini komputer di hubungkan secara berantai ( daisy -chain ) dengan perantaraan suatu kabel yang umumnya berupa kabel tunggal jenis koaksial. Ujung-ujung dari kabel koaksial harus di tutup dengan tahanan (termination resistor) untuk menghindari pantulan yang dapat menimbulkan ganguan yang menyebabkab kemacetan jaringan. Ujung kabel yang ke komputer menggunakan konektor BNC. Pada setiap network adapter (Lan Card) di pasang konektor BNC tipe T , yang bercabang. Kable koaksial tersebut dihubungkan dengan satu dengan yang lainnya dengan konektor ini.
Gambar 3.3 Topologi Bus
Topologi ini mudah di pasang dan murah namun bila terjadi sesuatu terhadap salah satu komputer, komputer lainnya kemungkinan akan terganggu. Kecepatan yang bisa di capai 10 Mbps.
3.2.3 Topologi Star - Bus
Topologi Star-Bus adalah topologi gabungan star dan bus. Topologi ini yang paling banyak di pakai pada jaringan kantor yang besar begitu juga dengan PT.indosat menggunakan jenis topologi star-bus ini. Dimana komputer-komputer di hubungkan ke hub (switch) dan hub (switch) yang satu di hubungkan dengan hub /switch yang lainnya agar komputer-komputer yang terhubung lebih banyak. Dengan jenis topologi ini akan lebih gampang bila ada penambahan workstation karena pada perusahaan besar tentu tidak sedikit workstation yang dibutuhkan.
Gambar 3.4 Topologi Star-Bus pada PT.indosat
SERVERS Switch 3300 SX Switch 4900 SX 1000 Base SERVER FARM FO cable Connection / Back Bone 1 Gbps 100 MB Switch 3300 + SX Module Users Lt-6 LANTAI-6 LANTAI-5 100 MB Switch 3300 + SX Module Users Lt-5 100 MB Switch 3300 + SX Module Users Lt-4 LANTAI-4 100 MB Switch 3300 + SX Module Users Lt-3 LANTAI-3 100 MB Switch 3300 + SX Module Users Lt-2 LANTAI-2 100 MB Switch 3300 + SX Module Users Lt-1 LANTAI-1 CALL CENTER Catalysts & SERVERS CC
Dari gambar di atas dapat terlihat bahwa hub (switch) pada setiap lantai saling berhubung dan kemudian setiap hub (switch) terhubung dengan komputer yang ada pada setiap lantainya. Dengan begitu jaringan intranet pada PT.indosat begitu besar dan mencakup pada setiap bagian dari perusahaan tersebut.
3.3 Sistem Operasi Jaringan
Sistem operasi yang ada pada setiap komputer berbeda-beda, tergantung dari setiap kebutuhan dari karyawan tersebut. Sistem operasi yang digunakan pada komputer karyawan di sesuaikan dengan bagian dan tugas karyawan.
3.3.1 Sistem Operasi Server
1. Linux
Linux adalah sistem operasi yang bersifat multiuser, multitasking yang berbasis Unix, namun bersifat freeware, yaitu software yang bebas didistribusikan dan dikembangkan oleh semua orang. Untuk dapat memahami Linux sebagai sistem operasi harus melihat linux sebagai satu paket sistem operasi.
A. KernelLinux
Linux adalah sistem operasi lengkap yang mempunyai kemiripan dengan Unix yang dikenal handal sebagai sistem operasi jaringan. Sistem operasi Linux bergantung pada apa yang disebut dengan kernel yang berisi seluruh informasi hardware dan interface yang ada pada PC.
B. GNU Software
GNU dikembangkan oleh software foundation untuk menyediakan software yang benar-benar bebas untuk dipakai dan dikembangkan oleh programmer dan developer. Sejak dikenalkan pertama kali, banyak programmer mengembangkan paket distribusi dikirimkan ke FSF untuk didistribusikan.
2. Microsoft Windows NT/2000 Server
Keunggulan utama seluruh produk Microsoft adalah kampanye pemasaran besar-besaran sehingga produk ini sangat dikenal. Microsoft Windows NT merupakan produk terobosan dari Microsoft untuk menciptakan satu sistem operasi berbasis jaringan yang handal, user friendly dan bisa melakukan symmetric multiprocessing
(SMP). Sedangkan pada Windows 2000 Server, peningkatan fasilitas yang paling esensial adalah adanya Aactive Directory Service dan Internet Print Server yang memungkinkan pengguna untuk melakukan proses cetak melalui protokol TCP/IP.
3.3.2. Sistem Operasi Client
1. Microsoft Windows 9x/ME
Sistem operasi ini menggunakan basis teknologi 32 bit sehingga setting jaringan pada windows 9x/ME jauh lebih sederhana dibandingkan dengan sistem operasi yang memang dirancang untuk fungsi jaringan. Untuk itu dengan segala keterbatasannya, windows 9x/mE masih menyediakan sistem koneksi jaringan peer to peer, bahkan mulia Microsoft Windows 98 second edition menyediakan
Internet Conecction Sharing (ICS).
2. Microsoft Windows NT Workstation/2000 Profesional/ XP Profesional
Microsoft Windows NT Workstation/2000 Profesional/ XP Profesional memiliki seluruh kemampuan Windows NT/2000 Server, kecuali pada kemampuan untuk menjadi domain controller dan DNS server pada NT 4 dan kemampuan untuk menangani Active Directory Service. DNS Server, serta kemampuan untuk mengelola beberapa Web Server dan FTP server sekaligus. Windows NT Workstation, Windows 2000 Profesional dan Windows XP Profesional, juga mempunyai kemampuan untuk mengelola foldernya secara mandiri, tanpa harus bergantung pada server sehingga untuk sistem pengamanan client sebenarnya bisa dilakukan secara terpisah tanpa harus menggantungkan diri pada server. Salah satu perbedaan mendasar antara sistem operasi jaringan dengan sistem operasi single user adalah file sistem yang lebih mengutamakan pengamanan data dan komputer.
3.4DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server
Pada suatu gedung perkantoran besar seperti PT.indosat yang memiliki bayak komputer, sistem DHCP server banyak digunakan. Dengan DHCP server, seorang administrator tidak perlu mendatangi komputer-komputer client untuk memberi alamat IP. DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua client