• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Mempertinggi Produktivitas Kerja Pegawa

BAB II KAJIAN TEOR

B. Produktivitas Kerja

4. Cara Mempertinggi Produktivitas Kerja Pegawa

Pentingnya arti produktivitas dalam meningkatkan kesejahteraan nasional telah disadari secara menyeluruh. Tidak ada jenis kegiatan manusia yang tidak mendapat keuntungan dari produktivitas kerja yang ditingkatkan sebagai kekuatan untuk menghasilkan lebih banyak barang maupun jasa. Peningkatan produktivitas kerja pegawai harus memperhatikan perbandingan antara pengorbanan dengan penghasilan. Semakin kecil pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai suatu target penghasilan akan dikatakan semakin produktif, sebaliknya semakin tinggi prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penghasilan tertentu akan dikatakan kurang produktif.

Bambang Kussriyanto (1993:2-3) mengungkapkan bahwa pengembangan peningkatan produktivitas tenaga kerja pada dasarnya digolongkan menjadi empat bentuk yaitu:

4) pengurangan sedikit sumber daya sekedarnya untuk memperoleh jumlah produksi yang sama.

5) pengurangan sedikit sumber daya sekedarnya untuk memperoleh jumlah produksi yang lebih besar.

6) pengurangan sedikit sumber daya yang sama untuk memperoleh jumlah produksi yang lebih besar.

7) pengurangan sedikit sumber daya yang lebih besar untuk memperoleh jumlah produksi yang lebih besar.

Menurut T. Hani Handoko (2000: 213) secara lebih spesifik menjelaskan tentang langkah-langkah untuk meningkatkan produktivitas kerja sebagai berikut:

1) mengembangkan ukuran-ukuran produktivitas pada seluruh tingkat organisasi.

2) menetapkan tujuan-tujuan peningkatan produktivitas dalam konteks ukuran-ukuran yang ditetapkan. Tujuan-tujuan produktivitas ini hendaknya realistik dan mempunyai batasan waktu.

3) mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan-tujuan. 4) mengimplementasikan rencana. mengukur hasil-hasil. Langkah ini

memerlukan pengumpulan data dan penilaian kemajuan periodik dalam pencapaian korelatif akan diperlukan atau tujuan harus direvisi. Menurut J. Ravianto (1989: 16), produktivitas merupakan sikap mental memuliakan kerja dan didasari motivasi yang kuat untuk secara terus-menerus berusaha mencapai mutu kehidupan yang lebih baik. Peningkatan produktivitas akan berdampak pada peningkatan mutu kehidupan yang lebih baik. Pada dasarnya setiap perusahaan menginginkan produktivitas yang tinggi dari pegawainya, karena dengan produktivitas pegawai yang tinggi, perusahaan memiliki pengharapan atas laba yang tinggi pula.

Produktivitas yang diukur oleh daya guna (efisiensi) penggunaan personel sebagai tenaga kerja, Produktivitas ini digambarkan dari ketepatan penggunaan metode atau cara kerja dan alat yang tersedia sehingga volume dan beban kerja dapat diselesaikan sesuai waktu yang tersedia. Hasil yang diperoleh bersifat non material yang tidak dapat dinilai dengan uang sehingga produktivitas kerja ini hanya dapat digambarkan melalui efisiensi personal dalam melak-sanakan tugas-tugas pokoknya. Produktivitas ini dapat diperoleh gambarannya dari dedikasi, loyalitas, kesungguhan, disiplin, ketepatan penggunaan metode atau cara kerja dan lain-lain yang tampak selama personal sebagai tenaga kerja melaksanakan volume dan beban kerjanya.

Komaruddin (1986) berpendapat bahwa produktivitas itu merupakan perbandingan antara hasil kegiatan (yang disebut “output”) dan segenap pengorbanan untuk mencapai hasil tersebut (yang disebut “input). Kemudian ditambahkan bahwa produktivitas adalah ukuran sampai sejauh mana sumber- sumber daya disertakan dan dipadukan dalam organisasi dan digunakan untuk mencapai seperangkat hasil.

Hal tersebut sejalan dengan definisi yang diungkapkan oleh International Labour Office (1986) merumuskan bahwa produktivitas adalah perbandingan antara keluaran (output) dan masukan (input). Dari uraian di atas dapat dijelaskan bahwa produktivitas yang dimaksud adalah produktivitas yang dipandang dari sudut non ekonomi, yaitu hal yang terkait pada kualitas, dan analisa yang digunakan kualitatif, dalam hal ini adalah kualitas tenaga kerja atau pegawai.

Faktor kunci yang mempengaruhi tinggi rendahnya produktivitas adalah sikap orang-orang yang bekerjasama. Untuk memacu agar pegawai memiliki produktivitas yang tinggi maka usaha yang harus dilakukan adalah usaha perbaikan sumber daya manusia, sehingga akan ditemukan sumber daya manusia yang profesional. David H. Maister (1999) menekankan profesionalisme bukan hanya sekedar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi profesionalisme lebih merupakan suatu sikap. Lebih lanjut ia mengemukakan: “The opposite of the word profesional is not unprofesional but rather technician.”

Produktivitas kerja pegawai dipengaruhi oleh faktor intern (organisasi) diantaranya adalah struktur organisasi, pola manajemen yang dianut, keberadaan pegawai itu sendiri dan faktor ekstern yaitu faktor kepemimpinan dan lingkungan. Faktor kepemimpinan merupakan faktor kontrol yang akan menjadi stabilitator dalam usaha menunjang produktivitas kerja pegawai, terutama kepemimpinan yang secara internal dan eksternal memahami betul hakekat kepemimpinannya, yaitu kepemimpinan yang cenderung aplikatif terhadap fenomena yang dihadapi oleh organisasi terutama pegawai dalam menghadapi segala pekerja. Produktivitas kerja memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan dengan faktor-faktor yang saling mempengaruhinya.

Produktivitas kerja adalah : Perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dengan standar kerja yang ditetapkan. (Gerry Desalter, 1996 : 513). Proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai produktivitas kerja pegawai. (T. Hani Handoko, 1995 : 135). Sedangkan

pengertian peningkatan produktivitas kerja secara umum adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakannya. (Bambang Kusriyanto, (Penyunting), 1994 : 8-9).

Cara peningkatan produktivitas kerja adalah sebagai berikut :

1) Pengurangan sedikit sumber daya untuk memperoleh jumlah produk yang sama.

2) Pengurangan sumber daya untuk mengurangi jumlah produk yang lebih besar.

3) Penggunaan sumber daya untuk memperoleh jumlah produk yang lebih besar

4) Penggunaan sumber daya yang lebih besar

Untuk memperoleh produksi yang jauh lebih besar, dalam kenyataan sehari-hai kebanyakan orang menyebut pengertian produktivitas kerja hendaknya memberikan gambaran yang ukuran mengenai produktivitas kerja untuk mencapai tujuan.

Manfaat dari Penilaian Produktivitas Kerja : (T. Hani Handoko, 1995 : 137)

1) Umpan balik pelaksanaan kerja digunakan untuk memperbaiki produktivitas kerja pegawai.

2) Evaluasi produktivitas kerja digunakan untuk penyelesaian-penyelesaian kompensasi, misalnya kenaikan upah, pemberian bonus dan bentuk kompensasi lainnya.

3) Untuk keputusan-keputusan penempatan, misalnya promosi, transfer, dan demosi.

4) Untuk kebutuhan latihan dan pengembangan. 5) Untuk perencanaan dan pengembangan karier.

6) Untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan proses staffing. 7) Untuk mengetahui ketidak akuratan informasional.

8) Untuk memberikan kesempatan kerja yang adil.

9) Untuk memberikan bantuan terhadap tantangan eksternal karena kadang- kadang produktivitas kerja mempengaruhi faktor-faktor dari luar, misalnya : Keluarga, kondisi finansial.

10) Untuk mengetahui kesalahan-kesalahan desain pekerjaan.

Pengukuran peningkatan produktivitas kerja pada dasarnya meruakan tiolok ukur kegiatan untuk memperbaiki atau memberikan umpan balik pada pegawai tentang pelaksanaan kerja.

Dokumen terkait