• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

C. Cara Pemecahan Masalah Soal 1 oleh Subjek Visual

Dalam menyelesaikan masalah soal 1, subjek visual menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Memahami maksud soal

3. Memeriksa kembali skema yang telah subjek sajikan.

4. Memutuskan untuk menghentikan proses penyelesaian soal karena merasa bahwa skema-skema yang subjek sajikan tidak mampu menemukan jawaban.

Tiap-tiap langkah cara pemecahan masalah soal 1 di atas dijelaskan di bawah ini:

C.1 Memahami maksud soal

Dalam memahami maksud soal 1 subjek visual menggunakan cara-cara sebagai berikut:

a. Memahami maksud soal dengan cara membaca dalam hati sambil

menggunakan pena sebagai penunjuk saat membaca.

b. Memahami maksud soal dengan cara menyajikan secara skema verbal apa yang diketahui dalam soal.

Tiap-tiap cara subjek visual memahami soal 2 di atas dijelaskan di bawah ini:

a Memahami maksud soal dengan cara membaca dalam hati sambil menggunakan pena sebagai penunjuk saat membaca.

Subjek mencoba memahami maksud soal dengan cara membaca soal yang disajikan secara tertulis di dalam hati sambil menggerakkan kepalanya pada soal yang dibacanya sehingga terlihat membaca soal setiap katanya. Subjek membaca dengan menggunakan pena sebagai penunjuk

saat membaca dan lembar soal dipegang dengan kedua tangannya sambil disandarkan ke meja.

b Memahami maksud soal dengan cara menyajikan secara skema verbal apa yang diketahui dalam soal.

Subjek memahami maksud soal selain dengan cara membaca soal juga dengan cara menyajikan secara skema verbal apa yang diketahui dalam soal yaitu dengan menulis B (menyatakan kota di Bali) dibubuhin ruas garis menuju M (menyatakan kota Medan) melewati Jakarta yang menunjukkan bahwa dari kota di Bali menuju kota Medan melewati kota Jakarta. Kemudian melanjutkan menulis B (menyatakan kota di Bali) dibubuhin ruas garis menuju J (menyatakan kota Jakarta) = 4 jalan, yang menunjukkan dari kota di Bali menuju kota Jakarta ada 4 jalan. Subjek mengerjakan dengan muka serius dan menunduk dengan tangan kiri di atas meja dan dagu ditempelkan di tangan kiri. Kemudian subjek terdiam beberapa saat sambil berfikir mencari gagasan untuk melanjutkan menyajikan secara skematis dengan membaca soal kembali dalam hati sambil sesekali matanya melihat ke arah langit-langit dan ke depan tidak terpaku pada satu tempat. Saat membaca muka subjek terlihat begitu serius, mencermati soal yang dibacanya. Setelah membaca subjek dengan muka serius melanjutkan kembali menyajikan secara skematis yaitu menuliskan J (menyatakan kota Jakarta) dan M (menyatakan kota Medan) lalu dibubuhin garis diantara J (menyatakan kota Jakarta) dan M (menyatakan kota Medan) = 2 jalan, yang menunjukkan bahwa rute dari

Jakarta ke Medan adalah 2 jalan. Penyajian secara skematis yang disajikan oleh subjek adalah sebagai berikut:

B—M melewati Jakarta B—J = 4 jalan

J—M = 2 jalan

C.2 Mengeksplorasi berbagai alternatif penyelesaian soal.

Setelah memahami maksud soal, subjek kemudian mengeksplorasi berbagai alternatif penyelesaian soal antara lain adalah sebagai berikut:

a. Menyelesaikan soal dengan melakukan operasi penjumlahan matematika

pada skema verbal dengan membilang dalam hati.

b. Merasa tidak yakin atas jawabannya sehingga subjek mencoba memahami soal kembali dengan cara membaca dalam hati.

c. Menyajikan kembali soal dalam bentuk skema yang berbeda dengan skema sebelumnya yaitu berupa skema gambar ruas garis untuk menunjukkan jenis kemungkinan jalan yang ditempuh.

d. Merasa tidak yakin atas jawabannya sehingga subjek mencoba memahami soal kembali dengan cara membaca dalam hati.

e. Menyajikan secara skematis kembali berupa skema gambar anak panah situasi perjalanan berangkat dan situasi perjalanan kembali.

Tiap-tiap cara subjek visual mengeksplorasi berbagai alternatif penyelesaian soal pada soal 1 di atas dijelaskan di bawah ini:

a. Menyelesaikan soal dengan melakukan operasi penjumlahan matematika pada skema verbal.

Subjek melakukan operasi penjumlahan matematika pada skema verbal dengan membilang dalam hati yaitu menjumlahkan banyaknya banyaknya rute jalan dari kota di Bali ke kota Jakarta yang ditunjukkan dengan ruas garis dari B (menyatakan kota di Bali) ke J (menyatakan kota Jakarta) ditambah dengan banyaknya y jalan (banyaknya rute jalan dari kota Jakarta ke kota Medan) yang juga ditunjukkan dengan ruas garis dari J (manyatakan kota Jakarta) ke M (menyatakan kota Medan) yaitu 4+2 = 6 jalan. Subjek menjumlahkan dengan membilang dalam hati dan menuliskannya sambil berfikir sambil sesekali melihat ke arah langit-langit.

b Mencoba memahami soal kembali dengan cara membaca dalam hati. Setelah melakukan operasi penjumlahan, subjek terdiam merasa tidak yakin atas jawabannya. Subjek terlihat menunjukkan berfikir keras mencoba memahami soal kembali dengan cara membaca soal dalam hati kembali sambil menggeliat-geliat dan sesekali melihat jam tangan, menggeser-geser lembar soal dan jawaban, memainkan lidah, membolak-balik soal dan jawaban dengan mimik muka yang tidak tenang. Saat membaca soal sesekali sesekali subjek menyandarkan tubuhnya pada kursi dengan raut muka dan gerak-gerik menunjukkan sudah menyerah karena merasa tidak bisa menyelesaikan soal tersebut.

c. Menyajikan kembali soal dalam bentuk skema yang berbeda dengan skema sebelumnya.

Sambil sesekali memainkan pena, subjek kembali menyajikan soal dalam bentuk skema yang berbeda dengan skema sebelumnya yaitu berupa skema gambar ruas garis untuk menunjukkan jenis kemungkinan jalan yang ditempuh yang disajikan secara berurutan, yaitu menuliskan huruf B (menyatakan kota di Bali) disertai 4 garis mendatar yang menunjukkan 4 jalan menuju J (menyatakan kota Jakarta) kemudian diteruskan menuliskan 2 garis mendatar lagi yang menunjukkan 2 jalan menuju M (menyatakan kota Medan). Gambar yang disajikan subjek adalah sebagai berikut:

Gambar 5.5: Skema gambar ruas garis kemungkinan jalan yang ditempuh.

..     

J M

B

d Memahami soal kembali untuk menemukan gagasan baru.

Setelah menyajikan kembali soal dalam bentuk skema, subjek terlihat diam menunjukkan ekspresi bingung tetap merasa tidak yakin atas jawabannya, sehingga subjek mamahami soal kembali untuk menemukan gagasan baru dengan cara membaca soal dalam hati dengan serius dan posisi duduk yang tidak berubah yaitu menunduk dengan tangan kiri di bawah meja. Subjek juga terlihat menebalin jawabannya sambil menitik-nitik jawabannya dengan muka bingung dengan tangan kiri di bawah meja sambil sesekali menggeser-geser lembar soal dan jawaban.

e Menyajikan secara skematis kembali perjalanan berangkat dan situasi perjalanan kembali.

Subjek Menyajikan secara skematis kembali berupa skema gambar anak panah situasi perjalanan berangkat dan situasi perjalanan kembali dengan menuliskan B (menyatakan kota di Bali) disertai tanda panah menuju J (menyatakan kota Jakarta) kemudian tanda panah lagi menuju M (menyatakan kota Medan), yang menunjukkan perjalanan berangkat dimulai dari kota di Bali menuju kota Jakarta dahulu terus dari Jakarta menuju kota medan. Setelah itu menggambarkan tanda panah lagi di bawah tanda panah sebelumnya, tetapi dari arah M (menyatakan kota Medan) menuju ke J (menyatakan kota Jakarta) diteruskan menuju ke B (menyatakan kota di Bali) yang menunjukkan perjalanan pulang dari kota Medan menuju kota Jakarta terus dilanjutkan lagi menuju ke kota di Bali. Gambar yang disajikan subjek adalah sebagai berikut:

Gambar 5.6: Perjalanan pulang dari kota Medan menuju kota Jakarta terus dilanjutkan lagi menuju ke kota di Bali

B J M

C.3 Memeriksa kembali skema yang telah subjek sajikan.

Setelah menyajikan secara skematis kembali berupa skema gambar anak panah situasi perjalanan berangkat dan situasi perjalanan kembali, subjek terdiam melihat kembali memeriksa skema yang telah subjek sajikan dengan duduk miring dan tangan kanan memegang di atas meja memegang pena. Saat memeriksa

skema yang telah subjek sajikan, raut muka subjek menunjukkan bahwa subjek belum yakin dengan jawabannya. Subjek masih terlihat berfikir juga sambil melakukan banyak gerak yaitu menggeser-geser lembar soal dan jawaban, memainkan lidah, menggoyang-goyangkan pena dan duduk tidak tenang yaitu bolak-balik bersandar di kursi kemudian menunduk dengan kepala menempel di atas meja dan sesekali melihat ke arah jam tangan yang dipakainya dan memainkan bibirnya menunjukkan mimik muka yang sudah bosan.

C.4 Memutuskan untuk menghentikan proses penyelesaian soal

Setelah memeriksa kembali skema yang telah subjek sajikan, subjek memutuskan untuk menghentikan proses penyelesaian soal karena merasa bahwa skema-skema yang subjek sajikan tidak mampu menemukan jawaban seperti jawaban yang ditunjukkan subjek pada langkah menyelesaikan soal dengan melakukan operasi penjumlahan matematika pada skema verbal dengan membilang dalam hati. Pada langkah tersebut subjek sudah mendapatkan jawaban 6. Tetapi subjek masih merasa belum yakin dengan jawabannya. Subjek juga sempat menjelaskan kepada peneliti bahwa dirinya bukan sudah putus asa mengerjakan, tetapi subjek hanya mengetahui jalan pintasnya saja seperti yang sudah dirtuliskan sebelumnya sambil senyum-senyum dan menggeser-geser lembar soal dan lembar jawaban dengan pandangan mata melihat ke arah peneliti. Sampai akhirnya subjek mengatakan kepada peneliti memutuskan untuk menghentikan mengerjakan sampai disini sambil duduk tegak dan kedua tangan

dilipat di atas meja serta senyum-senyum ke arah peneliti dengan raut muka agak yakin dengan jawabannya.

Dokumen terkait