F. Lembar Kerja
2. Cara-cara Proyeksi
Pada umumnya cara-cara proyeksi yang dipergunakan pada gambar teknik adalah :
- Proyeksi Piktorial - Proyeksi Ortogonal
a) Proyeksi Piktorial
Proyeksi piktorial adalah sistem proyeksi yang menyajikan gambar suatu benda sekaligus dalam tiga dimensi, sehingga disebut gambar pandangan tunggal. Pada proyeksi ini, bentuk benda sebenarnya lebih mudah dimengerti.
Cara-cara proyeksi untuk piktorial ini dapat dibedakan atas - Proyeksi aksonometris
- Proyeksi miring - Proyeksi perspektif
Proyeksi piktorial untuk gambar teknik mesin yang sering dipergunakan adalah proyeksi aksonometri dalam bentuk isometri dan dimetri serta proyeksi miring.
1) Proyeksi Isometri
Pada proyeksi ini, gambar kedua sisi alasnya mempunyai kemiringan 30o terhadap sumbu horizontal.
Panjang semua sisi-sisi mendekati panjang sebenarnya, sehingga semua ukuran sisi pada gambar adalah berbanding 1 : 1 dengan ukuran benda sebenarnya.
Untuk membuat gambar piktorial dari berbagai bentuk bidang benda, dengan cara isometri dapat dilihat pada bagian berikut ini :
- Gambar Isometri sebuah benda dengan bidang miring.
Gambar 3. 3 Gambar isometri bidang miring
- Gambar Isometri sebuah benda dengan bidang lengkung yang tidak teratur.
- Gambar Isometri sebuah benda dengan bidang lingkaran.
Gambar 3. 5 Gambar isometri bidang lingkaran
2) Proyeksi Dimetri
Proyeksi dimetri yang sering dipergunakan adalah gambar kedua sisi-sisi alasnya membentuk sudut 10o dan 40o terhadap sumbu horizontal.
Perbandingan ukuran pada gambar yang mempunyai kemiringan 40o adalah 1 : 2 terhadap ukuran benda sebenarnya.
Gambar 3. 6 Proyeksi dimetri
3) Proyeksi Miring
Pada proyeksi miring ini salah satu bidang benda digambarkan sejajar dengan sumbu horizontal dan vertikal, sehingga tergambar seperti sebenarnya.
Kemiringan salah satu sisi alasnya terhadap sumbu horizontal, biasanya 30o, 45o dan 60o.
Gambar 3. 7 Proyeksi miring
Gambar yang dihasilkan dengan cara proyeksi miring ini adalah gambar cavalier (semua sisi 1 : 1 dengan ukuran benda) dan gambar cabinet (sisi miring 1/2, 1/3 atau 3/4 terhadap ukuran benda).
Dalam gambar teknik mesin yang sering digunakan adalah gambar cabinet dengan sudut 45o dan sisi miringnya 1 : 2 atau 1/2 ukuran benda sebenarnya.
b) Proyeksi Ortogonal
Gambar proyeksi ortogonal ini biasanya diambil dari beberapa bidang proyeksi, sehingga gabungan dari gambar-gambar tersebut didapatlah gambaran yang jelas, lengkap dan tepat dari suatu benda. Jadi gambar proyeksi ini disebut juga gambar pandangan majemuk.
Gambar 3. 8 Bidang proyeksi
Sistem penggambaran dari proyeksi ini adalah berdasarkan bidang proyeksi horizontal dan vertikal. Dimana kedua bidang ini membagi suatu ruangan tempat benda diletakkan menjadi empat kuadran.
Cara proyeksi ortogonal yang dipakai adalah menurut proyeksi kuardan pertama atau cara proyeksi sudut
pertama dan proyeksi kuadran ketiga atau cara proyeksi sudut ketiga.
Mengenai kuadran yang dimaksud ini dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 3. 9 Bidang koordinat utama dan kwadran
1) Proyeksi Sudut Pertama
Cara proyeksi ini adalah dengan meletakkan benda pada kuadran pertama dan diproyeksikan pada bidang-bidang di belakangnya. Jadi benda terletak diantara titik pandang dan bidang-bidang proyeksi.
Gambar 3. 10 Bidang proyeksi sudut pertama
Susunan gambar pandangan dari cara proyeksi ini adalah berdasarkan bukaan dari bidang-bidang proyeksi, dimana bidang proyeksi dari pandangan diambil sebagai patokan.
Gambar 3. 11 Proyeksi sudut pertama
Lambang ini diletakkan pada bagian kanan bawah kertas gambar (dalam etiket gambar).
Cara proyeksi ini disebut juga cara proyeksi Eropa dan lambang untuk proyeksi ini adalah :
Gambar 3. 12 Simbol proyeksi sudut pertama
2) Proyeksi Sudut Ketiga
Cara proyeksi ini adalah dengan meletakkan benda pada kuadran ketiga dan diproyeksikan pada bidang-bidang didepan benda. Jadi bidang-bidang proyeksi terletak diantara titik pandang dan benda.
Susunan gambar pandangan dari cara proyeksi ini adalah bukaan berdasarkan bidang-bidang proyeksi seperti gambar berikut ini.
Cara proyeksi ini disebut juga cara proyeksi Amerika. Lambang dari penggambaran yang mempergunakan proyeksi ini adalah seperti berikut
3. Penyajian Pandangan Gambar
Aturan penyajian ini adalah ketentuan-ketentuan gambar pandangan berdasarkan proyeksi ortogonal untuk penyajian suatu gambar kerja.
Dalam penyajian gambar kerja suatu benda, tidak perlu seluruh pandangannya digambarkan, yang penting dapat menjelaskan bentuk benda secara lengkap. Untuk menyajikan suatu gambar kerja yang diambil sebagai gambar pokok adalah pandangan depan dan jika belum memberikan gambaran yang cukup dapat ditambahkan dengan pandangan atas, kanan atau kiri.
Penyajian gambar kerja dari suatu benda harus disesuaikan pula dengan posisi waktu pengerjaannya. Misalnya poros yang dikerjakan dengan mesin bubut, maka penggambarannya harus horizontal pula sesuai dengan posisi waktu pengerjaannya.
Pembuatan dengan Mesin Bubut
Gambar kerja suatu benda, disamping pandangan utama dapat juga dijelaskan dengan pandangan-pandangan khusus lainnya terutama untuk penjelasan dari bentuk-bentuk benda yang rumit.
Lebih jelasnya mengenai pandangan-pandangan gambar ini, dapat dilihat pada bagian berikut.
a. Pandangan Depan
Pandangan depan wajah Pandangan depan Kuda
b. Pandangan Pembantu (tambahan)
c. Pandangan Sebagian
d. Pandangan Setempat
e. Pandangan Detail
C. Rangkuman
1) Proyeksi Orthogonal
Proyeksi orthogonal yang harus digunakan ada 2 yaitu : metode proyeksi sudut pertama ( dikenal sebagai proyeksi Eropa atau metode E) dan metode proyeksi sudut ketiga (dikenal sebagai proyeksi Amerika atau metoe A).
2). Bila pengaturan letak pandangan tidak menggunakan aturan metode sudut pertama atau sudut ketiga, maka pemakaian panah acuan arah memberikan kebebasan meletakkan pandangan tersebut.
3).
Gambar lambang metode proyeksi sudut pertama
Gambar lambang metode proyeksi sudut ketiga
4). Pandangan suatu benda yang memberikan suatu informasi terbanyak, dinyatakan sebagai pandangan utama atau pandangan depan.
5). Jumlah pandangan (termasuk potongan) yang dibutuhkan disesuaikan dengan keperluan, tanpa dapat menimbulkan keraguan.
6). Posisi gambar, terutama pandangan depan harus digambarkan sesuai dengan kedudukan utama saat dibuat.
7). Tebal garis dipilih sesuai dengan ukuran dan macam gambar, perbandingan
antara garis tebal dan tipis tidak kurang dari 2 : 1. 8). Pemakaian warna pada gambar teknik tidak dianjurkan.
9). Semua benda yang dibuat dari bahan tembus pandang, harus digambarkan seperti tidak tembus pandang.
d. Tugas
1. Kerjakan tugas sesuai kriteria unjuk kerja yang dipersyaratkan, yaitu metode proyeksi sudut pertama dan metode proyeksi sudut ketiga diterapkan pada sketsa tangan.
2. Pahami uraian materi pembelajaran dan jika memungkinkan pelajari juga materi yang sama dari sumber lain.
3. Susunlah hasil kegiatan belajar Anda dalam bentuk arsip untuk keperluan kegiatan penilaian.
4. Lakukan kajian dari keseluruhan kegiatan belajar Anda.
5. Konsultasikan dan lakukan tutorial dengan Guru semua kegiatan belajar Anda.
e. Tes Formatif
Isilah soal-soal di bawah ini dengan singkat, jelas dan benar. 1. Proyeksi yang digunakan pada proyeksi orthogonal adalah ….
a. ……….. b. ………..
2. Lambang proyeksi pada gambar di bawah ini adalah ….
a. ……… b. ……… 3. Ketentuan untuk menentukan padangan depan / pandangan utama adalah ….
4. Posisi gambar, terutama pandangan depan harus digambarkan sesuai dengan ….
5. Lihat gambar, garis diagonal pada ujung poros dibuat dari garis ….
g. Lembaran Kerja
Selesaikanlah latihan-latihan gambar proyeksi berikut ini.
1. Di bawah ini diberikan gambar Piktorial Oblik (miring), rubahlah
2. Gambarkanlah pandangan muka, kiri atau kanan dan pandangan
atas dari gambar Piktorial di bawah ini dengan sistem proyeksi kuadran pertama.
3. Gambarkanlah pandangan muka, kiri dan pandangan atas dari
4. Buatlah sket gambar piktorial isometrik berdasarkan gambar
pandangan di bawah ini. Contoh :
5. Gambar pandangan di bawah ini adalah proyeksi ortogonal
kuadran ketiga. Lengkapilah garis-garis benda yang kurang pada salah satu pandangannya.
6. Lengkapilah garis-garis gambar yang kurang pada gambar