Chu Jang Lie Johan Alex Mewengkang Chialbi Philipsintoro
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. U M U M
a. Pendirian dan Kegiatan Usaha Perusahaan
Perusahaan didirikan dengan nama PT Ravindo Securitama berdasarkan akta Notaris Rachmat Santoso, S.H., No. 49 tanggal 8 Agustus 1989. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-7627.HT.01.01.TH.89 tanggal 19 Agustus 1989 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 86 tanggal 27 Oktober 1989, Tambahan No. 2768. Pada tahun 1996, nama Perusahaan diubah menjadi PT Yulie Sekurindo. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 259 dari Notaris Irawan Soerodjo, S.H., tanggal 25 Juli 2008, dalam rangka penyesuaian anggaran dasar Perusahaan dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Undang-undang No. 40 Tahun 2007 mengenai “Perseroan Terbatas“. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-75638.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 20 Oktober 2008 (Catatan 18).
Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama menjalani usaha sebagai perusahaan efek, antara lain seperti perantara perdagangan efek, penjamin emisi efek dan manajer investasi. Berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. KEP-64/PM/1992 dan No. KEP-65/PM/1992 tanggal 25 Februari 1992, Perusahaan memperoleh ijin usaha di bidang penjamin emisi efek dan bidang perantara pedagang efek. Sampai saat ini, Perusahaan belum menjalankan kegiatan usaha sebagai manajer investasi. Perusahaan berdomisili di Jakarta dan berkantor pusat di Plaza ASIA Lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 59, Jakarta. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1989. b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 26 November 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan suratnya No. S-3536/PM/2004 untuk melakukan penawaran umum atas 120.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 200 per saham dan harga penawaran Rp 215 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) (sekarang Bursa Efek Indonesia (BEI)) pada tanggal 10 Desember 2004. c. Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 2007
Komisaris
Komisaris Utama : Chu Jang Lie Chu Jang Lie
Komisaris : Johan Alex Mewengkang Johan Alex Mewengkang
Komisaris : Chialbi Philipsintoro -
Direksi
Direktur Utama : Marlina Marlina
Direktur : Rusmady Hansa Rusmady Hansa
Jumlah remunerasi yang diberikan kepada komisaris dan direksi Perusahaan adalah sebesar Rp 272 juta dan Rp 305 juta, masing-masing pada tahun 2008 dan 2007. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, jumlah karyawan Perusahaan, masing-masing sejumlah 20 orang (tidak diaudit).
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 42 tentang “Akuntansi Perusahaan Efek” serta prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK).
Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali untuk portofolio efek yang dinyatakan sebesar nilai wajar pada tanggal neraca. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method), sesuai peraturan BAPEPAM & LK, dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah. b. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya. Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari tiga bulan disajikan terpisah pada neraca.
c. Penyisihan Piutang Ragu-ragu
Perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu, jika ada, berdasarkan hasil penelaahan terhadap kemungkinan tertagihnya piutang tersebut pada akhir tahun. Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih. Pemulihan piutang yang telah dihapuskan, jika ada, diakui sebagai penghasilan lain-lain pada tahun yang bersangkutan.
d. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
e. Penyertaan Pada Bursa Efek
Penyertaan pada bursa efek dinyatakan sebesar biaya perolehan (cost method). f. Portofolio Efek
Portofolio efek Perusahaan dinyatakan sesuai dengan PSAK No. 42 tentang “Akuntansi Perusahaan Efek”, sebagai berikut:
- Efek hutang dan saham untuk diperdagangkan dinyatakan berdasarkan harga pasar. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) harga pasar dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
- Efek hutang untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi (ditambah) dengan amortisasi premi (diskonto). Penurunan nilai secara permanen dibebankan dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) f. Portofolio Efek (lanjutan)
- Efek hutang dan saham yang tersedia untuk dijual dinyatakan berdasarkan harga pasar. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) harga pasar tidak diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan, melainkan disajikan secara terpisah sebagai komponen ekuitas. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun berjalan pada saat realisasi.
Apabila efek yang diperdagangkan di bursa tidak likuid atau harga pasar yang tersedia tidak dapat diandalkan, maka efek tersebut dinilai berdasarkan nilai wajar yang ditentukan oleh manajemen. g. Transaksi Efek
Transaksi pembelian dan penjualan efek baik untuk nasabah maupun untuk sendiri diakui pada saat timbulnya perikatan atas transaksi efek.
Pembelian untuk nasabah dicatat sebagai piutang nasabah dan hutang Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP), sedangkan penjualan efek dicatat sebagai hutang nasabah dan piutang LKP. Pembelian efek untuk sendiri dicatat sebagai persediaan portofolio efek dan hutang, sedangkan penjualan efek dicatat sebagai piutang dan mengurangi jumlah tercatat portofolio efek serta mencatat keuntungan atau kerugian atas penjualan efek tersebut.
Pada tanggal penyelesaian, kegagalan untuk menyelesaikan transaksi pembelian efek dicatat sebagai gagal terima dan disajikan di neraca sebagai kewajiban, sedangkan kegagalan untuk menyelesaikan transaksi penjualan efek dicatat sebagai gagal serah dan disajikan sebagai aset. Penerimaan dana dari nasabah pemilik rekening dalam rangka pembelian efek, pembayaran dan penerimaan atas transaksi pembelian dan penjualan efek untuk nasabah pemilik rekening dicatat sebagai rekening nasabah. Saldo dana pada rekening nasabah disajikan di neraca sebagai kewajiban, sedangkan kekurangan dana (piutang) pada rekening nasabah disajikan sebagai aset. h. Transaksi Repo/Reverse Repo
Penjualan efek dengan perjanjian dibeli kembali (repo) diakui sebagai kewajiban dan dinyatakan dalam laporan keuangan sebesar nilai pembelian kembali setelah memperhitungkan bunga yang belum diamortisasi dan kewajiban lain yang timbul atas perjanjian repo tersebut. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diakui sebagai beban bunga.
Pembelian efek dengan janji dijual kembali (reverse repo) diakui sebagai piutang yang disajikan sebagai akun “Efek Beli dengan Janji Jual Kembali” dan dinyatakan dalam laporan keuangan sebesar nilai penjualan kembali setelah memperhitungkan bunga yang belum diamortisasi dan piutang lain yang timbul atas perjanjian tersebut. Selisih antara harga beli dengan harga jual kembali merupakan pendapatan bunga.
i. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sesuai dengan PSAK No. 7 mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”, yang dimaksud dengan hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
(i) perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries, dan fellow subsidiaries);
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
i. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lanjutan) (ii) perusahaan asosiasi (associated companies);
(iii) perorangan yang memiliki baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);
(iv) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan
(v) perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (iii) atau (iv), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
j. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, kurs rata-rata mata uang asing yang digunakan, masing-masing adalah Rp 10.950 dan Rp 9.419 per US$ 1. k. Aset Tetap
Sebelum tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007) “Aset Tetap” yang menggantikan PSAK No. 16 (1994) “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” dan PSAK No. 17 (1994) “Akuntansi Penyusutan”. Berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), suatu entitas harus memilih model biaya (cost model) atau model revaluasi (revaluation model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetap. Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (double declining balance method), masing-masing dengan tarif sebagai berikut:
Tarif Kendaraan 25% - 50% Peralatan kantor 50% Inventaris kantor 25% - 50% Renovasi kantor 25% - 50%
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) k. Aset Tetap (lanjutan)
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan. Nilai aset ditelaah kembali pada tanggal neraca atas kemungkinan terjadinya penurunan pada nilai aset yang disebabkan oleh peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan.
l. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada tahun ketika aset direalisasi atau ketika kewajiban dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan
Pendapatan komisi yang berkaitan dengan transaksi perantara perdagangan efek dan jasa lainnya diakui berdasarkan tanggal transaksi. Laba (rugi) dari perdagangan efek, yang meliputi laba (rugi) yang timbul dari penjualan efek, diakui pada saat tanggal transaksi. Jasa penjaminan emisi efek diakui pada saat aktivitas penjaminan emisi secara substansi telah selesai dan jumlah pendapatan telah dapat ditentukan.
Beban
Beban yang timbul sehubungan proses penjaminan emisi diakumulasi dan dibebankan pada saat pendapatan penjaminan emisi diakui. Dalam hal kegiatan penjaminan emisi tidak diselesaikan dan emisi dibatalkan, maka biaya penjaminan emisi tersebut dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Beban lainnya diakui pada saat terjadinya (metode akrual).
n. Biaya Emisi Efek Ekuitas
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat dicatat dan disajikan sebagai pengurang terhadap tambahan modal disetor - agio saham yang berasal dari penawaran perdana saham tersebut.
o. Laba Bersih per Saham Dasar
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih masing-masing tahun dengan jumlah rata-rata tertimbang saham Perusahaan yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham yang dijadikan sebagai dasar perhitungan laba bersih per saham adalah sebesar 255.000.000 saham, masing-masing pada tahun 2008 dan 2007.
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) p. Estimasi Kewajiban atas Imbalan Kerja Karyawan
Perusahaan mencatat akrual atas estimasi imbalan kerja karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Hak karyawan atas uang pensiun, pesangon, uang jasa dan imbalan lainnya diakui dengan metode akrual.
Pada bulan Juni 2004, Ikatan Akuntan Indonesia telah mengeluarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004) mengenai Imbalan Kerja yang mewajibkan Perusahaan mengakui seluruh imbalan kerja yang diberikan melalui program atau perjanjian formal dan informal, peraturan perundang-undangan atau peraturan industri yang mencakup imbalan pasca kerja, imbalan kerja jangka pendek dan jangka panjang lainnya, pesangon, pemutusan hubungan kerja dan imbalan berbasis ekuitas. Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), perhitungan estimasi kewajiban untuk imbalan kerja karyawan ditentukan dengan menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit”. Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2004) tersebut, dimana perhitungan akrual atas estimasi imbalan kerja karyawan dilakukan dengan menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit” yang dihitung oleh aktuaris independen.
q. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi terhadap jumlah yang dilaporkan. Oleh karena tidak adanya kepastian dalam membuat estimasi dan asumsi tersebut, maka terdapat kemungkinan hasil yang sebenarnya berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
3. KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari:
2008 2007 Kas 2.605.718 3.720.021 Bank Rupiah PT Bank Mayapada Tbk 3.006.433.812 25.200.392
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.591.245.127 219.326.538
PT Bank Central Asia Tbk 657.188.117 656.142.008
PT Bank Victoria International Tbk 2.474.441 3.042.984
PT Bank Capital Tbk 1.506.441 12.270.168
Dolar Amerika Serikat PT Bank Capital Tbk
(US$ 2.646 pada tahun 2008 dan
US$ 5.629 pada tahun 2007) 28.968.335 53.025.108
PT Bank Mayapada Tbk
(US$ 1.966 pada tahun 2008 dan
US$ 3.110 pada tahun 2007) 21.527.919 29.295.445 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(US$ 1.146 pada tahun 2008 dan
US$ 1.199 pada tahun 2007) 12.554.066 11.300.916
Jumlah Kas dan Bank 5.324.503.976 1.013.323.580
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
2008 2007
Setara Kas
Deposito berjangka: PT Bank Mayapada Tbk
Dolar Amerika Serikat (US$ 1.080.000) 11.826.000.000 10.172.520.000
Rupiah 9.306.000.000 9.306.000.000
Jumlah Setara Kas 21.132.000.000 19.478.520.000
Jumlah Kas dan Setara Kas 26.456.503.976 20.491.843.580 Tingkat bunga deposito berjangka per tahun
Mata uang Rupiah 8% 8%
Mata uang Dolar Amerika Serikat 2% 2%
4. DEPOSITO BERJANGKA
Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, akun ini merupakan deposito berjangka dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dengan jangka waktu 12 bulan yang ditempatkan pada PT Bank Capital Tbk, dengan jumlah sebesar US$ 1.000.000. Tingkat bunga per tahun deposito berjangka tersebut adalah sebesar 3,75% pada tahun 2008 dan 4,00% pada tahun 2007.
5. PORTOFOLIO EFEK - BERSIH
Akun ini terdiri dari efek hutang dan efek saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan rincian sebagai berikut:
2008 2007
Efek Tersedia untuk Dijual
Efek saham - setelah ditambah (dikurangi) keuntungan (kerugian) yang belum terealisasi sebesar (Rp 3.044.476.047) pada tahun 2008 dan Rp 2.111.433.145 pada tahun 2007
PT Aneka Kemasindo Utama Tbk
(pihak hubungan istimewa) (Catatan 10) 1.326.200.000 441.496.500
PT Siwani Makmur Tbk 393.899.300 1.707.719.420
PT Bank Victoria International Tbk - 7.600.000.000
Lain-lain 133.455.852 -
Efek untuk diperdagangkan Efek hutang
PT Bank Victoria International Tbk - 10.000.000.000
Jumlah 1.853.555.152 19.749.215.920
Pada tanggal 31 Desember 2007, efek hutang yang dimiliki Perusahaan merupakan Obligasi Subordinasi I Bank Victoria Tahun 2007 dengan nilai nominal sebesar Rp 10.000.000.000, dengan tingkat bunga per tahun sebesar 12,5% yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Maret 2017, serta memperoleh peringkat A-, berdasarkan hasil pemeringkatan dari pihak independen.
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
5. PORTOFOLIO EFEK - BERSIH (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2007, nilai pasar atas efek hutang tersebut tidak tersedia. Penentuan nilai wajar efek hutang oleh manajemen tersebut antara lain mempertimbangkan harga transaksi jual beli yang terdekat dengan tanggal 31 Desember 2007. Pada tahun 2008, seluruh efek hutang tersebut telah dijual.
6. DEPOSITO PADA LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN
Akun ini merupakan dana jaminan kliring yang diagunkan pada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) untuk menjamin kelancaran penanggulangan kegagalan transaksi efek anggota bursa pemakai jasa KPEI, sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan oleh KPEI. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, dana jaminan kliring tersebut ditempatkan pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) sebesar Rp 497.059.535 dan Rp 465.396.456, dengan tingkat bunga per tahun berkisar antara 7%-12% pada tahun 2008 dan antara 7,75%-8,25% pada tahun 2007. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, akun ini juga termasuk deposito kontrak opsi saham sebesar Rp 6.224.333 dan Rp 6.244.829 yang ditempatkan di Bank Mandiri, sebagai agunan untuk pelaksanaan transaksi kontrak opsi saham, sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan oleh KPEI.
7. PIUTANG LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN
Akun ini merupakan tagihan kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sehubungan dengan transaksi jual efek di bursa saham yang dilakukan oleh Perusahaan.
8. PIUTANG NASABAH - PIHAK KETIGA
Akun ini merupakan piutang yang timbul dari perdagangan efek, dengan rincian sebagai berikut: 2008 2007
Saldo masing-masing lebih atau sama dengan
5% dari jumlah piutang nasabah 880.388.374 712.499.525 Saldo masing-masing kurang dari
5% dari jumlah piutang nasabah 195.360.470 963.960.772
Jumlah 1.075.748.844 1.676.460.297
Umur dari piutang nasabah - pihak ketiga rata-rata adalah antara 2 hari sampai dengan 7 hari. Perusahaan tidak membentuk penyisihan piutang ragu-ragu karena manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang nasabah tersebut dapat tertagih.
9. EFEK BELI DENGAN JANJI JUAL KEMBALI
Perusahaan melakukan transaksi pembelian dengan janji jual kembali dengan pihak ketiga atas efek saham yang diperdagangkan di bursa efek. Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, rincian akun ini adalah sebagai berikut:
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
9. EFEK BELI DENGAN JANJI JUAL KEMBALI (lanjutan)
2008
Bunga yang
Tanggal Tanggal Harga Harga Jual Masih Harus Nilai No. Perjanjian Jatuh Tempo Perolehan Kembali Diterima Tercatat
1. 15 September 2008 16 Maret 2009 154.200.000 161.110.000 4.062.473 158.262.473 2. 23 September 2008 23 Maret 2009 312.500.000 326.500.000 7.657.459 320.157.459 3. 7 Oktober 2008 6 Januari 2009 327.460.000 334.800.000 6.856.044 334.316.044 4. 8 Oktober 2008 7 Oktober 2009 200.000.000 218.000.000 4.165.289 204.165.289 5. 16 Oktober 2008 15 Oktober 2009 314.300.000 342.500.000 5.904.132 320.204.132 6. 17 Oktober 2008 19 Oktober 2009 100.000.000 109.000.000 1.844.262 101.844.262 7. 21 Oktober 2008 20 Oktober 2009 180.000.000 196.200.000 3.168.595 183.168.595 8. 22 Oktober 2008 21 Oktober 2009 92.700.000 101.000.000 1.600.551 94.300.551 9. 28 November 2008 30 November 2009 2.962.500.000 3.229.125.000 24.039.959 2.986.539.959 10. 2 Desember 2008 1 Desember 2009 2.999.900.000 3.267.500.000 21.378.512 3.021.278.512 11. 2 Desember 2008 1 Desember 2009 325.265.000 354.380.000 2.325.992 327.590.992 12. 3 Desember 2008 2 Desember 2009 550.000.000 599.300.000 3.802.755 553.802.755 13. 4 Desember 2008 3 Desember 2009 560.000.000 610.200.000 3.733.884 563.733.884 14. 4 Desember 2008 3 Desember 2009 371.000.000 404.300.000 2.476.860 373.476.860 15. 4 Desember 2008 3 Desember 2009 430.000.000 468.500.000 2.863.636 432.863.636 16. 4 Desember 2008 3 Desember 2009 470.000.000 512.100.000 3.131.405 473.131.405 17. 4 Desember 2008 3 Desember 2009 510.000.000 555.700.000 3.399.174 513.399.174 18. 15 Desember 2008 14 Desember 2009 140.000.000 152.600.000 555.372 140.555.372 19. 15 Desember 2008 14 Desember 2009 195.000.000 212.500.000 771.350 195.771.350 20. 24 Desember 2008 28 Desember 2009 313.220.000 341.350.000 540.962 313.760.962 11.612.323.666 2007 Bunga yang
Tanggal Tanggal Harga Harga Jual Masih Harus Nilai
No. Perjanjian Jatuh Tempo Perolehan Kembali Diterima Tercatat
1. 20 Agustus 2007 19 Februari 2008 353.800.000 370.600.000 12.209.836 366.009.836 2. 2 Oktober 2007 2 Januari 2008 1.407.700.000 1.441.000.000 32.576.087 1.440.276.087 3. 2 Oktober 2007 2 Januari 2008 595.100.000 609.200.000 13.793.478 608.893.478 4. 3 Oktober 2007 2 Januari 2008 354.000.000 362.400.000 8.215.385 362.215.385 5. 1 November 2007 4 Februari 2008 375.700.000 384.600.000 5.621.053 381.321.053 6. 11 November 2007 10 Juni 2008 948.500.000 991.000.000 10.119.048 958.619.048 7. 19 Desember 2007 18 Juni 2008 291.200.000 305.000.000 920.000 292.120.000 8. 26 Desember 2007 26 Maret 2008 639.960.000 655.100.000 841.111 640.801.111 9. 28 Desember 2007 27 Maret 2008 319.000.000 327.460.000 285.168 319. 285.168 5.369.541.166
Efek saham yang dibeli dengan janji jual kembali pada tanggal neraca adalah sebagai berikut: PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Aneka Kemasindo Utama Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Budi Acid Jaya Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Central Proteinaprima Tbk, PT Dynaplast Tbk, PT Yulie Sekurindo Tbk, PT Gudang Garam Tbk, PT Hero Supermarket Tbk, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Lippo Bank Tbk, PT Matahari Putra Prima Tbk, PT Panorama Transport Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Wahana Transport Tbk dan PT Gajah Tunggal Tbk.
10. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan memiliki saldo dan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Transaksi tersebut meliputi transaksi sewa dan penempatan portofolio efek.
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
10. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Rincian saldo dan transaksi dengan pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap
Jumlah Jumlah Aset
2008 2007 2008 2007
Portofolio efek - bersih
Efek ekuitas - PT Aneka Kemasindo
Utama Tbk 1.326.200.000 441.496.500 2,35% 0,65%
Persentase Terhadap
Jumlah Jumlah Akun yang Bersangkutan
2008 2007 2008 2007
Beban sewa
PT Jeje Yutrindo Utama
(Catatan 29) 276.000.000 252.000.000 100,00% 100,00%
Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan tersebut adalah sebagai berikut: - PT Jeje Yutrindo Utama merupakan pemegang saham utama Perusahaan.
- PT Aneka Kemasindo Utama Tbk merupakan perusahaan yang sepengendali dengan Perusahaan.
11. PENYERTAAN PADA BURSA EFEK
Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, akun ini merupakan penyertaan saham pada PT Bursa Efek Indonesia (BEI), yang merupakan salah satu persyaratan Perusahaan sebagai anggota bursa, dengan jumlah sebesar Rp 135.000.000.
12. ASET TETAP Aset tetap terdiri dari:
Penambahan/ Pengurangan/
2008 Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Kendaraan 1.406.619.182 - - 1.406.619.182 Peralatan kantor 736.294.408 13.102.500 2.000.000 747.396.908 Inventaris kantor 892.511.054 - - 892.511.054 Renovasi kantor 483.896.565 - - 483.896.565
Jumlah Biaya Perolehan 3.519.321.209 13.102.500 2.000.000 3.530.423.709
Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Kendaraan 987.460.802 114.926.935 - 1.102.387.737 Peralatan kantor 655.174.314 47.205.684 2.000.000 700.379.998 Inventaris kantor 803.549.937 87.167.450 - 890.717.387 Renovasi kantor 373.318.393 51.308.131 - 424.626.524
Jumlah Akumulasi Penyusutan 2.819.503.446 300.608.200 2.000.000 3.118.111.646
PT YULIE SEKURINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
12. ASET TETAP (lanjutan)
Penambahan/ Pengurangan/
2007 Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir