Minat Beli Y
7. CFI – COMPERATIF FIT INDEX
Besaran indeks ini adalah pada rentang nilai sebesar 0-1, dimana semakin mendekati 1, mendidentifikasikan tingkat fit yang paling tinggi ( a very good fit). Nilai yang direkomendasikan adalah CFI > 0.95. Keunggulan dari indeks ini besarnya tidak dipengaruhi oleh ukuran ample karena itu sangat baik untuk mengukur tingkat penerimaan sebuah model. Indeks CFI adalah identik dengan Relatif Non certrality Indeks (RNI).
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
BAB IV PEMBAHASAN
4.1. Deskr ipsi Obyek Penelitian
4.1.1. Sejar ah Singkat Perusahaan PT. Sinar Sosro
PT. Sosro bermula dari usaha keluarga Sosrodjojo yang menjual teh wangi pada tahun 1940 di Kabupaten Slawi, Propinsi Jawa Tengah. Setelah 25 tahun menjual teh wangi, keluarga Sosorodjojo mulai mengembangkan bisnis di Cakung. Kemudian pada tahun 1974, didirikan PT. Sinar Sosro yang bergerak di bidang minuman teh dalam botol.
PT. Sinar Sosro pernah beberapa kali berganti nama. Pada awal berdiri bernama PT. Toba Sosro Kencono, kemudian berganti nama menjadi PT. Reksobudi Adijaya pada tahun 1995. Pada tahun 2000 berubah lagi menjadi PT. Sinar Sosro yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan beverage yang memimpin di pasar lokal dan internasional.
PT. Sinar Sosro memiliki filosofi yaitu niat baik terhadap konsumen dan lingkungan. Produk-produk yang dihasilkan PT. Sinar Sosro tidak menggunakan 3P (Pewarna, Pengawet dan Pemanis Buatan) sehingga aman dikonsumsi oleh semua usia tanpa efek samping. Selain itu, proses produksi yang tidak menimbulkan limbah yang dapat mencemari lingkungan karena telah diolah dengan baik, salah satu contoh adalah pengolahan ampas teh menjadi pupuk.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
4.1.2. Lokasi PT. Sinar Sosro
Sosro memiliki beberapa pabrik yang tersebar di pulau Jawa, Bali dan Sumatra, yaitu :
1. Pabrik produk Teh Botol Sosro berada di Jakarta (Cakung), Padeglang-Jawa Barat, Cibitung-Padeglang-Jawa Barat, Unggaran-Padeglang-Jawa Tengah, Surabaya-Padeglang-Jawa Timur, Medan-Sumatra Utara
2. Pabrik peracikan teh wangi melati berada di Slawi-Jawa Tengah
4.1.3. Visi dan Misi
PT Sinar Sosro ada dan menjadi besar karena visi misi yang jelas, intuisi bisnis yang jelas, keuletan dan strategi marketing yang handal serta didukung dengan jalur distribusi yang luar biasa. Dimana yang menjadi visi dan misi PT. Sinar Sosro yaitu :
1. Visi
Menjadi prusahaan minuman yang dapat melepaskan rasa dahaga konsumen, kapan saja, dimana saja, serta memberikan nilai tambah kepada semua pihak yang terkait
2. Misi
a. Melahirkan merek dan produk minuman baru, baik yang berbasis teh, maupun non teh, dan menjadikan pemimpin pasar dalam kategori masing-masing
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
b. Membangun dan memimpin jaringan distribusi
c. Membangun merek sosro sebagai merek teh yang alami, berkualitas dan unggul
d. Menciptakan dan memelihara komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang baik dalam volume penjualan maupun penciptaan pelanggan e. Memberikan kepuasan kepada pelanggan
f. Menyumbang devisa ke negara 4.1.4. Struktur Organisasi PT Sinar Sosro
Struktur organisasi PT. Sinar Sosro berbentuk gabungan lini dan fungsional dimana kebijakan dan wewenang diberikan oleh pimpinan kepada bawahan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pimpinan setiap departemen dapat memberikan perintah kepada semua staf dan anggota yang ada sesuai dengan bidang kerjanya.
Pembagian pekerjaan pada PT. Sinar Sosro dibagi menurut fungsi yang telah ditetapkan. Setiap personil diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan dasar kualifikasinya. Adapun tugas dan tanggung jawab serta wewenang di PT. Sinar Sosro adalah sebagai berikut:
1. General Manager, merupakan pimpinan tertinggi perusahaan. Bertanggung jawab kepada Direktur Operasi. Tugasnya sebagai berikut:
a. Menentukan garis kebijakan umum dari program kerja perusahaan. b. Bertanggung jawab ke dalam dan ke luar perusahaan.
c. Mengarahkan dan meneliti kegiatan perusahaan.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
d. Menyebarkan dan menerapkan kebijaksanaan serta mengawasi pelaksanaannya.
e. Melaksanakan kontrak kerja dengan pihak luar.
f. Mengkoordinir dan mengawasi tugas-tugas yang didelegasikan kepada manager dan menjalin hubungan kerja yang baik.
g. Bersama manager lain membuat rencana produksi per triwulan.
h. Menerapkan, menyebarkan kebijakan serta mengawasi pelaksanaannya. 2. Manager Produksi dan Maintenance (PM), bertanggung jawab kepada
General Manager. Tugasnya sebagai berikut:
a. Merencanakan dan mengatur jadwal produksi produk agar tidak terjadi kekurangan dan kelebihan persediaan.
b. Mengadakan pengendalian produksi agar produk sesuai dengan spesifikasi dan standar mutu yang ditentukan.
c. Membuat laporan produksi secara periodik untuk mengenai pamakaian bahan dan jumlah produksi.
d. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk mengetahui kekurangan dan penyimpangan sehingga dapat dilakukan perbaikan. e. Mengatur kegiatan perawatan mesin.
3. Manager Personalia dan Umum, bertanggung jawab kepada General Manager dan atas segala hal yang berhubungan dengan kegiatan yang bersifat umum baik yang berhubungan ke luar maupun ke dalam perusahaan. Tugasnya sebagai berikut:
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
a. Membantu direktur dalam hal kegiatan administrasi.
b. Mengawasi penggunaan data, barang dan peralatan pada masing-masing departemen.
c. Merekrut dan melatih pegawai baru yang dibutuhkan perusahaan. d. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari kepala-kepala
bagian.
e. Mengerjakan administrasi kepegawaian.
4. Kepala Bagian Pembelian, bertanggung jawab kepada Manager Produksi dan PM. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pembelian. b. Mengawasi kegiatan administrasi pembelian.
c. Melakukan pembelian barang yang diminta oleh departemen lain. 5. Manager Accounting dan Finance, bertanggung jawab kepada General
Manager. Tugasnya sebagai berikut:
a. Membuat laporan keuangan kepada atasan secara berkala tentang penggunaan uang.
b. Mengendalikan budget pendapatan dari belanja perusahaan sesuai dengan hasil yang diharapkan.
c. Bertanggung jawab atas penentuan biaya perusahaan seperti biaya administrasi.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
6. Kepala Divisi/Supervisor Untuk produk Teh Botol Sosro terdapat 3 orang supervisor yang bergantian menurut shift, bertanggung jawab kepada Manager Produksi dan Maintenance. Tugasnya adalah sebagai berikut: a. Memimpin dan mengendalikan kegiatan di bidang produksi.
b. Menyiapkan laporan yang dibutuhkan Manager Produksi mengenai data produksi, jumlah batch produksi, pemakaian bahan dan lain-lain. c. Bertanggung jawab penuh atas masalah yang timbul di kemudian hari
atas produk yang dihasilkan.
d. Menyusun jadwal dan rotasi kerja bagi karyawan produksi yang dipimpinnya.
7. Kepala Gudang, bertanggung jawab kepada Supervisor. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pengelolaan persediaan bahan baku. b. Membuat laporan penerimaan, persediaan dan pengeluaran bahan. c. Mengontrol persediaan bahan.
d. Memesan bahan bila telah habis.
8. Manager Quality Control, bertanggung jawab kepada General Manager. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pengendalian mutu produk.
b. Memberi saran-saran kepada kepala bagian produksi mengenai mutu produk dan keadaan mesin/peralatan yang digunakan dalam proses produksi.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
9. Kasir, bertanggung jawab kepada Supervisor Accounting dan Finance. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Membayar gaji karyawan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan produksi maupun tidak.
b. Membantu atasan dalam hal penerimaan maupun pembayaran perusahaan yang berhubungan dengan keuangan.
c. Mencatat dan melaporkan uang masuk dan keluar kepada atasannya. 10.Keamanan, bertanggung jawab kepada Supervisor Personalia dan Umum.
Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Menjaga keamanan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan produksi maupun tidak.
b. Mengawasi dan mencatat tamu yang berkunjung ke perusahaan. 11.Analis, bertanggung jawab kepada manajer QC. Tugasnya adalah sebagai
berikut:
a. Melakukan pengukuran mutu produk baik sebelum diproses maupun setelah diproses.
b. Memberikan saran dan langkah berikutnya yang dilakukan atas pengukuran mutu.
4.2. Deskr ipsi Hasil Penelitian
4.2.1. Deskr ipsi Responden Berdasarkan Usia
Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner kepada 110 orang responden diperoleh gambaran responden berdasar usia adalah sebagai berikut :
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah Prosentase (%)
1 18-20 Tahun 39 35.45%
2 20-23 Tahun 45 40.91%
3 23-25 Tahun 26 23.63%
Total 110 100%
Sumber : Hasil penyebaran kuisioner
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah berusia antara 20 sampai 23 tahun yaitu sebanyak 45 orang atau sebanyak 40.91%, sedangkan responden berusia 18 sampai 20 tahun sebanyak 39 orang atau sebesar 35.45% dan sisanya sebanyak 26 orang atau sebesar 24% pada responden usia 23 sampai 25 tahun.
4.2.2. Deskr ipsi Responden Berdasar kan J enis Kelamin
Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner kepada 110 orang responden diperoleh gambaran responden berdasar jenis kelamin adalah sebagai berikut :
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan J enis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Prosentase %
1 Laki-Laki 49 44.55%
2 Perempuan 61 55.45%
Total 110 100%
Sumber : Hasil penyebaran kuisioner
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 61 orang atau sebanyak 55.45%, sedangkan sisanya berjenis kelamin Laki-Laki sebanyak 49 orang atau sebesar 44.55%.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
4.2.3. Deskr ipsi Responden Berdasar kan Uang Saku per Hari
Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner kepada 110 orang responden diperoleh gambaran responden berdasar uang saku adalah sebagai berikut :
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku per Hari
No Uang Saku/Hari Jumlah Prosentase (%)
1 ≤ Rp 20.000 32 29.09%
2 Rp 20.000-50.000 54 49.09%
3 ≥ Rp 50.000 24 21.82%
Total 110 100%
Sumber : Hasil penyebaran kuisioner
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar reponden dalam penelitian ini adalah responden yang memiliki uang saku Rp 20.000-50.000 per hari yaitu sebanyak 54 orang atau sebanyak 49.09%, sedangkan responden yang memiliki uang saku ≤ Rp 20.000 per hari sebanyak 32 orang atau sebanyak 29.09% dan sisanya sebanyak 24 orang atau sebanyak 21.82% responden yang memiliki uang saku ≥ Rp 50.000 per hari
4.2.4. Deskr ipsi Atribut Pr oduk
Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner yang dilakukan kepada para responden yang berjumlah 110 orang mengenai jawaban responden tentang variabel atribut produk adalah sebagai berikut :
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Tabel 4.4 Hasil J awaban Responden Untuk Per tanyaan Variabel Atribut Pr oduk (X1)
No Pertanyaan Skor Jawaban Total
1 2 3 4 5
1
Anda dapat mengetahui isi Teh Botol Sosro dari bentuk kemasannya
0 3 32 57 18 110
Pr osentase % 0 2.73 29.09 51.82 16.36 100
2 Anda memilih Teh Botol Sosro
karena mereknya sudah anda kenal 0 0 32 50 28 110
Pr osentase % 0 0 29.09 45.45 24.45 100
3
Teh Botol Sosro bisa dikenali dari aroma dan rasa yang tidak pernah berubah
0 0 0 77 33 110
Pr osentase % 0 0 0 70 30 100
4
Anda dapat dengan mudah mengingat bentuk atau karakteristik dari Teh Botol Sosro
0 0 24 66 20 110
Pr osentase % 0 0 21.82 60 18.18 100
5
Anda akan cepat mengingat logo dari Teh Botol Sosro karena sudah sejak lama mengenalnya
0 5 12 63 30 110
Pr osentase % 0 4.55 10.91 57.27 27.27 100
Rata-rata pr osentase % 0 1.46 18.18 57 23.25 Sumber : Data diolah
Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner diketahui bahwa jawaban yang diberikan responden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 1 sampai dengan skor 5, namun dari rata-rata prosentase tertinggi responden memberikan skor jawaban 4 yaitu sebesar 57 % . Responden merasa setuju bahwa kemasan, merek, kualitas, desain produk dan label produk merupakan faktor terpenting yang menjadi pertimbangan para konsumen dalam membeli Teh Botol Sosro.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
4.2.5. Deskr ipsi Harga
Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner yang dilakukan kepada para responden yang berjumlah 110 orang mengenai jawaban responden tentang variabel harga adalah sebagai berikut :
Tabel 4.5 Hasil J awaban Responden Untuk Pertanyaan Variabel Harga (X2)
No Pertanyaan Skor Jawaban Total
1 2 3 4 5
1
Produk teh botol sosro memiliki harga yang lebih terjangkau
3 10 40 52 5 110
Pr osentase % 2.73 9.09 36.36 47.27 4.55 100 2
Harga teh botol sosro sudah sesuai dengan kualitas yang diberikan
0 20 35 45 10 110
Pr osentase % 0 18.18 31.82 40.91 9.09 100
3
Harga Teh Botol Sosro sudah sesuai dengan manfaat yang anda dapatkan
0 5 43 41 21 110
Pr osentase % 0 4.55 39.09 37.27 19.09 100
Rata-rata pr osentase % 0.91 10.61 35.76 41.82 10.91 Sumber : Data diolah
Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner diketahui bahwa jawaban yang diberikan responden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 1 sampai dengan skor 5, namun dari rata-rata prosentase tertinggi responden memberikan skor 4 yaitu sebesar 41.82%. Responden merasa setuju dalam menanggapi harga Teh Botol Sosro dari segi harga yang terjangkau, harga yang sudah sesuai dengan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
kualitas dan manfaat yang diberikan karena menjadi pertimbangan dalam membeli
4.2.6. Deskr ipsi Minat Beli
Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner yang dilakukan kepada para responden yang berjumlah 110 orang mengenai jawaban responden tentang variabel minat beli adalah sebagai berikut :
Tabel 4.6 Hasil J awaban Responden Untuk Pertanyaan Variabel Minat Beli (Y)
No Pertanyaan Skor Jawaban Total
1 2 3 4 5
1
Apakah anda melakukan intensitas dalam mencari informasi sebuah produk terlebih dahulu baik dalam melakukan pembelian Teh Botol Sosro
20 24 40 21 5 110
Pr osentase % 18.18 21.82 36.36 19.09 4.55 100 2
Apakah anda mengetahui tentang teh botol sosro dan anda berkeinginan untuk segera membeli produk tersebut
0 10 38 42 20 110
Pr osentase % 0 9.09 34.55 38.18 18.18 100
3
Apakah teh botol sosro dapat mewakili anda untuk mewujudkan keinginan preferensial(menginginkan untuk membeli dan mengabaikan pilihan lain)
0 18 20 42 30 110
Pr osentase % 0 16.36 18.18 38.18 27.27 100 Rata-rata pr osentase % 6.06 15.76 30 31.82 16.67 Sumber : Data diolah
Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner diketahui bahwa jawaban yang diberikan responden cukup bervariatif. Hal tersebut ditunjukkan dengan
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor 1 sampai dengan skor 5, namun dari rata-rata prosentase tertinggi responden memberikan skor 4 yaitu sebesar 31.82%. Responden merasa setuju bahwa faktor terpenting dalam membeli suatu produk yang harus dilakukan adalah pencarian informasi, mengetahui produk tersebut dan produk tersebut dapat mewakili kebutuhan konsumen.
4.3. Analisis Data 4.3.1. Evaluasi Outlier
Outlier adalah observasi atau data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi atau mutivariat (Hair , 1998). Evaluasi terhadap outlier multivariate (antar variabel) perlu dilakukan sebab walaupun data yang dianalisis menunjukkan tidak ada outliers pada tingkat univariate, tetapi observasi itu dapat menjadi outliers bila sudah saling dikombinasikan. Uji terhadap outliers multivariate dilakukan dengan menggunakan jarak Mahalanobis pada tingkat p < 1%. Jarak Mahalanobis itu dievaluasi dengan menggunakan χ² (chi kuadrat) pada derajat bebas sebesar jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji outlier tampak pada tabel berikut:
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Tabel 4.7. Hasil Uji Outlier Residuals St at ist ics ( a)
Minim um Max im um Mean
St d . Deviat ion N Pr edict ed Value 0.774 120.355 55.500 23.641 110 St d . Pr edict ed Value - 2.315 2.743 0.000 1.000 110 St andar d Er r or of Pr edict ed Value 4.491 10.930 7.350 1.281 110
Ad j ust ed Pr edict ed Value - 3.896 125.119 55.436 23.893 110
Residual - 53.777 42.437 0.000 21.415 110
St d . Residual - 2.381 1.879 0.000 0.948 110
St u d. Residual - 2.491 2.030 0.001 1.002 110 Delet ed Residual - 58.875 49.523 0.064 23.955 110 St u d. Delet ed Residual - 2.561 2.063 - 0.001 1.010 110 Mahalanobis Dist ance [ MD] 3.320 2 4 . 5 3 9 10.900 4.109 110
Cook's Dist ance 0.000 0.057 0.010 0.012 110
Cent er ed Lev er ag e Value 0.030 0.225 0.100 0.038 110
( a) Dependent Var iable : NO. RESP
Sumber : Data diolah
Deteksi terhadap multivariat outliers dilakukan dengan menggunakan kriteria Jarak Mahalanobis pada tingkat p < 0,001. Jarak Mahalanobis itu dievaluasi dengan menggunakan χ2
pada derajat bebas sebesar jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian. Bila kasus yang mempunyai Jarak Mahalanobis lebih besar dari nilai chi-square pada tingkat signifikansi 0,001 maka terjadi multivariate outliers. Nilai χ2
0.001 dengan jumlah variabel sebanyak 12 adalah sebesar 31,264 Hasil analisis Mahalanobis diperoleh nilai 24,539 yang kurang dari χ2
tabel 31,264 tersebut. Dengan demikian, tidak terjadi multivariate outliers.
4.3.2. Evaluasi Reliabilitas
Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa Cronbach’s Alpha ini digunakan untuk mengestimasi reliabiltas setiap skala (variabel atau observasi indikator). Sementara itu item to total correlation digunakan untuk memperbaiki
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
ukuran-ukuran dan mengeliminasi butir-butir yang kehadirannya akan memperkecil koefisien Cronbach’s Alpha yang dihasilkan (Purwanto, 2002).
Tabel 4.8 Uji Realibilitas
Sumber : Data diolah
Proses eleminasi diperlakukan pada item to total correlation pada indikator yang nilainya < 0,5 [Purwanto,2003]. Terjadi eliminasi karena nilai item to total correlation indikator belum seluruhnya ≥ 0,5. Indikator yang tereliminasi tidak disertakan dalam perhitungan cronbach’s alpha. Perhitungan cronbach’s dilakukan setelah proses eliminasi.
Hasil pengujian reliabilitas konsistensi internal untuk setiap construct di atas menunjukkan kurang baik dimana koefisien Cronbach’s Alpha yang diperoleh belum seluruhnya memenuhi rules of thumb yang disyaratkan yaitu ≥ 0,7 [Hair et.al.,1998].
Pen gu j ian Reliabilit y Consist ency I nt er nal Konst r ak I ndikat or I t em t o Tot al
Cor r elat ion
Koef isien Cr onbach's Alpha Pr odu ct At t r ibut e X11 0.476 0.164 X12 0.447 X13 0.361 X14 0.485 X15 0.632 Pr ice X21 0.550 0.147 X22 0.621 X23 0.653
Pur chase I nt en t ion
Y1 0.675
- 0.024
Y2 0.462
Y3 0.564
: t er elim inasi
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
4.3.3 Evaluasi Validitas
Validitas menyangkut tingkat akurasi yang dicapai oleh sebuah indikator dalam menilai sesuatu atau akuratnya pengukuran atas apa yang seharusnya diukur, karena indikator multidimensi, maka uji validitas dari setiap latent variable atau construct akan diuji dengan melihat loading factor dari hubungan antara setiap observed variable dan latent variable.
Tabel 4.9 Uji Validitas St andar dize Fakt or Loading dan Const r u ct
dengan Confir m at or y Fact or An aly sis
Konst r ak I ndikat or Fak t or Loadin g
1 2 3 4 Pr odu ct At t r ibut e X11 0.995 X12 - 0.172 X14 0.065 X15 0.004 Pr ice X21 0.082 X22 0.129 X23 0.220
Pur chase I nt en t ion
Y1 0.998
Y2 0.017
Y3 0.037
Sumber : Data diolah
Berdasarkan hasil confirmatory factor analysis terlihat bahwa factor loadings masing masing butir pertanyaan yang membentuk setiap construct belum seluruhnya ≥ 0,5, sehingga butir-butir instrumentasi setiap konstruk tersebut dapat dikatakan validitasnya kurang baik.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
4.3.4. Evaluasi Construct Reliability dan Variance Extracted
Selain melakukan pengujian konsistensi internal Cronbach’s Alpha, perlu juga dilakukan pengujian construct reliability dan variance extracted. Kedua pengujian tersebut masih dalam koridor uji konsistensi internal yang akan memberikan peneliti kepercayaan diri yang lebih besar bahwa indikator-indikator individual mengukur suatu pengukuran yang sama (Purwanto, 2002). Dan variance extracted direkomendasikan pada tingkat 0,50.
Tabel 4.10 Uji Construct Reliability dan Variance Extracted Const r u ct Reliabilit y & Var iance Ex t r at ed
Konst r ak I ndikat or St andar dize Fact or Loading SFL Kuad r at Er r or [ εj ] Const r u ct Reliab ilit y Var iance Ex t r at ed Pr odu ct At t r ibut e X11 0.995 0.990 0.010 0.211 0.256 X12 - 0.172 0.030 0.970 X14 0.065 0.004 0.996 X15 0.004 0.000 1.000 Pr ice X21 0.082 0.007 0.993 0.060 0.024 X22 0.129 0.017 0.983 X23 0.220 0.048 0.952 Pur chase I nt en t ion Y1 0.998 0.996 0.004 0.356 0.333 Y2 0.017 0.000 1.000 Y3 0.037 0.001 0.999 B a t a s D a p a t D i t e r i m a ≥ 0 , 7 ≥ 0 , 5 Sumber : Data diolah
Hasil pengujian reliabilitas instrumen dengan construct reliability dan variance extracted menunjukkan instrumen kurang reliabel, yang ditunjukkan dengan nilai construct reliability belum seluruhnya ≥ 0,7. Meskipun demikian angka tersebut bukanlah sebuah ukuran “mati” artinya bila penelitian yang dilakukan bersifat exploratory, maka nilai di bawah 0,70 pun masih dapat diterima
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
sepanjang disertai alasan–alasan empirik yang terlihat dalam proses eksplorasi. Dan variance extracted direkomendasikan pada tingkat 0,50.
4.3.5. Evaluasi Nor malitas
Uji normalitas sebaran dilakukan dengan Skewness Value dari data yang digunakan yang biasanya disajikan dalam statistik deskriptif. Nilai statistik untuk menguji normalitas itu disebut z-value. Bila nilai-z lebih besar dari nilai kritis maka dapat diduga bahwa distribusi data adalah tidak normal. Nilai kritis dapat ditentukan berdasarkan tingkat signifikansi 0,01 (1%) yaitu sebesar ± 2,58. Hasilnya diperoleh nilai c.r. multivariat diantara ± 2,58 dan itu berarti asumsi normalitas terpenuhi dan data layak untuk digunakan dalam estimasi selanjutnya. Hasil analisis tampak pada tabel berikut:
Tabel 4.11 Uji Normalitas Assessm ent of nor m alit y
Var iable m in m ax ku r t osis c.r .
X11 2 5 - 0.342 - 0.733 X12 3 5 - 0.973 - 2.084 X14 3 5 - 0.497 - 1.063 X15 2 5 0.665 1.424 X21 1 5 0.572 1.225 X22 2 5 - 0.809 - 1.731 X23 2 5 - 0.772 - 1.653 Y1 1 5 - 0.761 - 1.628 Y2 2 5 - 0.739 - 1.582 Y3 2 5 - 0.942 - 2.016 M u l t i v a r i a t e - 1.419 - 0 .4 8 0 B a t a s N o r m a l ± 2 , 5 8
Sumber : Data diolah
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Hasil uji menunjukkan bahwa nilai c.r. mutivariate berada di antara ± 2,58 itu berarti asumsi normalitas terpenuhi. Fenomena ini tidak menjadi masalah serius seperti dikatakan oleh Bentler & Chou [1987] bahwa jika teknik estimasi dalam model SEM menggunakan maximum likelihood estimation [MLE] walau ditribusi datanya tidak normal masih dapat menghasilkan good estimate, sehingga data layak untuk digunakan dalam estimasi selanjutnya.
4.4. Structural Equation Modelling
4.4.1. Evaluasi Model One – Step Appr oach to SEM
Dalam model SEM, model pengukuran dan model struktural parameter-parameternya diestimasi secara bersama-sama. Cara ini agak mengalami kesulitan