4. Kelembagaan - Sejarah Yayasan
4.1 Aspek Fisik dan Biofisik .1 Lokasi dan Batas Tapak .1 Lokasi dan Batas Tapak
4.1.5 Kondisi Ruang Terbuka
4.1.5.3 Children Playground
Children playground dialokasikan di Plaza yang terletak di antara
bangunan TK dan Mesjid. Plaza yang diberi perkerasan berupa paving block ini menampung dua set ayunan, satu buah jungle gym, satu buah enjot-enjotan, dan satu buah perosotan. Selain itu, di tapak ini juga telah disediakan areal bertanah yang digunakan untuk berlatih bercocok tanam. Sebuah pelataran beratap dengan
7
beberapa buah keran terletak sampingnya. Sebuah kolam kecil diletakkan di pojok tapak, tersembunyi di pelataran tersebut.
4.1.6 Bangunan
Bangunan-bangunan di tapak ini tersebar sejajar batas tapak. Bangunan mesjid diletakkan di bagian Timur dan menjadikannya bangunan pertama yang ditemui ketika memasuki tapak. Mesjid ini memiliki ukuran pintu dan jendela yang besar di kedua lantainya. Ukuran bangunan yang besar didesain untuk menampung kegiatan siswa yang seringkali dilakukan di sana. Bangunan ini didominasi oleh warna putih dengan sedikit aksen hijau muda di beberapa bagian bangunan. Atap bangunan merupakan atap dak beton dan dihiasi bentukan kubah berwarna di bagian tengahnya.
Bangunan sekolah TK terletak tepat di belakang Mesjid, terpisahkan dengan mesjid oleh plaza yang berfungsi sebagai children playground. Seluruh fasad bangunan yang menghadap ke arah plaza dihiasi oleh gambar-gambar menarik dengan warna-warna yang ceria. Bangunan dua tingkat ini terdiri dari 8 ruang yang berfungsi sebagai ruang kelas dan ruang guru. Hiasan-hiasan buatan siswa menggantung di depan ruang kelas mereka masing-masing. Atap bangunan ini merupakan atap pelana dengan penutup berupa genting yang dicat berwarna hijau tua.
Gambar 17. Bangunan Taman Kanak-Kanak 6
Bangunan SD dan SMP terletak di bagian barat tapak. Kedua bangunan tersebut dibuat menghadap lapangan olahraga. Ruang-ruang kelas SD disusun hanya satu baris dimana semua pintu ruang kelas membuka ke arah lapangan. Berbeda dengan bangunan SD, kelas-kelas di bangunan SMP disusun ke dalam
dua baris yang saling berhadapan. Semua pintu ruang kelas di bangunan SMP dibuat membuka ke arah koridor di dalam bangunan. Bangunan SMP dibuat berbentuk persegi panjang dengan teras kecil di bagian muka, sedangkan bangunan SD dibuat menyerupai huruf ‘U’ dengan koridor di sepanjang muka kelas yang juga berfungsi sebagai teras bangunan. Persamaan dari kedua bangunan tersebut, selain orientasi fasad bangunan, adalah tinggi bangunan serta bentukan dan warna atapnya. Kedua bangunan yang terdiri dari tiga lantai tersebut memiliki atap berbentuk pelana dengan penutup berupa genting yang dicat dengan warna hijau.
Gambar 18. Bangunan SD8
Gambar 19. Bangunan SMP8
4.1.7 Utilitas
Jaringan utilitas di tapak ini meliputi jaringan listrik, telepon, air bersih, air buangan, dan sistem persampahan. Kebutuhan listrik dilayani oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Total daya sebesar 30.000 Watt dialirkan ke setiap gedung melalui saluran kabel di atas permukaan. Kabel-kabel ini dipasang di sekeliling tapak sejajar dengan tembok batas dengan disangga tiang-tiang listrik setinggi 5 meter. Kabel-kabel listrik tersebut dilengkapi dengan bahan pembungkus khusus sehingga terjamin keamanannya. Untuk mencegah koslet (short sircut) serta untuk mempermudah pengelolaan tagihan, meteran KWH yang juga berfungsi sebagai sekering utama diletakan di setiap gedung. Gedung SD dan SMP masing-masing memiliki dua buah meteran, sedangkan Mesjid hanya memiliki satu buah meteran. Pendistribusian listrik di dalam bangunan dilakukan deangan menggunakan kabel yang disembunyikan di dalam plafond. Sistem jaringan telepon (PABX) juga menggunakan sistem jaringan di atas permukaan tanah seperti jaringan listrik.
8
Gambar 20. Saluran Listrik di Atas Permukaan 9
Gambar 21. Penampungan Air Bersih di Mesjid (sistem yang sama diguankan pada banguan lainnya) 10 Sumber air bersih untuk setiap bangunan didapat dari empat buah sumur artesis dengan jet pump yang diletakkan masing-masing satu buah di setiap bangunan. Air bersih yang didapat kemudian ditampung di dalam tabung-tabung penampungan di bangunan yang bersangkutan. Pendistribusian air dilakukan melalui pipa air bersih ke toilet serta tempat wudhu. Khusus untuk bangunan SD, air bersih juga didistribusikan ke apur umum. Penggunaan air bersih ini adalah untuk Mandi cuci kakus (MCK), dan untuk keperluan memasak.
Gambar 22. Aliran Drainase (gambar tanpa skala)
9
Foto diambil pada tanggal 25 Mei 2007 pukul 09.50 WIB
10
Sistem pembuangan air hujan utama melalui saluran pembuangan tertutup yang dibuat melintasi tepi lapangan olahraga. Dengan lebar 40 cm dengan kedalaman bervariasi antara 30 hingga 60 cm. Aliran air hujan yang jatuh di lapangan diarahkan ke dalam saluran pembuangan yang sengaja menjadi titik terendah tapak. Saluran pembuangan ini dibuat mengarah ke sungai kecil di sebelah utara tapak yang menjadi juga menjadi muara saluran drainase rumah-rumah di sekitar tapak. Air kotor dibuang dengan menggunakan fasilitas septic
tank.
Gambar 23. Inlet Drainase di Tepi Lapangan (tipe 1)
Gambar 24. Inlet Drainase di Tepi Lapangan (tipe 2)
Gambar 25. Saluran Drainase di Jalur Pedestrian11
Tempat-tempat sampah disediakan di setiap ruangan. Selain itu, beberapa lokasi juga disediakan tempat sampah berupa tong besi berukuran sedang. Setiap hari sampah-sampah tersebut dikumpulkan ke tempat pembuangan sampah di bagian Tenggara tapak. Sampah-sampah yang telah terkumpul tersebut kemudian diambil oleh petugas pengumpul sampah lingkungan untuk kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah umum. Petugas tersebut selain mengumpulkan sampah dari SIT Ummul Quro juga dari pemukiman sekitar.
4.1.8 Iklim
Berdasarkan data Stasiun Geofisika Darmaga, Bogor yang diperoleh dari Balai 2 Badan Meteorolgi dan Geofisika (BMG, data tahun 2002-2006), curah hujan rata-rata tahunan adalah 3941,9 mm/th. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April yaitu 573,8 mm dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Agustus, yaitu 131,5 mm. Menurut perhitungan yang telah dilakukan oleh BMG, jumlah
11
bulan basah tapak ini adalah 9 bulan, sedangkan jumlah bulan kering tapak ini adalah 3 bulan. Tapak ini berdasarkan klasifikasi Schmidth-Ferguson termasuk ke dalam tipe iklim B atau daerah basah.
Tabel 2. Data Iklim Rata-rata Bulanan Tahun 2002-2006. Temperatur oC
Bulan
Rata2 Maks Min
Curah hujan (mm) Kelembaban (%) Kecepatan angin (knot) Lama Penyinaran (%) Januari 25,4 26,8 23,7 502,5 89,8 2,4 36,7 Februari 24,9 26,1 23,9 487,8 89,9 2,5 24,7 Maret 25,8 27,1 23,8 548,7 86,8 2,4 65,3 April 26,0 27,4 24 570,8 87,1 2,1 64,0 Mei 26,3 27,9 24,8 434,5 84,6 1,9 73,6 Juni 25,8 26,9 24,2 218,9 84,0 1,8 86,7 Juli 25,7 26,4 24 318,8 83,3 2,1 71,9 Agustus 25,5 26,8 24 134,8 77,5 2,6 86,5 September 26,1 27,3 24,4 282,0 75,5 2,8 77,6 Oktober 26,2 27,7 24,2 327,6 77,9 2,4 78,3 Nopember 26,2 27,2 25 352,5 84,3 2,2 56,7 Desember 26,0 28,1 24,4 397,4 86,1 1,9 50,0
Sumber data: Balai 2 Badan Meteorologi dan Geofisika, Stasiun Pengataman Darmaga
Suhu udara rata-rata adalah 25,8oC dengan maksimum rata-rata 26,3oC dan minimum rata-rata adalah 24,9oC. Lama penyinaran matahari rata-rata adalah 58,2% dimana rata-rata tertingi (86,5%) terjadi pada bulan Agustus dan rata-rata terendah (24,7%) terjadi pada bulan Februari. Kelembaban rata-rata kawasan tersebut 83,9% dimana kelembaban tertinggi (89,9%) terjadi di bulan Februari dan kelembaban terendah (75,5%) terjadi pada bulan September.
Kecepatan angin rata-rata tahunan adalah sebesar 2,3 knot (4,25 km/jam). Kecepatan rata-rata tertinggi sebesar 2,8 knot (5,17 km/jam) terjadi pada bulan September. Kecepatan rata-rata terendah sebesar 1,9 knot (3,51 km/jam) terjadi pada bulan Desember.
Menurut Laurie (1984), iklim mikro adalah iklim spesifik suatu tapak. Iklim mikro tercipta oleh topografi, vegetasi, keterbukaan terhadap angin,
pola-pola bayangan yang disebabkan oleh bangunan dan pepohonan, ketinggian dari muka laut, dan hubungan tapak terhadap suatu kawasan air yang luas. Iklim mikro pada tapak diciptakan dari vegetasi, pola bayangan bangunan dan pepohonan, serta permukaan perkerasan.