BAB II TINJAUAN TEORITIS
B. Akhlak
5. Ciri-ciri akhlak dalam islam
Disamping adanya sebuah kedudukan dan keistimewaan akhlak. Maka akhlak dalam islam pun memiliki ciri khas dan diantaranya ialah; a) Rabbani b) Manusiawi c) Universal dan d) Realistik.
a. Akhlak rabbani
Ajaran akhlak dalam islam bersumber dari wahyu ilahi yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah. Di dalamnya terdapat kira-kira 1.500 ayat yang mengandung ajaran akhlak, baik yang teoritis maupun praktis. Demikian pula hadits-hadits nabi.
Ciri rabbani ini menegaskan bahwa akhlak dalam islam bukanlah moral yang kondisioanal.dan situasional, tetapi akhlak yang benar-benar memiliki nilai yang mutlak. Akhlak rabbani inilah yang mampu untuk menghindari kekacauan nilai moralitas dalam hidup manusia., Al-Quran telah menegaskan kita tentang akhlak Rabbani, sebagaimana firman Allah Swt (QS. Al-An‟am[6]:153):
37 Kementerian agama republik Indonesia, Al-Qur’an dan terjemahan (Jakarta.pt.citra mulia agung.2017), h. 401
َرَٰ٘ ََّْأَٚ
ِث ُُىٰىَّصَٚ ُُۡىٌِ َٰذ ُۚۦٍِِٗ١ِجَظ َٓع ُُۡىِث َقَّسَفَزَـ ًَُجُّعٌٱ ْاُٛعِجَّزَر َلاَٚ ُُٖۖٛعِجَّرٲَـ ب ّٗ١ِمَز ۡعُِ ِٟغ َٰسِص ا ُُۡىٍََّعٌَۦِٗ
َُْٛمَّزَر
terjemahannya:
dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah.38
b. Akhlak Manusiawi
Ajaran akhlak dalam Islam sejalan dengan tuntunan dari fitrah manusia kerinduan jiwa manusia terhadap kebaikan akan terpenuhi dengan mengikuti ajran akhlak daalam islam. Ajaran akhlak dalam islam diperuntukkan bagi manusia yang merindukan kebahagian yang hakiki bukan kebahagian yang semu.
c. Akhlak universal.
Ajaran akhlak dalam islam sesuai dengan kemanusian yang universal dan mencakup dari segala aspek hidup manusia,baik yang dimensinya vertikal maupun yang horizontal.
d. Akhlak keseimbangan.
Ajaran akhlak dalam islam berada di tengah antara yang menghkhayalkan manusia sebagai malaikat yang menitik berat segi kebaikannya dan menitik beratkan khayalan manusia dengan hewan yang menitik beratkan sifat keburukannya saja.
38,ibid, h.149
e. Akhlak realistik
Ajaran akhlak dalam Islam memperhatikan kenyataan hidup manusia , meskipun manusia dinyatakan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibanding dengan makhluk-makhluk lainnya dan manusia memiliki kelemahan-kelemahan, memiliki kecenderungan manusiawi dan berbagai macam kebutuhan material dan spiritual, sebagaimana firman Allah Swt. (QS.Al-Baqarah.[2]:173)
ٌُ١ِحَّز ٞزُٛفَؼ َ َّلِلّٱ َِّْإ ُِۚٗۡ١ٍََع َُۡثِإ ٓ َلاَـ ٖﺩبَع َلاَٚ ٖغبَث َسۡ١َؼ َّسُؽ ۡظٱ ََِّٓـ
Terjemahannya:
tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.39 C. Peran Pembina Asrama Dalam Pembinaan Akhlak Siswa.
1. Peran Pembina Asrama dalam Pembinaan Akhlak Siswa.
Dalam pembinaan siswa untuk membentuk manusia yang berakhlakul karimah, Peran seorang pembina atau pendidik sangatlah di perlukan, itulah sebabnya dalam islam sangat menghargai dan menghormati orang yang berilmu pengetahuan yang bertugas sebagai pembina dan pengasuh akhlak siswa.40
Dalam pelaksanaannya pembina asrama dalam pembinaan akhlak siswa laksana orang tua yang mendidik dan memberi contoh serta tauladan yang baik
39 Ibid ,h.26
40 Zuhairini, dkk, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995) h. 167
terhadap siswa Sebagaimna peran seorang ibu dan bapak dirumah. Sebagaimna dikatakan oleh Djumransyah Indar;
Peran Ibu dan Bapak (orang tua) dalam pendidikan anaknya adalah : a. Sumber dan pemberi kasih sayang
b. Pembimbing hubungan pribadi c. Pendidik dalam segi emosional.41
Dari penjelasan diatas bahwa peran pembina asrama selain mengayomi, membina dan mendidik siswa dengan tujuan agar mereka menjadi anak yang berbudi pekerti yang luhur,serta berakhlakul karimah. Dengan kegiatan kajian dan nasehat yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah.
Sebagaimana dikatakan Athiyah al-Abrsyi yang dikutip Abuddin Nata dalam bukunya Menejemen Pendidikan, menyatakan;
“Pendidikan Budi pekerti dan akhlak adalah jiwa dan tujuan pendidikan Islam‟42
pembina selain memiliki tanggung jawab penuh diasrama selaku aktor pendidik dan pendamping seorang siswa. Pembina juga memiliki peranan yang sangat jauh lebih penting dalam membina akhlak. sebagaimana yang telah di ungkapkan oleh Al-ghazali , peranan seorang pembina antara lain adalah:
41 Djumransyah Indar, Ilmu Pendidikan Islam, IAIN Sunan Ampel (Malang 1985) h. 74
42 Abuddin Nata, Manajemen Pendidikan, (Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam Di Indonesia, ( Jakarta: Prenada Media, 2001) h.1229
1) Pembina sebagai orang tua
Seorang pembina akan berhasil melaksanakan tugasnya apabila mempunyai rasa tanggung jawab dan kasih sayang terhadap muridnya sebagaimana orang tua terhadap anaknya sendiri. Sebuah hadits menyatakan:
“Sesungguhnya aku ini bagimu adalah seumpama seorang ayah bagi anaknya (HR. Abu Daud, Nasai, Ibnu Hibban, dari Abu Hurairah)”. Hadits diatas menuntut seorang guru agar tidak hanya menyampaikan pelajaran semata tetapi juga berperan seperti orang tua. Jika setiap orang tua senantiasa memikirkan nasib anaknya agar kelak menjadi manusia yang berhasil, dapat melaksanakan tugas hidupnya, bahagia dunia akhirat, seorang pembina pun seharusnya demikian juga perhatiannya terhadap muridnya43
2) Pembina Sebagai Pengajar
Sebagai pengajar (instruksional) yang bertugas merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun, dan memberikan penilaian setelah program44.
3) Sebagai Pembimbing Akademik
Berdasarkan itu dilaksanakan). Pembina keikhlasan dan kasih sayangnya, pembina asrama selanjutnya berperan sebagai pembimbing akademik dalam mempelajarai dan mengkaji pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu.
43 Abidin Ibnu Rusn, Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998),h.67
44 Ibid,h. 67
Hendaknya seorang guru tidak segan-segan memberikan pengetahuan kepada muridnya agar mempelajari ilmu secara runtun, setahap demi setahap. Hal ini mengingat bahwa manusia tidak mampu merangkum ilmu pengetahuan secara serempak dalam satu masa perkembangannya.45
4) Pembina Sebagai Teladan
Pendidikan diarahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertawakal kepada Allah dan berakhlak mulia. Maka pembina sebagai subyek dalam pendidikan yang paling berperan, sebelum melaksanakan tugasnya yakni mendidik dan mengajar haruslah menjadi orang yang beriman, bertaqwa dan berbudi luhur. “Untuk itulah wahai pendidik amalkan ilmumu jangan berlainan kata dengan perbuatanmu.46
Rasulullah Saw salah satu contoh pendidik yang terbaik, karnanya allah swt mengutus nabi Muhammad saw untuk menjadi tauladan buat umat manusia sebagaimana firman Allah Swt (Q,S. Al-Ahzab :33:21):
ََّلِلّٱ َسَوَذَٚ َسِخٓ ۡ٤ٱ ََ َۡٛ١ٌۡٱَٚ َ َّلِلّٱ ْاُٛج ۡسَ٠ َْبَو ٌَِّّٓ ٞخََٕعَح ٌحَٛ ۡظُأ ِ َّلِلّٱ ِيُٛظَز ِٟـ ُُۡىٌَ َْبَو ۡدَمٌَّ
ا ٗس١ِثَو
Terjemahannya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.47
45 Ibid. h.67
46 Ibid. h. 76.
47 Kementerian agama, Al-Qur,an dan terjemahannya (jakarta:PT. Tiga Serangkai Pusat Mandiri,2018) h.420
Dalam diri Rasulullah Saw, Allah swt menyusun suatu bentuk pendidikan yang sangat sempurna dalm metodologi Islam dan suatu bentuk yang hidup dan abadi selama sejarah masih berlangsung.
Suatu ketika aisyah pernah ditanya tentang pribadi Rasulullah Saw, beliau menjawab bahwa pribadi beliau adalah Alqu‟ran, sebuah jawaban yang sangat ringkas tapi pengertiannya sangat dalam, luas dan mengagungkan, beliau saksi hidup roh, hakekat dan tuntunan alquran, dengan demikian beliau adalah contoh terbaik yang harus kita ikuti dalam pendidikan.
5) Membimbing Siswa Membaca Al-Qur‟an dan Al Hadits
Qur‟an dan Hadits adalah bagian dari Pendidikan Agama Islam, faktor yang terpenting sebelum siswa memahami dan menghayati maknanya siswa dituntut untuk bisa membacanya secara benar dan lancar berdasarkan makhroj dan tajwidnya.
Hadits Nabi yang berkenaan dengan bimbingan dalam belajar Al-Qur‟an sebagai berikut :
ٍَََُّّٗعَٚ َْآْسُمٌْا ٍَََُّعَر َِْٓ ُُْوُسْ١َخ
Artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”48
48 Fachruddin HS dkk, Pilihan Sabda Rasul (Jakarta: Bumi Aksara 1998) h.548
َخَٔٚ ٌٍََُظَٚ ِٗ١ٍََع ٌالله ٍَْٟص ٌالله ٌيُٛظَز بًٕ١ٍََع َجَسَخ َيبَل ٌَٕٗع ٌ ٌالله ِٟظَز ٍسِِبَع ِٓث ًخجمُع َٓع
atau Aqiq lalu ia pulang dengan membawa dua ekor unta betina dari jenis yang terbaik tanpa melakukan satu dosa atau memutuskan tali silaturahmi?‟ Kami menjawab, Ya Rasulullah, kami semua menyukai hal itu.‟ Rasululullah bersabda, 'Mengapa salah seorang dari kalian tidak ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua buah ayat Al-Qur'an (padahal yang demikian itu) lebih baik baginya dari pada dua ekor unta betina, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta betina, dan begitu pula membaca empat ayat lebih baik baginya daripada empat ekor unta betina, dan seterusnya sejumlah ayat yang dibaca mendapat sejumlah yang sama dari unta-unta."(HR. Muslim dan Abu Dawud)49 6) memberikan nasehat
Dalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruhi dalam kata-kata yang di dengar, pembawaan itu tidaklah selalu tetap, dan oleh karna itu nasehat haruslah selalu diulangi. oleh sebab itu pembina harus senantiasa memberikan nasehat para anak didiknya dan tidak mengenal sifat bosan dalam dirinya.dan disamping nasehat seorang pembina harus senantiasa mendoakan kebaikan untuk siswa binaannya.
49 Imam an-nawawi. Riyadhus sHihin,darul hadits Qahirah(jawa tengah.cet 12.2016 )
Dalam hal pemberian nasehat Imam Asy Syafi‟i rahimahullah berkata:
ر ِٓ .عٛٔ ضبٌٕا ٓ١ث حصٌٕا ْئـ. ْٗعبّجٌا ٟـ خح١صٌٕا ْٟٕجٕجٚ . ٞﺩاسفٔا ٟـ هحصٕث ٟٔدّع
ْٗعبغ َػْعُر ٌُ اذإ ْعصجر لاـ .ٌٟٛل ذ١صعٚ ٟٕزفٌبخ ْإٚ . ْٗعبّزظا ٝظزأ لا خ١ثٛزٌا
Artinya:
“Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri. Jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian. Sesungguhnya nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk sesuatu Pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya. Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku. Maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti”50
Di dalam alquran keseluruhannya adalah nasehat.dan ada beberapa ayat dalam alquran yang memberikan gambaran sempur tentang bagaimana cara memberi nasehat sehingga mampu menyentuh hati, sebagaimana firman Allah Swt.(Q.S Al-luqman (31):13-19):
dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"(13).dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(14).dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan(15).(Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui.(16).Hai anakku,dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.
Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).(17).dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(18)dan sederhanalah kamu dalam berjalan,dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.51
2. Tugas Pembina Asrama dalam Pembinaan Akhlak
Tugas pendidik atau pembina asrama yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan, menyucikan, serta membimbing hati manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hal tersebut karena tujuan pendidikan Islam yang utama adalah upaya untuk mendekatkan diri kepadanya. jika pendidik belum mampu membiasakan diri dalam peribadatan kepada peserta didik berarti ia mengalami kegagalan di dalam tugasnya, sekalipun peserta didik memiliki prestasi akademis yang luar biasa.52
51 Usman el-Qurtuby,alqur’an hafalan ,menghafal lebih mudah metode 5 waktu hafal 1 Halaman(bandung.cordoba,2019).h ;412
52 Bukhari Umar, Op. Cit. h. 87
Keutamaan seorang pembina atau pendidik di asrama disebabkan oleh tugas mulia yang diembannya, Tugas yang diemban seorang pendidik hampir sama dengan tugas seorang rasul yaitu sebagai “warasat al-anbiya” yang pada hakikatnya mengemban misi rahmatan lil alamin, yakni suatu misi yang mengajak manusia untuk tunduk dan patuh pada hukum-hukum Allah, guna memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Kemudian misi ini dikembangkan kepada pembentukan kepribadian yang berjiwa tauhid, kreatif, beramal saleh dan bermoral tinggi.
Selain itu tugas pendidik atau pembina asrama yang utama adalah, menyempurnakan, membersihkan, menyucikan hati manusia untuk taqarrub kepada Allah. Sejalan dengan ini Abd al-Rahman al-Nahlawi menyebutkan tugas pendidik sebagai berikut: pertama, fungsi penyucian yakni berfungsi sebagai pembersih, pemelihara, dan pengembang fitrah manusia. Kedua, fungsi pengajaran yakni meng-internalisasikan dan mentransformasikan pengetahuan dan nilai-nilai agama kepada manusia. Tugas khusus seorang pendidik atau pembina asrama adalah sebagai berikut:
a. Sebagai pengajar (instruksional) yang bertugas merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun, dan memberikan penilaian setelah program itu dilaksanakan.
b. Sebagai pendidik (edukator) yang mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan yang berkepribadian Islam, seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia.
c. Sebagai pemimpin (managerial) yang memimpin dan mengendalikan diri sendiri, peserta didik dan masyarakat yang terkait. Menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas program yang dilakukan itu.53
d. Wajib menemukan pembawaan yang ada pada peserta didik.
e. Berusaha menolong peserta didik mengembangkan pembawaan yang baik dan menekan perkembangan pembawaan yang buruk agar tidak berkembang.
f. Memperkenalkan berbagai bidang keahlian, keterampilan agar peserta didik memilihnya dengan tepat.
g. Memberikan bimbingan dari penyuluhan tatkala peserta didik menemui kesulitan dalam mengembangkan potensinya.54
Pembina asrama juga berperan sebagai pembimbing, yaitu memberikan bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah, keluarga serta masyarakat dalam keseluruhan proses pendidikan guru.
53.Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2008) h. 111
54 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2012), h. 126.
3. Pola Pembinaan Akhlak Siswa
Secara harpiyah pola pembinaan adalah model, metode,atau usaha yang dilakukan secara terus menerus yang berkesinambungan dilakukan dengan secara sadar oleh lembaga dalam rangka menumbuh- kembangkan aspek kognitif, efektif maupun psikotorik siswa.
Sedangkan dalam kamus umum bahasa indonesia pola adalah gambar, contoh dan model sedangkan pembinaan adalah usaha tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna untuk memperoleh hasil yang baik.55
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pola pembinaan adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk meningkatkan apa yang sudah dimiliki kepada yang lebih baik (sempurna). Baik dengan melalui bimbingan, pemeliharaan, penguatan potensi terhadap anak.
pembinaan yaitu usaha secara sadar untuk membimbing dan mengarahkan kepribadian serta kemampuan anak,baik dalam pendidikan formal maupun non formal56 pembinaan memiliki arah yang penting dalam masa perkembangan suatu anak,lebih terkhusus dalam pengembangan sikap dan perilaku anak dengan itu pembinaan sangat diperlukan di saat dini guna untuk memberikan suatu arah dan penentuan pandangan hidup pembentukan akhlak yang dipengaruhi oleh faktor internal anak, yautu pembawaan si anak , dan paktor dari luar pendidikaan dan
55 Depertemen pendidikan nasional. kamus besar Bahasa inodesia(Jakarta:pusatbahasa 2008,h .1199
56 M. arifin ,Hubungan Timbal Balik dengan Agama (Jakarta bulan bintang 2008)H 30
pembinaan yang dibuat secara khusus, atau melalui interaksi sosial dalam masyarakat.
Ada beberapa pola yang pembinaan yang harus dilakukan dalam pembinaan akhlak seotrang anak diantaranya yaitu:
a. melalui pengekangan dan pengendalian hawa nafsu
dalam suatu ungkapan alghazali yang pernah di ungkapkan adalah : apabila pendidikan (orang tua ) melihat bahwa anak tamak terhadap makanan,maka hendaklah mengharuskan anak itu untuk berpuasa,dan membatasi makanannya.kemudian menyuruh untuk menjadikan makan yang lezat untuk di berikan kepada orang lain.sedangkan ia sendiri tidak memakannya, demikianlah seterusnya hingga anak menjadi kuat dan terbiasa untuk bersabar dan hilang ketamakan57
dari pernyataan al-ghazali diatas dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa dalam pembinaan yang paling pertama dilakukan adalah melalui pemgendalian hawa nafsu seorang anak didik sehingga membuat lebih dekat dengan allah menjadi insan yang beriman, bertaqwa kepada allah dan memiliki akhlakul karimah.
b. melalui ar-riyadah pembiasaan
dengan melalui pola pembiasaan inilah, pembiasan baik terhadap anak didik maka akan membentuk kepribadian anak ,dengan membiasakan
57 Imam al-ghazali. Tentang rahasia keajaiban hati( Surabaya al-ikhlas 1968) h.60
kegiatan yang baik inilah dengan tujuan membentuk tingkah laku dan akhlak anak didik dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik.misalnya dengan mewajibkan para siswa puasa senin dan kamis, seperti apa yang di ungkapkan oleh quraish shihab.
Menurut Quraish Shihab, bahwa pembiasaan yang akhirnya melahirkan kebiasaan ditempuh Al-Quran bertujuan untuk memantapkan pelaksanaan ajaran Al-Quran58. Artinya Al-Quran mengajarkan kepada manusia untuk dapat melaksanakan ajaran yang ada dalam Al-Quran, membiasakan melaksanakan perintah Allah, sehingga akan terbiasa patuh atau taat kepada Allah yang akhirnya hatinya menjadi yakin akan kebenaran ajaran Al-Quran.
Seiring dengan itu M. Quthb juga berpendapat bahwa pembiasaan (kebiasaan) digunakan sebagai salah satu tehnik pendidikan, juga mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena ia dapat menghemat waktu dan mudah dapat mengerjakannya59
c. melalui pemberian hadiah dan hukuman
melalui pemberian hadiah dan hukuman dengan tujuan untuk bentuk pendidikan terhadap anak dianggap sangatlah aman, tentunya dengan batasan yang tertentu dan sewajarnya.
Dengan memberikan hadiah kepada anak akan menjadi pendorong serta pendukung untuk selalu semangat dan bersungguh-sungguh dalam melakukan
58 M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran, (Bandung : Mizan, 1994), h. 176.
59 M. Quthb, Sistem Pendidikan Islam, (Bandung : Al-Ma‟arif, 1988), h. 363.
sesuatu diantaranya adalah menuntut ilmu sedangkan hukuman sebagai penggiat untuk rajin dan taat terhadap aturan-aturan yang di perlakukan.
Pemberian hadiah dan hukuman terhadap anak dapat merangsang psikologi anak untuk lebih berprestasi sedangkan hukuman juga sangat berpengaruh terhadap jasmani daan rohani anak. Dan pemberian hadiah dan hukuman ini jika di pandang dari sudut islam adalah sebuah konsep yang sangat jelas dan tertera secara eksplisit dan qath‟I dalam alquran dan sunnah nabi60.
4. Jenis Kegiatan pembina dalam Pembinaan Akhlak Siswa.
Kegiatan pembina akhlak siswa adalah rangkaian aktifitas sehari-hari pembina dalam mengelola dan membina siswa yang di fokuskan pada kegiatan pembelajaran Agama Islam guna terbentuknya siswa yang berakhlak mulia.
Adapun jenis kegiatan pembina akhlak siswa antara lain.
a. pembinaan keagamaan
Kegiatan pembinaan keagamaan yang dilakukan dengan melalui
1) .Pembinaan Aqidah/Tauhid
Akidah adalah pokok ajaran Islam. Diatasnya agama Islam dibangun.
Kedudukannya sangat strategis, fungsinya sangat penting dan keutamaannya sangat tinggi. Oleh karena itu, akidah adalah masalah krusial untuk kehidupan
60 Haidar putra daulay, Pendidikaan Islam dalam Persfektif Filsafat( Jakarta pramedia grup 2014) H: 120
beragama seorang muslim. Mempelajarinya, mengamalkannya, mendakwahkannya serta sabar di atas jalannya adalah prioritas utama.
2) Pembinaan Akhlak
Dalam kehidupan sehari-hari akhlak itu sanagatlah makapenting diterapakan, terutama akhlak kepada Allah, sesama manusia dan lingkungan sekitar. Akhlak terhadap Allah merupakan suatu kewajiban bagi manusia, seperti halnya kita menegrjakan suatu kewajiban manusia kepada Allah yaitu dengan mentauhidkan-Nya, mengesakannya, beribadah kepadannya dan lain sebagainya.
Selain itu kita juga harus menerapkan akhlak kita terhadap sesama manusia dan juga kepada lingkungan sekitar kita. Seperti halnya akhlak terhadap orang tua, kepada tetangga dekat kita, terhadap masyarakat, dan akhlak dalam pergaulan kita. Dan juga yang tidak kalah penting akhlak terhadap lingkungan sekitar, misalnya kita melestarikannya, menjaganya dan merawat atau tidak merusaknya
3). Pembinaan shalat berjamaah
Penyelenggaraan kegiatan ibadah merupakan kegiatan yang sangat diutamakan anak asrama dalam rangka implementasi nyata dan Visi dan Misi sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membiasakan para siswa melaksanakan ibadah secara tertib secara berjamaah yang pada akhirnya menumbuhkan siswa yang memiliki ketaqwaan Kepada Allah SWT.
3) Pembinaan Tadarus Al-Qur‟an/ Tahsin
Tadarrus adalah kegiatan pembacaan Kitab Suci Al-Qur‟an (khusus penghuni asrama putra dan putri) dimulai dari Al-Fatihah dan seterusnya.
Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat dengan benar dan lancar membaca Al-Qur‟an sesuai dengan hukum Tajwid. Lebih dari itu agar siswa semakin memahami kandungan Al Qur‟an, sehingga akan terbentuk pribadi yang berilmu dan berakhlak mulia. Kegiatan Tadarrus dilaksanakan setiap hari mulai setelah Magrib sampai sholat Isya.
4) Hafalan Al-Qur‟an
Hafalan al-qur‟an adalah salah satu proses pembinaan kepada peserta didik agar cinta terhadap al-qur‟an serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai al-Qur‟an dalam kehidupan sehari-hari.
5) Hafalan Hadis
Hafalan hadis merupakan proses pembekalan kepada peserta didik tentang nilai-nilai keislaman, sekaligus membangun kecintaan terhadap hadis-hadis dan sunnah sebagai dasar dan pedoman bagi umat Islam terutama Hadist Arbai‟in.
6) Tilawah Al-Qur‟an
Tilawah sebagai sarana untuk membangun seni dalam membaca Al-Qur‟an, serta membentuk bakat-bakat peserta didik yang ingin menjadi qari‟ dan qariah.
7) Muhadaroh/kultum
Kultum ini adalah suatu bentuk kegiatan pembelajaran dan bekal siswa untuk menyampaikan dakwah tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk amar ma‟ruf nahi munkar.
8) Tausiyah
Nasihat adalah salah satu bentuk penyadaran dalam rangka pembinaan dan perbaikan akhlak peserta didik sehingga dalam kehidupan sehari-sehari dapat berakhlak sesuai tuntunan dan nilai-nilai agama Islam.
b. Pembinaan bimbingan bahasa asing
1) Memberikan bimbingan pengajaran bahasa arab
Pengajaran bahasa Arab dan adalah materi yang diberika pembina kepada siswa setiap hari baik melalui pengajaran formal maupun dengan bimbingan dan praktek melalui percakapan sehari-hari.
Adapun tujuan pembelajaran bahasa adalah untuk membekali siswa agar dapat memahami dan mengerti ayat-ayat al Qur‟an dan juga kitab-kitab dan buku yang berbahasa Arab, dan membekali siswa agar trampil berbicara dengan bahasa Arab.
2). Memberikan bimbingan pelajaran bahasa inggris
Pengajaran bahasa inngris adalah materi yang di berikan pembina kepada
Pengajaran bahasa inngris adalah materi yang di berikan pembina kepada